Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Dua Pria Istimewa


__ADS_3

Eva masih terlihat termenung di depan meja rias di dalam kamarnya. Gio dan Grego berjalan pelan-pelan agar tidak menimbulkan suara yang dapat menarik perhatian Eva. Mereka berdua ingin mengejutkan Eva dari lamunan kesedihannya.


Seperti pencuri yang mengendap-ngendap agar tidak ketahuan. Dan....


"Duaaarrr... " teriak Gio dan Grego mengagetkan Eva dari lamunannya.


Eva yang terkejut hampir saja terkena serangan jantung.


Hampir saja Eva ingin berteriak kencang dan menghajar mereka. Tetapi ketika dia telah


melihat wajah para pelaku yang membuatnya sedikit tidak nyaman tadi emosinya langsung mereda. Namun Eva berpura-pura masih marah dan malah berniat ingin mengerjain balik mereka berdua.


"Giooo.. Grego....." teriaknya dan segera bangkit dari duduknya lalu mengejar kedua lelaki itu yang sudah duluan melarikan diri.


Suasana di rumah itu tiba-tiba menjadi cerah ramai karena suara teriakan mereka bertiga.


Grego, Eva dan Gio, mereka bertiga saling membaringkan diri di atas tempat tidur. Napas mereka ngos-ngosan akibat ulah mereka yang saling kejar-kejaran. Pandangan mereka bertiga tertuju pada langit-langit kamar. Ada senyum manis yang muncul karena kebahagiaan yang meliputi hati mereka saat ini.


Lalu Eva bangkit dan merapikan pakaiannya yang terlihat kusut.


" Aku siapkan makan siang dulu ya. Kalian boleh lanjutkan acara kejar-kejarannya." ucap Eva dan langsung menuju ke dapur.


"Hmm." jawab Gio dan Grego bersamaan.


Sepeninggalan Eva ke dapur kedua pria ini pun saling berbicara. Gio dan Grego pun melakukan perbincangan layaknya dua pria dewasa.


" Om, terima kasih ya sudah membuat ibu tersenyum manis hari ini." ucap Gio dengan senangnya.

__ADS_1


"Itu sudah jadi tanggung jawab om sayang." jawab Grego sambil sesekali membelai rambut Gio dengan tangannya.


Meski hari ini mereka hanya melakukan suatu hal yang terlihat sederhana tapi kesederhanaan inilah yang memberi mereka kebahagiaan.


Aroma makanan mulai tercium oleh Gio dan Grego yang membuat perut mereka terasa lapar dan ingin segera di isi.


Tanpa aba-aba mereka berdua langsung bangkit dan segera melangkah menuju dapur asal muasal aroma sedap itu berasal.


Tanpa di perintah mereka berdua langsung duduk manis menunggu sang Bunda menyelesaikan masakannya.


Eva begitu bahagia melihat kedua sosok pria itu yang sangat istimewa dalam hatinya.


Dihidangkannya masakannya dihadapan mereka berdua dan kedua pria itupun segera menikmatinya dengan lahap.


Dan lagi-lagi kebahagiaan mereka lahir dari hal-hal sederhana dalam kehidupan mereka.


Selesai menikmati hidangan lezat hasil karya sang Bunda, mereka kembali ke ruang tamu dan melanjutkan kebersamaan dengan acara nonton bareng.


Film animasi bertema keluarga menjadi pilihan mereka bersama.


Hampir dua jam mereka menonton layaknya menonton di bioskop.


Terlihat mata Gio mulai mengantuk dan akhirnya terlelap dalam pelukan Grego.


Grego pun langsung mengangkatnya dan meletakkannya di tempat tidur.


Tak lupa diselimutinya dan dicium dahinya. Benar-benar sosok Ayah idaman.

__ADS_1


Grego kemudian kembali ke ruang tamu dan duduk di sebelah Eva.


Eva masih terlihat serius menonton ke arah televisi.


Mereka duduk terdiam begitu serius menyaksikan film yang mereka sedang tonton bersama. Namun sebenarnya dalam pikiran Grego tidak fokus dengan film tersebut.


Ingin sekali dirinya berbicara dengan Eva tetapi dia tidak tahu harus memulai dari mana pembicaraan mereka.


Perlahan-lahan Grego menggeser posisi duduknya agar semakin mendekati Eva.


Sebenarnya Eva menyadari hal itu tapi Eva pura-pura tidak tahu dan tetap fokus menatap layar televisi.


Grego semakin mendekat dan mendekat hingga akhirnya tepat berada di sebelah Eva. Tidak ada lagi ruang kosong yang tersisa antara mereka berdua.


Dan keduanya saling menoleh ke arah yang berlawan sehingga pandangan mereka saling beradu bahkan jarak wajah antara keduanya hanya berjarak tak lebih dari 5 cm.


Kedua pasang mata itu seakan tak berkedip.


Mata mereka seolah-olah saling berbicara tentang apa yang ada dalam pikiran mereka saat ini. Dan entah dorongan dari mana wajah mereka saling bergerak dan akhirnya Grego mendaratkan bibirnya di bibir Eva. Bibir mereka saling bersentuhan tanpa ada pergerakan atau perlawanan. Grego yang tidak lagi bisa mengendalikan hati dan pikirannya akhirnya melancarkan serangan awal. Dilumatnya bibir Eva dengan lembut. Eva yang sedikit terkejut tak juga menolak atau menerima. Dia hanya diam membiarkan Grego melakukan apa yang ingin dia lakukan.


Ciuman pertama mereka akhirnya terjadi juga.


Kedua tangan Grego mulai bergerak menyusuri tubuh Eva mulai dari sentuhan jari, tangan, lengan, bahu hingga tangan itu berada di leher Eva.


Eva pun ternyata mulai menikmatinya. Tangannya turut bergerak dan menyentuh kedua bahu kekar milik Grego.


Keduanya saling menikmati ciuman pertama diantara mereka.

__ADS_1


Eva ternyata terbawa suasana romantis yang diciptakan oleh Grego.


__ADS_2