Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Kenalan Baru


__ADS_3

Gia memasuki ruang kelasnya. Beberapa mahasiswa sudah hadir untuk mengikuti mata kuliah hari itu. Mereka pasti pemburu kursi belakang yang paling di incar oleh para mahasiswa karena lebih nyaman dan strategis. Hanya beberapa mahasiswa yang memilih kursi panas karena mereka termasuk golongan para pemikir.


Lebih dekat dengan dosen, maka interaksinya pun lebih efektif.


Gia memilih duduk di barisan kedua dari depan. Beberapa menit kemudian sebelum dosen masuk dan kelas di mulai, ruangan kelas sudah mulai penuh, nampak kursi sudah terisi. Hanya 2-3 kursi yang masih kosong.


Kelas yang hening tiba-tiba menjadi riuh ketika seorang mahasiswa masuk ke dalam ruangan kelas. Gia yang penasaran melihat ke arah sumber keriuhan.


Jreeenng.....!!


Gia kaget, pria itu ternyata pria aneh yang ditemuinya tempo hari. Pria yang tiba-tiba saja menembak Gia dan meminta Gia menjadi pacarnya.


Perasaan Gia menjadi tidak tenang. Muncul berbagai pikiran negatif dalam benaknya.


"Kenapa dia ada disini? Apa dia juga mahasiswa baru? Tapi dilihat dari tampangnya sudah seperti senior kampus!


Pria itu menjadi pusat perhatian karena tidak hanya wajahnya yang tampan tapi juga memiliki bentuk tubuh yang sangat proportional. Tubuh seorang athlete.


Ternyata dia adalah idola kampus. Lihatlah bagaimana gadis-gadis itu memandang dan memujanya.


Hanya bagi seorang Gia, pria itu terlihat biasa saja. Meski wajahnya tampan, tapi bagi Gia kecantikan dan ketampanan seseorang itu relatif. Jadi sekalipun pria itu digilai oleh seluruh cewek kampus, tidak serta merta Gia pun terpikat olehnya. Bagi Gia ketampanannya hanya standard biasa saja.


Melihat reaksi Gia yang biasa-biasa saja, tidak seheboh gadis-gadis lainnya membuat pria itu penasaran.


Apakah ketampanannya itu tidak mengusik hatinya sama sekali?


Karena sikap cueknya itu membuat pria itu tidak terima. Keberadaannya sama sekali tidak ada pengaruhnya bagi Gia.


Apalagi setelah diperhatikannya gadis itu adalah gadis yang sama yang menolak ungkapan cintanya. Gadis yang telah berani menolak dirinya untuk dijadikan sebagai kekasihya.


Dan baru pertama kalinya dalam sejarah hidupnya ada seorang gadis yang berani menolaknya.


Sebagai idola kampus tentu saja dia tidak bisa menerima penolakan karena itu melukai harga dirinya sebagai pria idola kampus.

__ADS_1


Pria itu mendekat ke tempat duduk Gia. Dan tanpa salam atau permisi pria itu langsung duduk disamping kursi Gia yang kebetulan masih kosong.


Gia yang sedari awal sudah merasa tidak nyaman melihat kemunculan pria itu dan lebih tidak nyaman lagi ketika pria itu malah memilih untuk duduk disampingnya.


Tapi Gia berusaha untuk bersikap biasa saja, bahkan dia berusaha untuk bersikap cuek.


Pria itu yang sadar jika dirinya sedang dicueki semakin merasa harga dirinya dinodai. Kok bisa-bisanya pria setampan dirinya gagal menebarkan pesonanya kepada gadis Seperrinya Gia.


Pria itu jadi penasaran akan tipe seperti apa pria yang dapat menyentuh hati gadis disampingnya ini.


Dosen yang ditunggu akhirnya muncul juga. Gia sedikit merasa lega. Setidaknya untuk sementara dia terbebas dari perhatian pria itu.


1 jam 30 menit. Sang Dosen menyampaikan materi kuliahnya. Terkesan monoton sehingga membuat mata mengantuk dan otak terasa lelah.


Waktu yang sebenarnya tidak terlalu lama itu tapi karena begitu membosankan seakan berabad lamanya. Sebagian besar mahasiswa sibuk dengan diri mereka sendiri sehingga tidak memperhatikan materi yang disampaikan oleh Pak Dosen.


Sedangkan Gia meski dirinya juga mengalami kebosanan tapi demi menghormati dan menghargai usaha si Dosen, Gia tetap berusaha untuk memperhatikan apa yang disampaikan oleh pria paruh baya itu.


Dan setelah waktu menunjukkan akhir, terdengar hembusan nafas kelegaan dari masing-masing kepala yang ada di dalam ruangan itu.


Pria itu malah duduk bersantai seakan sedang berada di pantai. Gia yang mulai merasa gerah tidak tahu harus berbuat apa.


Ingin meminta supaya pria itu bergeser dari tempat duduknya agar dirinya bisa lewat tapi bibirnya terasa kelu. Tak mampu berkata-kata.


Pria itu melirik ke arah Gia dan dia tahu jika gadis disampingnya itu sedang gelisah.


Tapi dia berpura-pura tidak mau tahu dan cuek.


Karena sudah merasa tak tahan lagi akhirnya Gia pun memberanikan dirinya.


" Permisi, saya mau lewat. Tolong anda bergeser dari tempat duduk anda!?


Mendengar Gia membuka suaranya, ada rasa yang menyentuh relung hatinya. Suara lembut gadis itu begitu merdu sehingga mampu menilisik direlung hatinya. Namun egonya menolak hatinya untuk tersentuh dengan setiap tindakan maupun perkataan yang keluarganya dari mulut Gia.

__ADS_1


Karena pria itu tak kunjung menjawabnya maka dengan terpaksa dan amat sangat terpaksa, Gia pun menerobos kaki pria itu. Didorongnya kaki panjang itu sehingga pria itu tak dapat menyeimbangkan diri dan membuatnya terjerembab jatuh ke lantai.


Meski sebagian dari penghuni di kelas itu telah keluar dari kelas namun yang masih berada di dalam kelas juga tidak sedikit, sehingga peristiwa jatuhnya sang idola kampus disaksikan oleh berpasang-pasang mata itu.


Dan tak terkatakan lagi betapa malunya pria itu. Terlihat jelas wajahnya yang memerah bagaikan kepiting rebus dan tidak tahu mau disembunyikan kemana wajahnya saat itu.


Moment itu adalah moment yang cukup memalukan bagi pria yang menjadi idola kampus itu.


Dan jangan salahkan jika akhirnya dalam hati pria itu lahirlah setitik rasa benci dan dendam. Meski sebenarnya Gia tidak pernah ada niat untuk mempermalukan pria itu. Semua peristiwa itu terjadi hanyalah suatu kebetulan yang tak terduga.


Namun disaat harga diri seorang manusia merasa dilukai maka tak ayal jika benci dan dendam juga tumbuh bersama-sama disana.


Gia berdiri di depan gerbang kampus menunggu jemputan sang kakak yang sudah berjanji akan menjadi sopir baginya. Baru 5 menit saja dirinya menunggu sudah terasa lama baginya karena hatinya masih diliputi rasa khawatir karena akibat kejadian di dalam kelas tadi.


Dan disaat dirinya masih menunggu, nampak pria itu berjalan ke arahnya. Hatinya semakin cemas dan gelisah. Berpikir jikalau pria itu akan marah dan melakukan sesuatu yang buruk kepadanya untuk membalas dendam.


Ketika pria itu semakin mendekat dan hatinya semakin gentar, tiba-tiba sebuah mobil berhenti dihadapannya.


Dan mobil itu adalah mobil Gio kakaknya. Ada rasa lega, senang dan bahagia. Setidaknya dia akan diselamatkan dari incaran pria itu. Untuk saat ini dan hari ini. Karena untuk hari esok tidak ada yang tahu.


Pria itu menghentikan langkahnya ketika melihat sebuah mobil berhenti di depan Gia. Lalu seorang pria tampan yang tak kalah tampan darinya keluar dari mobil dan mendekati gadis itu.


Mereka terlihat begitu dekatnya dan akrab sekali. Sekilas mereka tampak seperti sepasang kekasih. Apalagi melihat perlakuan Gio kepada Gia yang begitu intim dan mesra.


Sehingga muncul pemikiran dalam benaknya, " Apakah pria itu adalah kekasihya? Mengapa mereka begitu dekat sekali seperti pasangan kekasih!?


Dan itulah sebabnya dia sama sekali tidak menoleh kepadanya. Karena dia sudah punya seorang kekasih yang tak kalah dibandingkan dengan dirinya.


Pria itu masih berdiri terpaku di tempatnya semula. Melihat dan memandangi gadis itu sampai akhirnya menghilang dari pandangannya.


Tak disangka jika dirinya harus menyerah sebelum berjuang.


Bahkan dendam kecilnya belum terbayarkan harus segera dilupakannya. Status nya sebagai idola kampus, sedikit tercoreng setelah kehadiran gadis itu.

__ADS_1


Tak disangka.


__ADS_2