
Gio sedang menikmati makannya tapi tatapan matanya tak bisa tenang dan fokus dengan makanan yang ada dihadapannya itu. Pandangannya terus berkelayapan mengitari setiap sudut di ruangan itu. Berharap Gia ada disana bersama dengan pacar barunya itu. Tak ayal tingkah lakunya itu mengundang perhatian sekelompok gadis yang juga ada di dalam restaurant itu. Nampaknya mereka juga sedang menikmati hidangan yang disajikan di restauran itu.
Gio sama sekali tidak menyadari ketika seorang wanita berjalan mendekati ke arahnya. Wanita itu adalah salah seorang dari sekelompok wanita yang sejak tadi memperhatikannya.
"Hai,! sapa wanita itu setelah berdiri di dekat Gio.
Gio yang tidak menduga bakal didatangi oleh seorang wanita sedikit terkejut melihat kemunculannya yang tiba-tiba.
" Kamu siapa? tanya Gio dengan kepolosannya.
" Perkenalkan, nama gue Kinan.! Dengan suaranya yang dibuat seanggun mungkin, wanita itu memperkenalkan dirinya. Wanita itu berpikir jika suaranya dibuat se-anggun mungkin, akan menarik hati pria dingin tampan itu. Namun yang terjadi malah sebaliknya, Gio cuek tak peduli. Tidaklah mudah menggoyahkan Pria dingin seperti kulkas sepuluh pintu itu. Melihat sikap Gio yang tidak bereaksi sedikitpun melunturkan semangat wanita itu untuk menggodanya lagi.
Ketika wanita itu kembali ke tempat duduknya, teman-teman wanitanya malah menertawakan dirinya karena gagal untuk menggoda Gio.
Gio pun memutuskan untuk pergi dari tempat itu. Semakin lama ditempat itu bisa-bisa wanita-wanita itu akan datang bergantian untuk menggodanya. Setelah memberikan beberapa tip kepada pelayan yang melayaninya tadi, Gio pun langsung meninggalkan tempat itu. Dan baru saja Gio keluar dari balik pintu, nampak dari kejauhan sosok bayangan Gia melintas di hadapannya. Gia tidak sendiri. Seperti kata sang Bunda kalau adiknya itu keluar dengan seorang pria.
Gio memperhatikan pria yang berjalan disampingnya Gia dengan lebih jelas lagi untuk memastikan siapa gerangan pria itu. Dan Gio tidak tahu apakah harus terkejut atau tidak ketika melihat sosok pria tersebut. Sesaat Gio mematung. Tidak tahu apakah harus menghampiri mereka atau membiarkannya saja. Setidaknya dia sudah tahu siapa pria yang menemani adiknya itu. Gio akhirnya memutuskan untuk tidak menghampiri mereka berdua. Dia percaya jika pria itu pasti akan menjaga adiknya itu dengan baik.
Namun baru saja Gio hendak berbalik, Gia malah melihat kearahnya. Gia pun berteriak memanggil nama kakaknya itu.
Mau tidak mau, Gio pun menemui Gia dan Kevin.
__ADS_1
" Kakak lagi ngapain? tanya Gia dengan polosnya.
" Kakak baru selesai makan tadi.! jawab Gio yang sempat bingung mau menjawab apa atas pertanyaan Gia.
"Tumben kakak makan diluar.!
"Lagi pengen aja tadi! ucap Gio mulai was-was dengan pertanyaan Gia selanjutnya.
" Kalian dari mana? Gio balik bertanya.
" Kita juga baru selesai makan malam kak. Kalau aja tadi tahu kakak makan di luar, kita bisa barengan! ucap Gia yang membuat Kevin sedikit lega. Untung mereka sudah selesai makan berdua. Jika tidak, sudah pasti dia tidak akan menikmati makan malam berduanya dengan Gia barusan.
" Jadi, sekarang kalian mau jalan kemana? tanya Gio mencoba bersikap tenang.
Gio hanya manggut-manggut menanggapi perkataan Gia.
" Oh ya, sudah sejak kapan kalian jalan berdua? tanya Gio random. Karena dia sendiri bingung harus bicara apa lagi. Tidak mungkin mereka berdiam diri saja seperti orang yang tidak saling mengenal.
"Sepertinya kita baru pertama kali jalan berdua malam ini. Iya kan Kev? tanya Gia meminta pembenaran dari Kevin.
" Iya kak. Kita baru pertama kali jalan malam ini! Kevin membenarkan perkataan Gia. Tapi Kevin terlihat sedikit gugup. Mungkin karena ada Gio sehingga membuatnya sedikit kurang nyaman. Bukan berarti Kevin mempunyai rencana lain. Tapi mungkin begitulah perasaan seorang pria ketika bersama dengan gadis yang disukainya dan ditemani oleh sang kakak, meski tidak sengaja.
__ADS_1
Gio terdiam kembali. Mungkin sedang memikirkan atau menyusun kata-kata apa lagi yang ingin disampaikannya. Demikian juga Kevin. Dia mulai nampak tegang dan kaku. Seakan tidak nyaman dengan situasi saat ini. Gia yang bisa merasakan jika kedua pria disampingnya itu sedang dalam mode tidak nyaman. Gia langsung menggandeng lengan Kevin dan juga Gio secara bersamaan.
" Sepertinya malam ini akan menjadi malam yang lumayan menyenangkan! ujarnya dengan senyuman manis sembari memandang kedua pria itu bergantian.
"Emang kenapa? Tanya Gio dan Kevin bersamaan.
" Karena ada kalian berdua menemaniku malam ini! jawabnya dengan senyuman terindahnya. Sehingga membuat keduanya juga tidak dapat menahan kebahagiaan dari dalam hati mereka setelah melihat senyuman terindah Gia. Gadis yang sangat istimewa di hati mereka masing-masing.
Langit pun terlihat cerah malam ini. Bintang-bintang bersinar lebih terang di malam ini karena meskipun lampu hias jalanan yang terang benderang menerangi setiap sudut bumi ini. Kilaunya seakan tidak bisa dikalahkan oleh sinar lampu jalanan yang berkilauan. Pada akhirnya mereka bertiga berjalan bersama menikmati riuh ramainya perkotaan, lampu hias yang berwarna-warni menambah kecantikan perkotaan di malam hari. Orang-orang yang berlalu lalang nampak tidak mau kalah dengan riuhnya suasana malam ini. Mereka sama dengan ketiga insan muda-mudi itu. Mencintai hidup ini dengan menikmati setiap moment yang sedang rayakan saat ini.
Gia señdiri sungguh sangat menikmati malam ini. Entah kenapa malam ini sungguh istimewa baginya. Apalagi ditambah lirikan mata dari orang-orang yang yang berpapasan dengan mereka yang seakan bertanya-tanya dengan rasa cemburu karena melihat keberuntungan seorang Gia yang dikawal oleh dua pria tampan dan keren. Senyumnya seakan tidak mau lepas dari bibirnya. Bahkan Gia bertingkah berpura-pura angkuh dan sombong seakan-akan sedang pamer kepada orang-orang yang melintas dihadapannya jikalau dia punya dua pengawal tampan dan keren. Bukankah itu adalah suatu hal yang layak untuk dibanggakan.?
Sedangkan sementara di kediaman keluarga Besar Wijaya, Via dan Saudara laki-lakinya yaitu Ayahnya Kevin sedang duduk berdua sepertinya sedang mendiskusikan sesuatu.
"Kak, apa kamu yakin akan melarang Kevin untuk mendekati putrinya Grego? Karena sepertinya mereka berdua saling menyukai satu sama lain! tanya Via memastikan pendapat kakaknya itu.
" Kakak juga kurang yakin. Kakak hanya tidak ingin Kevin mengalami sakit hati yang lebih dalam jika mereka semakin dekat dan tiba-tiba mereka terpisah. Kamu sendiri tahu kan bagaimana hubungan keluarga kita dengan keluarga mereka. Meski untuk saat ini masih terlihat baik-baik saja.! ucap pria paruh baya itu dengan cukup bijaksana.
" Tapi, hal itu cukup baik juga untuk menempa mental dan hati Kevin. Sebagai anak laki-laki dia harus lebih kuat. Dia akan menjadi penerus keluarga Wijaya yang tentunya harus bisa melindungi keluarganya dengan baik.! ucap Via.
" Iya kamu memang benar. Tidak salah jika dia ditempa agar lebih kuat dan berani.! ucap Ayah Kevin
__ADS_1
" Kakak harus sudah menyiapkan Kevin mulai dari sekaranga! ucap Via.