
Malam ini Joe nampak sibuk mempersiapkan dirinya untuk memenuhi undangan kencan buta dari sebuah agen perjodohan. Bolak - balik dirinya memandang cermin hanya untuk memastikan apakah pakaian yang dikenakannya sudah cocok atau belum. Tentu saja dia sangat berharap kesan pertama memberikan respon yang positif dari pasangan kencannya nanti. Grego yang ikut membantu mempersiapkan Joe menjadi pengamat fashion yang memberi penilaian apakah Joe terlihat tampan dan menarik dengan busana yang dipakainya.
"Greg, benar ini sudah cocok untuk saya pakai malam ini? tanya Joe memastikan.
" Cocok banget Joe. Kamu itu sebenarnya tampan dan menarik. Pakai baju apa saja pasti cocok.! ucap Grego memberi dukungan kepada Joe.
Wajah tampan Joe memang tak dapat dibantahkan lagi. Dengan wajah tampannya itu, orang tidak akan menyangka jika usianya sudah memasuki kepala empat.
" Are you ready bro?! Grego menyemangati.
Joe mengangguk percaya diri. Meski terlihat rasa gugup di wajahnya. Malam ini Grego bertugas menjadi sopir pribadinya yang akan mengantarkan kemanapun Joe ingin pergi dengan pasangan kencannya. Pertemuan kali ini diawali dengan makan malam romantis. Jika pertemuan pertama berjalan lancar dan mereka berdua ada chemistry satu sama lain, maka tugas Joe membawa wanita pasangan kencannya menikmati suasana malam ke tempat - tempat romantis tentu saja.
Sebuah hotel berbintang lima dengan servicenya yang berkelas bintang. Wanita pasangan kencan buta Joe sudah menunggu di restaurant yang ada di dalam hotel itu. Grego yang menyemangati Joe untuk tetap percaya diri tak hentinya memberi dukungan dan semangat agar Joe tidak merasa grogi atau gugup. Agar tidak menimbulkan kesan yang negatif dalam pandangan wanita itu.
Joe melangkahkan kakinya memasuki lobi hotel dan menuju restaurant yang telah direservasi oleh agensi tersebut. Hati Joe semakin berdetak kencang ketika kakinya semakin mendekati tempat kencan mereka. Di usianya yang sangat matang ini, ternyata dia masih bisa merasakan gugup, takut dan grogi. Tak disangka dia akan menghadapi saat - saat seperti ini. Padahal kalau diingat-ingat dulu ketika dia masih sangat muda dirinya tak pernah mengalami situasi perasaan seperti ini ketika berhadapan dengan seorang wanita.
Jangankan seorang wanita, bahkan banyak wanita telah dihadapinya tak sedikitpun dia merasakan nervous sebesar saat ini. Tapi yang terjadi sekarang benar-benar diluar kendalinya. Joe yang tampan idola banyak wanita ternyata merasakan grogi, gugup dan takut ketika akan menghadapi seorang wanita. Mungkin hal ini yang sangat menarik sekali untuk diperbincangkan dan akan jadi trending topik di antara wanita - wanita yang dulu pernah mengincarnya. Terbukti benar jika dunia itu bulat dan berputar karena roda kehidupan manusia juga ikut berputar.
Ada kalanya manusia itu ada di atas, berkuasa dan merasa hebat. Tapi akan ada masanya juga manusia itu berada di bawah, lemah dan tak dipedulikan. Suasana saat inilah yang sedang dialami oleh Joe. Menjadi manusia yang berada di titik terendah.
Tapi dengan kepercayaan dirinya serta semangat dari Grego, membuat Joe tetap berani untuk melangkahkan kakinya menemui wanita pasangan kencan butanya tersebut. Kalau bukan sekarang waktunya kapan lagi dia akan mendapatkan apa yang diharapkan olehnya. Menemukan pasangan hidupnya.
Ketika semakin mendekat ke ruangan kencan mereka, nampak seorang wanita dengan rambut panjang hitam lurus terurai lepas menutupi bahu dan punggungnya. Dengan gaun tanpa lengan berwarna merah maroon melekat dibadannya. Jika di lihat dari belakang body wanita itu nampak terlihat menarik dan seksi. Cara duduknya yang tegap dan anggun bisa dinilai memperlihatkan jikalau dia adalah tergolong tipe wanita berkelas.
Kesan baik pada pandangan pertama memang cukup penting untuk bisa menentukan ke tahap selanjutnya. Bukankah ada pepatah mengatakan
__ADS_1
" Dari mana datangnya cinta, dari mata turun ke hati!" Jika pada pandangan pertama begitu menggoda, maka selanjutnya terserah anda. Itu kata iklan.
Joe berhenti sejenak di belakang wanita itu, menarik napas panjang seakan menghimpun kekuatan untuk menghadapinya. Setelah hatinya merasa nyaman Joe pun langsung menghadap wanita itu.
" Hay, selamat malam!" sapa Joe bersikap ramah.
Wanita itu berdiri dan menatap pria yang sedang berdiri di hadapannya saat ini. Sorotan matanya menatap lembut tapi dalam. " Hay. Selamat malam!" sapanya balik.
Joe mengulurkan tangannya dan disambut dengan ramah juga oleh wanita itu.
" Joe! ucap Joe memperkenalkan dirinya.
" Xhena!" balasnya.
Mereka berdua pun sama-sama duduk. Joe tak lupa memberi senyuman setiap kali mata mereka tak sengaja saling melirik.
" Bagaimana kabar kamu?" Joe memulai percakapan untuk berusaha mencairkan suasana yang sedikit terlihat kaku.
" Seperti yang kamu lihat, aku terlihat sangat baik! balasnya dengan santai.
Waktu pun mulai bergulir dan perbincangan di antara mereka juga mulai mencair. Sepertinya chemistry diantara mereka cukup cocok. Sesekali terdengar suara tawa karena cerita lucu yang di ceritakan sesama mereka berdua. Kali ini panah cupid bekerja tepat mengena di hati mereka berdua.
Dan Grego yang beralih profesi menjadi sopir pribadi Joe malam ini, malah tertidur di dalam mobil karena menunggu terlalu lama kencan buta brother nya itu. Satu jam kemudian, Joe dan Xhena terlihat melangkah bersama berdampingan meninggalkan gedung hotel tersebut. Mereka berjalan menuju halaman parkir hotel. Mobil Grego yang terparkir di halaman parkir hotel masih nampak tampak bergerak dari tempatnya. Grego benar-benar terlelap di dalam mobil nya.
Joe mengetuk-ngetuk kaca mobil dengan pelan berusaha membangunkan Grego dari tidurnya. Grego terkejut dan langsung tersadar. Grego segera membukakan pintu dan keluar dari dalam mobil.
__ADS_1
" Sorry Joe, gue ketiduran tadi! ucap Grego yang belum menyadari keberadaan Xhena diantara mereka berdua. Awalnya Xhena berpikir jika Grego adalah seorang sopir pribadi Joe. Namun mendengar nama Joe disebut seperti seorang sahabat memanggil nama sahabatnya sendiri, Xhena mulai bertanya-tanya ada hubungan apa diantara keduanya?
"Gue yang minta maaf, kita pasti kelamaan ya sampai kamu tertidur di mobil. Sorry ya bro!" ucap Joe merasa bersalah. " Harusnya kamu pulang aja tadi. Aku kan bisa pesan taksi! hatinya merasa tak enak karena Grego harus tertidur di dalam mobil gara-gara dirinya.
Grego hanya membalasnya dengan senyuman.
" Sekarang kita mau kemana? tanya Grego.
"Aku antar loe pulang aja dulu. Nanti aku yang bawa sendiri mobilnya. Kamu pasti capek kan!
" Kamu yakin aku nggak perlu temani malam ini?
Joe menarik napas sejenak. Kemudian dia berbisik di telinga Grego.
" Brother, terima kasih atas perhatianmu. Tapi jangan buat aku malu karena harus pergi kencan dan ditemani oleh seorang bodyguard. Aku bukan anak SMA lagi kan. Ingat bro, kita seumuran!"
Grego mengerti maksud perkataan Joe. Lalu Grego pun berkata," Okey bro, aku mengerti. Tapi kamu tidak perlu mengantar aku pulang. Biar aku naik taksi saja. Oke. Byeee!"
Setelah berkata begitu Grego pun segera meninggalkan Joe tanpa memperhatikan Xhena sama sekali. Sedangkan Xhena masih terlihat bingung setelah mendengar percakapan kedua pria tampan yang ada dihadapannya itu. Rasa penasaran menguasai pikirannya saat ini. Bertanya-tanya dalam benaknya apa jenis hubungan diantara Joe dengan sopir tampan itu.
Grego akhirnya menghilang dari pandangan mereka berdua. Lalu Joe mempersilahkan Xhena untuk masuk ke dalam mobil. Di bukakannya pintu untuk Xhena sebagai bentuk tanda perhatian darinya. Sebagai seorang lelaki dia harus menunjukkan perhatian dan tanda penghormatan kepada lawan jenisnya.
Malam ini waktu pasti akan berlalu dengan lebih panjang. Bagaimana tidak, saat bersama dengan seorang wanita cantik ingin rasanya menghabiskan waktu berdua lebih lama lagi. Joe membawa mobil Grego melaju membelah jalanan ibu kota yang gemerlap dengan warna warni lampu hias. Suasana hatinya yang bahagia seperti terwakili oleh suasana perkotaan yang begitu meriah dan hangat karena terang cahaya lampu.
" Terima kasih Greg, kau adalah saudaraku yang terbaik!" ucap Joe dalam hatinya sebagai ungkapan syukur dan terima kasih kepada saudaranya itu.
__ADS_1