
Malam sebelum keberangkatan mereka ke Bali, Joe datang mengunjungi mereka.
" Gio lupa sama Om ya, sehingga Om tidak diberitahu kalau kalian semua mau liburan ke Bali. Padahal kan Om juga pengen ikut liburan.! Joe merajuk karena tidak diberitahu sama sekali tentang rencana liburan mereka.
" Bukannya gitu Om. Gio memang lupa beritahu Om sebelumnya. Tapi bukan berarti Gio lupa sama Om loh... ! Jawab Gio
" Tapi tetap saja sama, dilupakan ! ucap Joe yang masih belum bisa menerima perkataan Gio. Meski sebenarnya dia hanya sekedar bercanda.
" Ya baiklah. Gio minta maaf ya Om. Lain kali nggk dech.!
Mendengar perkataan Gio, Joe pun tersenyum. Gio pun ikut tersenyum.
Grego, Eva dan Gia yang juga sedang ada disana berkumpul bersama tertawa lucu melihat tingkah kedua lelaki beda jaman itu.
Eva pun berkata kepada Grego dengan suara hampir berbisik di telinganya.
" Gio dan Joe sangat akrab sekali ya. Mereka nampak begitu saling menyayangi.!
Grego pun menghembuskan napasnya perlahan. Dibalasnya ucapan Eva dengan sebuah senyuman. Lalu dijawabnya kemudian,
" Hal itu sangat wajar, mengingat Joe memiliki andil yang sangat besar merawat dan melindungi serta membesarkan Gio selama 17 tahun ini. Bahkan aku sangat berterima kasih pada Joe. Tanpa bantuannya mungkin Gio tidak akan bisa sampai seperti sekarang ini.!
Sejak kehilanganmu, aku seperti kehilangan arah. Hidupku hampa, kacau dan berantakan. Gio yang selalu memberikanku kekuatan untuk tetap bertahan tetapi aku malah menjadi ayah yang buruk yang tidak bisa melindungi putraku sendiri. Joe lah yang membantu di saat-saat sulit hidupku. Dia yang tulus mencintai Gio sekalipun kamu tidak ada lagi. Aku salut dan bangga padanya. Dia benar-benar seorang pria yang baik. Bahkan sangat baik. Diriku belum tentu bisa sepertinya, berhati besar dan lapang. Seandainya suatu saat dia kembali kepadamu aku akan ikhlas.!
Eva mengangguk mengerti. Tentu saja perkataan Grego itu sangat benar. Tapi dia tak berharap perkataan terakhir Grego itu terjadi.
" Sebenarnya hal ini juga sangat lucu, mengingat dulu awal perkenalan kami sangat tidak menyenangkan. Karena sebagai rival yang sama-sama menyukai orang yang sama kami saling bersaing. Bahkan kami pernah saling membenci.! Grego tersenyum mengenang masa-masa lalu mereka.
Eva pun turut tersenyum. Tidak disangka-sangka jika kedua pria yang kini sedang bersama-sama dengannya di ruangan ini adalah dua orang yang mencintainya. Dan siapa yang mengira jika akhirnya mereka berdua bisa berdamai dengan diri mereka sendiri dan dengan saingan cintanya.
"Gre.... Kamu tidak keberatan kan kalau aku ikut liburan ke Bali? Ingat bro kamu banyak berhutang kepadaku! ancam Joe dengan bercanda.
" Iya baiklah. Anggap saja sebagai bayaran untuk hutang-hutangku.! balas Grego juga dengan bercanda.
Eva senang melihat interaksi kedua pria dihadapannya itu. Pengalaman hidup telah mengajarkan keduanya untuk lebih bijaksana dan dewasa. Seiring berjalannya waktu, belajar dari masa lalu, belajar untuk saling memaafkan. Dengan demikian hati akan lebih ikhlas dan hidup akan lebih bermakna dan bahagia.
" Om Joe, Gia boleh nanya nggk? Tanya Gia ikut nimbrung.
" Tanya apa, Putri Om yang cantik? jawab Joe sambil memeragakan tangannya diletakkan di dadanya sambil membungkukkan badannya.
" Istri Om dimana?
__ADS_1
Sontak mereka terkejut mendengar pertanyaan Gia yang out of the box. Karena pertanyaan tersebut cukup sensitif apalagi mengingat jikalau Joe memilih tidak menikah karena wanita yang dicintainya sudah menikah dengan orang lain.
Joe pun tersenyum menanggapi pertanyaan Gia. Sedangkan Gio dia malah mencolek Gia, seakan melarangnya untuk bertanya hal sensitive mengenai hal pribadi seperti itu.
" Gimana ya.... Istri Om belum lahir kayaknya. ! jawab Joe asal.
" Om belum menikah ya? Tanya ulang Gia. Sepertinya dia tidak mengerti arti colekan Gio tadi.
" Begitulah. Sepertinya tidak ada wanita yang mau sama Om! Joe berpura-pura bermuka muram.
" Masa sih Om ! Gia nggk percaya. Secara Om Joe kan tampan. Sama seperti Ayah dan Kakak Gio semuanya tampan.! Gia dengan polosnya memuji para pria yang yang disayanginya itu.
Mereka bertiga pun tertawa terbahak-bahak. Eva tak ketinggalan.
" Jadi menurut Gia, Om tampan ya ? Tanya Joe kemudian.
" he.. e.. ! Gia manggut-manggut.
" Kalau gitu Gia mau nggk sama Om. Om kan tampan ? canda Joe dengan tampang pura-pura serius.
" Gia sih, oke - oke aja Om. Meski Om seumuran dengan Ayah. Tapi Ayah dan Bunda ijinin nggk? jawab Gia sambil melirik ke arah Ayah dan Bundanya itu.
Tentu saja Gia mendapat jawaban yang tidak sesuai harapannya. Ayah dan Bundanya mengeluarkan jurus mata melotot. Membuat bulu kuduknya berdiri karena merasa seram.
Lalu kemudian mereka saling menertawakan diri masing-masing.
" Maaf ya Om, Gia cuman bercanda tadi. Jangan dianggap serius ya! Becanda....becanda..... ! ucap Gia sambil mengedipkan sebelah matanya.
" Om tahu kok. Om juga bercanda tadi. Tapi Om senang ternyata Putri Om yang cantik ini lucu sekali. Menggemaskan. Pengen rasanya Om mencubit pipi kamu itu.! ucap Joe gemas sambil mempraktekkan jari-jarinya mencubit pipi tembem Gia meski dari kejauhan. Gia pun mengulurkan wajahnya seolah-olah sedang dicubit gemes oleh Joe.
Grego yang melihat tingkah aneh Joe, menggeleng-gelengkan kepadanya sambil berkata.
" Aku tidak menyangka Joe, kalau selama ini, ternyata tingkah kamu kekanak-kanakan juga ya.!
Bukannya Joe yang membalas perkataan Grego tetapi Gia yang seakan membela Joe.
" Apaan sih Ayah, itu namanya menggemaskan dan lucu. Cewek-cewek jaman sekarang suka loh cowok yang menggemaskan dan lucu gitu.! Bela Gia dengan wajah sumringah. Kemudian Gia berkata lagi.
" Ayah tuh, yang susah tersenyum. Senyum Ayah mahal. Atau senyum Ayah hanya untuk Bunda saja ya??
Eva tersenyum geli mendengar ucapan Gia.
__ADS_1
Joe pun jadi tertawa dibuatnya.
" Apa nih maksud Putri ayah? Wajah ayah tidak menarik gitu ? Wajah ayah menakutkan ?
" Nggk juga sih Yah, hanya saja..... !!! Gia menggantung ucapannya membuat Grego penasaran.
" Hanya apa ayoo....?? cecar Grego.
" Hehehehe..... !!! Gia hanya tertawa saja.
" Sebenarnya yang jadi ayahnya siapa ya ? Masa ayahnya sendiri dibilang menakutkan !! Grego berpura-pura menekuk wajahnya tanda kecewa.
Gia pun kembali membalasnya dengan candaan.
" Om, mau nggk jadi Ayah nya Gia aja. Nggk bisa jadi istri, kalau jadi anaknya pasti mau dong. Masa Om menolak anak secantik Gia, nggk mungkin kan?? Mendengar celotehan Gia mereka pun tertawa kompak.
Gia memang anak yang usil. Suka bercanda dan rame. Siapa saja yang mengenalnya pasti senang berteman dengannya. Karena hadirnya pasti membawa kegembiraan bagi orang-orang disekitarnya.
Esok paginya, keluarga Grego Carlos Damian Pratama, sudah bersiap-siap akan berangkat liburan ke Bali.
Tepat pukul 08.00 mereka sudah harus cek in di bandara. Maka mereka harus berangkat lebih pagi sekali dari rumah. Saat Gio sedang sibuk memasukkan koper mereka ke dalam bagasi mobil tiba-tiba saja Gio dikagetkan oleh seseorang.
" Permisi!! sapa orang asing tersebut.
Gio yang kaget lalu berpaling melihat sumber suara.
Seorang pria paruh baya dengan pakaian yang kucel. Dan Gio sama sekali tidak mengenalnya.
" Iya ada apa ya? Tanya Gio kemudian.
" Saya mau menyampaikan surat ini kepada anda? Pria itu menyerahkan sebuah amplop coklat kecil.
" Apa ini ? Tanya Gio penasaran.
" Saya tidak tahu pak. Saya hanya disuruh mengantarkannya saja.!!
Diserahkannya amplop itu ke tangan Gio. Dan lelaki tua itu langsung pergi setelah surat itu sudah diserahkan. Gio pun langsung membukanya. Dan betapa terkejutnya dia ketika melihat isi dari surat itu. Hanya kertas putih selembar dan sebaris kalimat yang diketik dengan font huruf kapital berwarna hitam Yang isinya :
" Aku hanya ingin kamu ! Pemuja
Rahasia.
__ADS_1
Membaca kata-kata itu membuat Gio menjadi bingung karena tidak mengerti apa maksudnya. Malah membuatnya bingung sendiri.
Siapa gerangan si pemuja rahasia ini ? Gio mengamat-amati kertas dan tulisan itu, tapi hanya sekedar mengamatinya saja. Entah apa maksud dari orang itu.