
Eva dan Grego duduk berdua, mereka saling berhadapan. Kedua tangannya Eva berada dalam genggaman tangan Grego. Eva sendiri bingung harus mulai bercerita dari mana. Karena pada awalnya dia sudah melupakan tentang Joe. Tapi entah mengapa disaat dia sudah melupakannya, dia malah muncul tiba-tiba. Membuat dirinya diliputi rasa bingung, khawatir dan cemas.
Eva menarik napas panjang, seolah melepaskan sesak yang ada dalam dadanya dan membuangnya jauh-jauh. Ditatapnya mata Grego dalam-dalam. Mata bening dan menenangkan hati. Mungkin sudah saatnya dia harus menceritakannya.
" Beberapa hari yang lalu, mbak Aletta menerima sebuah memo tertulis di secarik kertas yang ditujukan kepadaku." Eva mulai bercerita. " Di kertas memo itu tertulis namanya Joe. " Grego ingat dengan Joe karena dia adalah saingan cintanya dulu. Yang dia tahu Joe telah pergi begitu saja semenjak dia sadar dari komanya akibat kecelakaan itu. Dan setelahnya tidak ada kabar berita sama sekali. Tapi mengapa tiba-tiba dia muncul dengan cara aneh seperti. Yang membuat Eva menjadi takut dan cemas.
"Aku sendiri tidak tahu apa yang terjadi dengan Joe setelah dia sadar dari komanya. Karena ibunya melarang aku untuk menemuinya lagi setelah itu." kata Eva
" Apa yang dikatakannya dalam memo itu? tanya Grego memastikan.
" Sepertinya dia marah dan benci kepadaku. Tapi aku tidak tahu apa alasannya karena dia tidak mengatakannya secara langsung " Eva semakin erat menggenggam tangan Grego. Dia memang tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi tapi dia bisa merasakan bahwa itu bukanlah sesuatu yang baik. Hatinya seakan bisa merasakan suatu yang buruk akan terjadi. Dan hal itu membuatnya semakin cemas dan takut.
Grego meraih kepalanya Eva dan meletakkannya di dadanya lalu dirangkulnya Eva dalam hangat pelukannya.
__ADS_1
" Jangan cemas sayang. Kamu aman selama saya ada bersamamu. Aku tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk menimpa kamu ataupun Gio." ucap Grego memberikan rasa aman dan tenang dalam diri Eva.
Eva tersenyum dalam pelukannya Grego. Dia sungguh bahagia bisa menjadi bagian dari hidup Grego. Eva sangat bersyukur kepada Tuhan yang telah mempertemukan mereka dan menyatukan mereka menjadi satu keluarga.
Dan demi menjaga keselamatan Eva dan Gio, Grego diam-diam menyewa bodyguard untuk menjaga dan mengawasi Eva dan Gio.
Untuk beberapa saat Eva merasa tenang dan aman. Teror lewat tulisan di kertas ataupun lewat sms tidak pernah datang lagi.
Eva bekerja dengan lebih nyaman dan tidak lagi merasa cemas. Gio yang kini pulang sekolah selalu dijemput sopir pribadi, tidak lagi naik bus sekolah. Dan untuk sementara semua berjalan normal.
" Hai Va, kamu jangan merasa tenang dulu. Ini baru permulaan. Kamu tidak tahu rasanya menderita karena dikhianati dan ditinggalkan oleh orang yang kamu cintaikan? Aku akan menunjukkan kepadamu bagaimana sakitnya!
Eva sangat merasa ketakutan setelah membacanya. Dilemparkannya telvonnya itu di atas mejanya dan dia langsung berlari menuju ruangan Grego. Ketika dilihatnya Grego ada disana dia langsung menghampirinya dan langsung memeluknya dengan wajah yang ketakutan. Grego pun menjadi bingung dan terkejut melihat kondisi Eva yang ketakutan begitu.
__ADS_1
" Ada apa sayang? ucapnya sambil menenangkan istrinya itu.
Aletta yang melihat kejadian tadi langsung ikut berlari mengikuti Eva dan masuk ke ruangan Grego sambil membawa telvonnya Eva yang dilemparkannya tadi di atas meja.
Eva masih merasa ketakutan dan tidak berbicara apapun. Dipeluknya Grego semakin erat. Dia seperti seorang anak kecil yang berlindung di pelukan ayahnya. Mungkin dia tidak sadar kalau umurnya sudah tidak remaja lagi.
Aletta pun memberikan telvon itu kepada Grego dan langsung dibacanya pesan yang tertulis disana. Teror itu ternyata muncul lagi.
" Sudah sayang, tak perlu takut. Aku selalu bersamamu. Kamu harus kuat dan berani. Kalau Gio melihatmu begini dia pasti juga akan merasa ketakutan. Kalau kamu ketakutan begini terus siapa yang akan melindungi Gio? kata Grego mencoba memberi Eva dorongan semangat keberanian.
Mendengar kata-kata Grego Eva pun tersadar dari rasa takut dan cemasnya yang berlebihan.
Grego benar. Dia tidak perlu merasa takut untuk sesuatu hal yang tidak pasti. Siapapun orang tersebut tidak ada hubungannya dengan dirinya. Karena sepengetahuannya dia tidak pernah melakukan kejahatan ataupun kesalahan kepada orang lain. Dan dia juga adalah seorang ibu dari seorang anak. Selama ini dia bisa menjalani kehidupan ini dengan kuat dan berani. Menjadi pelindung bagi Gio dalam situasi sulit apapun. Jika selama ini dia mampu bertahan dan berani menghadapi setiap masalah yang menghampirinya hanya seorang diri, kenapa sekarang ini dia harus merasa takut. Bukankah sekarang dia tidak lagi sendiri? Ada Grego yang akan menjadi pelindung dan kekuatannya. Bersama-sama mereka pasti bisa menghadapinya.
__ADS_1
Eva pun melepaskan pelukannya dari Grego. Dipandanginya wajah tampan itu dan bibirnya tersenyum lebar menunjukkan bahwa dia tidak takut lagi. Grego yang melihatnyapun tersenyum bangga. Dan sedetik kemudian diciumnya bibir manis nan sexy itu. Anggap saja ciuman untuk menularkan keberanian kepada istri tersayangnya itu.