Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Dua Bodyguard.


__ADS_3

Setelah peristiwa berdarah yang cukup menghebohkan seluruh civitas kampus, ada hal yang tidak biasanya. Kemana saja Gia akan melangkahkan kakinya, maka kesana jugalah langkah kaki kedua pemuda tampan, Kevin dan Varen. Bukan karena tanpa alasan mereka berdua yang kurang kerjaan tapi demi keselamatan gadis yang mereka sayangi itu sehingga mereka pun berjanji akan selalu ada disamping Gia selama mereka mampu.


Karena saat tragedi perkelahian, Aldo cs sempat melontarkan kata-kata yang mengancam keselamatan Gia. Gia yang tidak tahu menahu persoalan yang sedang terjadi malah menjadi sasaran target balas dendam.


Tentu saja Kevin dan Varen tidak akan cuek saja dengan ancaman itu. Karena mereka sangat tahu persis pria seperti macam apakah Aldo itu. Tak peduli apakah tindakannya benar atau salah. Selama itu menguntungkan dan menyenangkan baginya maka dia akan bertindak sesuka hatinya.


Hanya saja Kevin dan Varen tidak memberitahukan Gia tentang masalah tersebut karena mereka tidak ingin Gia menjadi takut dan khawatir sehingga membuatnya tidak fokus untuk kuliah. Tapi tindakan mereka yang selalu mengapit Gia kemana saja selama berada di kampus membuat Gia merasa risih dan tidak nyaman.


Gia menjadi sorotan banyak mata karena sikap dan tindakan kedua pria tampan itu memancing pusat perhatian. Gia seolah-olah bagaikan seorang putri yang dikawal oleh dua prajurit yang menjaga keselamatan dan keamanannya dari penjahat yang mengancam hidupnya.


Gia yang sedang berjalan di koridor kampus bersama teman-temannya dan diikuti oleh Kevin dan Varen serta beberapa teman mereka yang lain dari belakang. Gia yang merasa tak nyaman dan merasa terganggu membuat hatinya menjadi kesal. Kebebasannya menjadi terkekang. Hidupnya tak lagi tenang dan santai seperti dulu. Dan lihatlah sorotan mata mahasiswa-mahasiswa itu, seakan ingin menghakiminya, meneriakinya, mengejeknya atau mungkin ingin menyorakinya. Karena menganggapnya terlalu lebay, pamer dan sombong.


Padahal yang sebenarnya adalah mereka merasa cemburu dengan apa yang Gia dapatkan dan alami semenjak dia menginjakkan kaki di universitas ini. Mereka yang selalu berusaha keras agar mendapatkan sedikit saja perhatian dari idola kampus, jangankan digubris, dilirik saja tidak. Otomatis mereka tidak bisa menerima dan mengikhlaskannya begitu saja. Maka Gia menjadi sasaran kebencian mereka karena telah menjadi pusat perhatian sehingga mereka terabaikan sama sekali.


Meski seharusnya itu bukanlah kesalahannya Gia. Dia hanya menjadi korban kecemburuan dan iri hati orang-orang yang patah hati dan tersakiti. Tapi untuk melawan, Gia tidak punya keberanian . Hati dan jiwanya terlalu lemah untuk itu. Dari luar secara fisik dia terlihat kuat dan tegar, akan tetapi sebenarnya dirinya rapuh. Gia dan teman-temannya melangkah masuk menuju kantin kampus. Begitu melihat rombongan Gia masuk, sorotan mata mereka yang berada di dalam kantin itu terpaku kepada Gia cs.

__ADS_1


Entah bagaimana menyikapinya, Gia seakan sedang diadili oleh mereka. Tatapan itu seakan menuntutnya untuk tidak mengalihkan semua perhatian yang ada dikampus itu hanya untuk dirinya seorang. Padahal Gia sendiri tidak tahu menahu dan bahkan tidak peduli dengan orang-orang itu.


Karena merasa tidak nyaman, Gia pun membatalkan niatnya untuk menikmati makanan dan minuman yang tersedia di kantin tersebut. Gia segera meninggalkan tempat itu dan tak berniat lagi untuk itu. Dan teman-temannya dengan sedikit terpaksa mengikuti Gia. Padahal Gia sama sekali tidak meminta teman-temannya itu untuk mengikuti dirinya. Gia tidak ingin teman-temannya juga ikut menjadi korban.


Tapi teman-temannya bukanlah hanya sekedar teman biasa. Tapi mereka adalah sahabat-sahabat terbaiknya yang akan maju untuk berjuang bersama dan saling mendukung satu sama lain. Kevin dan Varen yang menyaksikan moment singkat itu pun mengerti jika Gia ternyata masih sering di perlakukan kurang baik oleh teman-teman kampusnya.


Secara tidak langsung sebenarnya Kevin dan Varen serta teman-teman nya yang lain, adalah salah satu alasan menjadi penyebab sedikit kekacauan yang telah terjadi. Semuanya ini adalah akibat dari sikap mereka yang seakan pilih-pilih untuk berteman apalagi dengan lawan jenis. Sikap cuek mereka malah menjadi boomerang bagi orang-orang yang mereka dekati.


Lalu Kevin mengajak Varen ke tempat yang cukup sepi. Tempat yang jarang di gunakan oleh para mahasiswa di kampus itu. Sudut kampus yang tak mendapat minat atau perhatian dari mereka selama ini. Kevin dan Varen pun untuk sementara membiarkan Gia pergi tanpa dibuntuti olehku mereka berdua.


" Bro, sepertinya kita harus semakin extra untuk melindungi Gia. Kamu lihat tadi kan tatapan mereka kepada Gia? Tatapan yang mengancam dan seakan ingin menerkam Gia! cerita Kevin. Varen pun manggut-manggut menandakan jika dirinya mengerti maksud perkataan Kevin dan menyetujuinya.


Karena walau bagaimanapun, dalam benaknya yang sederhana itu, dirinya hanya bisa memberi dan mengalah. Dari sejak awal mereka tak dipersatukan maka dia berusaha untuk lebih tenang dan legowo.


" Bagaimana menurutmu? Kevin menunggu jawaban dari Varen.

__ADS_1


" Lalu siapa yang menurut mu pantas untuk itu? Aku atau kamu? Varen balik bertanya.


" Tentu saja Gia yang akan memilih. Kita biarkan dia untuk memilih menurut kata hatinya! ucap Kevin.


" Apa kamu yakin Gia akan menyetujuinya? Karena kamu pasti tahu jika Gia tidak suka dengan hal-hal seperti ini! timpal Varen.


Memang bukan perkara yang mudah. Karena ini merupakan tindakan yang setidaknya menyangkut masalah perasaan. Sedikit sensitif tapi tak cukup lama untuk memutuskannya, hanya butuh kerelaan dan keberanian.


" Aku berharap, jangan sampai hal ini membuat hubungan diantara kita menjadi tidak baik.! harap Varen sedikit cemas. Karena bagi dirinya sendiri apa yang telah mereka lalui saat ini, itu sudah cukup menyenangkan baginya.


" Aku mengerti apa yang kamu maksudkan. Tapi kita harus bisa membuat suatu keputusan karena cepat atau lambat hal ini pasti akan terjadi. Karena masalah hati tidak ada yang dapat memprediksinya sampai kapan akan bertahan dari kepura-puraan.! ucap Kevin dengan bijak.


Tumben sekali, pada kesempatan ini, Kevin berpikir dengan lebih bijak dari biasanya. Kevin sepertinya memang sudah belajar lebih dewasa lagi. Cinta mampu mengajari seseorang untuk menjadi dewasa, lebih bijaksana lebih berani dan bertanggung jawab.


Tidak ada lagi keraguan nampak di wajah tampan itu.

__ADS_1


Varen sendiri merasa terharu dan sedikit kagum melihat sahabatnya itu yang semakin lebih dewasa dan berbicara dengan


bijaksana. Seolah-olah temannya yang berbicara saat ini bukanlah temannya itu. Tapi orang lain yang menjelma dalam tubuh temannya itu.


__ADS_2