Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Gio Merindukan Bunda


__ADS_3

Sore ini Grego membawa Gio ke rumah sakit untuk psikoterapi sekaligus menjenguk Eva di ICU. Keadaannya belum membaik, masih tidak ada reaksi apapun. Namun dengan sabar dan penuh kasih sayang Grego selalu memperhatikan dan merawat Gio tanpa kekurangan suatu apapun. Hanya kehadiran Eva yang kurang untuk Gio. Dokter mengatakan jika Gio masih dalam kondisi yang sama tidak ada perkembangan. Yang menjadi penghalang sehingga Gio sulit untuk disembuhkan adalah karena ketidakhadiran sang Bunda. Bundanya nya adalah kehidupannya itulah sebabnya kehadiran sang Bunda sangat mempengaruhi kondisi kejiwaannya saat ini.


Grego menggendong Gio dalam pelukan dadanya yang bidang dan kekar. Dibawanya dia untuk melihat sang Bunda meski hanya harus lewat kaca saja. Saat melihat wajah sang Bunda, Gio menunjukkan sebuah reaksi. Wajahnya menunjukkan tanda panik dan cemas. Lalu seperti suara tangisan Gio memanggil Bundanya itu, " Bunda..... Bunda.... Bunda....! Grego pun berusaha menenangkan Gio. Dipeluknya semakin erat namun Gio berusaha melepaskan dirinya dan meraih dinding kaca itu seolah-olah ingin meraih tubuh Bundanya yang terbaring. Teriakannya semakin keras dan kencang sehingga mencuri perhatian dari orang-orang yang disekitar ruangan itu. Grego meraih kepalanya Gio dan membenamkannya di dadanya. Namun isak tangisnya belum juga reda. Grego pun berusaha menenangkan hati bocah malang itu, " Gio sayang, kamu jangan bersedih terus sayang. Nanti Bundanya jadi sedih kalau dengar Gio menangis terus."


" Gio mau sama Bunda Ayah. Gio rindu Bunda." rengeknya manja. Untuk pertama kalinya sejak kecelakaan itu Gio mengeluarkan suaranya dan bicara kepada Ayahnya itu. Mendengar itu hati Grego menjadi terharu dan lemah. Sedih rasanya. Namun dia tidak boleh memperlihatkan kelemahannya dihadapan Gio. Karena dia harus kuat dan semangat agar Gio juga merasakan hal yang sama dan gairah hidupnya akan kembali lagi.

__ADS_1


Dan tanpa pengetahuan siapapun, ternyata kedua mata Eva meneteskan bening air mata. Sekalipun dia koma terbaring tak berdaya sama sekali, tetapi hati, pikiran dan jiwanya mendengar, melihat dan merasakan setiap peristiwa yang terjadi di tempat itu.


Sedangkan Joe dengan diam-diam juga berusaha mencari petunjuk untuk menemukan pelaku yang telah menabrak Eva dan Gio. Dia melakukannya tanpa pengetahuan siapapun baik itu keluarganya ataupun Grego.


Saat berada di depan ruangan Eva dirawat, Joe yang hanya bisa melihat dari balik dinding kaca mencoba untuk berbicara kepada Eva. Berharap wanita itu bisa mendengarkannya. Joe berpikir semoga saja kehadirannya bisa membawa sedikit perubahan. Yang pasti Joe tidak akan pernah menyerah untuk itu. Dia punya pengharapan yang besar jika suatu waktu tanpa terduga Eva akan sembuh. Eva pasti bangun dan kembali seperti dulu lagi.

__ADS_1


Setiap hari kurang lebih selama 1 jam Joe akan selalu hadir pada waktu yang sama. Berbicara kepada Eva tentang apa saja. Atau terkadang dia bersenandung kecil menyanyikan lagu kesayangannya Eva. Joe seperti pemain drama monolog yang berlakon sendiri. Orang-orang yang ada disana atau yang sekedar lewat dari sana mulai berpikir jika Joe mungkin saja sedang kurang waras, sehingga harus berbicara sendiri, tertawa sendiri ataupun menyanyi-nyanyi sendiri. Dan orang-orang mungkin saja beranggapan jika Joe adalah seseorang yang dekat dengan pasien atau Joe adalah kekasih sang pasien tersebut.


Seperti bagaikan sebuah rutinitas yang wajib dia lakukan Joe tanpa henti dan tiada bosan melakukan hal yang sama setiap kali datang mengunjungi Eva. Apa yang dilakukannya tidak untuk menghabiskan waktunya saja tetapi dia berkeyakinan jika segala sesuatu yang dilakukan dengan hati yang tulus dan ikhlas serta penuh kasih maka tidak akan pernah berakhir sia-sia. Tuhan pasti akan merencanakan yang terbaik.


Dan hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha. Mungkin karena banyaknya dukungan dan cinta dari orang-orang yang mencintainya maka Eva pun seakan punya semangat dan dukungan yang baru. Hal ini disampaikan oleh dokter yang merawatnya yang mengatakan bahwa kondisi tubuh Eva sudah sangat membaik. Tubuhnya menunjukkan peningkatan reaksi. Meski belum ada reaksi fisik tetapi kesehatan badannya terus membaik. Dan tentu saja berita itu membahagiakan. Meski hanya berita sederhana tapi sepertinya itu sudah membuat bahagia.

__ADS_1


__ADS_2