Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Kembalinya Joe


__ADS_3

Seorang pria yang duduk diatas kursi roda, memandang jauh tak berujung dari atas balkon kamarnya. Sudah hampir enam bulan ini dia hanya bisa berdiam tak bergerak di kursi rodanya. Kecelakaan yang terjadi enam bulan lalu telah merenggut kebebasannya. Tulang ekornya patah karena terjepit saat kecelakaan tersebut, sehingga setengah bagian dari tubuhnya mati rasa tidak dapat digerakkan bahkan kata dokter mengakibatkan kelumpuhan permanen.


Yang artinya seumur hidupnya dia hanya akan bisa bergerak dengan menggunakan kursi roda.


Kedua tangannya masih dapat digerakkan untuk melakukan apa saja. Namun baginya sama saja. Dia tetap seorang pria lumpuh.


Tidak berguna, dan pastinya hanya akan merepotkan orang lain karena dia harus tergantung dengan bantuan dari orang lain.


Bahkan dia hampir saja mengakhiri hidupnya karena baginya hidupnya sudah tidak ada artinya lagi. Dari pada hanya akan menjadi beban bagi orang lain lebih baik baginya untuk mati saja. Namun Tuhan masih berkehendak lain. Belum waktunya baginya untuk pergi dari dunia ini. Tapi ada satu hal yang membuatnya untuk masih bertahan hidup dan melanjutkan hidupnya. Akibat propokasi dari sang ibu, dia pun bertahan untuk tetap hidup. Ya dia harus hidup untuk membalas rasa sakitnya kepada seseorang. Rasa sakit akibat cintanya.

__ADS_1


Seorang wanita cantik muncul dari belakangnya. Gayanya begitu menarik dan menggoda. Dihampirinya sang pria yang duduk di kursi roda itu dan ikut berdiri disampingnya sambil menatap jauh. Si pria tak terpengaruh sama sekali dengan kehadiran wanita tersebut. Mereka berdua tenggelam dalam keheningan. Lalu si wanita tersebut membuka suaranya.


" Berapa lama lagi kamu ingin bersembunyi? Lari dari kenyataan yang seharusnya kamu hadapi! Ditatapnya pria itu. Seakan menunggu jawaban dan reaksinya. Tapi tetap saja pria itu diam tak bergeming.


" Joe, apapun yang terjadi aku selalu bersedia untuk menemanimu. Bahkan aku akan melakukan apa saja yang kamu inginkan! Kata-kata si wanita yang penuh harap Joe mau mendengarkannya dan menurutinya.


Si pria yang ternyata adalah Joe, melirik ke arah si wanita. Di tatapnya dalam.


" Kamu pasti tahu kan Joe, dari dulu aku menyukaimu. Aku sangat mencintaimu. Sejak kita remaja kita selalu bersama. Bahkan Eva tahu itu. Tapi mengapa kamu sama sekali tidak mau tahu dan selalu cuek." curhat wanita yang bernama Via itu.

__ADS_1


" Kamu tidak pernah mencintai siapapun. Kamu hanya terobsesi. Kamu tidak bisa menerima kenyataan jika kamu lebih rendah dari orang lain." ucap Joe dengan tatapan kebencian.


Rasa benci yang sebenarnya ingin diperlihatkan kepada seseorang. Namun karena pada saat ini Via yang ada dihadapannya maka kepadanyalah dilampiaskannya. Diputarnya kursi rodanya itu hendak meninggalkan wanita itu. Namun sebelum dia pergi, dia mengucapkan sesuatu kepada wanita itu, "Terima kasih jika selama ini kamu selalu membantu dan menemaniku. Tapi aku ingatkan kamu jangan pernah berharap lebih dari itu." Setelah berkata demikian Joe pun segera pergi meninggalkannya sendiri. Dengan hati yang panas, penuh amarah dan rasa geram dalam hatinya atas perlakuan Joe kepadanya, Via tidak akan menerimanya begitu saja. Dengan mimik wajah licik dan dendam dalam benaknya sudah tertanam suatu rencana jahat. Dia hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk melancarkan niatnya yang buruk itu.


" Suatu saat kamu akan memohon kepadaku Joe. Dan pada saat waktu itu tiba aku akan menunjukkan rasa sakit yang sebenarnya kepadamu." Bathinnya berbicara pada dirinya sendiri.


Siang itu Eva, Grego dan Gio sedang menyantap makan siang di sebuah restaurant mewah. Saat menjemput Gio pulang sekolah Grego pun membuat rencana dadakan makan siang diluar bersama. Selama ini mereka jarang makan siang bersama kecuali pagi dan malam. Dan tentu saja Eva dan Gio sangat senang sekali. Disaat mereka sedang menikmati santap siangnya, tiba-tiba Joe muncul bersama dengan seorang pria berpakaian rapi sepertinya adalah pengawalnya. Pengawal itu mendorong Joe diatas kursi rodanya. Dia tidak tahu jika Eva juga ada disana. Eva yang tanpa sengaja melihat kedatangan Joe ditempat itu sangat terkejut sekali. Bahkan dia seakan tidak sanggup untuk menelan makanan yang ada dimulutnya.


Eva segera berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekat ke arah Joe. Grego dan Gio yang melihatnya hanya terdiam dan menyaksikannya tanpa bicara sepatah katapun. Hanya berjarak beberapa centi saja, Eva berdiri mematung dan dengan penuh keberanian dipanggilnya nama Joe.

__ADS_1


" Joe ! Joe yang mendengar namanya dipanggil oleh seseorang yang suaranya seperti dia kenal menoleh ke arah suara tersebut. Dia ingin tahu siapa yang sudah memanggil namanya itu. Dan ketika pandangannya tertuju pada sosok itu dia tak dapat menyembunyikan rasa terkejutnya.


" Eva! panggilnya. Eva pun semakin mendekat dan tidak perlu menunggu lama air mata telah menetes dari bola matanya. Melihat kondisi Joe seperti itu tentu saja membuat hati Eva yang dasarnya sangat lembut dan gampang terharu tidak dapat menahan kesedihannya. Entah dorongan dari mana, Eva langsung memeluk tubuh Joe yang tak berdaya itu. Tangisannya semakin tak tertahan. Rencana makan siang yang seharusnya nikmat dan bahagia malah berujung duka dan air mata.


__ADS_2