Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Cinta Tak Bersyarat


__ADS_3

Eva bekerja sembari melamun, pikirannya tidak fokus lagi dengan pekerjaannya memikirkan obrolan mereka berdua tadi malam dengan Joe. Tangannya sibuk mengetik sesuatu tetapi pikirannya juga sibuk melanglang buana mencari-cari jawaban yang tepat atas pertanyaan dan permintaan Joe.


Sampai-sampai Eva tidak sadar jika hasil dari pekerjaannya menjadi tidak karuan. Entah bahasa planet mana yang sedang diketiknya saat ini.


Eva masih sibuk mengkhayalkan kejadian malam itu.


Flashback... ...


Joe duduk berhadapan dengan Eva, matanya memandang wajah Eva dengan tatapan hangat dan penuh cinta. Nampak binar-binar cinta terpancar dari bola matanya yang hitam.


Eva hanya tertunduk tidak punya keberanian untuk membalas tatapan itu.


"Va, aku ingin berterus terang tentang perasaanku kepadamu selama ini." ucap Joe memulai obrolan malam itu.


" Sebenarnya aku baru menyadari beberapa saat setelah kita lulus sekolah dan berpisah jika aku diam-diam ternyata menaruh hati untukmu. Setelah kejadian puisi cinta waktu itu aku mulai memikirkan tentang kamu.


Hanya saja waktu itu aku belum berani untuk mengungkapkan perasaanku karena aku masih bingung dengan perasaanku sendiri."


Joe menarik napas sejenak kemudian melanjutkan perkataannya.


" Aku sudah dengar cerita tentang kamu yang dulu pernah menyukaiku. Meski akhirnya aku tahu jika puisi cinta itu bukan untukku, tapi aku bisa merasakan jika kata-kata yang tertulis dalam puisi itu adalah ungkapan hatimu yang terdalam dan aku sangat kagum sekali ketika aku mendengarnya waktu itu." Joe tersenyum simpul mengingat kenangan mereka kala itu.

__ADS_1


"Tapi aku sedikit menyesal karena waktu itu membiarkanmu di bully sama teman-teman. Aku tidak membantumu disaat kamu membutuhkan seseorang sebagai teman yang mendukung dan membelamu." Nampak raut penyesalan di wajahnya.


Eva pun memberanikan diri untuk memandang wajah itu dan menatap lamat kedalam mata hitamnya.


Memang terlihat jelas ada ketulusan disana. Lalu tergurat senyum manis dari bibir sexynya. Joe yang menatapnya menjadi senang. Rasa bahagia seakan mengalir di seluruh sel-sel dalam tubuhnya.


Joe kembali melanjutkan perkataannya.


"Va..." panggilnya lembut dan hangat. Ditariknya jemari-jemari mungil milik Eva dan digenggamnya lembut.


Eva yang merasakan getaran yang begitu hangat dan lembut hanya terdiam membiarkan Joe melakukan sentuhan lembut kepadanya.


Eva yang terharu mendengar semua ucapan Joe hampir saja menitikkan air mata. Hati Eva memang mudah terharu. Perasaannya begitu lembut dan sensitive. Apa saja yang membuatnya terharu pasti akan meneteskan air mata. Melihat mata Eva yang mulai memerah dan berkaca-kaca, Joe pun jadi merasa terharu biru juga. Di belainya wajah Eva yang chubby, pipinya yang lembut dan empuk mulai kemerahan.


Eva menarik napasnya pelan. Perlakuan Joe yang begitu hangat dan lembut seakan-akan memberinya kekuatan dan keberanian untuk berbicara kepada Joe.


" Terima kasih Joe, aku tidak menyangka jika kamu akan berterus terang seperti itu kepadaku." jawabnya sambil menghadirkan senyum manis di wajahnya.


" Aku akan mengatakan segalanya tentang diriku kepadamu. Tidak ada yang akan aku tutup-tutupi. Aku akan berkata yang sejujurnya." ucap Eva dengan tegas.


Joe pun membalas dengan senyuman pula. Ada perasaan senang dan bahagia tapi ada juga rasa penasaran karena selama ini dia menyimpan banyak pertanyaan tentang diri Eva.

__ADS_1


" Kamu mungkin sudah tahu siapa diriku saat kita bersama-sama di sekolah dulu dan meski pada akhirnya kita berpisah tanpa pernah saling berbicara.


" Dan sekian lama kita tidak pernah saling bertemu tentu banyak hal yang berubah dan berbeda. Meski sebenarnya tidak ada yang berubah dalam diriku. Aku masih tetap sama seperti Eva yang dulu.


" Yang berubah dalam hidupku sekarang ini hanyalah aku sudah punya seorang putra. Aku kini adalah seorang ibu dari seorang anak. Aku tidak lagi hidup sendirian. Tapi meski aku memiliki seorang anak, aku sama sekali belum pernah menikah. Karena anakku Gio sesungguhnya adalah anak adopsi. " Setelah berkata demikian, Eva memandang Gio yang sedang serius melakukan tugasnya. Joe ikut menatap Gio. Eva kemudian melanjutkan perkataannya.


" Aku sudah merawat Gio selama 5 tahun ini dan aku sangat menyayanginya melebihi nyawaku sendiri. Aku juga ingin memberikan kebahagiaan kepada Gio, memberinya keluarga yang sempurna ada kasih sayang dari ibu dan seorang ayah. Meski itu sangat sulit karena selama ini aku tidak menemukan sosok yang mau mencintai Gio tanpa syarat."


Eva berhenti sejenak dan rasa hatinya sesak. Ada kesedihan disana. Ya, karena selama ini banyak pria yang menyukainya dan ingin melamarnya untuk dijadikan sebagai istri. Tetapi disaat mereka tahu jika Eva sudah memiliki seorang anak satu persatu dari mereka mengundurkan diri. Mereka tidak bersedia untuk menikahi seorang wanita yang sudah mempunyai anak, apalagi jika ayah dari anak tersebut tidak diketahui. Seolah-olah keberadaan Gio adalah sebuah aib. Ada juga beberapa yang tetap bersedia menikahi Eva tapi dengan berbagai syarat yang jelas sekali tidak akan pernah bisa Eva setujui. Eva lebih memilih tinggal seumur hidup berdua dengan Gio dari pada harus berpisah dengan Gio agar bisa menikah. Eva sudah berjanji pada dirinya sendiri tidak akan pernah meninggalkan Gio apapun yang terjadi. Gio adalah hartanya yang paling berharga.


Mendengar perkataan Eva dan semua ucapannya membuat hati Joe semakin yakin akan cinta dan sayangnya terhadap Eva dan semakin bertambah demi seorang Gio. Joe sangat percaya bahwa hatinya tidak salah dalam memilih cinta.


Kini dirinya semakin yakin untuk segera melamar Eva dan menjadikannya sebagai wanita yang istimewa dalam hidupnya. Joe telah memantapkan hatinya untuk memilih Eva menemaninya sampai akhir hidupnya.


Joe pun dengan sangat yakin dan percaya diri langsung melamar Eva saat itu juga. Kedua tangan Eva digenggamnya erat. Lalu dikeluarkannya semua keberaniannya.


"Va, maukah kamu menjadi pendamping hidupku untuk selamanya.? Eva merasa terkejut hingga tak mampu untuk berkata sepatah katapun. Tapi Eva akhirnya membuka mulutnya.


" Jujur aku merasa senang dan bahagia. Tapi aku belum bisa menjawabnya sekarang. Aku harus berbicara dengan Gio, karena Gio juga harus tahu. Dan yang terpenting adalah persetujuannya." ucap Eva meyakinkan Joe.


Joe tersenyum lega. Dia sangat mengerti akan maksud perkataan dari Eva. Maka dia akan menunggu dengan sabar.

__ADS_1


__ADS_2