Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Ungkapan Hati Yang Jujur


__ADS_3

Joe berdiri dihadapan Grego. Mereka saling menatap satu sama lain. Dan Grego akhirnya memulai perbincangan.


" Ada apa gerangan Tuan Muda Atmaja datang ke rumah saya?


Joe mendesah pelan lalu dijawabnya.


" Saya ingin bertemu dengan Eva!


Grego malah bertanya kembali.


" Ada tujuan apa anda ingin bertemu dengan istri saya?


Mendengar kata-kata istri saya, ada rasa sesak dalam hatinya Joe. Dia tahu jika laki-laki itu mencoba untuk mengingatkannya tentang statusnya Eva dengan dirinya dan mengingatkan siapa dirinya bagi Eva.


Joe pun mendesah pelan lalu berkata kepada Grego,


" Saya tahu batasan-batasan yang harusnya saya perhatikan. Anda tidak perlu khawatir tentang itu." ucapnya pelan namun terdengar tegas.


Grego pun meninggalkannya sendirian disana, lalu pergi untuk melihat Eva dan memberitahukannya.


Joe yang setia menunggu, sudah bertekad tidak akan pergi sebelum bertemu dengan Eva.


Tanpa disadarinya Eva sudah ada dibelakangnya tapi masih dengan kursi rodanya.


Eva pun memanggilnya,


" Joe..... !

__ADS_1


Mendengar seseorang memanggil namanya, dia segera berbalik. Dan melihat sosok dihadapannya itu betapa bahagianya hatinya.


Joe melangkah mendekati Eva. Joe tersenyum dengan bahagia kepada Eva. Lalu dia segera berlutut dihadapannya Eva. Eva sedikit terkejut


" Va,! panggilnya lirih.


" Apa yang kamu lakukan?? ujar Eva mencoba menghalangi Joe agar tidak melakukan hal-hal yang dianggapnya kurang pantas untuk dilakukan.


" Aku senang kamu sudah kembali lagi seperti ini. Tersenyum dan bahagia." ucap Joe dengannya tatapan kebahagiaan.


Grego yang berdiri dibelakang Eva menunggu dengan setia sambil memperhatikan tingkah dan sikap Joe.


Dengan pelan dan perlahan Joe memberanikan dirinya memegang jari-jemari Eva. Dan Eva juga tidak berusaha untuk menghindarinya.


Grego yang sedikit panas hatinya mencoba menahan dirinya agar tidak bersikap kasar yang bisa membuat Eva tidak suka dan mengganggu kesehatannya.


Eva tersenyum dan menggeleng. Joe pun ikut tersenyum bahagia.


" Aku minta maaf karena sikapku yang dulunya mungkin sangat menyakiti hatimu! Aku tidak bermaksud untuk melakukannya. " ucapnya dengan nada yang sendu dan penuh penyesalan.


" Tidak papa kok Joe, aku tidak pernah menganggapnya serius, dan tidak pernah memasukkannya dalam hati. Aku mengerti dan bisa merasakan apa yang kamu rasakan waktu itu." balas Eva.


"Mungkin juga waktu itu aku punya kesalahan sama kamu, dan ini adalah sebagai hukuman untukku." ucap Eva lagi.


" Jangan berkata seperti itu Va, kamu tidak punya salah apa-apa. Aku yang terlalu naif dan berpikiran sempit. Seharusnya aku mendengarkan kamu. Tapi aku malah berbicara yang menyakiti hatimu. Akupun sungguh-sungguh menyesal." sesal Joe dalam hatinya. Sesal yang sangat mendalam.


Grego pun mulai tidak tenang. Dia pura-pura berbatuk.

__ADS_1


" Ehem.... ehem.... " sambil berpura-pura menatap langit-langit rumahnya.


Eva mengerti kegelisahan dan kecemburuan suaminya itu. Lalu Eva pun berkata kepada Joe,


" Terima kasih Joe, akhirnya kamu tidak membenci diriku lagi, aku senang kamu kembali menjadi Joe yang aku kenal dulu. Aku bahagia sekali karena bisa melihatmu hari ini."


Joe pun membalasnya dengan senyuman kebahagiaan. Joe tidak peduli lagi keberadaan Grego disana. Dengan spontan dia berdiri lalu dipeluknya Eva dengan erat. Eva yang sedikit terkejut tidak sanggup untuk melepaskannya memilih untukku membalas pelukan itu. Sedangkan Grego yang melihatnya dengan sedikit emosi juga tidak ingin bertindak gegabah dan terbawa emosi. Dia hanya melihat saja meski dengan perasaan tidak suka. Nampak dari wajahnya yang cemberut.


Lalu Gio muncul dari dalam kamarnya. Dilihatnya Joe yang sudah lama tidak bertemu.


" Om Joe! teriaknya senang. Setengah berlari dia menuju ke arah Joe. Joe yang mendengar teriakan Gio memandang ke arah Gio. Dan keduanya pun berpelukan dengan senangnya.


" Apa kabar anak om yang baik dan ganteng? tanya Joe sambil di elus-elusnya kepala Gio.


Gio melepaskan pelukannya tapi masih dipegangnya kedua bahu kokoh itu.


" Gio baik-baik saja om. Gio Sudah lama tidak melihat om, Gio rindu sekali.! ucap Gio dengan jujur dan polosnya


" Sama. Om juga rindu sama Gio."


Dan lagi-lagi Grego yang melihat kedekatan antara Joe dengan Gio menjadi gondok dan kesal. Ada perasaan cemburu ketika melihat orang-orang yang disayanginya dekat dengan orang lain apalagi orang itu adalah dulunya saingan cintanya.


Ada rasa tidak rela jika mereka sangat dekat dan kasih sayang untuknya akan menjadi terbagi. Meski ketakutannya tersebut tidaklah beralasan. Namun karena kecemburuan dan rasa cintanya yang sangat besar sehingga membuatnya sedikit possesif terhadap orang-orang yang dicintainya itu.


Baginya cinta dan kasih sayang mereka hanyalah untuk dirinya demikian juga cinta dan kasih sayangnya hanyalah untuk mereka. Memang terdengar seperti sangat egois, tapi itulah cinta yang terkadang membuat beberapa orang kehilangan akal sehat dan tidak bisa berpikir dengan logika.


Eva yang bisa merasakan kegelisahan yang dirasakan oleh Grego mencoba untuk menenangkannya. Diraihnya tangan suaminya itu, lalu digenggamnya dengan lembut dan hangat. Membuat Grego sedikit letih tenang dan nyaman. Grego pun langsung memeluk istrinya itu dari belakang. Diciumnya pipi istrinya dengan lembut dan penuh kasih sayang. Eva pun membelai wajah Grego yang menempel di wajahnya. Sungguh kedua insan itu memang sangat saling mencintai. Setelah hampir sekian lama mereka harus mengalami penderitaan, mereka tetap setia dengan cinta mereka. Dengan penuh kesabaran melalui setiap penderitaan itu. Meski bukan berarti penderitaan telah berakhir. Karena perjalanan hidup mereka masih panjang. Dan masih banyak lagi tantangan hidup yang akan mereka lalui yang sama sekali mereka tidak pernah ketahui. Ujian demi ujian akan menguji cinta dan kesetiaan diantara mereka dan hanya waktu yang akan bisa menjawabnya.

__ADS_1


__ADS_2