Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Rasa Yang Pernah Ada


__ADS_3

Keesokan harinya, setelah mendengar cerita dari Gio tentang sosok perempuan yang terlihat mirip dengan Eva, Grego pun berencana akan mengunjungi langsung tempat itu. Hatinya begitu penasaran dengan apa yang didengarkannya.


Tanpa memberitahukan rencananya kepada Gio, Grego berinisiatif ingin perginya seorang diri saja.


Dia pun mencari lokasi tempat dimana toko roti itu berada sesuai dengan keterangan yang disampaikan oleh Gio. Toko Roti "Awan". Grego memarkirkan kendaraannya di area parkir kemudian dia berjalan kaki menyelusuri pedestrian sambil memperhatikan setiap toko yang ada disana.


Selang tak berapa lama, akhirnya toko itu ketemu juga. Arsitekturnya sederhana dan minimalis namun nilai estetikanya sangat menarik.


Grego pun langsung masuk ke dalam toko, terdengar salam sapa dari pemilik toko.


" Selamat datang di toko kami!


Mendengar suara yang begitu familiar di telinganya, Grego langsung mencari sumber asal suara tersebut.


Seorang wanita dengan rambut panjang terurai, poninya dijepit dengan jepit rambut kecil motif bunga krisan.


Wajahnya tertutup masker sehingga hanya terlihat matanya yang indah.


Grego menatap mata itu lekat. Persis dengan mata yang selalu dipandanginya dulu saat hendak tidur , saat bangun tidur, saat sedang duduk berdua bahkan setiap saat dia ingin menatap mata itu.


Grego seakan sedang melihatnya berdiri dihadapannya saat ini. Kemudian perempuan itu berkata,


" Apa yang bisa kami bantu pak? Bapak mau beli roti apa?


Grego tidak segera menjawab namun masih memandanginya dengan rasa penasaran.


" Maaf Pak! panggil Eva membuyarkan lamunan Grego.


Grego seperti pencuri yang tertangkap basah. Dia sampai tergagap sendiri.

__ADS_1


" Ehh, i..i..ya..!!


" Bapak mau beli roti atau bapak ada urusan lain?


" Saya mau beli roti! Grego menjawab dengan cepat.


" Mari silahkan dilihat, roti apa yang anda suka!? Eva /Evelyn mempersilahkan Grego untuk melihat-lihat roti apa saja yang tersedia di toko mereka.


Grego yang salah tingkah hanya bisa mengikuti langkah Eva dari belakang.


Eva pun menunjukkan bermacam roti dengan berbagai macam rasa dan bentuk. Sehingga para pelanggan bebas untuk memilih rasa favoritnya.


Grego yang bingung harus memilih yang mana hanya bisa memilih apa saja yang dapat diraih oleh tangannya.


Setelah dirasa cukup, Grego lalu membayarnya.


Tetapi sepanjang waktu berada di tempat itu, mata Grego selalu berusaha untuk melihat wajah Eva dengan lebih jelas lagi.


" Ma, Gia pamit ya mau ke tempat Om Vio!


"Ohh Oke.! Eva mengangguk sambil tangannya masih sibuk menghitung uang.


Grego yang melihat ke arah Gia terlihat sedikit penasaran ketika melihat wajah gadis itu yang seakan familiar dalam ingatannya. Semakin diperhatikan wajah itu sangat mirip dengan wajah Eva. Bibir dan garis wajahnya mirip sekali dengan Eva. Sedangkan mata dan hidungnya mirip dengan dirinya.


Sehingga perpaduan itu menciptakan wajah yang manis dan menawan dalam diri Gia.


Gia melangkah dengan girang dan gembira. Ditinggalkannya mereka berdua. Grego yang masih terlihat ragu dan belum yakin dengan apa yang dilihatnya terus saja memandang Gia sampai gadis itu hilang dari pandangannya.


Eva yang menyadari tindakan yang dilakukan oleh Grego membuatnya semakin mencurigai Grego.

__ADS_1


Eva menyerahkan kantongan yang berisi roti kepada Grego sekaligus sisa uang kembaliannya.


" Terima kasih Pak, sudah berbelanja di toko kami! Eva masih berusaha untuk tetap bersikap ramah meski dalam hatinya ada rasa was-was dan khawatir.


Grego menerima kantongan roti itu. Ketika tangannya hendak mengambil kantongan tersebut tidak sengaja tangannya menyentuh tangan Eva. Dan ketika tangan mereka berdua bersentuhan seperti ada aliran getaran listrik yang mengalir di sela-sela pembuluh darah mereka. Dan getaran itu menimbulkan sebuah perasaan yang pernah dirasakannya dulu.


Dan ternyata Eva juga merasakan apa yang dirasakan oleh Grego. Ada perasaan yang menggetarkan hatinya. Tapi dia sendiri bingung untuk memastikan perasaan apakah itu?


Karena untuk pertama kalinya setelah 17 tahun dia merasakan getaran itu.


Grego segera mengambil kantongan roti itu dan segera beranjak dari sana.


" Terima kasih! ujarnya lalu pergi.


Perasaan Grego tak menentu. Mengapa hatinya merasa begitu dekat dengan wanita itu.? Seolah-olah wanita itu adalah seseorang yang sangat dekat dan istimewa dihatinya. Perasaan yang sama seperti perasaannyawaku kepadanya kekasih jiwanya Eva. Apakah mungkin hatinya sudah mulai membuka diri bagi wanita lain? Apakah dia benar-benar sudah bisa merelakan cintanya kepada Eva dan mengijinkan hatinya untuk dimasuki oleh wanita lain?


Grego seakan tidak bisa terima jika sampai hal itu terjadi. Dia tidak ingin melupakan kenangan bahagianya bersama dengan Eva. Tetapi bagaimana dia mampu menolak keinginan hatinya? Sanggupkah ia menyangkal hati dan perasaannya sendiri?


Grego terlihat gelisah dan frustasi. Kenapa tiba-tiba semua terjadi seperti ini? Seandainya saja dia tidak menuruti keingintahuannya untuk mencari wanita itu. Seandainya saja perkataan Gio tidak membuatnya terpengaruh.


Tapi, sudah terjadi maka tidak dapat dihindari lagi. Grego pun melajukan mobilnya dan kembali kerumahnya.


Demikian juga halnya dengan Eva. Selepas kepergian Grego pikiran, hati dan perasaannya berkecamuk. Kenapa pria ini Mamou memberikannya getaran-getaran yang cukup mendalam. Getaran yang membuat dirinya rindu akan kehadiran cinta dan kasih sayang dari seorang pria. Karena setelah sekian lama, 17 tahun lamanya dia tidak pernah merasakannya. Meski banyak pria yang telah dijumpainya, bersentuhan dengan dirinya tetapi tak seorangpun mampu memberikan perasaan seperti saat ini. Memang yang bisa dia ingat saat ini adalah peristiwa yang terjadi selama 17 tahun ini. Karena jika ditanya kejadian-kejadian sebelum 17 tahun ini Eva sama sekali tidak bisa mengingatnya. Memorinya seakan kehilangan semua kenangannya ditahun-tahun sebelum 17 tahun ini.


Bagaimanapun kerasnya dia mencoba untuk mengingatnya, kenangan itu tidak pernah muncul dalam memorinya.


Lalu mengapa pria yang baru saja dijumpainya ini, yang datang tiba-tiba ke toko rotinya itu, seakan membawa sebuah perasaan yang sudah lama dirindukannya. Padahal dia sendiri tidak mengenalnya. Tidak mengetahui sama sekali siapa dan darimana dia berasal. Dia hanya datang sebagai seorang pelanggan yang ingin membeli dan menikmati roti buatannya itu.


Atau mungkinkah sudah saatnya juga baginya untuk membuka hatinya untuk seseorang yang dapat mengisi kekosongan dalam hatinya selama ini.

__ADS_1


Karena, sebenarnya jika selama ini hatinya selalu merindukan kehadiran sosok pria yang dapat memberinya kenyamanan dan kebahagiaan. Sebagai seorang wanita normal yang butuh belaian kasih sayang, butuh perhatian dan cinta, butuh kehangatan dan sentuhan, Eva pun merindukannya.


Mungkinkah ini saatnya? Entahlah. Hanya Tuhan yang tahu karena semua yang terjadi hanyalah rencana Tuhan saja. Manusia boleh berharap dan berkeinginan tetapi semuanya itu hanya akan terjadi bila Tuhan telah menghendakinya.


__ADS_2