
Setelah pembicaraan di telvon berakhir, Grego segera langsung meluncur menjemput Eva ke rumah sakit. Dia tidak ingin Eva menunggu terlalu lama karena hari akan semakin larut. Gio juga pasti sudah menanti Bundanya itu untuk segera pulang ke rumah.
Hanya butuh waktu sepuluh menit mobil Grego sudah tiba di halaman parkir rumah sakit. Eva terlihat sedang berdiri disana menunggu kedatangannya. Grego pun menghentikan mobilnya tepat dihadapan Eva. Dia segera keluar dari mobil dan langsung membukakan pintu mobil samping untuk Eva.
" Mari Va, kamu pasti sudah sangat lelah jadi kita langsung pulang ke rumah kamu." Grego mendekati Eva meraih tangannya dan mengajaknya untuk masuk ke dalam mobil.
Eva tak lagi menahan diri terlalu lama. Dia segera mengikuti Grego dan masuk ke dalam mobil. Mobil mewah itu pun melaju membelah jalanan ibu kota. Sesekali Grego melirik ke arah Eva yang duduk bersandar sambil memejamkan matanya. Nampak terlihat jelas di wajahnya tergurat lelah dan letih. Eva memang pekerja keras dan bertanggung jawab. Tak pernah keluar keluhan dari mulutnya disaat dia merasa lelah atau capek karena pekerjaannya.
" Kamu kelihatan sangat lelah sekali Va! ujarnya merasa iba dan juga kagum.
__ADS_1
Eva hanya tersenyum mendengar kata-kata Grego, tapi dengan matanya masih tetap tertutup.
Grego bisa merasakan dibalik senyumannya itu Eva menyimpan semua kelelahannya. Dia tidak ingin menunjukkan kepada siapapun segala beban yang dihadapinya karena dia tidak ingin dikasihani oleh karenanya.
Sungguh dia adalah seorang Wonder Woman. Tapi Grego selalu yakin bahwa sekalipun Eva selalu menunjukkan sisi kuatnya dia tetap seorang perempuan yang membutuhkan seseorang untuk menemaninya dan melindunginya. Dan Grego percaya jika dia pantas untuk menjadi pelindung sekaligus teman hidup Eva.
" Om Grego sudah lama tidak bermain lagi dengan Gio! nada suara manja keluar dari mulut kecil mahluk lucu itu karena merasa senang melihat Grego ada disana. Dia sangat rindu sekali bermain bersama-sama dengan Grego seperti waktu yang mereka lakukan sebelumnya. Grego pun membalas pelukan itu dengan penuh kasih sayang. Rasanya sudah cukup lama mereka tidak menghabiskan waktu seperti biasanya.
Semenjak peristiwa kecelakaan itu mereka tidak pernah lagi merasakan saat-saat berkumpul bersama-sama. Hari-hari mereka begitu sepi dan hampa. Meski sebenarnya dalam hati mereka masing-masing tersimpan kerinduan yang dalam tetapi sulit bagi mereka untuk mengutarakannya.
__ADS_1
Ternyata mereka sangat pandai dan ahli dalam menyembunyikan perasaan masing-masing. Tanpa mereka sadari jika sebenarnya mereka semua sedang mengorbankan perasaan mereka. Mengorbankan cinta sejati yang harusnya mereka sampaikan dari hati ke hati.
Grego tak hentinya memeluk Gio dengan rasa sayang yang amat besar, mencoba melepaskan kerinduan dalam hatinya itu.
Gio pun begitu bahagia sekali. Sudah begitu lama kebahagiaan seperti ini diharapkannya. Kebahagiaan yang benar-benar dirindukannya selama ini. Kerinduan akan sosok seorang ayah yang akan melengkapi kesempurnaan dalam keluarga kecilnya.
Meskipun Gio tahu jika impian dan harapannya itu sungguh sulit untuk dipenuhi.
Seandainya saja ibunya bisa mendengarkan suara hatinya mungkin dia tidak perlu menunggu begitu lama. Tapi penantian memang butuh waktu yang cukup lama dan tepat. Kesabaran dan pengharapan menjadi kekuatan untuk tetap bertahan dan setia. Juga kepercayaan jika Tuhan pasti akan menggenapi segalanya bila waktunya sudah tiba. Kebahagiaan adalah sesuatu hal yang sederhana yang ada disekitar kita, namun terkadang kita malah sibuk mencari di tempat lain.
__ADS_1