
Tanpa menunggu lama lagi, Joe segera melapor ke kantor polisi. Namun karena Joe bukanlah pihak yang berhak untuk melaporkan tersangka, maka untuk sementara laporannya di tangguhkan. Pihak korban sendirilah yang harus mengajukan laporan atas kejadian tersebut. Joe pun segera menghubungi Grego. Meskipun awalnya Grego mencoba untuk mengabaikan panggilan masuk dari Joe tapi ketika membaca pesan Joe mengenai kasus kecelakaan itu barulah Grego bersedia menjawab panggilan Joe.
Dan yang pastinya Grego langsung bersemangat untuk melaporkan Via kepada pihak yang berwajib. Grego pun langsung menghubungi Eva dan langsung memintanya untuk datang segera ke kantor polisi. Eva yang awalnya sudah mulai melupakan kejadian tersebut dan tidak ingin mengingatnya lagi dengan bujuk rayu serta berbagai alasan yang kuat bahwa tindakan yang dilakukan Via harus menerima ganjaran yang setimpal agar dia tidak bertindak seperti itu lagi kepada orang lain.
Hampir dua jam mereka membuat laporan di kantor polisi. Disertai dengan bukti-bukti yang ada pada Joe, semuanya diserahkan kepada pihak yang berwajib. Hanya dalam waktu 1x24 jam setelah laporan diberikan maka polisi dapat segera bertindak. Grego dan Joe tidak sabar ingin segera mendapat kabar jika Via sudah di proses oleh pihak yang berwajib. Eva yang memang bukanlah seorang pendendam tetap saja merasa kasihan.
Tapi kejahatan tetaplah kejahatan. Eva hanya berharap Via menyadari kesalahannya dan mau bertobat.
Tanpa menunggu proses yang begitu lama disertai dengan bukti-bukti yang akurat akhirnya Via berhasil digiring ke kantor polisi dan disidang di ruang pengadilan. Awalnya Via masih berusaha membela dirinya. Namun Joe yang sudah mewanti-wanti hal-hal yang tidak diinginkan telah menyiapkan berbagai strategi sehingga Via tidak bisa lagi mengelak.
Meski Joe harus bersitegang dengan orang tuanya terlebih orang tua Via yang sangat tidak bisa menerima putrinya akan menjadi penghuni rumah tahanan. Joe berhasil menangkap penjahat yang disewa oleh Via untuk melakukan kejahatan tersebut. Dengan kesaksian mereka sudah cukup membuktikan tindakan kejahatan yang direncanakan oleh Via.
Hanya dengan beberapa kali sidang akhirnya Via di vonis oleh hakim pengadilan dengan hukuman penjara maksimal 5 tahun karena tindakan percobaan pembunuhan.
Mendengar amar putusan tersebut Via sangat tidak terima. Dia berteriak meraung-raung menolak putusan pengadilan. Kedua orang tuanya pun sangat terpukul dengan putusan tersebut. Dan mereka tidak mau menerima begitu saja putusan tersebut sehingga mereka mengajukan banding ke pengadilan tinggi.
Namun yang pasti untuk saat ini Via harus mendekam di sel tahanan akibat dari perbuatannya itu. Eva yang turut hadir dipersidangan tersebut sebenarnya merasa tidak tega melihat Via berakhir tragis seperti itu. Namun dia juga tidak bisa bertindak dan memutuskan sendiri. Grego yang adalah suaminya juga berhak untuk memutuskan apa yang terjadi. Dan sebagai istri yang baik dan taat dia harus mengikuti kehendak suaminya itu. Karena apapun yang dilakukan oleh suaminya itu adalah untuk kebaikannya juga.
Grego yang sangat puas dengan keputusan pengadilan meski dalam hatinya dia berharap hukuman yang lebih berat lagi. Di satu sisi dia bersyukur karena Joe berhasil mengungkapkan kejahatan Via yang selama ini sulit untuk diungkapkan olehnya. Dan di sisi lain dia juga merasa tidak terima jika kasus ini akhirnya terungkap karena kerja keras Joe. Walau bagaimanapun Joe adalah rival cintanya. Dia tahu jika sampai sekarang Joe masih menyimpan rasa untuk Eva istrinya itu. Meski dia tahu Eva hanya mencintainya dan tidak akan berpaling darinya tetap saja dia menyimpan sedikit rasa khawatir. Bukankah hati wanita begitu lemah ketika dia dihadapkan dengan perasaan-perasaan seperti saat ini.
Joe yang selalu bersikap baik, manis, lembut dan penuh perhatian, tidak mungkin tidak dapat menggugah hati para wanita. Wanita manapun yang diperlakukan dengan begitu perhatian pasti akan tergugah hatinya dan jatuh cinta dibuatnya. Bukannya dia tidak mempercayai Eva sebagai wanita yang setia dan tidak akan berpaling ke hati yang lain. Sebagai manusia biasa khawatir adalah hal yang lumrah. Setelah selesai hari persidangan, Eva dengan inisiatif sendiri pergi menjumpai Joe di kediamannya. Meski ketika di pengadilan mereka sering bertemu namun mereka tidak dapat berbicara banyak dan dengan leluasa.
Eva terlebih dahulu menyampaikan maksudnya itu kepada Grego. Dia harus memberitahukan suaminya itu agar suaminya itu tidak memikirkan hal-hal yang buruk nantinya. Karena dia tahu jika suaminya itu adalah tipe pria yang pencemburu. Namun walau bagaimanapun Eva sangat mencintai Grego sehingga tidak pernah muncul sedikit pun niat dalam pikirannya untuk memikirkan pria lain. Apalagi memikirkan hal untuk berselingkuh.
Meski Grego tidak terlalu suka jika Eva pergi sendiri menjumpai Joe, tapi hati nuraninya masih mengingatkan dirinya jika sudah sepantasnya Eva menjumpai Joe untuk menyampaikan terima kasih. Karena dengan pertolongannyalah maka Via berhasil dimasukkan kedalam tahanan.
__ADS_1
Grego pun menawarkan dirinya akan mengantarkan Eva bertemu langsung dengan Joe. Eva senang sekaligus bahagia karena suaminya itu semakin lama semakin lebih dewasa dan bijaksana. Grego mengantar Eva langsung ke kediamannya Joe namun Grego tidak ikut masuk. Dia harus segera pulang karena Gio sendirian di rumah. Meski ada asisten rumah tangga yang menemani Gio mereka selalu berusaha untuk tidak meninggalkan Gio bersama dengan orang lain.
Di tengah perjalanan kembali, Grego menerima panggilan televon dari nomor yang tidak kenal. Grego menghentikan mobilnya kemudian mengangkat telvon tersebut.
" Halo, ini dengan siapa?
Tidak ada jawaban dari seberang.
" Haloo.. Haloo..! teriak Grego memanggil-manggil namun tetap saja tidak ada suara dari seberang.
Grego pun mematikan telvon tersebut, kemudian menghidupkan kembali mesin mobil. Baru beberapa detik Grego memacu kendaraannya panggilan tersebut datang lagi. Dari nomor yang sama. Kali ini Grego menjawab panggilan tersebut tetapi tidak lagi menghentikan mobilnya.
" Halo! Sapa Grego kembali. Dan tetap saja sama. Tidak ada jawaban dari orang tersebut. Entah apa maksudnya tapi membuat Grego jadi curiga dan was-was.
Grego kemudian mematikan panggilan tersebut dan langsung mengoffkan handphonenya itu. Grego pun memacu kendaraannya dan dengan segera kembali ke rumahnya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 19.30. Sejak tadi siang Eva belum juga kembali ke rumah. Tidak ada kabar atau pemberitahuan sama sekali. Grego yang mulai was-was dan khawatir tidak bisa tenang di kamarnya. Dihubunginya nomornya Eva tetapi nomor tersebut tidak dapat dihubungi. Jawaban operator " Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi atau berada diluar jangkauan.!
Grego semakin tidak tenang. Jalan satu-satunya menghubungi Joe. Karena merasa segan sehingga sejak tadi Grego tidak menghubunginya.
Panggilan pertama nada panggilan masuk. Tidak sampai menunggu bunyi panggilan ketiga, Joe ternyata langsung mengangkat panggilan dari Grego.
" Ya halo! jawab Joe dari seberang.
" Halo, ini saya suami Eva! balas Grego menegaskan siapa dirinya. Meski tanpa dikatakannya Joe sudah tahu jika dia adalah suami Eva.
__ADS_1
" Ya ada apa Greg? Tanya Joe balik.
" Apa Eva masih bersama kamu karena ini sudah terlalu lama Eva belum pulang dari rumah kamu!? beritahu Grego kepada Joe.
" Belum pulang? Tanya Joe meyakinkan pendengarannya.
" Iya. Eva belum pulang sampai sekarang. Saya rasa dia sudah terlalu lama berada di rumahmu! ucap Grego dengan nada yang kurang senang. Dia mengira jika Eva sudah terlalu lama bersama dengan Joe.
Joe yang mendengarnya pun sedikit terkejut. Karena seingat dia Eva sudah pamit pulang sejak tiga jam yang lalu.
" Tapi Greg, Eva sudah pulang sejak tiga jam yang lalu dari rumahku. Aku kira kamu yang sudah menjemputnya tadi? jawab Joe kepada Grego.
Mendengar jawaban Joe, Grego lebih terkejut lagi. Sudah pulang sejak tiga jam yang Lalu? Tapi kenapa sampai sekarang belum nyampai juga dirumah. Tadi siang Grego sudah berpesan kepada Eva untuk menghubunginya jika dia sudah selesai dari rumah Joe.
Grego pun memeriksa handphonenya. Dan dia teringat jika sejak kembali dari rumah Joe dia mematikan HP nya dan baru saja diaktifkannya kembali. Dan benar tiga jam yang lalu panggilan tidak terjawab dari nomor Eva. Dan anehnya satu panggilan tak terjawab dari nomor yang tidak dikenal. Nomor yang menghubunginya siang tadi setelah balik dari rumah Joe.
Hati Grego semakin tidak tenang. Muncul perasaan khawatir dan takut.
Grego pun bertanya kembali kepada Joe.
" Apa kamu yakin jika Eva langsung pulang setelah dari rumah kamu?
" Iya. Saat Eva pulang tadi aku lihat ada yang menjemputnya. Aku kira itu kamu karena Eva langsung masuk ke dalam mobil dan langsung pergi.!
Entah masalah apalagi yang akan muncul kali ini. Grego mengira setelah masalah dengan Via selesai maka kehidupan keluarga kecil mereka bisa lebih tenang. Namun peristiwa kali ini membuatnya semakin tidak tenang. kepalanya tidak dapat berpikir dengan benar saat ini. Bagaimana jika terjadi sesuatu yang buruk dengan Eva diluar sana.? Grego tidak sanggup berpikir hal yang buruk menimpa Eva di luar sana. Rasanya dia tidak sanggup untuk menghadapinya.
__ADS_1