Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Gadis Penguntit


__ADS_3

Gia sangat senang sekali melihat pakaian yang dibelikan oleh kakaknya Gio. Pakaian yang begitu indah dan tentunya harganya yang mehong. Mungkin ini adalah kali pertama baginya dibelikan baju baru yang harganya mahal sekali.


Beruntungnya dirinya karena kini punya keluarga yang sangat menyayanginya. Segala kebutuhannya terpenuhi. Apapun yang dia inginkan pasti akan dipenuhi. Tapi Gia bukanlah gadis matre dan serakah. Dia masih sama gadis yang sederhana, yang tidak menggunakan kesempatan hanya untuk memenuhi kebutuhan pribadinya sendiri. Dengan kekayaan yang dimiliki oleh ayahnya, Gia bisa membeli apa saja yang dia inginkan. Bahkan ayah serta kakaknya sangat memanjakan dirinya. Tanpa diminta pun mereka akan berusaha membahagiakan gadis kecil mereka itu.


Setelah merasa puas , Gia pun mencari sang kakak di kamarnya. Gia selalu mengetuk pintu terlebih dahulu tapi tanpa menunggu dibuka oleh sang kakak Gia akan langsung nyerocos masuk ke dalam kamar.


Untung Gio selalu bersikap sopan meski di dalam kamarnya sendiri.


" Kakak ! teriak Gia melihat kakaknya tidak ada di dalam kamar.


Tidak ada jawaban. Gia memanggil kembali dan tetap tidak ada sahutan. Terdengar suara air dari kamar mandi. Mungkin Gio sedang mandi.


Gia Lalu duduk di atas tepi tempat tidur Gio sambil memainkan ponselnya. Dia akan menunggu kakaknya itu selesai mandi. Gia asyik memainkan ponselnya sehingga tidak sadar jika Gio sudah selesai mandi.


Gio yang keluar dari kamar mandi hanya menggunakan boxer terkejut melihat Gia yang tiba-tiba ada di kamarnya.


" Aishhhh.....! teriaknya kaget.


Gia yang ikutan kaget hampir saja menjatuhkan ponselnya.


"Aihh... kakak. Gia kaget tahu !


" Kakak tuh yang kaget, kamu tiba-tiba nongol aja di kamar kakak.!


" Dari tadi Gia sudah disini. Teriak-teriak tapi kakak nggk nyahut.!


" Kakak kan lagi mandi di kamar mandi. Mana dengar suara teriakan kamu? Gio lalu mengambil bajunya dari dalam lemari dan memakaikannya. Gio kemudian duduk disamping Gia.


" Adek kakak yang manis, ada perlu apa datang ke kamar kakak?


" Kak, keluar yuk. Gia mau jalan-jalan sore. Trus kita cari jajanan ya kak! rayu Gia.


Gio yang tidak pernah keluar rumah kalau sudah pulang kantor, kecuali diajak rekan kerja untuk memenuhi undangan acara di luar kantor. Gio berpikir sejenak. Ini adalah pengalaman pertamanya mempunyai seorang adik. Setelah belasan tahun mereka terpisah. Dan kini adiknya itu hanya meminta sesuatu hal yang sederhana, bagaimana mungkin dia menolak keinginannya?

__ADS_1


Gio pun tersenyum sambil mengangguk mengiyakan permintaan kecil adiknya itu. Gia begitu amat bahagia melihat kakaknya itu memenuhi permintaannya.


" Kakak ganti pakaian dulu ya! Kepala Gia manggut-manggut.


Gio



Gia terpesona melihat penampilan sang kakak yang begitu tampan dan manis sore ini. Kakaknya itu memang sangat tampan. Meski kulitnya sedikit gelap tapi sangat natural dan eksotis.


" Kalau begitu ayo kita let's go! seru Gia dengan senang hati.


Ditariknya lengan Gio lalu digandengnya dan mereka pun pergi ke tempat tujuan yang diinginkan oleh Gia.


Sore itu pedestrian kota ramai sekali. Biasanya gerobak-gerobak kuliner nusantara akan berbaris memenuhi sepanjang jalan yang telah disediakan oleh pemerintah bagi masyarakat untuk meningkatkan ekonomi rakyat lewat jajanan kuliner nusantara yang setiap sore menjajakan makanannya.


Penduduk masyarakat sekitar sangat senang dengan adanya jajanan kuliner nusantara ini. Mereka bisa menambah pendapatan ekonomi keluarganya dan juga menciptakan lapangan kerja baru.


Gia dan Gio berjalan santai di sepanjang jalan pedestrian. Lampu-lampu hias menambah semarak indahnya nuansa malam kota.


Gia yang doyan makan, ketika melihat barisan kuliner yang menggiurkan lidah tak bisa menolak untuk mencobanya satu persatu. Setiap stan kuliner yang mereka datangi pasti akan dicobanya.


" Demi menghargai makanan yang telah disediakan, maka kita harus menyantapnya terlebih dahulu! Itulah kata kata yang diucapkan jika ada yang bertanya kenapa dia banyak makan.


Setelah puas menikmati makanan yang telah dijajakan di sepanjang jalan itu, Gio pun mengajak adiknya itu pulang.


Parkiran mobil cukup jauh dari tempat itu. Harus ditempuh dengan berjalan kaki kira-kira 5 menit.


Gia dan Gio berjalan beriringan. Gia berada di sebelah kiri lengan Gio. Sampai di ujung jalan pedestrian mereka harus menyebrang menuju parkiran. Gia lalu berjalan mendahului kakaknya dengan santai sambil kakinya melompat-lompat dengan menari-nari kecil.


Gio tersenyum melihat tingkah adiknya itu.


Gia kini berada beberapa meter dari hadapan Gio.

__ADS_1


Saking asyiknya bermain dia tidak sadar semakin menjauh meninggalkan Gio.


Dan entah kenapa, tanpa menoleh sedikitpun ke kanan atau kekiri, Gia langsung menyebrang begitu saja. Tiba-tiba dari arah timur muncul sebuah kendaraan melaju dengan kencang. Gia sungguh sibuk dengan dunianya sendirinya. Tidak menyadari jika ada bahaya yang sedang mengintainya.


Gio yang memperhatikannya dari kejauhan, langsung berlari menuju Gia sambil berteriak.


" Giaaaaaa.....awasss.... .!! teriaknya kencang. Gia yang mendengar namanya dipanggil langsung berhenti lalu ia menoleh ke arah sumber teriakan itu. Mobil yang melaju kencang semakin mendekat. Gio yang sadar ada bahaya, langsung berlari dengan kencang. Tapi masih terlalu jauh untuknya segera meraih Gia. Dan yang terjadi berikutnya adalah.? Mobil itu akhirnya mendapat mangsanya.


" Bruuukkk..........!!!!!


Tubuh Gia terserempet oleh mobil itu. Namun untungnya sebuah tangan tiba-tiba menarik tangan Gia. Sehingga Gia hanya terpelanting beberapa meter saja. Sedangkan si empunya tangan, tubuhnya yang membentur beton pembatas jalan membuat tubuhnya lecet dan muncul luka goresan ditubuh mulus itu.


Gio yang shock melihat kejadian yang mengerikan yang terjadi dihadapannya itu, mempercepat larinya lalu segera memeluk adiknya itu dengan perasaan kalut dan khawatir . Gia sungguh tidak menyangka akan mengalami kecelakaan seperti tadi. Karena perih dan sakit, Gia meringis kesakitan. Sosok orang yang membantu menyelamatkan Gia tadi sudah tidak ada lagi disana. Entah kemana sosok orang itu?


Di tempat lain, di dalam mobil merah itu, yang telah pergi melarikan diri karena rencananya tidak berhasil.


Gadis itu merasa kesal dan jengkel karena usahanya tidak berjalan sesuai dengan rencananya.


" Brengsek! Kenapa dia masih selamat. Apalagi sepertinya dia mempunyai dua pengawal pribadi ! gerutunya marah.


Gio yang panik melihat sang adik yang hampir saja kehilangan nyawanya, terlihat di wajahnya aura ketakutan dan kesedihan. Bagaimana jika seandainya terjadi sesuatu yang lebih buruk pada adiknya itu ? Apa yang akan di sampaikannya kepada ayah dan Bundanya itu ?


Sebagai kakak, mana tanggung jawabnya untuk menjaga dan melindungi adiknya.


Gia begitu terharu ketika dilihatnya wajah sang kakak yang sangat khawatir tentang keselamatannya. Sungguh, betapa beruntungnya dirinya memiliki seorang kakak yang penuh perhatian seperti Gio.


Netra Gia yang begitu berkaca-kaca karna melihat kasih sayang sang kakak kepadanya, membuatnya pun turut merasa kebahagiaan.


Gia lalu menghapus jejak air mata di wajah Gio.


" Kak, terima kasih. Aku sayang kakak! Setelah berkata demikian dipeluknya kakak itu.


Lalu Gio memapah tubuh Gia karena masih sakit.

__ADS_1


Sedangkan perempuan yang hendak mencelakakan Gia tadi masih merutuki kebodohannya.


__ADS_2