Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Pertemuan yang tak Terduga


__ADS_3

Setelah perjumpaan lewat pesan di udara antara Eva dan Joe, hampir setiap hari Joe mengirimkan pesan singkat kepada Eva. Sekedar mengucapkan "selamat malam", "apa kabar? ", "lagi ngapain? ", "sudah makan belum? ", dan pertanyaan-pertanyaan sederhana lainnya yang membuat hari-hari Eva sedikit berbeda. Berbeda karena ada yang sepertinya mulai memberikan perhatian dan peduli dengannya. Tanpa sengaja ataupun dengan sengaja Grego memperhatikan Eva yang sering senyum-senyum sendiri saat melihat layar di hpnya. Grego menjadi penasaran dengan apa yang sedang dilakukan oleh Eva sampai-sampai membuatnya seperti bahagia.


Eva sedang membawa file ditangannya untuk diserahkan kepada bossnya itu. Setelah mengetuk pintu beberapa kali dia langsung masuk dan berjalan menuju meja sang boss. Grego nampak sibuk dengan pekerjaannya.


"'Selamat pagi Pak, ini berkas-berkas kerja sama perusahaan dengan Group D yang bapak minta kemarin. " ucap Eva sambil meletakkannya di atas meja.


Saat hendak melangkah terdengar bunyi pesan masuk di telvon genggamnya. Eva langsung memeriksanya dan itu adalah pesan dari Joe, " Selamat bekerja ya, jangan lupa istirahat. " Eva senyum-senyum simpul sambil membaca pesan dari Joe. Grego yang merasa terusik dengan sikap Eva membuatnya ingin tahu apa yang membuat Eva bahagia sepertinya.


"Kamu kenapa? Tanya Grego sambil melirik ke arah Eva.


"Kenapa apanya Pak? Eva balik bertanya.


"Kamu senyum-senyum sendiri sepertinya lagi bahagia! ucap Grego dengan nada yang kurang senang jika Eva bahagia karena ada orang lain.


Mungkinkah itu tanda-tanda kecemburuan?


Tapi cemburu dengan apa dan siapa? Dia sendiri tidak tahu apa yang sedang dirasakan oleh Eva saat ini.


"Oh, itu. Maaf Pak. Aku hanya lagi baca pesan dari temanku." jawab Eva.


"Teman perempuan atau laki-laki? Tanya Grego lagi.


" Teman laki-laki Pak. Teman waktu sekolah dulu." jawab Eva dengan santainya.


Mendengar itu Grego merasa tidak senang.


Hanya sekedar teman biasa atau lebih dari teman biasa? pertanyaan itu muncul dibenak Grego.


" Pak, saya permisi ya! ucap Eva dengan senyuman manisnya.


"Hmmmm." balas Grego.


Tanpa Eva sadari jika Grego memperhatikannya ketika dia meninggalkan ruangannya. Perlahan-lahan Grego semakin menaruh hati dengan sosok Eva.


Ada sesuatu yang menarik dari seorang Eva yang membuatnya ingin dekat dan mengenal lebih dalam. Mungkin boleh dikatakan ada perasaan suka yang mulai tumbuh di hatinya sejak dia mengenal Eva.


Grego jadi ingin tahu siapa teman laki-laki Eva yang sepertinya sering mengirimkan pesan untuknya sampai-sampai membuat Eva bahagia.

__ADS_1


Grego langsung menghubungi Pak Ardian.


"Pak Ardian, saya butuh orang untuk mencari informasi tentang seseorang!


"Baik Tuan Muda, saya akan segera mencarinya dan menghubungi Tuan Muda secepatnya." jawab Pak Ardian dari seberang.


Grego lalu senyum-senyum sambil membayangkan sesuatu. Entah apa yang dipikirkannya saat ini, hanya dia yang tahu.


Waktu jam makan siang tiba, Eva terlihat membereskan meja kerjanya. Sepertinya dia akan pergi makan siang. Aletta datang ke mejanya.


"Va, kita makan siang di kantin yuk! ajaknya.


"Hehe....maaf ya mbak siang ini aku ada janji makan siang dengan teman. Jadi mbak makan siangnya dengan yang lain ya! jawab Eva sambil tersenyum malu.


"Cieee...... ada janjian sama gebetan yaa?! ejek Aletta menggoda.


Eva hanya membalas dengan senyuman manisnya.


"Aku pergi duluan ya mbak, daaah....! pamit Eva. Aletta hanya mengangguk tapi juga senang melihat sahabatnya itu terlihat bahagia.


Dengan tampilan yang sederhana Eva pun pergi menemui Joe dan menemaninya untuk makan siang. Restaurant dekat kantor Eva bekerja menjadi pilihan agar Eva tidak terlalu jauh dan tidak terlambat jika harus kembali ke kantor.


Nampak Joe sudah duduk menunggu sambil menikmati segelas kopi.


Eva yang terlihat masuk ke dalam restaurant membuat Joe memandanginya dengan perasaan senang. Eva sendiri kurang yakin bisa mengenali Joe dengan baik karena sudah sekian lama tidak bertemu pasti banyak perubahan. Dan setiap kali mereka berhubungan via pesan Joe tidak juga pernah mengirimkannya foto atau gambar dirinya.


Eva memperhatikan sekelilingnya, dan pandangannya tertuju pada sosok pria yang juga balas memandanginya. Wajah itu terlihat tidak asing baginya meski terlihat ada sedikit perbedaan.


Lebih dewasa, lebih berkharisma dan yang pasti lebih tampan. Eva tersenyum ke arah Joe, dan Joe pun membalas dengan senyuman.


Joe segera berdiri menyambut Eva yang berjalan mendekatinya.


"Hai Va! sambut Joe dengan menyodorkan tangannya memberi salam lalu Eva menyambutnya dengan tatapan yang teduh.


"Mari silahkan duduk! Joe menarik kursi dan mempersilahkan Eva untuk duduk. Sungguh pria yang sopan dan berwibawa. Tahu cara memperlakukan perempuan dengan baik.


Setelah Eva duduk Joe ikut duduk. Mereka duduk berhadapan.

__ADS_1


"Kamu mau pesan apa Va? tanya Joe.


" Aku ikut pesanan kamu aja! jawab Eva.


Joe memanggil waitress dan memesankan makan siang untuk mereka berdua.


Sambil menunggu pesanan makanan datang mereka berdua mulai asyik bercerita. Mulai dari cerita tentang kehidupan mereka saat ini hingga cerita nostalgia jaman mereka sekolah dulu. Tidak berapa lama makanan pun sudah tersedia dan mereka berdua mulai menikmatinya. Sambil makan mereka juga bercerita. Sepertinya banyak cerita yang mereka ingin bagikan dalam pertemuan kali ini. Dan saat mereka sedang asyik bercerita, tertawa sambil menikmati makanan yang ada dihadapan mereka tiba-tiba sebuah suara menghentikan nostalgia mereka saat itu.


" Selamat siang Va."


Eva dan Joe sama-sama menoleh ke arah suara tersebut. Dan pemilik dari suara itu adalah Grego.


"Pak Grego? ucap Eva sedikit terkejut melihat kehadiran bossnya di tempat itu.


"Apa saya mengganggu acara makan siang kalian berdua? Tanya Grego seperti memang sengaja untuk mengusik kebahagiaan kedua insan yang sedang bernostalgia itu.


Joe sebagai seorang laki-laki bisa merasakan dan mengerti apa maksud dari kehadiran sosok pria asing ini di tempat ini.


Sedangkan Eva yang tidak tahu apa-apa dengan sikap polosnya hanya bisa menjawab,


" Tidak sama sekali Pak. Bapak tidak mengganggu. Apa bapak juga ingin makan siang bersama kami disini? tawar Eva kepada bossnya itu.


Dan tanpa menunggu lama Grego dengan santainya langsung duduk saja dikursi yang ada disebelah kiri Eva.


Dipandanginya Joe dengan tatapan tidak suka meski terlihat dia seperti sedang tersenyum. Dan Joe mengerti maksud dari tatapan tersebut dan dia pun membalasnya dengan tatapan yang sama pula.


Mereka berdua saling menatap. Nampak jelas ada persaingan dalam tatapan tersebut. Meski mereka berdua tidak saling berbicara tapi hati dan pikiran mereka berdua saling berbicara satu sama lain.


"Kehadiranmu hanya untuk mengganggu kami berdua saja kan. Dasar pria pengganggu! ucap bathin Joe.


Bathin Grego pun membalasnya dengan jawaban,


"Kamu yang sudah mengganggu kehidupan saya dengan Eva. Karena kehadiranmu Eva semakin jauh dariku. Dasar pria pengganggu.


Perang bathin itupun terus berlanjut hingga Eva menyadari ada sesuatu yang ganjil yang sedang terjadi antara kedua pria yang ada dihadapannya itu.


Hari-hari selanjutnya takkan mudah bagi Eva. Dia harus bisa mendamaikan kedua pria yang sepertinya memiliki perasaan yang sama kepadanya. Meski Eva sendiri tidak yakin dengan perasaannya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2