Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Makan Malam yang Tak Direncanakan


__ADS_3

Weekend adalah hari yang ditunggu tunggu bagi sebagian orang. Hari yang sangat keramat jika hanya digunakan untuk bekerja.


Demikian juga halnya bagi Eva. Saat weekend adalah saat yang istimewa karena pada hari inilah waktu baginya untuk bisa bersama dengan Gio menghabiskan waktu berdua lebih lama. Weekend kali ini Eva berencana membawa Gio liburan ke Taman Hiburan.


Dan pastinya Gio sudah menanti dengan tak sabar.


Eva sibuk mempersiapkan bekal apa saja yang akan dibawanya nanti.


Gio terlihat bahagia sekali karena liburan kali ini terasa istimewa baginya. Karena beberapa bulan ini Bundanya sangat sibuk sekali hingga saat weekend pun digunakan untuk bekerja.


Eva terlihat sibuk menyiapkan snacks untuk Gio.


" Bunda, kenapa bawa makanannya banyak sekali? tanya Gio yang melihat ibunya mempersiapkan bekal yang cukup banyak ke dalam tas kantongan.


" Supaya nanti Gio nggk kelaparan disana. Siapa tahu kan kita susah cari makanan disana? jawab Eva sambil masih sibuk sendiri.


" Bunda, Gio kan bukan bayi lagi harus disiapkan makanan sebanyak itu? ucap Gio dengan gaya sok dewasa.


Mendengar ucapan Gio, Eva hanya bisa tersenyum bangga. Dalam hatinya dia merasa kagum karena memiliki anak seperti Gio.


"Bunda, nggk usah bawa bekal aja. Ntar nanti kan bisa beli makanan kalau Gionya lapar.! ucap Gio sambil menghentikan tangan Bundanya yang masih saja sibuk.

__ADS_1


Eva pun memandang wajah bocah pintar itu dengan senyum penuh cinta.


Dibelainya wajah Gio dengan lembut dan ditatapnya penuh kasih sayang.


Lalu diciumnya wajah itu.


Namun Gio malah menghindarkan wajahnya agar tidak dicium oleh Bundanya itu.


"Bunda, Gio kan malu dicium sama Bunda. Gio sudah besar Bunda bukan bayi lagi.! ucap Gio dengan polosnya dan sangat percaya diri.


" Baiklah anak Bunda yang sudah dewasa. Karena dia sudah dewasa sekarang berarti Bunda nggk boleh cium cium lagi, nggk boleh peluk peluk. Okey... Okey... Bunda akan turuti! ucap Eva pura pura sambil mangguk mangguk.


Demi menyenangkan hati anak kesayangannya itu Eva pun bersedia menurutinya. Dan pada akhirnya mereka pergi tanpa membawa bekal apapun.


Eva yang mendampinginya malah harus bisa menahan diri untuk tidak memperlihatkan rasa takut yang ada dalam dirinya.


Bagaimanapun dia tidak ingin terlihat lemah dihadapan Gio.


Setelah berjam jam lamanya dan tanpa terasa hari juga sudah mulai senja.


Perut sudah mulai terasa lapar.

__ADS_1


Tapi tak nampak sedikitpun rasa lelah di wajah Gio.


" Setelah ini kita makan malam diluar aja ya sayang. Kalau harus nunggu sampai pulang ke rumah kamu pasti kelaparan sekali! ucap Eva sambil menggandeng tangan Gio


"Baik Bunda! jawab Gio sambil tersenyum.


Keluar dari taman hiburan mereka menaiki taksi online yang sudah dipesan oleh Eva sebelumnya. Sekaligus mereview tempat makanan yang akan mereka datangi.


Sebuah restaurant bergaya tradisional dan menyediakan makanan nusantara. Tentu saja cocok dilidah orang Indonesia.


Setelah turun dari taksi Gio turun terlebih dahulu dan Eva membayarkan ongkos taksi.


Tanpa menunggu Bundanya Gio malah memilih masuk terlebih dahulu ke dalam restaurant. Eva yang baru saja melangkahkan kakinya dan tidak melihat sosok Gio disana lagi, dia sedikit terkejut . Matanya sibuk mencari ke setiap arah di tempat itu. Nampak dari kejauhan Gio yang sudah masuk ke restaurant terlebih dulu.


Eva pun setengah berlari agar dapat mengejar anaknya itu.


Dan disaat Eva berada di depan pintu restaurant karena dia fokus melihat Gio tanpa memperhatikan sekitarnya tanpa sengaja dia malah menabrak seseorang. Membuatnya duduk terjatuh karena tubuh yang baru saja ditabraknya itu lebih besar darinya.


Dan rasa sakit di tulang ekornya tak dapat dihindarkan lagi.


Dan yang lebih terkejut lagi ketika dia melihat wajah si pelaku yang menabraknya atau yang ditabraknya.

__ADS_1


Seorang pria dan dia adalah Grego.


__ADS_2