
Sehari setelah pengakuan cinta diantara Gia dan Kevin, tentu saja Kevin tidak akan menyembunyikan kebahagian ini dari seluruh dunia ini. Kevin langsung mengubah status dalam sosial medianya dari jomblo sejati menjadi sweet couple. Spontan saja jagat maya menjadi rame dan heboh. Bahkan Kevin terang-terangan menunjukkan photo berduaan dirinya dengan Gia yang sedang berpelukan dengan mesra sambil menatap laut senja yang indah dan menakjubkan itu.
Komentar demi komentar dari para netizen terlebih para gadis-gadis yang selama ini menjadi penggemar rahasia Kevin di dunia maya melontarkan berbagai komentar yang aneh-aneh. Ada yang langsung mengomentari dengan sticker hati yang patah. Emoticon wajah menangis terisak-isak. Sticker hati yang tertusuk pedang. Dan emoji-emoji aneh lainnya yang mewakili perasaan setiap gadis yang telah patah hati karena status pujaan hati mereka yang officially telah berpemilik. Tentu saja teman-teman Kevin yang melihat dan membaca komentar-komentar itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala. Untung saja gadis-gadis itu tidak sampai mengambil tindakan bodoh yang melukai diri mereka sendiri. Contoh kecilnya saja jangan sampai ada yang mengakhiri hidupnya hanya karena patah hati.
Sedangkan Gia yang tidak terlalu mengikuti sosial media tidak mengerti sama sekali apa yang sedang terjadi bersikap biasa saja. Dia sama sekali tidak tahu jika Kevin itu adalah salah satu pria idola di dunia maya. Dengan wajahnya yang tampan dan menarik tidak kalah menawan dengan artis-artis K-Pop ataupun aktor drachin yang notabene diidolakan oleh jutaan gadis di dunia ini.
Saat dikampus, Kevin langsung menjadi incaran teman-teman nya. Mereka ingin mendengar secara langsung dari mulut pria itu. Salah satu temannya langsung menarik tangan Kevin dan membawanya ke markas tempat biasa mereka nongkrong bersama teman-teman yang lain yang sejak tadi sudah tidak sabar menunggu kedatangan Kevin.
" Nih, pelakunya sudah ada di depan mata. Saatnya kita harus, menginterogasi dan mendapat jawaban yang benar.! Ucap temannya yang menangkap Kevin di gerbang kampus tadi.
Kevin yang memang sudah menyadari akan terjadi hal seperti ini malah hanya tersenyum lucu melihat sikap teman-temannya itu.
" Sekarang kamu harus bercerita semuanya dengan jujur kepada kita semua. Karena kami sedikit tidak bisa terima akan tindakan kamu yang tidak melibatkan kami di dalamnya. Kamu berani-beraninya bertindak sendiri tanpa meminta pendapat dari kita masing-masing.! Protes temannya yang lain.
" Kalian ini memperlakukan diriku seolah-olah aku ini seorang pelaku kejahatan.! Kevin balik protes.
" Kamu dilarang protes. Mana ada tersangka yang boleh protes saat disidang.! Timpal teman yang lain.
" Ya betul..betul... Tidak boleh protes! Sahut yang lain.
Kevin pun tertawa melihat tingkah sahabat-sahabat nya itu. Mereka tidak hanya sekedar teman, sahabat tapi juga keluarga baginya.
" Baiklah. Bapak-bapak penyidik yang terhormat. Saya akan mengatakan dengan sejujur-jujurnya. Saya Kevin Hermawan berkata yang sejujurnya jika saya dengan Gia Damian Pratama telah resmi berpacaran. Sekian dan terima kasih!
Spontan teman-temannya itu berteriak dengan lantang.
" Horeeee...! Mereka bertepuk tangan dengan meriah sambil berteriak bahagia.
" Sekarang kita punya kakak ipar dong! Teriak salah satu dari mereka.
__ADS_1
" Benar, kita akhirnya punya kakak ipar! Yang lain menimpali.
" Yes...yes..yes..! Sambut yang lain dengan gembira. Kevin pun sangat bahagia melihat sobat-sobat nya itu senang dan bahagia.
" Kita harus merayakannya. Malam ini kita harus party guys..party.! Teriak salah satu dari mereka.
" Party...party...party..! Teriak mereka saling sahut menyahut.
"Iya baik. Terserah kalian saja! Ucap Kevin pasrah melihat ulah teman-temannya itu.
Saat yang lainnya sedang meluapkan kebahagiaan mereka, Kevin mencari sosok seseorang diantara mereka. Kevin meraih salah seorang dari mereka dan bertanya,
" Varen dimana? Kok aku nggak melihatnya! Tanya Kevin.
" Varen belum datang dari tadi. Mungkin masih dirumahnya kali! Jawab temannya itu.
Kevin hanya mengangguk lalu meraih ponselnya dan menghubungi nomor seseorang. Namun tidak ada jawaban. Kevin memasukkan kembali ponselnya.
Sosok itu adalah Varen. Mungkin selama ini Varen terlihat biasa saja. Tidak terlihat sedang menyimpan rasa kepada Gia. Namun kenyataannya Varen mencintai Gia dalam diam. Karena dia tahu jika Kevin sahabatnya itu juga menyukai Gia. Hanya saja dia tidak menyangka jika pada akhirnya keduanya memutuskan untuk bersama. Sakit dan tentunya patah hati. Namun Varen mengerti jika cintanya tidak bisa dipaksakan. Apalagi Gia juga memiliki perasaan yang sama terhadap Kevin. Sudah sewajarnya jika mereka berdua memilih untuk berpacaran.
Mungkin memang sudah jadi suratan jika cintanya hanya bertepuk sebelah tangan. Meski selama ini Gia selalu bersikap baik dan perhatian kepadanya, bukan berarti jika Gia juga menaruh hati kepadanya. Karena pada dasarnya Gia memang gadis yang baik. Hatinya yang lembut dan rendah hati serta sangat perhatian kepada siapapun. Terkadang membuat orang-orang terlebih lawan jenis menjadi salah paham akan kebaikan hatinya.
Varen menghela napas dengan berat. Kandas sudah harapannya. Tapi sebagai sahabat dia pun sebenarnya turut merasa bahagia bersama Kevin. Meski dengan sedikit terpaksa akhirnya Varen menampakkan dirinya juga.
"Hay teman-teman! Sapa Varen dari kejauhan.
" Hay Ren,! teriak mereka.
" Ren, kamu sudah tahu kabar baik hari ini kah? Tanya salah seorang dari mereka.
__ADS_1
" Kabar baik apa itu? tanya Varen pura-pura tidak tahu. Dia lalu mengambil tempat disebelah Kevin.
" Hari ini kita akan merayakan hari jadi Kevin dan juga Gia! Jawab yang satu.
" Hari jadi? Tanya Varen masih berpura-pura.
" Yoi bro. Sahabat kita Kevin kini resmi berpacaran dengan Gia! Beritahu yang lain.
Meski sudah tahu tetap saja Varen merasa perih mendengarkan perkataan itu. Namun wajahnya terlihat berusaha untuk tetap tegar. Walau di luar terlihat gembira tapi didalam terasa menyedihkan.
" Oh. Selamat Vin. Selamat Gia. Semoga tetap bahagia.! Ucap Varen berusaha untuk ikhlas.
"Terima kasih bro. Kamu memang sahabatku yang terbaik. Tapi kapan kamu cari pacar bro. Selama kita bersama kamu belum pernah menjalin hubungan dengan seorang gadis pun! ucap Kevin menyadari jika selama ini Varen tidak pernah berpacaran sekalipun dengan seorang wanita.
" Hemmm. Belum menemukan yang tepat bro.! jawab Varen. " Lagi pula dia sudah jadi milik orang lain.! Lanjutnya lagi dengan suara yang sangat pelan seperti sedang berbisik.
" Hah..? Kamu bilang apa barusan? tanya Kevin penasaran.
" Tidak bilang apa-apa kok! Jawab Varen buru-buru.
" Gia yang memperhatikan Varen dengan pandangan tajam ternyata bisa melihat dan menyadarinya. Gia bisa merasakan jika ternyata dalam hati Varen ada rasa untuknya. Meski sedikit merasa bersalah, tapi Gia juga tidak bisa menyangkal perasaannya terhadap Kevin.
" Semoga kamu juga menemukan tambatan hati yang kamu cintai! Ucap Gia memberi dukungan dan semangat kepada Varen.
" Terima kasih Gi.! Balas Varen.
" Mari kita rayakan! teriak teman-teman yang lain tiba-tiba.
" Cheers! Sahut yang lain menyambut kebahagiaan mereka hari itu.
__ADS_1
Mereka pun menikmati suasana yang membahagiakan itu dengan kegembiraan dan suka cita. Meski ada hati yang patah. Namun demi sebuah persahabatan maka tidak ada yang perlu diributkan. Antara cinta dan persahabatan memang dua hal yang kadang sulit untuk dipilih. Namun jika bisa memilih keduanya kenapa tidak dipilih saja.
Kadang dunia berpendapat hal yang berbeda tetapi hati manusia tetaplah memiliki haknya untuk memilih kebahagiaan nya sendiri.