Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Hari yang Kelabu


__ADS_3

Seminggu setelah peristiwa kecelakaan terjadi, Joe baru mengetahui kabar tentang kondisi Eva yang terbaring koma di ruang ICU. Siang itu Joe sedang mengikuti terapi di rumah sakit tempat Eva dirawat. Ketika hendak pulang dia melihat Grego berjalan seorang diri di lorong rumah sakit dengan ekspresi wajah yang menyedihkan. Tak nampak gairah hidup dalam dirinya. Melihat keadaan Grego yang memprihatinkan Joe menjadi curiga. Apalagi Eva tidak ada bersamanya. Diikutinya langkah Grego dari belakang. Ketika Grego berdiri didepan ruangan ICU dimana Eva sedang dirawat, Joe pun berhenti dan melihat dari kejauhan. Dipandanginya wajah Grego yang sedih dan seperti meneteskan air mata. Karena rasa penasaran yang begitu besar Joe pun memilih untuk mendekatinya dan melihat kedalam ruangan ICU. Dan betapa sangat terkejut dirinya melihat sosok yang terbaring di dalam sana.


" Eva! ucapnya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Mendengar suara asing di sampingnya Grego menoleh dan menatap wajah Joe.


Grego pun berkata kepadanya, " Kenapa kamu ada disini?


Bukannya menjawab pertanyaan Grego, Joe malah balik bertanya, " Apa yang terjadi, mengapa Eva ada didalam sana?


Grego tidak juga menjawab pertanyaan Joe. Grego pun teringat beberapa waktu yang lalu tentang pesan ancaman yang pernah diterima oleh Eva yang mengatasnamakan Joe. Grego pun berkata lagi kepada Joe,


" Bukankah ini yang kamu kehendaki? Mengharapkan Eva hidup menderita!


Mendengarkan ucapan Grego, Joe menjadi bingung. Lalu diapun membalas perkataan Grego dengan pertanyaan,

__ADS_1


" Apa maksudmu, aku tidak mengerti?


Grego pun menimpalinya dengan mengatakan, " Bukankah kamu yang mengirimkan pesan teror kepada Eva beberapa waktu yang lalu? Mengancam Eva jika kamu tidak akan membiarkan Eva untuk hidup bahagia bersama aku?


Joe pun terkejut mendengarkannya. Kapan dia pernah melakukannya? Dia sama sekali tidak pernah menghubungi Eva atau sekedar mengiriminya pesan. Apalagi pesan teror seperti yang dimaksud oleh Grego. Joe pun menyangkal tuduhan yang Grego tujukan kepadanya.


" Aku sama sekali tidak pernah mengirim pesan apapun kepada Eva. Karena selama ini aku tidak pernah berkomunikasi dengan Eva sejak peristiwa kecelakaan itu."


Grego menatap Joe dengan tatapan benci.


Mendengar penjelasan Grego, Joe sedikit bingung dan terkejut. Eva mencarinya selama ini? Benarkah apa yang dikatakan oleh pria ini? Bukankah ibunya mengatakan kalau Eva tidak pernah mencarinya atau bahkan tidak datang menjenguknya waktu sakit dulu?


Grego pun berkata lagi kepada Joe, " Kamu memang pria yang tidak tahu berterima kasih. Dan juga bodoh. Selama kamu koma Eva selalu setia menjagamu, merawatmu dengan penuh kasih dan perhatian. Dia tidak peduli pada dirinya sendiri karena dia merasa bersalah atas kejadian yang menimpamu."


" Tidak ada satu haripun dilewatkannya tanpa menjagamu selama di rumah sakit."

__ADS_1


Betapa terkejutnya hati Joe mendengarkan kata-kata Grego. Seperti hujaman pisau yang menusuk di jantungnya. Sakit dan perih. Jadi selama ini dia telah menuduh Eva dengan tuduhan yang tidak beralasan. Dia lebih percaya pada hasutan dan fitnahan orang tuanya. Bahkan bibirnya rela mengucapkan kata-kata yang menyakitkan untuk Eva.


Joe menjatuhkan dirinya di lantai. Perasaan bersalah merasuki hatinya. Ternyata dia adalah pria yang berhati jahat dan juga bodoh yang tidak bisa melihat ketulusan hati dari seorang perempuan baik-baik seperti Eva. Ternyata hatinya masih rapuh sehingga tidak mampu merasakan dan menilai kemurnian hati yang selama ini Eva berikan kepadanya.


Grego pun mengalihkan perhatiannya kepada Eva yang ada di ICU. Dia tidak peduli dengan pria disampingnya itu.


Lalu Grego berkata lagi, " Tak ada gunanya kamu meneteskan air mata dan menyesali apa yang sudah terjadi. Karena Eva tidak membutuhkan itu semua darimu. Tanpa dirimu selama ini kami hidup bahagia, sebelum pesan teror darimu yang hampir mengganggu hari-harinya dan hingga saat ini dia harus bertarung antara hidup dan mati."


Suara Grego terdengar sangat lirih dan sendu. Nampak kesedihan yang mendalam keluar dari hatinya.


Grego menatap lekat ke wajah pasi Eva. Grego lalu mengucapkan kata-kata yang terdengar seperti sebuah sumpah, " Siapapun yang melakukan hal ini kepada Eva, aku jamin dia tidak akan hidup dengan tenang. Aku akan mengejarnya bahkan sampai ke neraka."


Joe mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Grego. Dia mencoba menelaah setiap kata-kata yang diucapkan oleh Grego dan mengartikannya dalam pikirannya. Jadi ada seseorang yang telah mencelakai Eva hingga dia harus menderita seperti sekarang ini?


Joe bangkit dari tempatnya. Didekatinya dinding kaca pemisah antara mereka dengan Eva. Lalu dia berkata dalam benaknya yang ditujukannya kepada Eva, " Maafkan aku Va, aku telah melukai hatimu. Tapi aku berjanji tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu lagi. Aku bersumpah pada diriku sendiri, aku akan membalas penderitaanmu kepada mereka yang telah menyakitimu." rintihnya dalam hatinya yang perih dan luka.

__ADS_1


.


__ADS_2