
Sudah beberapa minggu berlalu, Kevin dan Gia tak lagi saling menyapa. Semenjak peristiwa tempo hari Kevin memang sengaja menghindari Gia karena permintaan Gia waktu itu. Sebagai tanda penghormatannya kepada Gia dan tidak ingin mengecewakan gadis itu dengan terpaksa dia menurutinya. Meski hatinya sedikit tersiksa karena harus menahan rindu yang tak tertahankan.
Gia sebenarnya memiliki perasaan yang sama. Hanya saja dia masih bisa mengontrol dirinya agar tidak terbawa perasaan. Sebagai perempuan mungkin wajar jika Gia lebih menggunakan perasaan tapi Gia lebih memilih untuk menggunakan logikanya.
Seperti biasanya Kevin bersama dengan sahabat-sahabatnya sedang nongkrong di lobi kampus setelah selesai kelas akhir. Perbincangan mereka terlihat serius sesekali diselingi oleh tawa canda, mungkin ada diantara mereka yang sedang bercerita tentang kisah lucu sehingga membuat mereka tertawa ngakak begitu. Gia yang juga baru selesai kelas bersama dengan teman-temannya berjalan melewati tempat itu. Tanpa sengaja mata Kevin menangkap wajah Gia yang melintas di hadapan mereka tanpa menoleh sedikitpun ke arah mereka. Padahal gadis - gadis yang lain tidak mau melewatkan kesempatan untuk memandangi cowok-cowok keren idola kampus mereka. Jarang-jarang mereka bisa berkumpul bersama seperti ini.
Kesempatan yang langka tak pantas untuk dilewatkan begitu saja. Tapi lain halnya dengan Gia. Tak sedikitpun matanya melirik ke arah mereka. Pandangannya lurus menatap ke depan. Tidak terpengaruh sedikitpun dengan suasana yang sebenarnya cukup menarik untuk dipandang di siang hari yang gerah seperti ini. Bagi gadis - gadis yang lain suasana ini sedikit menyegarkan di tengah cuaca panas dan gerah seperti saat ini.
Kevin tak melepaskan pandangannya dari wajah Gia yang terus melangkah seakan tak perduli dengan dunia disekitarnya. Ahh, apakah hati gadis ini sedang membatu sehingga tidak bisa merasakan sedikitpun aura kerinduan dari seseorang untuknya di tempat itu? Teman-teman Kevin yang lain memperhatikan arah pandangan Kevin yang sedang memandang ke arah lain. Dan ketika mereka perhatikan siapa yang telah mengalihkan pandangan dunianya Kevin saat ini, mereka sangat mengerti dan bisa merasakan apa yang sedang dirasakan oleh sahabat mereka itu.
Lihatlah tatapan matanya yang penuh dengan kerinduan dan cinta itu. Dia benar-benar berjuang untuk tetap menahannya dalam hatinya. Meski sebenarnya hatinya sangat bergejolak antara ingin segera berlari dan menemui Gia, memeluk gadis pujaan hatinya itu yang sudah begitu lama dirindukannya. Atau tetap menahan perasaan-perasaan yang berkecamuk dalam hatinya itu.
Namun Kevin tidak bisa lagi harus berpura-pura. Kesabarannya sepertinya tak lagi mampu menahan dirinya. Kevin beranjak dari tempatnya. Dengan cepat kakinya melangkah mengejar Gia. Beberapa langkah dibelakang Gia Kevin memanggil namanya.
" Gia! Dengan refleks Gia berbalik. Langkahnya seketika berhenti.
__ADS_1
" Kevin!" sambut Gia tak menduga jika Kevin ada dihadapannya sekarang ini.
Dan yang terjadi selanjutnya, Kevin langsung memeluk Gia tanpa lagi meminta persetujuan Gia memperbolehkannya untuk memeluk dirinya. Gia yang sontak kaget namun tak berniat sama sekali untuk melepaskannya. Karena pada dasarnya di lubuk hati terdalamnya Gia pun merindukan pria itu. Hanya saja karena janjinya kepada keluarganya untuk menghindari pria itu terlebih keluarganya. Dan Gia tak bisa melawan kehendak hatinya untuk tidak membalas pelukan Kevin.
Varen yang melihat kejadian tersebut hanya tersenyum dan berkata kepada dirinya sendiri,
" Sekeras apapun hatiku berusaha untuk mendapatkan hati Gia, semesta tidak akan pernah merestuinya. Sepertinya mereka berdua memang ditakdirkan untuk bersama!"
Varen pun memilih untuk pergi. Kehadirannya tidak memberikan efek apapun diantara cinta mereka berdua. Atau bisa saja dia hanya sekedar pengganggu bagi keduanya. Lagi pula tentu tak mengasyikkan melihat kedua insan itu saling meluapkan rasa cinta mereka. Rasanya akan sedikit menyakitkan ketika orang yang kita sayangi beradu kasih dengan orang lain.
Kevin lalu melonggarkan pelukannya. Ditatapnya wajah manis Gia yang selalu memenuhi hati dan pikirannya. Baru pertama kalinya Kevin mengalami perasaan yang sulit untuk dikontrolnya karena seorang Gia.
" Aku mengerti dan bisa merasakannya. Karena aku pun mengalaminya.!" ucap Gia memberikan peneguhan kepada Kevin.
Tentu saja mendengar perkataan Gia membuat Kevin terlihat bahagia. Sekalipun mereka tak bisa membohongi hati dan perasaan mereka tapi Kevin maupun Gia tak bisa hanya menuruti apa keinginan hati mereka. Karena mereka tidak ingin menjadi pribadi yang egois yang hanya memikirkan kebahagiaan mereka sendiri. Memang benar jika kebahagiaan sendiri itu harus lebih diperhatikan. Hanya saja jika kebahagiaan kita merugikan orang lain tidakkah itu hal yang egois.? Cinta yang egois tentu saja tidak memberikan kebahagiaan bagi siapapun.
__ADS_1
" Gi, mungkin untuk sementara ini kita tidak bisa menunjukkan apa yang sedang kita rasakan dalam hati kita saat ini. Tapi aku sendiri akan berusaha untuk tetap menjaga cinta diantara kita berdua. Dan aku berharap kamu bisa memahaminya.!" ucap Kevin meyakinkan Gia akan perasaan hatinya kepada Gia.
" Aku sangat mengerti maksud perkataan mu. Aku pun berharap jika semuanya bisa baik-baik saja! ucap Gia mendukung ucapan Kevin.
" Apakah salah jika kita tetap menjalani pertemanan kita ini dengan cinta? tanya Kevin kembali meyakinkan dirinya dan juga Gia.
" Aku juga tidak bisa memutuskan apakah ini benar atau salah. Hanya saja aku berharap jika cinta ini jangan menyakiti siapapun juga.!" ujar Gia.
Senyum Kevin terlukis di wajah tampannya. Entah dosa apa yang telah mereka lakukan di masa lampau sehingga mereka harus mengalami ujian cinta yang menyakitkan seperti ini. Kevin kembali memeluk Gia. Kali ini lebih erat dan hangat. Setidaknya kerinduan hatinya sedikit terobati. Dipeluknya erat dan semakin erat. Seakan enggan untuk melepaskannya. Dan aksi mereka berdua akhirnya menjadi bahan tontonan mahasiswa-mahasiswi yang lalu lalang di tempat itu. Setidaknya netra mereka terhibur dengan tontonan yang cukup menarik seperti sedang menyaksikan drama Korea atau drama China romantis.
Kevin maupun Gia malah tidak perduli. Biarlah dunia memandangi mereka dengan tatapan aneh. Biarlah mereka menjadi penonton yang mungkin akan menjadi bagian untuk mengkritik, mengkomentari, atau ada beberapa pihak yang menilai atau juga menghakimi menurut penilaian mereka sendiri.
Tapi lihatlah langit nampak begitu cerah, biru dan hangat. Angin bertiup semilir. Orang - orang sibuk dengan rutinitas mereka masing-masing. Ada yang sibuk dengan dunianya sendiri, ada juga yang sibuk mengurusi kehidupan orang lain. Kevin dan Gia pun tak perduli dengan dunia orang lain disekitarnya saat ini.
Biarlah kebahagiaan menghampiri mereka untuk saat ini. Kebahagiaan yang tak perlu untuk mereka sembunyikan dari semesta ini. Berbagi kebahagiaan bukanlah suatu kesalahan. Jadi biarlah kebahagiaan ini juga bisa dirasakan oleh mereka yang rindu untuk bahagia atau mungkin untuk mereka yang terkadang lupa untuk bahagia.
__ADS_1
Sedangkan Varen dalam kesendirian, menikmati kebahagiaannya tanpa orang lain. Di awal Varen sempat merasa tenang karena mengetahui jika dirinya adalah pria yang pertama disukai oleh Gia. Dia mengira jalannya akan lebih mulus untuk bisa mendapatkan Gia. Namun siapa menyangka jika rasa suka itu bisa berubah. Dan dia harus merelakan jika sahabatnya sendiri adalah rival hatinya untuk memperebutkan hati seorang gadis yang tulus yaitu Gia. Cintanya tak cukup hebat untuk mengikat hati Gia. Yaahh. Relakan sudah. Apakah masih ada gadis di luar sana yang bisa mengisi hatinya dengan nyaman dan tulus seperti yang dirasakannya dari Gia?
Mungkin akan ada cinta yang lain tapi takkan pernah sama dengan cinta yang dimiliki oleh Gia. Karena takkan pernah sama. Setiap orang memiliki rasa cinta yang berbeda-beda. Tergantung dari cara kita mensyukurinya seperti apa. Ataukah kita hanya terkadang suka mengeluh dan memprotes karena tidak sesuai dengan harapan kita? Selama kita yakin jika Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik dan tepat untuk diri kita maka kita pasti akan bahagia dan selalu bersyukur untuk semua anugerah itu.