Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Istri atau Sekedar Pendamping


__ADS_3

Joe yang merasa biasa saja tak pernah berpikir bagaimana dengan perasaan sang istri. Baginya itu hanyalah hal yang biasa saja. Joe bersikap sama seperti disaat dia belum menikah. Joe lupa jika keberadaan istrinya tentu akan mengubah banyak hal dalam kehidupannya. Sayangnya Joe tak menyadari akan hal itu. Dan tanpa Joe sadari secara diam-diam Joe telah menciptakan belati yang akan menusuk dirinya sendiri.


Bulan madu yang sudah direncanakan pun tiba waktunya. Joe tetap mengajak Grego, Eva, Gio dan Gia ikut bersama mereka untuk liburan sekaligus bulan madu. Meski Grego dan keluarganya sedikit keberatan tapi karena Joe memaksa mereka untuk tetap ikut, Grego pun terpaksa menuruti keinginan Joe. Xhena yang tidak berkomentar apapun hanya bisa menurut kehendak Joe. Meski dalam hatinya sangat tidak menyukainya, Xhena berpura-pura senang dan bahagia. Tapi Joe tidak bisa menyadari sama sekali.


Joe sama sekali tidak bisa melihat dan merasakan apa yang dirasakan oleh isterinya tersebut. Mungkin karena mereka belum mengenal lebih dalam dan perkenalan mereka memang cukup singkat.


Tepat hari ini, mereka akan berangkat liburan sekaligus bulan madu. Eva sudah mempersiapkan kebutuhan suaminya yang harus dibawanya. Gia dan Gio juga sudah menyiapkan keperluan masing-masing. Sedangkan Joe, tentu saja disiapkan oleh sang istri.


" Mas sudah pesan taksi ke bandara kan? tanya Eva mengingatkan suaminya itu.


" Oh iya, hampir lupa. Tapi Joe dan Xhena sudah datang belum?


" Om Joe dan Tante Xhena belum datang Yah! jawab Gia.


" Kenapa mereka belum datang. Kita harus segera berangkat ke bandara kalau tidak kita bisa telat dan ketinggalan pesawat! ujar Bunda Eva.


Grego melirik jam dipergelangan tangannya. Waktu mereka tinggal satu setengah jam lagi sebelum take off. Padahal perjalanan ke bandara setidaknya membutuhkan waktu 20 menit belum lagi jika macet di jalan.


Grego mengambil ponselnya, mencari nomor kontak Joe kemudian menghubunginya. Panggilan dengan nada dering masuk. Namun setelah beberapa kali berdering tak juga diangkat oleh Joe.


" Kemana perginya Joe. Kenapa panggilanku tidak dijawabnya. Jangan bilang dia lagi mencuri kesempatan untuk bercumbu dengan istrinya itu! Bisik Grego pada dirinya sendiri.


Grego kembali menghubungi nomor Joe tapi tetap juga tak diangkatnya. Grego semakin cemas. Disaat-saat penting seperti ini Joe masih saja membuat orang lain khawatir.


" Ada apa Mas? tanya Eva melihat kecemasan di wajah suaminya itu.

__ADS_1


" Joe tidak bisa dihubungi! jawab Grego.


" Gio,! panggil Eva.


" Ya Bunda! jawab Gio.


" Tolong kamu pergi ke rumahnya Joe. Coba cek apa yang sedang terjadi. Karena ayahmu dari tadi hubungi Joe tapi tidak diangkatnya! kata Bunda Eva.


" Baik Bunda!


" Kak aku ikut! pinta Gia.


" Yuuk. Kamu temani kakak!


Gio dan Gia pergi melihat keadaan Joe untuk memastikan tidak terjadi apa-apa. Karena jarak rumah mereka tidak terlalu jauh, jadi cukup hanya dengan berjalan kaki saja. Sesampainya di rumah Joe pintu terlihat terbuka. Gio dan Gia langsung masuk saja. Namun beberapa langkah melewati pintu terdengar suara ribut dari dalam kamar.


Maka mereka pun diam-diam meniggalkan rumah itu. Jangan sampai Joe tahu akan kedatangan mereka. Gio pun menceritakan apa yang telah mereka dengarkan di rumah Joe. Tentu saja Eva dan Grego terkejut dan kaget. Mereka sama sekali tak menyangka akan terjadi hal seperti ini. Sudah tentu mereka tak punya lagi hasrat untuk pergi liburan bersama. Saat mereka sedang dalam kekalutan memikirkan hubungan rumah tangga Joe, Joe tiba-tiba muncul dengan ekspresi ceria. Seolah tak terjadi apa-apa.


" Hey, apa kalian sudah bersiap-siap. Kita harus segera buru-buru, kalau tidak kita akan ketinggalan pesawat! Joe tersenyum menyembunyikan persoalan yang sedang dialaminya.


" Xhena mana Joe? tanya Eva.


" Oh maaf ya. Mendadak Xhena kurang enak badan, jadi dia terpaksa tidak ikut liburan bersama kita.! kata Joe mulai menutupi kebenarannya.


" Lalu kenapa kita harus pergi jika Xhena tidak bisa pergi? Liburan ini kan khusus untuk kalian berdua bukan untuk kami.! kata Grego.

__ADS_1


" Tapi kan tiketnya sudah ada. Sayang kalau tidak jadi pergi. Kalau hanya hangus satu saja kan tidak masalah! ucap Joe begitu entengnya.


" Joe, kamu tidak boleh mengabaikan istri kamu seperti itu. Harusnya kamu lebih memikirkannya, lebih perhatian kepadanya. Bukan malah memikirkan kami! tegas Grego menasehati sahabat sekaligus saudaranya itu.


" Aku kecewa sama kamu Joe. Kamu sudah menyakiti hati istri kamu dengan tindakanmu seperti ini. Dia pasti sangat sedih melihat suaminya yang tidak peduli dengan dirinya.! kata Eva dengan perasaan yang sedih.


Joe terdiam. Tak tahu harus berkata apa. Mungkin dia memang bersalah dalam hal ini. Tapi bagaimana mungkin dia bisa mengabaikan Grego dan keluarganya semudah itu mengingat selama ini dia hidup bersama dengan mereka. Suka dan duka, penderitaan dan kebahagiaan mereka lalui bersama-sama. Seharusnya istrinya bisa memahaminya dan memakluminya.


" Joe, sekarang Xhena adalah bagian dari hidupmu. Seumur hidupmu akan kau lewati bersamanya. Namun bukan berarti kami bukan keluarga kamu lagi. Kita tetap keluarga, sampai kapanpun itu. Tapi sekarang yang menjadi prioritas dalam hidupmu adalah istrimu. Xhena. Dan kami akan selalu mendukung dan melindungimu Joe! Eva memberikan pencerahan sekaligus peneguhan kepada Joe agar mampu berpikir melihat situasinya.


" Aku tidak tahu harus berbuat apa dan bagaimana sekarang. Aku bingung.! Joe nampak seperti orang linglung, kebingungan dan tidak tahu harus berbuat apa.


" Sekarang kamu pulang dan minta maaf kepada Xhena. Jangan sampai masalah ini berlarut-larut dan membuat hubungan kalian memburuk! nasehat Eva mengingatkan sahabat sekaligus saudara terbaiknya itu.


" Ya, baiklah. Aku pergi kalau begitu. Sayang sekali tiketnya jadi hangus.! ucap Joe masih sempat-sempatnya memikirkan tiketnya yang hangus. Joe pun kembali ke rumahnya dengan perasaan yang kacau balau campur aduk. Sedih dan kecewa tentu saja. Tapi apa boleh buat sudah terjadi dan harus dihadapi olehnya.


Sepeninggalan Joe, Grego dan Eva berbicara mengenai keadaan rumah tangga sahabat sekaligus saudara bagi mereka.


" Sepertinya kita harus melakukan sesuatu untuk membantu Joe dan Xhena mas!


" Iya, kamu benar sayang. Joe tidak bisa dibiarkan seperti ini terus. Seharusnya dia lebih memikirkan perasaan Xhena sebagai istrinya. Bukan malah selalu bergantung kepada kita. Bagaimanapun mereka sekarang adalah keluarga.! dukung Grego.


" Iya mas. Kasihan Xhena. Dia pasti menjaga perasaannya sendiri dihadapan kita. Padahal mungkin dia ingin menyampaikan apa yang ada dalam hati dan pikirannya. Hanya saja demi menjaga hubungan kekeluargaan diantara kita dengan Joe dia harus memendamnya sendiri.! ucap Eva yang sangat mengerti perasaan wanita itu.


" Iya sayang. Kata-katamu memang benar. Joe harus bisa memberikan lebih banyak perhatian dan cintanya kepada istrinya itu. Apapun alasannya dia tidak boleh menomorduakan istrinya hanya demi sebuah pengakuan agar kita menerima apa saja yang dilakukannya untuk kita! ucap Grego dengan bijak.

__ADS_1


" Baiklah. Sekarang, itu adalah tugas mas untuk menyampaikannya kepada Joe. Sebagai sesama pria, pasti pembicaraan kalian akan lebih akrab.! ucap Eva dengan bergaya seperti seorang bos memberikan tanggung jawab untuk anak buahnya.


" Baiklah istriku sayang.! selesai berkata demikian Grego langsung mencium kening Eva dengan romantis dan mesra.


__ADS_2