
Ternyata tak semudah membalikkan telapak tangan. Xhena terlanjur merasa sakit hati dan terabaikan. Meski Joe telah meminta maaf berulangkali tidak serta merta membuat hatinya luluh dan memaafkannya begitu saja. Xhena mulai bersikap acuh tak acuh. Joe semakin bingung tak tahu harus bagaimana. Ingin bercerita kepada Grego dan Eva namun dia ragu apakah itu cara yang tepat atau malah akan memperparah keadaan. Namun Joe juga tidak tahan harus berlama-lama dalam keadaan yang menyedihkan seperti ini.
Bukankah dari awal pernikahan ini Joe mengharapkan kebahagiaan. Tapi kebahagiaan apakah seperti ini? Yang ada malah kebencian. Joe yang mulai merasa frustasi merasa tidak sanggup lagi untuk bertahan seperti ini memilih untuk meminta bantuan kepada Via. Sendiri rasanya sungguh berat. Dan juga dia tidak ingin selalu merepotkan Grego dan Eva dengan masalah yang dihadapinya.
Joe pun menghubungi nomor Via yang untungnya masih tersimpan di ponselnya. Dering pertama lalu dering kedua dan dering ketiga baru terdengar jawaban dari seberang.
" Ya halo! sapa Via.
" Halo Via! balas Joe.
" Ini Joe ya? tanya Via.
" Iya, ini aku Joe!
" Ohh. Apa kabar Joe. Tumben kamu menghubungi aku! tanya Via yang sedikit heran karena Joe tiba-tiba menghubunginya.
" Maaf, kalau mungkin aku mengganggu kamu. Apa kamu lagi sibuk? Joe terdengar kurang enak hati menyampaikan maksudnya.
" Tidak. Aku lagi tidak sibuk kok.!
" Aku ingin membicarakan sesuatu dengan kamu. Kamu ada waktu nggak? tanya Joe tanpa berbasa-basi lagi. Meski Via merasa sedikit aneh dengan permintaan Joe tapi hati kecilnya seakan enggan untuk menolaknya.
" Oke baiklah. Kita ketemu dimana, aku akan langsung kesana! jawab Via mengiyakan.
" Terima kasih Vi. Aku akan kirim alamatnya. Sampai ketemu nanti!
" Okey. Sampai ketemu nanti.! Via menutup telponnya. Joe lalu mengirimkan alamat tempat mereka bertemu.
Tidak sampai 1 jam kemudian, Via sudah tiba di alamat yang Joe kirimkan kepadanya. Dan Joe sudah menunggunya disana. Sebuah cafe yang biasanya Joe kunjungi jika dia ingin menikmati kesendiriannya sambil mencicipi kopi pahit favoritnya.
" Hai Joe! sapa Via setelah baru tiba dan melihat Joe yang duduk sendirian. Joe bangkit berdiri dan menyambut kehadiran Via.
" Hai Vi, mari silahkan duduk! Joe mempersilahkan Via dengan sikap yang hangat dan lembut. Memberi rasa nyaman bagi Via.
__ADS_1
" Mau pesan apa Vi? tanya Joe.
" Apa aja! sambut Via.
Joe memanggil waitress dan memesan dua gelas cappucino dan beberapa cemilan.
" Ada apa Joe? Tumben tumbenan kamu ingin mengajak aku ketemuan.! tanya Via karena penasaran dengan sikap Joe yang tiba-tiba itu.
" Aku butuh teman mengobrol. Dan aku tidak tahu harus berbicara dengan siapa? Aku hanya teringat dengan kamu karena itu aku mencoba menghubungi kamu! ucap Joe jujur.
" Masalah apa yang membuatmu segalau itu? Tapi by the way selamat untuk pernikahanmu. Pesta kemarin aku belum sempat ucapkan selamat! ucap Via.
" Terima kasih. Sebenarnya aku bingung harus memulai ceritanya dari mana! Joe terlihat tak bersemangat.
" Ada masalah apa? Sepertinya begitu berat sehingga kamu nampak tidak bersemangat gitu.! tebak Via.
" Sebenarnya ini masalah pernikahan kami! Joe berusaha untuk lebih terbuka.
" Kenapa dengan pernikahan kalian? Via pun jadi semakin penasaran.
" Sorry ya Joe, tapi aku akan menjawabnya menurut pemikiranku sendiri. Jika seandainya aku ada diposisi istri kamu, mungkin aku juga akan bertindak demikian. Bagaimana mungkin aku bisa tenang jika suamiku lebih memperhatikan orang lain dari pada istrinya. Seharusnya yang menjadi prioritas itu istri kamu bukan orang lain sekalipun itu keluarga kamu sendiri.! ucap Via cukup panjang lebar.
Mendengar perkataan Via, Joe semakin merasa bersalah. Karena memang sikapnya selama ini pasti telah menyakiti istrinya. Sebagai perempuan, meski dia terlihat kuat tapi hatinya rapuh.
" Aku memang salah, kurang perhatian dan tidak mengerti isi hatinya. Tapi aku sudah meminta maaf berkali-kali, dia tidak mau memaafkanku! sesal Joe.
" Apa pendapat Grego dan Eva mengenai persoalan ini? tanya Via.
" Aku belum cerita dengan mereka. Sudah terlalu banyak aku merepotkan mereka. Jadi aku berusaha untuk tidak mengganggu mereka untuk sementara ini! ujar Joe.
" Tapi kamu harus cerita, bagaimanapun mereka sudah menjadi bagian dari keluargamu kan! Bagaimana pun jika mereka suatu waktu tahu kamu sedang bermasalah dan mereka tidak bisa membantu, mereka akan sangat kecewa.! Nasehat Via.
Joe terdiam, tertunduk kebingungan. Dia berpikir setelah pernikahan ini hidupnya akan lebih bahagia. Penderitaannya dulu akan berakhir. Namun ternyata tak seindah yang dibayangkan olehnya.
__ADS_1
" Kenapa selalu saja penderitaan ini tidak berkesudahan? Ujian apalagi yang harus kulewati kali ini?
Via pun tak tahu harus mengucapkan kata apa lagi. Mengingat kisah mereka yang dulu yang juga menyakitkan. Dan sebagian besar diakibatkan oleh dirinya sendiri. Meski kini Via sudah berubah tetap saja stigma buruk tentang dirinya masih melekat dalam dirinya. Hanya saja kini dirinya lebih dewasa dan bijaksana. Sehingga mampu lebih tenang ketika menghadapi suatu masalah.
Dan kini Joe sosok yang memberi pengaruh terbesar dalam hidupnya sedang mengalami problematika hidup yang terbilang tidak rumit tapi juga tidak mudah. Dia pun bingung harus memberi wejangan atau nasehat seperti apa, karena jika dirinya yang dihadapkan dengan masalah ini belum tentu dia juga bisa mengatasinya.
Sementara itu, Grego dan Eva yang sedang duduk berdua di meja makan juga saling bercerita.
" Sayang, beberapa hari ini sejak hari dimana kita gagal pergi liburan, Joe tidak pernah lagi datang ke rumah kita. Ada apa ya? Selama beberapa hari ini Grego memang memperhatikan jika Joe tidak muncul-muncul lagi. Entah apa yang sedang terjadi,
" Iya mas, aku juga sudah telvon ke nomornya tapi tidak diangkat. Apa ada masalah besar ya Mas? Tanya Eva khawatir.
" Semoga tidak. Semua pasti baik-baik saja! ucap Grego menenangkan hati dan pikirannya serta istrinya itu.
"Tapi aku masih belum tenang mas. Nanti aku hubungi Joe lagi. Kalau perlu aku akan berkunjung ke rumah mereka. Apapun yang terjadi hatiku baru akan tenang jika melihatnya langsung dan mendengar sendiri dari mereka! ucap Eva.
" Ada apa Bunda? Om Joe kenapa? tanya Gio yang tiba-tiba muncul.
" Ayah dan Bunda juga tidak tahu. Om Joe mu tidak ada berita sama sekali sejak beberapa hari yang lalu. Itu sebabnya Ayah dan Bunda sedikit khawatir! jawab Eva.
" Apa perlu jika Gio pergi ke rumah Om Joe dan melihat situasinya disana? usul Gio.
" Jangan sayang. Tidak perlu. Kalau memang terjadi sesuatu Om Joe pasti akan merasa sedih! Eva mengingatkan.
" Kamu tidak perlu terlalu memikirkan masalah Om Joe. Nanti Ayah dan Bunda yang akan mencoba membantu Om mu itu! ucap Grego.
" Baiklah Ayah, Bunda. Kalau begitu Gio mau pamit dulu. Gio ada janji sama teman! pamit Joe.
" Adikmu Gia kemana? tanya Eva.
" Sepertinya ada di kamarnya Bund, sejak tadi belum keluar kayaknya. Ada dikamar terus! jawab Gio.
"Baiklah kalau begitu. Hati-hati ya sayang! ucap Eva dengan penuh perhatian.
__ADS_1
" Oke Bund. Gio pamit. Dah Ayah, dah Bunda.! Gio pun pamit. Lalu kini tinggál Grego dan Eva.