Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Sebuah Rahasia.


__ADS_3

Setelah menjauh dari Kevin dan tak ada tanda-tanda jikalau pria itu akan muncul lagi, Varen pun memberanikan dirinya mencoba bertanya kepada Gia apa yang sedang terjadi diantara mereka. " Gia, akhir-akhir ini kamu kok menghindari Kevin. Ada apa dengan kalian berdua, apa yang terjadi? Kalian berantem seperti ini malah aku yang jadi pusing memikirkannya."


Gia lalu duduk di bangku yang ada di taman kampus. " Aku juga bingung harus bagaimana.!" keluh Gia dengan wajah memelas sedih.


" Sebenarnya kalian itu ada apa sih.?" Varen bingung melihat kedua insan Tuhan yang sedang bermasalah itu. Meski dia tidak tahu apa masalah yang sedang mereka hadapi.


Langit yang mendung seakan mewakili perasaan hati Gia dan Kevin. Semesta kali ini tak berpihak kepada mereka. Gia terdiam tak mampu untuk menjawab dan bercerita sebab musababnya. Tidak ada yang salah di antara mereka berdua, tetapi takdir di masa lalu telah menjadi penghalang yang mungkin tidak akan bisa mereka runtuhkan.


" Apa masalah kalian berdua tidak bisa dibicarakan baik-baik?" Varen mencoba memberikan solusi yang terbaik untuk keduanya. Dan Gia hanya menjawabnya dengan gelengan kepala.


" Tapi aku masih bingung dengan masalah kalian berdua. Sehingga aku tidak tahu harus mengatakan apa!" Varen akhirnya menyerah pasrah untuk tidak terus memaksa Gia bercerita kepadanya. Walau bagaimanapun, Gia berhak untuk tidak mengatakan apa-apa. Mungkin ini sebuah rahasia yang tak dapat diceritakan kepada orang lain.


Sedangkan Kevin dengan hati yang cukup terluka dan tersakiti karena sikap Gia yang sangat berubah kepadanya. Karena dia merasa tidak melakukan kesalahan apapun kepada gadis itu. Seingatnya tak satupun perkataan atau perbuatannya yang menyakiti hati gadis itu. Tapi kenapa tiba-tiba saja Gia merubah sikapnya seolah-olah Kevin telah melakukan kesalahan yang amat besar dan tak termaafkan baginya.


Kevin duduk merenung di sebuah taman yang ramai dikunjungi pasangan-pasangan muda yang sedang di mabuk cinta. Melihat pasangan yang beradu kemesraan bukan hanya membuatnya merasa iri dan cemburu tetapi juga kecewa. Kecewa karena harapan dan keinginannya untuk dapat menikmati masa saat-saat bahagia seperti mereka itu tidak akan terwujud. Belum saja dia sempat untuk mengalaminya dengan gadis yang disukainya, gadis itu malah kini mulai menjauhinya.

__ADS_1


Mungkin pepatah ini cocok disematkan untuknya, " Bagaikan pungguk merindukan bulan." Saat ini cinta Gia adalah suatu yang sulit untuk diraihnya. Tidak hanya sulit, tetapi juga mungkin tidak akan pernah bisa diraihnya. Padahal baru beberapa saat saja dia merasakan kebahagiaan saat-saat bersama dengan Gia. Dan disaat lagi sayang-sayangnya, disaat hatinya baru merasakan betapa indahnya bila sedang jatuh cinta.


Namun semuanya itu pupus sudah. Layu sebelum berkembang. Sepertinya Kevin harus mengubur dalam-dalam perasaan cintanya untuk Gia. Tapi hati kecilnya seakan menolak untuk menyerah begitu saja. Apakah salah mempertahankan sesuatu yang menjadi kebahagiaan dalam hidupnya?


Untuk pertama kalinya dalam hidupnya Kevin sungguh merasakan jatuh cinta yang begitu mendalam. Cinta yang begitu tulus dan jujur. Namun mengapa justru di saat ini cintanya harus diuji. Haruskah hatinya mengalami perihnya cinta yang tak terbalas sebelum dirinya mengecap indahnya cinta.?


Mungkin yang disesali olehnya saat ini adalah mengapa mereka dulu bertemu jika harus berpisah secepat ini. Mengapa harus mengikat suatu hubungan meski hanya pertemanan jika kini harus mengingkari. Mengapa dan mengapa?


Kevin benar-benar merasakan sakit yang tak terkatakan. Padahal hubungan mereka belum begitu mendalam. Bagaimana jika seandainya mereka sudah terikat sebuah hubungan yang erat, pasti sakitnya akan lebih pedih dari pada saat ini.


Kevin menundukkan tubuhnya, sambil memejamkan matanya. Kalau bukan karena merasa gengsi dan menjaga imej, dia sebenarnya ingin menangis menumpahkan kesedihan hatinya. Tapi harus ditahannya. Meski rasanya sesak dan berat.


Melihat kondisi Kevin yang begitu menyedihkan, hati Gia sebenarnya tidak tega. Tapi dia juga tidak tahu harus berbuat apa. Gia tidak ingin mengecewakan orang tuanya. Gia teringat pesan ayah Grego dan Om Joe kepadanya malam itu.


^^^Flashback... ^^^

__ADS_1


Malam itu ketika Gia curhat mengenai keluarga Kevin, ayah Grego dan Om Joe akhirnya menceritakan sedikit tentang keluarga itu. Meski tidak keseluruhannya, tapi Gia bisa mengerti jika keluarganya tidak ingin berhubungan dengan keluarga Kevin. Masa lalu yang buruk meninggalkan luka yang cukup mendalam. Meski sudah berusaha untuk dilupakan, namun jangan sampai terhubung kembali.


" Gia sayang, mungkin kamu tidak akan memahami kejadian di masa lalu. Ayah, Bunda dan juga Om Joe, hanya berharap jangan sampai kamu dan Kakak kamu Gio terbayang-bayang dengan kejadian buruk di masa lalu. Cukup hanya kami yang mengalaminya. Meski Kakak mu Gio sudah menjadi korban di masa lalu.!"


Mendengar penjelasan dari ayahnya itu, Gia berusaha menjadi anak yang lebih patuh dan menurut kepada orang tuanya. Mungkin terasa berat, karena masalah tersebut hanyalah urusan orang tua mereka. Hanya saja sebagai anak mereka tidak ingin menjadi anak durhaka.


Kemudian Joe juga menyampaikan pendapatnya. Dengan harapan Gia maupun Gio bisa menentukan pilihan yang tepat untuk hidup mereka, tetapi tidak menyakiti pihak manapun.


" Gia sayang, Om sendiri berharap kamu bisa memutuskan mana yang benar, mana yang terbaik, mana yang salah. Kita semua tidak ingin menjadi orang tua yang terkesan otoriter, memaksakan kehendak kepada anak-anaknya. Karena Ayah, Bunda maupun Om mengerti jika masa lalu adalah urusan di masa lalu. Tak ada hubungannya di masa sekarang. Tapi kita juga tidak ingin peristiwa masa lalu terjadi kepada kalian di masa depan. Sekalipun kita sudah berusaha melepaskannya dan melupakannya, tapi kita tidak tahu bagaimana dengan mereka."


" Jadi Ayah mu dan juga Om, bukannya melarang kamu berhubungan atau berteman dengan Kevin ataupun Keenan. Tapi kamu pasti mampu memilah mana yang terbaik. Dan pilihan apapun yang kamu ingin lakukan kita semua akan berusaha mendukungnya. Kita hanya ingin kebahagiaan bagi kalian, bagi kita, bagi semuanya." Joe mengakhiri perkataannya.


Flash off.....


Gia menarik napas panjang. Memang pilihan yang berat tetapi harus memilih. Semua demi kebaikan bersama. Karena dalam hidup ini tidak semuanya harus bisa kita miliki. Bahkan kita harus berani melakukan pengorbanan. Mungkin akan sedikit menyakitkan, luka itu pasti dan kesedihan itu tak dapat dilenyapkan begirut saja. Tapi semua itu akan memberi keberanian untuk belajar menghadapi setiap persoalan yang datang dalam hidup kita. Dan kelak menjadi pengalaman yang sangat berharga untuk menghadapi persoalan yang tidak dapat kita tebak kapan akan datang, seperti apa persoalan yang akan kita hadapi.

__ADS_1


Setelah cukup merasa puas melihat Kevin dari kejauhan dan yakin jika Kevin bisa menghadapinya dengan lebih tegar, Gia pun meninggalkan tempat itu. Berlalu dari sana dan berdoa yang terbaik bagi kebahagiaan Kevin dan Keenan. Dan juga untuk kebahagiaannya sendiri.


Kevin yang seakan merasakan kontak bathin memandang kesekelilingnya. Hatinya merasakan jika sepertinya ada yang sedang memperhatikannya dari jauh. Tapi dia tidak tahu siapa gerangan orang tersebut. Hanya hatinya mengatakan jika seseorang ada disana untuknya. Karena suara hati tak mungkin berbohong.


__ADS_2