
Seperti biasa Gio pulang sekolah akan langsung pulang ke rumah diantar dengan bus jemputan khusus dari sekolah.
Tapi hari ini Gio meminta Pak sopir untuk mengantarnya ke kantor Bundanya.
Gio ingin memberikan surprise pada Bundanya karena hari ini adalah hari yang istimewa, hari ulang tahun sang Bunda. Tadi pagi Gio sengaja pura-pura lupa mengucapkan selamat ulang tahun. Eva mengira jika Gio memang lupa karena dia masih kecil.
Bus pun berhenti di depan kantor tempat Eva bekerja. Gio segera turun dan melangkah dengan penuh semangat. Di dalam tas sekolahnya telah disembunyikannya setangkai mawar putih. Tadi pagi dia meminta tolong kepada ibu gurunya untuk membelikannya setangkai mawar putih.
Ini bukan kali pertamanya Gio berkunjung ke kantor Bundanya. Sehingga tidak masalah baginya ketika harus datang sendirian.
Gio memang anak yang pintar. Tidak sulit baginya untuk mengetahui berbagai hal diluar kemampuan anak seusianya.
Gio langsung menuju resepsionis. Sepasang pria dan wanita sedang berjaga disana. Dengan tubuhnya yang pendek Gio berusaha menengadah melihat kedua insan tersebut dan bertanya kepada mereka. Lalu ditatapnya salah satu dari mereka dan mengajaknya berbicara.
"Saya ingin bertemu dengan Bunda. Nama Bunda, Eva Christa Gretel." ucapnya dengan suara mungilnya.
Petugas resepsionis tersebut tersenyum lucu mendengarkan ucapan Gio. Namun juga mereka bingung dengan perkataan Gio. Tapi nama Eva Christa Gretel tidak asing ditelinga mereka. Karena hampir semua penghuni di kantor itu pasti mereka kenal. Hanya saja mereka tidak tahu jika Eva sudah punya seorang anak.
Lalu si Petugas Pria meminta temannya itu untuk mengantarkan Gio ke ruangan yang dimaksud oleh Gio.
Dengan sikap sopan dan ramah si Petugas wanita membawa Gio menemui sang Bundanya.
__ADS_1
Waktu makan siang hampir akan tiba. Eva masih ada di ruangannya. Saat berada di dalam lift Gio mengajak si Petugas wanita tersebut berbicara.
"Tante, ada anak nggk? Tanya Gio.
"Iya, tante punya satu orang putra. Usianya baru 1 tahun." ucapnya menjawab pertanyaan Gio. Petugas wanita tersebut kembali berkata " Kalau kamu umurnya berapa?
" Saya umur 5 tahun tante. Nama saya Gio de Mello. Dipanggilnya Gio." jawab Gio dengan senyuman manisnya.
" Nanti kalau Gio sudah besar, Gio ingin menjaga dan melindungi Bunda. Gio juga ingin membahagiakan Bunda tante karena Bunda adalah segalanya untuk Gio." ucap Gio seperti seorang dewasa.
" Anak pintar, semoga anak tante juga pintar seperti kamu." ucapnya sembari membelai rambut Gio dengan lembut.
Pintu lift terbuka, Gio dan Petugas resepsionis keluar dan melangkah menuju ruangan sang Bunda.
"Gio," panggilnya dengan rasa khawatir.
Melihat Bundanya, Gio langsung berlari dan berusaha memeluk Bundanya tersebut.
Diwajahnya terlukis wajah senyum bahagia.
Eva menunduk dan memeluk putranya itu.
__ADS_1
" Kamu kenapa bisa ada disini? tanya Eva penasaran. Si Petugas resepsionis pun mengundurkan diri setelah melihat keduanya sudah saling bertemu. Tugasnya untuk menjaga keamanan bocah itu sampai di tempat tujuannya sudah terlaksana. Eva membalasnya dengan senyuman ramah kepada si Petugas resepsionis.
Sedangkan Gio segera membuka tasnya dan mengeluarkan setangkai bunga mawar putih lalu menyerahkannya kepada Bundanya itu.
" Selamat ulang tahun Bunda. Gio sayang Bunda. Semoga Bunda selalu sehat dan bahagia sampai Gio dewasa nanti." ucap Gio dengan begitu hangat dan penuh cinta.
Mendengar itu Eva menjadi terharu dan tanpa terasa air matanya menetes membasahi pipinya.
Dari kejauhan Grego melihat pertunjukkan drama yang cukup mengharukan tersebut. Tersungging senyum dibibirnya. Rasanya dia ingin ikut bergabung berbagi kehangatan yang terjadi diruangan itu karena kehadiran dua insan yang begitu saling mencintai.
Para rekan kerja Eva yang menyaksikannya pun ikut berbahagia. Aletta yang juga hampir meleleh hatinya melihat dua sosok yang mengagumkan itu, langsung bereaksi.
Dia pun membuat aba-aba agar yang lain mengikutinya.
Aletta dengan lantangnya memimpin paduan suara dadakan, menyanyikan lagu " selamat ulang tahun...selamat ulang tahun.... bahagia, sejahtera... selamat ulang tahun. " Dan semua kompak bernyanyi bersama.
Siang itu suasana kantor menjadi meriah karena kedatangan Gio yang seakan membawa senyum kebahagiaan. Malaikat kecil itu memang selalu membawa suka cita dan kebahagiaan bagi orang-orang disekitarnya. Kehadirannya bagaikan pemberi semangat dan harapan dalam hidup Eva dan memberi kegembiraan bagi mereka yang dekat dengannya. Bahkan Grego sendiri sangat bahagia sejak pertama kali melihat anak itu. Ada rasa istimewa yang tak mampu dia ungkapkan semenjak mengenal ibu dan anak tersebut. Namun, ada sesuatu rasa yang juga membuatnya takut dan khawatir. Karena kehadiran orang ketiga yang sepertinya akan menjadi saingan baginya untuk mendapatkan perhatian Eva dan Gio. Setelah pertemuannya tempo hari dengan Joe, Grego sudah merasa jika dia akan menjadi rival beratnya untuk mendapatkan cinta dan perhatian dari Eva. Maka Grego sudah mulai berpikir bahwa salah satu cara untuk mendekati Eva, pertama-tama adalah mendekati putranya.
Karena Eva begitu menyayangi putranya itu bahkan melebihi nyawanya sendiri.
Maka dalam hatinya Grego sudah mulai mengumandangkan genderang perang untuk melawan Joe dalam merebut cinta dan perhatian Eva dan Gio.
__ADS_1
Grego sudah bertekad jika dia akan melangkah maju lebih dulu. Ego dan harga dirinya sebagai seorang presidir jika perlu akan disingkirkannya.
Yang terpenting adalah menemukan kebahagiaannya yaitu mendapatkan cinta dan kasih sayang dari Eva dan Joe.