
Gia masuk ke dalam rumah, bersamanya dengan si bocah imut yang diselamatkannya tadi.
" Bunda, Gia pulang! Sapa Gia pada Bundanya yang sedang sibuk di dapur.
" Selamat siang sayang! Jawab Bundanya kemudian berbalik dan melihat ke arah Gia. Dahinya berkerut ketika melihat Gia yang berdiri dengan menggandeng seorang anak kecil di tangannya.
Eva menaikkan alisnya dengan mimik wajah yang seolah-olah bertanya dalam benaknya, "Siapa anak kecil itu?
Gia yang mengerti maksud tatapan sang ibu pun langsung menjelaskannya.
" Bund, tadi Gia nyelamatin bocah ini karena hampir saja mau ditabrak mobil. Tapi Gia tidak tahu siapa orang tuanya dan juga dia tidak tahu tempat tinggalnya dimana! Gia berusaha menjelaskannya kepada Bundanya itu.
" Tidak ada orang tua yang mencarinya kah? Tanya sang Bunda kemudian.
" Tadi sudah lapor ke polisi kok Bunda, tapi katanya belum ada laporan tentang anak yang hilang. Gia sudah tinggalkan nomor telepon Gia, jika nanti ada orang yang mencari anak hilang supaya langsung hubungin Gia segera.! Ucap Gia menenangkan hati Bundanya itu.
" Tapi, gimana kalau nanti kamu malah di tuduh menculik anak orang? Bisa-bisa kamu yang malah dipenjara! Eva mengungkapkan rasa takutnya.
" Bunda nggk perlu takut. Lagi pula Bunda kan yang ajarin Gia untuk selalu membantu orang yang butuh pertolongan.? Ucapnya mengingat nasehat Bundanya itu.
"Iya, Bunda memang mengajarkan kalian untuk membantu orang lain. Bunda senang kalau Gia masih sekali-sekali mengingat nasehat Bunda.! ucap Eva dengan bangga karena didikannya didengarkan oleh anak-anaknya. Kemudian lanjutnya.
" Kalau gitu sini biar ibu mandikan dia dulu. Lihat badannya sedikit kumal begitu.!
Dibawanya bocah itu menuju kamar mandi.
" Gi, tolong kamu carikan baju kecil di kamar kakak kamu. Seingat Bunda Gio masih menyimpan beberapa bajunya waktunya masih kecil.! serunya kepada Gia.
" Iya Bunda.! Gia langsung menuju kamar sang kakak yang memang tidak dikunci.
Eva sedang asyik memandikan bocah imut itu, lalu Grego muncul dengan wajah heran.
" Sayang, kenapa ada anak kecil di rumah kita? Itu anak siapa? Tanyanya bingung.
" Nggak tahu anak siapa. Gia yang bawa. ! jawab Eva.
" Kok bisa sayang? Tanya Grego yang masih tidak puas dengan jawaban istrinya itu.
" Kata Gia, dia tadi nyelamatin anak ini karena hampir ditabrak mobil di jalan raya!
Grego memperhatikan bocah itu dengan teliti. Sama sekali tidak dikenalnya.
"Kok bisa-bisanya ada orang tua yang tidak bertanggung jawab seperti ini.! Terdengar nada marah.
Gia masuk sambil membawa sepasang pakaian anak laki-laki untuk bocah itu.
__ADS_1
" Hai Ayah! Gia memberi salam kepada ayahnya itu.
Bukannya membalas sapaan Gia Grego malah langsung menanyakan asal muasal bocah kecil itu.
" Gi, kamu culik anak orang darimana? Jangan sampai kamu ditangkap dan dipenjarakan dengan tuduhan penculikan anak!
Gia menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Ayah sayang, nanti kalau polisi datang mau menangkap Gia, Ayah kan ada jadi bodyguardnya Gia! ucap Gia bercanda.
" Apa Ayah tega membiarkan Gia ditangkap sama polisi lalu dimasukkan ke dalam penjara?
" Tentu saja tidak dong. Siapa yang berani menyakiti putri ayah yang cantik, Ayah yang akan menghadapinya.! Dengan gagah Grego membanggakan dirinya.
" Ayah memang yang terbaik! Puji Gia membanggakan Ayahnya itu.
Eva yang sibuk memandikan bocah imut itu hanya senyam-senyum melihat tingkah kedua mahluk dihadapannya itu.
Saat mereka sedang asyik bermain dan bercanda sambil membersihkan dan mendandani bocah imut itu, Gio muncul dengan mimik wajah heran dan bingung melihat ada sosok baru di dalam rumah itu.
" Bunda, kenapa ada anak kecil di sini? Anak itu siapa? Tanya Gio penasaran.
" Tuh, tanya sama Gia. Bunda juga tidak tahu!
Gio melirik ke arah Gia dengan tatapan penuh tanda tanya. Gia yang mengerti arti tatapan itu langsung menjelaskannya kepada sang kakak.
Gio menarik napas panjang.
" Kenapa tidak lapor polisi? Siapa tahu keluarganya sudah lapor polisi dan mencari-cari anak itu?
" Dia tidak mau pisah dari Gia.! Ucap Gia memberi alasan.
" Tapi tetap saja dia tidak boleh tinggal begitu saja di rumah kita. Kita bisa dianggap menculik anak orang. Karena itu melanggar hukum. ! Ucap Gio mengingatkan Gia akan akibat dari perbuatannya itu.
" Iya kakak sayang. Gia mengerti.! ucap Gia menenangkan hati kakaknya itu.
Bocah itu kini sudah berpakaian rapi. Dia tampak manis dan tampan. Hidung mancungnya begitu menggemaskan.
" Ternyata baju kakak masih bagus dan cocok dengannya.! sela Bunda Eva. Ketika dilihatnya bocah itu, entah mengapa dia menjadi teringat Gio waktu masih kecil.
Lalu tiba-tiba muncul kepingan-kepingan memori dalam ingatannya tentang kejadian belasan tahun yang lalu. Ketika Gio masih kecil dan kebersamaannya bersama Grego setelah mereka menikah.
Tapi memori itu membuat kepalanya terasa sakit sekali. Eva memegang kepalanya yang terasa nyeri dan sangat menyakitkan sekali.
Gio yang menyadari jika ada sesuatu yang tidak beres pada Bundanya itu langsung memegang bahunya.
__ADS_1
" Bunda.? Bunda kenapa? Kenapa Bunda sepertinya kesakitan sekali? Nampak kekhawatiran di wajah Gio.
Grego pun langsung merangkul istrinya itu.
" Ada apa sayang? Kenapa kamu kesakitan? Apa yang terjadi? Grego yang terlihat sangat khawatir sekali juga nampak ketakutan jika terjadi sesuatu yang buruk pada istrinya itu.
Gia pun ikut khawatir. Wajahnya nampak lebih ketakutan melihat kondisi Bundanya yang tiba-tiba drop seperti itu.
" Bunda kenapa kak? Tanya Gia dengan ketakutannya yang besar. Matanya mulai berkaca-kaca. Jantungnya berdebar kencang dan kegelisahan memenuhi hatinya.
Karena rasa sakit yang begitu menusuk dan Eva tidak dapat menahannya, Eva pun tidak sadarkan diri dan pingsan.
Gio yang kaget lalu memeluk Bundanya itu yang juga masih dalam pelukan Ayahnya.
" Bundaaaa..!! panggilnya untuk menyadarkan Bundanya itu.
Grego yang juga ikut panik mengguncang-guncang tubuh istrinya itu agar sadar dan bangun dari pingsannya.
Gia mulai meneteskan air mata karena ketakutan yang melanda hatinya. Dia merasa takut dan panik jika sampai terjadi sesuatu yang buruk pada Bundanya itu.
Gio pun langsung menghubungi rumah sakit dan menyuruh ambulance untuk segera datang karena nyawa Bundanya sedang dalam bahaya.
Entah apa yang telah terjadi sehingga Eva tiba-tiba merasa kepalanya sakit dan amarahnya tiba-tiba tidak dapat dikendalikan. Sehingga akhirnya dia pingsan.
Grego pun langsung mengangkat tubuh Eva yang tak berdaya dengan dibantu oleh Gio.
Sedangkan Gia membawa bocah itu bersamanya.
Tak berapa lama kemudian, ambulance tiba. Grego langsung menuntun sang ayah untuk membawa Bundanya masuk ke dalam mobil. Mereka semua ikut masuk ke dalam mobil ambulance itu.
Bunyi sirene ambulance menggema membelah jalanan ibu kota yang ramai lalu lalang kendaraan. Wajah-wajah di dalam mobil itu terlihat begitu tegang dan khawatir.
Bagaimana tidak khawatir jika orang yang kita cintai terkapar tak berdaya dan kita hanya bisa menyaksikannya tanpa bisa berbuat apa-apa.
Gia berdoa dalam hatinya semoga Bundanya itu baik-baik saja. Rasa takut akan kehilangan Bundanya membayang dalam pikirannya.
Gio dan Grego pun tak kalah khawatirnya. Ketakutan terbesar mereka saat ini adalah kehilangan Eva. Mereka pernah kehilangan Eva sekali dan itu sangat menyakitkan bahkan membuat mereka hidup menderita selama belasan tahun.
Dan jika sampai itu terjadi lagi maka tak dapat dibayangkan apa yang akan terjadi dalam hidup mereka selanjutnya.
Sehingga sepanjang perjalanan ke rumah sakit, tak henti-hentinya mereka berdoa dan berdoa kepada sang Khalik agar sosok yang sangat mereka sayangi itu dilindungi dan diselamatkanNya. Jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak mereka kehendaki.
Dan bocah imut itu yang sejak tadi melihat rona kesedihan di wajah mereka seakan mengerti dan memahami apa yang sedang mereka alami. Digenggamnya tangan Eva yang dengan kasih sayang dan penuh kelembutan telah memandikan dirinya tadi. Sambil menggenggam tangan Eva bocah itu berdoa dalam hatinya.
" Ya Tuhan, jangan beri mereka air mata kesedihan lagi. Mereka adalah orang-orang baik. Berilah mereka kegembiraan dan kebahagiaan. Amin!
__ADS_1
Dengan doa sederhana itu, dia berharap Tuhan mau mendengarkannya. Karena untuk saat ini hanya itulah yang dapat dilakukannya.