Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Strategi Baru


__ADS_3

Setelah kejadian tempo hari, Joe terpaksa harus istirahat total di rumahnya. Via yang ingin bertemu ditolaknya dengan alasan ada pekerjaan yang harus diurusnya. Sembari memulihkan tubuhnya yang terasa remuk redam, Joe juga memikirkan cara untuk bisa menjebak Angela agar dia mengaku sendiri perbuatannya terhadap Eva.


Karena yang terpenting saat ini adalah pengakuan langsung dari mulut Via. Jika hanya sekedar menuduh, Via pasti punya banyak alasan untuk berkelit agar dapat menyelamatkan diri dan bebas dari hukuman atas perbuatan jahatnya itu.


Setidaknya Joe sudah tahu bagaimana sifat asli seorang Via. Banyak kepalsuan, tipuan, kebohongan yang sudah dilakukan olehnya.


Joe sudah kehilangan simpatik terhadap Via sejak peristiwa penyerangan terhadap Eva. Seandainya Via bisa merubah sifatnya sedikit lebih baik, mungkin Joe akan memberinya satu kesempatan untuk menjadi kekasihnya.


Keesokan harinya....


Joe sedang bersiap-siap ke kantor pagi ini. Dia sudah punya rencana untuk menjebak Via agar dia mau mengakui sendiri kesalahannya.


Sebelum berangkat Joe sudah mengirimkan pesan kepada Via.


"Siang ini kita lunch di tempat biasa ya?


Joe membaca ulang pesan singkat di ponselnya itu. Tergurat senyum simpul dari bibirnya. Tersirat keyakinan jika misinya kali ini akan berhasil.


Di kediaman Grego...


Eva sibuk mempersiapkan kebutuhan kedua pria terkasihnya itu. Grego dan Gio asyik berbincang-bincang di meja makan sambil menunggu sang Bunda menyiapkan hidangan sarapan pagi.


Pagi yang cerah diawali dengan senyum ceria, hati yang gembira, pikiran yang positif maka sepanjang hari hidup akan lebih bahagia dan terasa bermakna.


Selesai sarapan, Eva melepas kepergian kedua pria tersebut ketempat tujuan mereka masing-masing. Grego berangkat ke kantor namun sebelumnya terlebih dahulu mengantarkan Gio ke sekolahnya. Rutinitas yang menjadi kebiasaan baik yang selalu dilakukan oleh keluarga kecil Eva.


Kini Eva sendiri di dalam rumah. Dia pun menyibukkan diri melakukan pekerjaan rumah tangga. Grego sudah menawarkan untuk mencari ART untuk membantunya bersih-bersih rumah. Tapi Eva menolak karena merasa masih sanggup untuk mengerjakannya sendiri. Rumah itu memang cukup besar sehingga perlu perawatan extra. Yang tentunya Eva tidak akan sanggup jika mengerjakannya seorang diri.


Grego pun memutuskan untuk menggunakan perusahaan layanan kebersihan. Saat dibutuhkan, mereka dapat dihubungi kapan saja. Untuk mengurus taman dan kolam, Grego mempekerjakan 2 orang karyawan. Mereka ditempatkan di rumah karyawan yang ada di belakang rumah tersebut.


Eva sedang sibuk membersihkan kamar mereka dan kamar Gio. Sudah menjadi kebiasaannya untuk mengubah dekorasi dan suasana di dalam kamar sekali sebulan agar ada nuansa baru dan tidak merasa bosan atau jenuh dengan suasana yang sama setiap hari.


Meski sebenarnya penghuni rumah itu tidak pernah akan merasa bosan karena suasana di dalam rumah itu selalu menghibur, membahagiakan dan nyaman.


Saat asyik dengan pekerjaannya itu, terdengar suara teriakan dari luar rumah. Eva segera berlari dari kamarnya menuju arah suara.

__ADS_1


Suara itu berasal dari teriakan salah satu karyawan.


" Ada apa Pak? Apa yang terjadi? Tanya Eva kepada karyawan yang lainnya ketika dia melihat satu karyawannya sudah tergeletak tak berdaya.


" Dia digigit ular bu! jawab karyawan itu.


" Hah..... Ular? Kok bisa ada ular disini? Eva bingung mendengar karyawan itu menyebut ular.


" Kurang tahu bu. Tiba-tiba saja ada seekor ular muncul dari balik tanaman-tanaman itu! jawab karyawan itu.


" Lalu bagaimana keadaannya? Eva ketakutan melihat karyawannya itu.


"Saya sudah kasih pertolongan pertama Bu.!


" Bawa ke rumah sakit sekarang. Jangan sampai dia kenapa-kenapa! ucapnya dengan begitu cemas.


Karyawan tersebut langsung bertindak. Diangkatnya tubuh temannya ke atas motor dan segera dilarikannya ke rumah sakit terdekat.


Eva langsung menghubungi Grego. Suaranya yang terdengar cemas dan khawatir membuat hati dan pikiran Grego juga ikut cemas. Grego pun segera meluncur menuju rumahnya.


Grego langsung berlari ke dalam rumahnya. Mencarinya sosok Eva yang tidak kelihatan.


Eva muncul dari dalam kamar.


Dipeluknya Grego. Rasa takut dan cemas masih menguasai hati dan pikirannya. Grego bisa merasakan ketakutan yang ada dalam diri Eva. Dipeluknya Eva dengan lembut dan hangat agar wanita itu merasa tenang dan nyaman sehingga kecemasannya hilang dari dalam benaknya.


" Sudah tidak apa-apa sayang! belai Grego di kepalanya Eva.


" Aku hanya sedikit shock karena tiba-tiba saja ada kejadian seperti itu. Aku takut jika sampai terjadi sesuatu kepada karyawan kita itu sayang!


" Iya sayang, aku mengerti perasaanmu. Tapi sekarang sudah tidak apa-apa kok sayang. Karyawan kita juga sudah baik-baik saja kok! ucap Grego menenangkan Eva.


Eva mengangguk pelan dengan masih memeluk Grego.


Setelah menenangkan Eva, Grego pun menghubungi seseorang. Grego tidak habis pikir mengapa tiba-tiba ada ular muncul di halaman rumahnya yang nota bene bukan habitatnya. Seumur hidupnya selama tinggal di rumah itu Grego tidak pernah sekalipun menemukan ada ular berkeliaran disana. Karena memang di wilayah itu bukanlah wilayah habitat hewan melata tersebut.

__ADS_1


Setelah Eva mulai tenang, Grego pun kembali ke kantor. Meski hatinya tidak lagi khawatir, tetap saja Grego harus menyelidikinya. Karena ada sesuatu yang mengganjal.


Grego pun meminta orang kepercayaannya untuk memeriksa rumahnya. Menemukan celah yang mungkin mencurigakan.


Di kantor Joe....


Joe sedang bersiap-siap untuk makan siang bersama Via. Joe sudah sangat yakin akan rencananya. Sudah cukup terlalu lama dia menunggu untuk mengungkapkan fakta yang sebenarnya.


Sedangkan Via sudah tidak sabar lagi menunggu kedatangan Joe untuk menjemputnya. Karena sudah beberapa hari ini mereka tidak saling berkomunikasi. Hanya sekedar berkabar ria lewat udara.


Bahkan Via harus membutuhkan waktu yang lama untuk berdandan agar terlihat menarik dihadapan Joe. Via berharap penampilannya siang ini bisa menarik perhatian Joe dan membuat pria idamannya itu jatuh cinta kepadanya.


Joe sudah menunggu di depan rumah Via. Dengan tergesa-gesa Via segera menjumpai Joe. Dia langsung membuka pintu mobil dan duduk di samping Joe.


" Hai sayang! Sapanya dengan mesra.


" Nggk lama kan nunggunya? ucapnya dengan manja.


Joe hanya menjawab dengan senyuman. Bibirnya tersenyum tetapi hatinya kecut.


Mobil segera meluncur ke tempat tujuan. Restaurant hotel mewah bintang lima. Mengingat Via adalah type gadis yang perfectionis, yang menilai segala sesuatu berdasarkan kesempurnaan fisik. Apa yang tampak harus terlihat mewah, terbaik dan nomor satu.


Joe yang sudah mengenal karakter Via tahu bagaimana caranya untuk menyenangkan hati gadis itu.


Karena Joe sudah reservasi terlebih dahulu, hidangan sudah langsung siap saji. Tidak perlu menunggu terlalu lama.


Angela dengan berbagai aksi selalu berusaha semaksimal mungkin untuk menarik perhatian Joe. Dia berharap Joe fokus melihat kepadanya. Baginya penampilannya siang ini sudah sangat istimewa. Pasti cowok-cowok yang melihat penampilannya terpesona dan jatuh hati. Padahal bagi Joe sendiri penampilan fisik bukanlah patokan baginya untuk menilai kepribadian seorang wanita. Fisik hanyalah penampilan luar yang suatu ketika akan luntur seiring berjalannya waktu.


Via selalu memulai pembicaraan untuk menarik perhatian Joe. Tetapi Joe terlihat lebih fokus dengan makanan yang terhidang didepan mereka. Melihat sikap Joe yang sedikit cuek dan dingin membuat Via jadi terusik. Dia kurang menyukai sikap Joe yang cuek dan dingin.


" Joe, kamu kok sibuk makan aja sih.? rengek Via.


" Kenapa? Jawab Joe singkat.


" Kamu sepertinya dingin sekali hari ini.! ucapnya dengan gaya manjanya.

__ADS_1


" Sepertinya biasa saja kok! jawab Joe masih dengan sikap dinginnya.


Yang tentu saja hanya untuk mencoba memancing reaksi dari wanita itu.


__ADS_2