
Grego nampak sibuk sekali di kantor dengan pekerjaannya. Di sela-sela kesibukannya itu tak luput dari perhatiannya adalah memperhatikan Eva. Dia sengaja membuka tirai dinding kaca yang memisahkannya dari para karyawannya hanya Supaya bisa melihat Eva yang sedang sibuk juga dengan pekerjaannya. Diliriknya sekilas Eva dan Aletta yang sepertinya sedang membicarakan sesuatu. Mungkin mereka sedang membahas masalah pekerjaan.
Dan ternyata juga Aletta diam-diam melirik ke arah ruangan sang presidir.
" Va, sepertinya akhir-akhir ini presidir kita sering sekali ya buka tirai di ruangannya. Apa jangan-jangan dia mulai memata-matai kita ya? Curiga Aletta melihat kelakuaan bosnya itu akhir-akhir ini.
Eva pun menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar ucapan temannya itu.
" Mbak Al mikirnya jangan aneh-aneh dech.!
" Nggk kok, hanya saja aku perhatikan memang ada yang sedikit aneh dengan sikap boss kita itu! ucap Aletta lagi.
" Mending sekarang mbak kembali ke meja mbak deh, nanti bos lihat bos malah marahin kita.! pinta Eva pada rekan kerjanya itu.
Sambil tersenyum lucu, Aletta kembali ke meja kerjanya. Lalu terdengar bunyi panggilan di telvonnya Eva. Panggilan dari sang presidir. Baru saja dibicarakan malah sudah langsung muncul saja. Eva segera mengangkatnya.
" Halo Tuan Muda! Sapa Eva.
__ADS_1
" Tolong datang ke ruanganku sekarang ya! perintahnya .
Eva pun segera beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju ruangan sang presidir. Ekor mata Aletta ikut mengantar kepergian Eva menuju ruangan sang presidir.
Eva mengetuk-ngetuk pintu sang presidir dan tanpa disuruh langsung masuk dan segera menghadap bossnya itu.
" Siang Tuan muda! sapa Eva dengan lembut.
"Duduk Va. " jawabnya langsung. Tanpa diperintah dua kali Eva langsung duduk dihadapan bossnya itu.
" Va, nanti malam aku undang kamu makan malam di rumah ku ya! Grego berbicara tetapi pandangannya tetap fokus ke arah komputernya.
" Hanya makan malam saja kok! balas Grego lagi tapi kini pandangannya terarah ke wajah Eva.
" Baik Tuan muda. Saya akan usahakan untuk datang! jawab Eva mengiyakan undangan Grego.
Setelah itu Grego kembali fokus ke pekerjaannya.
__ADS_1
" Ada lagi Tuan muda? tanya Eva kembali.
Grego menghentikan pekerjaannya. Dipandanginya wajah Eva dengan wajah tersenyum manis miliknya.
Eva yang merasa tidak nyaman dipandangi oleh bossnya itu seperti itu segera menundukkan wajahnya. Meskipun bukan kali pertama tetap saja ada perasaan malu dalam hatinya jika ditatap seperti itu.
" Aku hanya ingin melihat wajah manismu saja Va." ucap Grego dengan manisnya.
Eva yang mendengarnya pun terasa malu. Jika dilihatnya dalam cermin wajahnya pasti kelihatan merah seperti kepiting rebus karena rasa malu akibat godaan dari pria ganteng tersebut.
Dan dari pada berlama-lama disana, membuatnya semakin malu dan nervous maka hal yang paling baik adalah segera beranjak dari sana dan kembali ke meja kerjanya melanjutkan pekerjaannya.
Grego yang melihat wajah malunya itu semakin senang dibuatnya. Sungguh bahagia rasanya melihat tingkah malu-malu dari wanita pujaan hatinya itu.
Malam pun tiba. Eva sudah berdandan rapi dan sederhana. Dengan make up natural. Gaun berwarna merah bermotif bunga. Model pakaian yang sepertinya sangat disukai oleh Eva.
Gio dititipkan seperti biasa ke rumah tetangganya. Dengan menggunakan taksi online Eva menuju rumah Grego.
__ADS_1
Sebenarnya Grego sudah menawarkan diri untuk menjemputnya, tapi Eva ingin naik taksi online saja. Dia tidak ingin merepotkan Grego hanya untuk menjemputnya.
Toh jarak rumah mereka tidak begitu terlalu jauh.