Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Pemuja Rahasia


__ADS_3

Akibat dari kecelakaan yang menimpa Gia, kakinya keseleo dan luka lecet. Lukanya memang tidak begitu fatal, tapi tetap saja tidak bisa bergerak bebas. Butuh 3-5 hari untuk pulih total. Dan rencana liburan kali ini terpaksa harus ditunda.


Gia menjadi sedih karena merasa bersalah. Gara-gara dia liburan keluarga mereka harus ditunda. Padahal rencana liburan ini sudah mereka persiapkan dengan matang. Bahkan kakaknya Gio sudah berusaha keras supaya mereka bisa liburan bersama kali ini.


Gia yang bersedih hati menghabiskan waktunya bersembunyi di dalam kamarnya. Ia tidak berani melihat wajah kedua orang tuanya dan juga kakaknya yang pasti sangat kecewa.


Gio yang tidak melihat adiknya itu sepanjang hari ini bertanya-tanya kemana dia gerangan. Biasanya suaranya yang ramai akan memenuhi rumah itu. Tapi hari ini terasa sepi.


Gio pun mencarinya di kamarnya.


Diketuknya pintu kamar itu. Tak ada sahutan dari dalam. Gio lalu membukanya dan pintu itu tidak dikunci. Gio pun masuk dan mencari dimana gadis kecilnya itu. Entah apa yang sedang dilakukannya sampai dia tidak keluar dari kamarnya.


Ternyata Gia masih berbaring di tempat tidurnya. Dia bersembunyi dalam selimut tebalnya. Gio tersenyum lucu melihat tingkah adiknya yang menggemaskan itu. Dia tahu jika Gia hanya pura-pura tidur, karena tadi dia melihat Gia menutup wajahnya buru-buru.


" Adiknya kakak masih tidur ya. Mungkin kakinya masih sakit sekali yahh? Tanya Gio pura-pura sambil senyam - senyum sendiri.


Gia tidak merespon ataupun menjawabnya. Wajahnya masih tertutup dengan selimut.


Gio duduk di tepi tempat tidur Gia, ditariknya selimut dari wajah gadis cantik itu.


" Kenapa Gi.? Kok wajahnya mendung gitu!?


" Gia minta maaf ya kak ! Matanya memancarkan aura sedih dan kecewa.


" Minta maaf kenapa? Tanya Gio kurang mengerti.


" Gara-gara Gia, kita nggk jadi pergi liburan ke luar negerinya! jawabnya dengan polosnya.


Gio pun tertawa lucu. Adiknya ini memang sangat polos. Hatinya sangat lembut dan baik.


" Gia sayang, itu bukan karena kesalahan kamu. Jangan suka menyalahkan diri sendiri ya, kakak sedih loh kalau melihat kamu seperti ini. Kakak akan merasa gagal jadi seorang kakak karena tidak bisa membahagiakan adik sendiri.! Hibur Gio meyakinkan adiknya itu.


" Tapi kan kak, kalau Gia tidak sakit keluarga kita besok pasti sudah berangkat liburan. Gara-gara Gia kecelakaan rencana liburannya jadi berantakan.! ucap Gia masih dengan nada sesal dan kecewa pada dirinya sendiri.


" Tidak ada yang salah. Liburan itu kan masih bisa kita jadwalkan di waktu yang lain. Yang penting itu kita semuanya sehat dan bahagia.!! Gio memberikan peneguhan dan membangkitkan kepercayaan adiknya itu.

__ADS_1


Gia pun bangkit dari pembaringannya. Lalu dipeluknya kakaknya itu dengan penuh kasih sayang.


" Terima kasih ya kak. Gia senang punya kakak Gio. Senang sekali?


Gio pun membalas pelukan adiknya kesayangannya itu. Erat dan penuh


cinta.


" Pergi mandi gih, truss turun ke bawah kita makan bersama. Oke!! ucap Grego


Gia manggut-manggut sambil tersenyum manis.


Gio pun meninggalkan Gia. Membiarkan gadis itu untuk membersihkan diri terlebih dahulu.


Ketika keluar dari kamar Gia, tiba-tiba terlintas dipikiran Gio tentang kecelakaan yang dialami oleh Gia. Jika dirunut kembali kejadian tersebut, sebenarnya sangat kentara sekali jika mobil yang menyerempet Gia itu memang disengaja. Bukan murni kecelakaan. Tapi siapa yang punya niat jahat untuk mencelakai adiknya itu.


Gio pun teringat jika di daerah itu ada CCTV yang diletakkan diantara lampu-lampu jalan dan tiang lalu lintas yang ada di lokasi itu.


Gio pun berencana akan menemui petugas yang ada disana dan meminta rekaman CCTV pada hari kecelakaan itu terjadi.


Wajah di foto itu memperlihatkan seseorang yang sangat mirip dengan Gio. Semakin di perhatikan semakin terlihat jelas. Wajah yang ada dalam foto itu bukan mirip lagi. Tapi itu memang jelas-jelas adalah Gio.


Wanita itu tersenyum-senyum memandangi foto tampan Gio. Dari sorot matanya kelihatan jelas jika dia sangat menyukai pemilik wajah di foto itu. Dan tidak hanya sekedar suka, tetapi sepertinya telah jatuh cinta. Wanita itu diam-diam menjadi pemuja rahasia bagi Gio. Sejak pertama kali dirinya bertemu tanpa sengaja dengan Gio di suatu tempat saat itulah dia jatuh cinta pada pandangan pertama. Dan sejak saat itu dia selalu menguntit kemanapun Gio pergi dan mengikuti setiap kegiatan yang dilakukan oleh Gio. Semua itu dia lakukan dengan diam-diam dan selalu mengintai Gio dari kejauhan. Sehingga tidak diketahui oleh Gio sama sekali.


Sepertinya gadis itu memang memiliki masalah kejiwaan yang harus ditangani oleh psikiater. Jika tidak, lama kelamaan gadis itu benar-benar akan menjadi boomerang bagi dirinya sendiri. Hal ini sudah mulai nampak kelihatan. Buktinya, rasa cemburunya terhadap Gia membuat Gia hampir saja kehilangan nyawanya.


Demi memperoleh apa yang sangat diinginkannya, yang menurutnya penting dan berguna untuk dirinya sendiri maka segala cara akan diupayakannya.


Padahal dia adalah gadis yang cantik. Tidak sulit baginya untuk mendapatkan pria manapun untuk menjadi kekasih hatinya. Tapi entah mengapa hatinya hanya kecantol dengan sosok Gio.


Namanya Zara Geraldine. Usia 22 tahun. Putri seorang konglomerat tetapi keluarganya broken home. Selama ini tinggal bersama dengan ibunya yang tidak pernah ada waktu untuknya karena lebih memilih sibuk dengan pekerjaannya. Sehingga Zara yang kekurangan kasih sayang dari orang tuanya hidup berantakan, mencari kebahagiaan dengan hidup tidak karuan. Mabuk-mabukkan, clubbing, pergaulan bebas. Namun ketika bertemu dengan Gio, hanya sekilas pandang saja mampu menyentuh hatinya. Sosok Gio yang membuat hatinya terkesan dan yang telah mencuri hatinya.


Zara seperti menemukan sesuatu yang selama ini hilang dari dirinya. Dan itu ditemukannya dalam diri Gio. Itulah sebabnya mengapa dia begitu berambisius untuk mendapatkan Gio. Dan ketika dilihatnya Gio yang begitu dekatnya dengan perempuan lain, hatinya tidak bisa menerimanya. Dia tidak rela jika apa yang diinginkannya juga dimiliki oleh orang lain.


Apa yang disukainya hanyalah miliknya. Dan dia yang mengira Gia telah menjadi penghalang baginya untuk memiliki Gio maka dia harus dilenyapkannya. Zara tidak peduli jika apa yang dilakukannya adalah hal yang salah. Bahkan sudah termasuk tindak kejahatan.

__ADS_1


Zara Geraldine.



Gia, Gio serta Eva dan Grego sedang menikmati makan malam bersama. Wajah mereka tampak gembira sekali. Hari-hari yang mereka lalui semenjak mereka berkumpul bersama selalu dipenuhi oleh kebahagiaan. Grego yang telah menderita selama 17 tahun ini, tidak akan lagi membiarkan keluarganya yang paling dikasihinya mengalami hal buruk terulang kembali.


" Yah, Bund, karena liburan ke New Zealand nya tertunda, Gio sudah ada plan baru.! ucap Gio.


" Plan apa tuh? Tanya Eva.


" Hemm, ya plan apa tuh. Ayah jadi penasaran.! sambung Grego.


" Rencananya, kita pergi liburan ke Bali.!


" Bali? ucap mereka bertiga serempak.


" Iya, Bali !


" Bagus juga tuh. Liburan dalam negeri juga lebih bagus kan. Wisata lokal tidak kalah menariknya dengan luar negeri. Ayah setuju! ujar Grego mendukung.


" Iya benar kata ayah. Bunda juga setuju. Ke luar negerinya kapan-kapan aja. Kita ke Bali saja. Bule aja banyak yang liburan ke Bali. Iya kan? sahut Eva lagi.


Gia pun ikut manggut-manggut tanda setuju dengan kedua orang tuanya itu.


" Oke deh. Karena semuanya sudah sepakat. Minggu depan kita liburan ke Bali. !


" Okey....!!! jawab mereka kompak.


Lalu mereka tertawa bahagia bersama. Mereka menikmati makan malam ini dengan sangat nikmat sekali. Bukan karena makanannya yang mahal atau lezat ala restaurant dan hotel berbintang. Tetapi karena kebersamaan mereka yang penuh dengan cinta, kasih sayang dan perhatian.


Terlebih Gia. Kebahagiaan hatinya saat ini tak dapat diukur atau dihitung dengan apapun. Keluarganya yang utuh, ayah dan Bunda yang lengkap, kakak yang paling sempurna. Semuanya memberikan cinta yang begitu besar kepadanya. Cinta yang selama ini hilang darinya dan Tuhan kini telah kembalikan kepadanya.


Gia pun berdiri dari kursinya, lalu dirangkulnya sang Bunda dari belakang, dikecupnya pipi Bundanya itu. Lalu beralih kepada sang ayah. Hal yang sama dilakukannya. Dan yang terakhir untuk sang kakak.


" Gia bahagia sekali. Gia bersyukur karena Tuhan memberikan Gia keluarga yang sempurna. Gia berharap dan berdoa semoga keluarga kita akan tetap bersama untuk selamanya. Apapun yang akan terjadi kita tetap bersama selamanya. !

__ADS_1


Mereka saling menatap satu sama lain. Memberikan peneguhan, keyakinan dan kepercayaan. Tuhan sayang.


__ADS_2