Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Menanti Keajaiban


__ADS_3

Hari terus berganti dan waktu terus berputar. Namun keadaan masih saja sama tidak ada yang berubah. Eva tetap terbaring tak menunjukkan reaksi apapun. Demikian juga halnya kesetiaan yang ditunjukkan oleh Grego maupun Joe. Tak sedikitpun kesetiaan mereka berubah. Bahkan rasa cinta dan kasih mereka kepada Eva semakin besar dan semakin dalam. Entah mengapa kondisi Eva yang seperti ini malah membuat kedua pria itu semakin jatuh cinta. Jika pria lain mungkin akan mulai bosan dan kehilangan rasa dan bahkan akan segera meninggalkan wanitanya dan mencarinya wanita lain.


Tapi berbeda dengan aura yang dimiliki oleh Eva yang membuat kedua pria ini sungguh-sungguh mencintainya dengan setulus hati, jiwanya dan raganya. Karena begitu jugalah cinta yang ditunjukkan oleh Eva saat masih bersama-sama dengan mereka. Tak ada kepalsuan di hatinya itu.


Memang tak bisa disangkal sebagai pria normal mereka juga ingin merasakan kenikmatan jasmani, ada kalanya mereka rindu akan kebutuhan ***** duniawi. Tapi karena demi cinta yang sejati mereka rela melepaskan hasrat duniawi. Mereka rela mengorbankan ***** birahi dengan tidak mencari pemuas nikmat sesaat yang ditawarkan oleh banyak wanita di luar sana. Mereka lebih memilih melakukannya sendiri demi menjaga kesucian cinta mereka.


Bahkan Joe sendiri yang sadar jika untuk memiliki Eva adalah sesuatu yang sangat mustahil mengingat Eva sudah menjadi milik orang lain, tetap saja hatinya dan raganya dijaganya demi untuk seorang Eva. Yang ada dalam benak, hati dan pikiran mereka saat ini adalah kesembuhan Eva. Berdoa dan berharap sang Maha Penguasa memberikan sebuah mukjizatnya.


Gio yang rindu kasih sayang Bundanya itu, masih bisa merasakan cinta dan kasih sayang dari Ayah Grego. Perlahan-lahan Gio mulai menunjukkan reaksi. Sudah mau diajak berkomunikasi oleh Grego. Perjuangan dan pengorbanan Grego selama ini tidaklah sia-sia. Cinta dan perhatiannya yang tulus mampu memberikan daya yang baru bagi kesembuhan Gio.

__ADS_1


Dokternya sendiripun merasa kagum akan kesetiaan dan ketulusan hati seorang Grego. Meskipun Gio bukanlah darah dagingnya namun cintanya mengalahkan perbedaan yang ada dalam diri mereka. Cinta tidak memandang ikatan atau hubungan apa yang mereka miliki. Tuhan yang memberi maka Tuhan yang akan mengambil kembali.


Seperti siang ini, ketika Grego dan Gio menjenguk Eva. Mereka berdua berjalan bergandeng tangan dan wajah mereka tersirat kebahagiaan meski kebahagiaan itu belumlah sempurna karena Bunda tersayang mereka belum ada bersama-sama dengan mereka.


Gio memegang tangan sang Ayah dengan erat dan gembira. Langkahnya begitu ceria dan semangat. Ya semangat karena mereka akan bertemu dengan sang Bunda. Gio pun berkata kepada Ayahnya itu, " Ayah, bolehkah kita bawa Bunda pulang saja. Kasihan Bunda ditinggal sendiri kalau kita pulang ke rumah Ayah!


Mendengar ucapan polos bocah lugu itu Grego tersenyum hangat. Grego pun berkata kepada Gio,


Mendengar kata-kata Ayahnya, hati Gio pun tenang dan senang. Gio percaya jika apa yang Ayahnya itu katakan pasti akan terwujud.

__ADS_1


Hatinya semakin gembira dan semangatnya semakin kuat. Dirinya semakin tidak sabar ingin segera melihat Bundanya.


Setelah sampai di depan ruangan Eva dirawat, Gio yang berlari mendekat ke arah Bundanya itu, lalu melambaikan tangannya seolah-olah Bundanya itu sedang melihat dan menatapnya. Kemudian Gio berbicara kepada Bundanya itu, "Bunda, sekarang Gio tidak cengeng lagi. Gio sudah besar dan akan melindungi Bunda! ucapnya dengan yakin dan tulus.


Grego yang mendengarnya pun sedikit terharu. Dia bahagia karena Gio mampu menjadi semangat baru bagi Eva. Dipandanginya tubuh kaku Eva yang tidak menunjukkan ekspresi apapun. Lalu ucapnya sesuatu kepada Eva lewat bathinnya, .


" Cepatlah bangun sayang, kami semua sangat merindukanmu. Dan yang paling merindukanmu tentu saja aku. Apakah kamu tidak kasihan melihatku yang selalu merindukanmu?


Gio dan Grego saling memandang kemudian saling tersenyum. Keduanya kini memiliki kekuatan yang baru yang selalu mendukung mereka satu sama lain.

__ADS_1


Selama kurang lebih 1 Jam mereka bercanda dan bermain menikmati sore meski bau rumahsakit kurang bagus bagi seorang Gio. Ketika mereka hendak pulang, tiba-tiba saja bunyi mesin pengukur detak jantung berbunyi panjang. Grego sedikit khawatir dia langsung memanggil dokter dengan berteriak sekencang-kencangnya. Lalu Dibawanya Gio dalam pelukan dadanya. Dia tidak ingin Gio melihat hal buruk lagi mengenai Bundanya. Dokter segera datang dan segera memeriksa keadaan Eva. Meski Grego berusaha menyembunyikan rasa kekhawatirannya dihadapan Gio tetap saja dia merasakan takut dan cemas. Hanya doa yang dapat dipanjatkannya saat ini. Mohon keajaiban bagi Eva.


__ADS_2