Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Rencana Semesta


__ADS_3

Eva terlihat sibuk mengerjakan laporan bulanannya karena siang ini dia harus segera memberi laporan kepada Presidir baru. Pak Ardian sudah mengingatkannya agar tidak ada kesalahan dalam pengerjaan laporan bulanannya kali ini. Karena mereka tidak tahu apa yang akan terjadi jika ada kesalahan. Presidir baru mereka ini terlihat lebih serius dan tegas. Wajahnya saja jarang terlihat tersenyum. Membuat orang yang memandangnya merasa sedikit takut ataupun was was. Waktu sudah menunjukkan pukul 11.15 WIB. Sebentar lagi jam istirahat makan siang. Eva harus segera menyelesaikan laporannya dan menyerahkannya langsung kepada Presidir. Setelah dirasa semua sudah selesai dan tidak ada lagi kesalahan file langsung di save di USB supaya aman kemudian exit.


Eva pun bergegas menuju ruangan Presidir karena sebentar lagi Presidir pasti keluar untuk makan siang. Karena terburu buru Eva tidak memperhatikan langkahnya. Tanpa melihat kanan kiri dengan langkah setengah berlari Eva langsung menuju ruang Presidir.


Namun belum juga sampai diruangan yang dimaksud tiba tiba saja Eva menubruk sesuatu.


Bugggghhh.... !!!


Tubrukannya cukup keras sehingga terasa sakit di kepalanya. Eva menyentuh dahinya yang terasa sakit. Kepalanya mendongak sedikit keatas kearah muasal tubrukan tersebut.


Ternyata bukan sesuatu tetapi seseorang. Orang itu adalah sang Presidir.


Dilihatnya wajah itu. Wajah yang sama yang dilihatnya di dalam lift saat itu juga wajah yang sama yang mengantarnya pulang malam itu.


"Kamu lagi? sapa Eva


"Kenapa aku merasa kalau kamu seolah olah mengikuti aku yaa!? ucap Eva


"Ohhh... aku tahu. Kamu mau minta uang untuk ongkos malam itu ya. Kamu sopir Taxi Online kan. Kenapa nggk bilang terus terang sih dari pada kamu ngekorin aku diam diam kayak gitu." cerocos Eva panjang lebar tanpa bertanya kebenarannya terlebih dahulu.


Pak Ardian yang mendengar ucapannya Eva sedikit terkejut. " Kok berani sekali si Eva ini berkata seperti itu kepada Bos.? gumamnya dalam hati.


Lalu Pak Ardian pun buka suara.


" Eva, kenapa kamu berbicara sembarangan dengan...!!


Belum selesai Pak Ardian berbicara Grego langsung mengangkat tangannya memberi aba aba supaya Pak Ardian berhenti berbicara.


Eva malah kemudian berbicara lagi.


"Kamu tunggu ya kalau begitu. Aku akan ambil uang untuk bayar ongkos taxi kamu."

__ADS_1


Tanpa menunggu jawaban Eva langsung berbalik menuju ke mejanya mencari dompetnya di dalam tas. Diambilnya selembar uang kertas nominal 100 ribu lalu dia kembali menemui orang tersebut.


Tapi kemana wajah itu sekarang? Kok tidak ada lagi. Mereka sudah menghilang baik dengan Pak Ardian juga. Matanya sibuk mencari kesana kemari mencoba menemukan sosok yang dimaksud. Tapi tak jua terlihat. Menghilang tanpa jejak. Eva mendesah pelan lalu melanjutkan tujuannya semula menuju ruang Presidir. Dan yang dicaripun ternyata juga tak ada. Ruangan Presidir sudah kosong melompong. Pak Presidir sudah keluar dari kantor tanpa sepengetahuannya. Terpaksa harus menunggu setelah selesai jam makan siang.


.....Di Kantin perusahaan...


Grego sedang menikmati makan siang nya di salah satu sudut ruangan kantin yang ada di perusahaan tersebut.


Sebenarnya ada ruangan khusus yang telah disediakan untuk Presidir dan pembesar pembesar lainnya jika mereka sedang ingin makan siang di kantin.


Namun Grego lebih suka memilih duduk diantara para karyawan. Dan tempat yang di dudukinya saat ini sepertinya sudah menjadi tempat favoritnya.


Sembari menikmati makan siangnya dia berbincang bincang dengan Pak Ardian.


"Siapa nama karyawan tadi? tanya Grego kepada Pak Ardian yang juga sibuk mengunyah makan siangnya.


" Namanya Eva Tuan Muda. Salah satu karyawan tetap perusahaan." jawabnya dengan mulut yang masih berisi makanan.


"Sudah berapa lama kerja diperusahaan? tanya nya lagi..


Grego terlihat manggut manggut.


"Nanti berikan datanya ke kantorku? perintahnya


"Baik Tuan Muda." jawabnya dengan perasaan sedikit khawatir.


Pak Ardian sedikit khawatir jangan sampai Eva dipecat. Karena bagaimanapun Eva termasuk karyawan yang bertanggung jawab. Tugas apa saja dikerjakan dengan baik. Loyal dan setia dengan tugas tugasnya. Bahkan bersedia mengerjakan tugas karyawan lainnya jika dia diminta untuk mengerjakannya.


Ternyata kejadian siang itu antara Eva dengan Presidir menjadi sorotan karyawan lainnya. Saat kejadian ada beberapa karyawan yang menyaksikannya.


Nama Eva pun menjadi topik pembicaraan hangat di kantor saat itu. Dimana cerita itu akhirnya berpindah dari mulut ke mulut sehingga hampir seluruh penghuni di perusahaan tersebut mengetahui perisitiwa tersebut.

__ADS_1


Aletta yang mendengarnya pun jadi penasaran karena saat kejadian tersebut dia sedang di dalam kamar mandi.


Dilihatnya Eva muncul dihadapannya. Dia segera bergegas menjumpainya dan mengajaknya ke sudut ruangan untuk meminta penjelasan atas berita yang telah didengarnya.


Aletta menarik tangan Eva sedangkan Eva terlihat bingung melihat sikap aneh sahabatnya itu. Terlukis wajah penuh tanda tanya di wajah Eva.


Aletta melirik kanan kiri memastikan mereka aman dari mata mata orang asing.


"Va, kamu ngapain sama Pak Presidir? Kok semua karyawan di kantor membicarakan kalian berdua sih.? tanya Aletta yang sudah tidak sabar mendapat penjelasan dari sahabatnya itu.


Eva semakin kebingungan karena tidak mengerti maksud dari pertanyaan tersebut.


"Aku nggk ngerti mbak itu nanya apaan sih?? jawab Eva dengan polosnya.


"Kamu ada hubungan apa dengan Presidir kita? Kamu kok berani beraninya bicara sembarangan dengan Presidir di kantor seperti itu.? tanyanya dengan berapi api.


Tapi Eva yang semakin bingung tak tahu harus menjawab apa.


Dalam benaknya Eva bertanya tanya


"Sejak kapan aku berbicara dengan Pak Presidir.? Bertemu saja aku belum pernah!


Tanpa memberi jawaban Eva meninggalkan Aletta yang masih penasaran. Eva hanya benjawab dengan santai tapi bikin penasaran.


" Aku itu bingung mau jawab apa!


Eva kembali ke mejanya dan melanjutkan pekerjaannya. Sedangkan Aletta malah mematung memandangi Eva yang sudah duduk kembali dan sibuk dengan tugasnya.


Hari itu perusahaan menjadi tempat gosip hangat untuk diperbincangkan dengan topik berita " Ada apa dengan Presidir dan Eva?


Entah rencana apa yang telah semesta atur untuk Eva dan Grego. Tanpa keduanya sadari jika ada benang merah yang telah menghubungkan mereka satu sama lain. Meski benang merah tersebut tak terlihat jelas tapi benar benar telah mengikat keduanya. Hanya tinggal menunggu waktu yang tepat ketika mereka akan menyadarinya.

__ADS_1


Namun jalan panjang dan berliku masih menanti. Rintangan dan hambatan akan selalu menghalangi. Tak pelak penderitaan juga akan menghampiri. Yang pastinya akan menguji keteguhan dan ketulusan hati mereka berdua.


Karena bahagia yang sempurna akan selalu dihiasi oleh penderitaan. Saat kita menderita baru kita akan mengerti dan merasakan arti kebahagiaan yang sesungguhnya. Dan kita pun akan tahu cara untuk menghargai kebahagiaan tersebut.


__ADS_2