Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Kebahagiaan Sejati


__ADS_3

Senyum Gia nampak sumringah. Terpancar aura kebahagiaan dari sorot mata dan gerak geriknya yang lincah dan gemulai. Ekspresi wajahnya tidak bisa menyembunyikan suasana hatinya yang sedang berbunga-bunga karena cinta. Gio pun sedikit penasaran melihat tingkah sang adik yang agak berbeda dari biasanya.


Senyum-senyum sendiri, terkadang mengkhayal sehingga tidak menyadari dengan lingkungan sekitarnya. Ketika Gio bertanya pada sang Bunda, barulah dia mengerti apa yang menjadi penyebab perubahan tingkah laku sang adik.


" Sejak kapan mereka pacaran Bunda? Tanya Gio.


" Baru beberapa hari yang lalu.! Jawab Bunda Eva.


" Terus ayah sudah tahu? Tanya Gio lagi.


" Sepertinya ayahmu belum tahu deh. Soalnya kalau ayahmu tahu pasti Ayah akan melarangnya! Jawab Eva.


"Kenapa Ayah melarang? Tanya Gio penasaran.


" Karena ayahmu tidak mau kalau Gia akan menghabiskan waktunya dengan pacarnya. Kamu kan tahu kalau ayahmu tuh sedikit over protective dengan adikmu. Alasan ayahmu karena Gia masih kecil dan Ayahmu ingin membayar masa-masa kebersamaan yang dulu tidak bisa ayahmu berikan kepada Gia.! ujar Eva mengenang kembali masa lalu.


Gio mengerti. Bahkan sangat mengerti. Karena dirinya pun menjadi korban yang kehilangan kebahagiaan di masa kecilnya. Peristiwa pahit yang dulu mereka alami sungguh sangat menyedihkan.


" Gio juga mungkin akan bersikap seperti Ayah Bunda. Bahkan Gio juga berharap bisa menjaga Gia seumur hidup Gio Bunda.!


Eva terharu mendengar penuturan putranya itu. Penderitaan di masa lalu memang telah menempa dirinya agak sedikit keras dan berhati dingin. Hingga membuatnya sampai saat ini tidak pernah membuka hatinya untuk mencintai perempuan manapun. Meski Eva berusaha agar putranya itu tidak terlalu mengenang masa lalu mereka yang menyakitkan. Sudah saatnya untuk menemukan kebahagiaan di masa depan.


" Gi, sini deh.! Panggil Eva meminta Gio untuk duduk disampingnya.


Gio mendekat lalu duduk di sisi sang Bunda.


" Gi, Bunda juga ingin kamu menemukan kebahagiaan seperti adikmu Gia. Bunda sangat berharap putra tersayang Bunda ini mampu melepaskan semua kenangan buruk di masa lalu. Kamu harus bahagia nak. Jika kamu bahagia Ayah dan Bunda dan juga Gia pasti akan sangat berbahagia.! Ucap Eva kepada putranya itu.


Gio tersenyum menanggapi perkataan bundanya itu.


Lalu diraihnya bahu sang Bunda dan di bawanya ke dalam dekapannya yang hangat.

__ADS_1


" Gio sangat bahagia kok Bunda. Sejak Gio bisa bertemu kembali dengan Bunda, berkumpul kembali bersama Ayah dan lebih lagi Bunda membawa seorang adik yang manis dan cantik untuk Gio. Itu semua adalah kebahagiaan terbesar Gio Bunda! Jawab Gio dengan percaya diri dan jujur dari ketulusan hatinya.


" Tapi nak, tidak selamanya kita akan terus bersama seperti ini. Suatu saat kita pasti akan berpisah. Mungkin karena Ayah dan Bunda akan meninggal atau lain hal.! Ujar Eva memberikan pengertian kepada Gio.


" Tapi Gio sangat yakin Bunda, kalau keluarga kita akan selalu bersama selamanya.! Ucapnya dengan penuh keyakinan. Ketika ibu dan anak itu sedang berkasih-kasihan ayah Grego muncul lalu duduk di sisi lain Eva.


"Lagi cerita apaan sih. Sepertinya serius sekali.? Tanya ayah Grego.


" Lagi curhat - curhatan aja Yah. Anakmu ini loh, sudah usia begini belum juga punya pacar. Kalah sama adiknya yang sudah punya pacar! Jawab Eva.


Ekspresi Grego nampak terkejut mendengar ucapan Eva tentang Gia.


" Gia pacaran? Putri kecil Ayah pacaran? Princesnya ayah sudah punya pacar? Tanya Grego dengan mimik kagetnya.


Eva hanya tersenyum membalas pertanyaan suaminya itu.


" Iya Yah. Gia sudah punya pacar sekarang. Makanya Gia sekarang jarang ada di rumah. Lebih sering pergi sama pacarnya itu! Ucap Gio yang sepertinya ingin mengompor-ngompori sang Ayah.


" Gia kan bukan anak kecil lagi Ayah. Gia sudah cukup dewasa untuk melakukan apa yang menjadi pilihannya.! Jawab Eva bijaksana.


Biasanya seorang ibu yang akan merasa keberatan dan cemas ketika putrinya sudah mulai mengenal yang namanya cinta, mulai membina hubungan dengan lawan jenisnya. Tapi kali ini terbalik. Eva terlihat santai dan tidak terlalu khawatir tapi ayah Grego malah lebih tidak rela jika putri kesayangannya itu sudah punya pacar.


" Siapa laki-laki yang sudah berani menjalin hubungan dengan putri Ayah? tanya Grego berlagak seperti Ayah yang keras dan tegas sedikit kejam.


" Namanya Kevin. Kevin Hermawan. Keponakannya Via Hermawan.! Jawab Eva.


" Kevin? Pemuda itu, keluarganya Hermawan? Tanya Grego memastikan.


" Iya mas. Keturunan keluarga Hermawan! ucap Eva membenarkan.


Grego terdiam sejenak. Pikirannya dipenuhi berbagai pertanyaan sekarang ini. Mungkinkah hal ini harus terjadi? Memang saat ini kedua keluarga ini telah berdamai karena peristiwa pahit di masa lalu. Namun bukan berarti harus menjalin hubungan diantara mereka.

__ADS_1


Melihat suaminya itu terdiam, Eva menyadari jika suaminya itu pasti sedang memikirkan sesuatu. Dan dia bisa menebak apa yang sedang dipikirkan oleh suaminya itu.


" Ayah, jangan terlalu dipikirkan. Masa lalu biarkanlah berlalu. Jangan biarkan kenangan masa lalu menghambat kebahagiaan generasi masa sekarang.! Ujar Eva dengan bijak.


" Ayah tahu, tapi tetap saja semua peristiwa itu akan selalu hadir apalagi jika kedua keluarga ini malah bersatu. Tentunya akan menjadi penanda! Ucap Grego memberi alasan.


" Ayah memang benar Bunda. Tapi kita juga tidak bisa melarang Gia untuk jatuh cinta Yah. Dan kita juga tidak bisa memilih kepada siapa Gia harus jatuh cinta! ucap Gio dengan tidak bermaksud mendukung antara Ayah dan Bundanya itu.


" Iya. Itu memang benar. Ayah juga tidak ingin memaksakan kehendak ayah kepada kalian hanya demi keinginan ayah. Ayah tidak ingin membuat anak-anak Ayah sedih dan terluka. Ayah sangat berharap dan selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian berdua! Ujar Grego dengan penuh wibawa dan kelembutan seorang Ayah yang bijaksana dan sangat menyayangi anak-anaknya.


Eva lalu memeluk suaminya itu dan mendekapnya dengan penuh cinta dan kasih sayang.


" Ayah tidak perlu khawatir. Gia dan Gio sudah dewasa. Mereka sudah bisa menentukan masa depan mereka dengan lebih baik. Tapi tentunya kita sebagai orang tua tidak akan lepas tangan begitu saja. Kita akan selalu mendampingi mereka hingga akhir hidup kita. Membimbing mereka jika langkah yang mereka pilih salah dan menyakiti mereka.!


Mendengar perkataan istrinya itu, Grego merasa lebih yakin dan percaya, hatinya lebih tenang.


" Aku sangat bersyukur sayang, Tuhan memilih dirimu untuk menjadi pendamping hidupku. Menjadi ibu dari anak-anakku.! Grego mencium kening Eva. Sungguh cinta diantara mereka memang adalah cinta yang sejati dan abadi.


" Gio senang sekali jika melihat Ayah dan Bunda bermesraan seperti ini! Ucap Gio bereaksi.


" Jangan hanya melihat Ayah dan Bunda merasakan kebahagiaan cinta yang mesra seperti ini sayang! Ujar Eva.


" Iya Gi, kamu juga harus mencari perempuan yang mencintai dan menyayangi kamu seperti cinta Bunda mu pada ayah.! Sambung Grego.


" Sulit untuk menemukan sosok perempuan seperti Bunda Yah. Satu diantara jutaan. Langka dan unik! Puji Gio.


" Jangan terlalu memuji Bunda seperti itu sayang. Nanti Bunda bisa lupa diri! Ucap Eva.


" Tapi itu memang benar sayang. Kamu adalah perempuan hebat yang sulit untuk ditemukan duanya! Grego ikut memuji.


Mereka bertiga pun saling tersenyum dan selanjutnya tertawa bahagia. Cinta, kesetiaan, kepercayaan dan kebahagiaan akan menjadi lengkap karena orang-orang didalamnya mampu mengerti apa itu cinta dan kebahagiaan sejati. Berkurban tanpa mengharapkan balasan. Memberi hingga tak tersisa.

__ADS_1


__ADS_2