Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Kisah Kasih di Sekolah


__ADS_3

Eva terlihat sedang sibuk dengan pekerjaannya ketika bunyi pesan masuk terdengar dari telvon genggamnya.


Namun karena masih mengerjakan tugasnya untuk sementara dia mengabaikannya.


Bunyi pesan terdengar beberapa kali dan sedikit mencuri perhatiannya Eva. Karena rasa penasaran dengan bunyi pesan yang tak biasanya Eva mengalihkan perhatiannya sejenak dan mengintip isi pesan yang masuk ke handphonenya itu.


Terlihat nomor baru tanpa nama. Eva lalu memeriksa isi pesan tersebut.


" Hai Eva, pa kabarmu? isi bunyi pesan pertama.


" Kamu masih ingat kita nggk? Gue Joe, teman sma mu dulu.!


" Aku dapat nomor kamu dari Riri teman satu bangku kamu dulu.!


" Aku harap kamu masih ingat dan kenal dengan kita 🤗😊.....!!!


Setelah membaca pesan misterius itu Eva mencoba mengingat-ingat teman satu sekolahnya dulu yang bernama Joe.


Eva berusaha mengingat dengan keras sosok yang mengakui sebagai temannya itu.


Dan tak butuh waktu lama untuk mengingatnya.


Jika memang benar dia adalah Joe seperti yang ada dalam benaknya saat ini.


Flashback....


Joe, si wakil Ketua Osis yang dulu pernah dia suka. Joe termasuk bintang di sekolah mereka dulu. Tidak sedikit teman-temannya cewek yang menaruh hati kepadanya. Selain pintar dan berbakat Joe juga dikenal siswa yang ramah dan suka tersenyum. Bersama dengan teman-temannya mereka dikenal dengan geng G-boys. Akronim dari kata Good-boys.


Geng ini terdiri dari 7 orang siswa berprestasi yang sejak kelas 10 selalu bersama-sama.


Mereka adalah Kevin, Frans, Bryan, Qeiko,Tyo, Zein, Xavier dan Joe. Mereka kerap bersama tidak hanya sekedar untuk bermain saja. Tapi mereka juga tetap bersaing dalam hal pengetahuan dan olah raga. Meski mereka bersaing, mereka tetap kompak dan bersaing dengan cara sehat. Karena itulah mereka menjadi bintang dan idola terutama cewek-cewek di sekolah. Mereka bertujuh mempunyai keunikan masing-masing sehingga kelompok mereka dianggap sangat sempurna.


Dan Eva adalah salah satu pengagum rahasia mereka. Diam-diam Eva begitu tertarik dengan sosok Joe yang memiliki kepribadian yang menurutnya sangat istimewa. Sering kali Eva menjadi sasaran keusilan teman satu bangkunya Riri ketika mengetahui kalau sahabatnya itu suka dengan Joe.


Riri akan selalu mencari cara untuk bisa mengerjai Eva dan membuatnya sampai salah tingkah.

__ADS_1


Pernah suatu ketika Eva merasa sangat malu sekali karena Riri mengerjainya di depan Joe.


Waktu itu saat sedang istirahat siang di sekolah, Eva sedang asyik menulis puisi cinta di buku diarynya. Sebenarnya puisi itu hanyalah puisi iseng belaka tidak ditujukan kepada siapa pun. Karena Eva memang sangat hobby sekali menulis puisi. Dan kebetulan waktu itu sebuah inspirasi muncul di otaknya dan terciptalah puisi nan romantis tersebut.


Wahai engkau yang bernama kasih,


Ku merindu hatimu untuk bersemayam dihatiku,


Sekian abad kita lewati,


Beribu reinkarnasi kita lalui.


Kala senyummu menari di mataku,


Suara merdumu terlintas di telingaku,


Sapa lembutmu menyentuh nuraniku,


Dan sentuhan jemarimu mendekap ragaku,


Bila saat ini kita hanya mampu memandang dari kejauhan,


Aku berharap hatimu takkan melupakan kenangan.


Hai engkau yang kurindu.


Dengarlah suara hatiku.


Teruntuk seseorang yang hanya mampu memandang.


Setelah membaca puisi tersebut Riri yang memang sangat usil langsung merampasnya dari tangan Eva dan langsung kabur keluar dari kelas.


Joe sedang bermain basket dengan teman gengs nya di lapangan sekolah. Eva yang tahu jika akan terjadi sesuatu yang buruk karena Riri pasti hendak melakukan sesuatu dengan puisinya tersebut.


Dan benar saja. Riri berlari kencang ke arah lapangan basket, dengan buku diarynya Eva yang berada di tangannya.

__ADS_1


Sampai di tepi lapangan, Riri mengatur napas yang ngos-ngosan habis berlari dari kelas. Seolah-olah dia sedang ikut perlombaan lari marathon.


Eva pun berusaha menyusul dari belakang.


Melihat Eva dari kejauhan, Riri langsung berlari ke tengah lapangan basket dan mengganggu konsentrasi para cowok-cowok tersebut yang sedang asyik-asyiknya bermain.


Melihat ada orang masuk ke tengah lapangan mereka segera menghentikan kegiatannya.


Salah seorang dari mereka berseru kepada Riri.


" Hei, apa yang kamu lakukan disini? Apa kamu tidak lihat kami sedang latihan?


Riri yang dimaksudnya hanya senyum-senyum simpul. Riri lalu berteriak memanggil nama Joe.


" Joe, ini ada puisi cinta untukmu.! ucapnya dengan keberanian tinggi.


Murid-murid yang berada disekitar lapangan tersebut langsung tertarik begitu mendengar kata surat cinta. Mereka saling bergumam satu sama lain penasaran dengan surat cinta yang dimaksud oleh Riri.


Sedangkan Joe yang disebut namanya terlihat santai saja. Dan teman-temannya yang lain meliriknya dengan senyum curiga dan penasaran.


Tanpa merasa malu ataupun sungkan Riri langsung membacakan isi puisi tersebut dengan suara lantang.


Dan ketika sampai di barisan terakhir ternyata Riri menambahkan beberapa kata yang sama sekali tidak ada tertulis di atas kertas itu.


"Untuk seorang Joe yang mencuri hari-hariku,


Kau adalah rinduku.


Dari Eva Christa Gretel.


Semua orang yang ada di tempat itu langsung berteriak sekencang-kencangnya setelah Riri selesai membacakan puisi Eva.


Sedangkan Eva yang sudah berdiri sejak tadi di pinggir lapangan hanya bisa menahan rasa malu dengan wajah merah seperti kepiting rebus ketika Riri menyebut namanya dengan begitu lantang.


Tanpa pikir panjang lagi Eva langsung melarikan diri dari sana. Dia hanya ingin bersembunyi karena malu jika teman-temannya pasti akan mengolok-olok dirinya nanti.

__ADS_1


Joe hanya berdiri menyaksikan Eva yang lari dengan perasaan malu tersebut.


__ADS_2