
Setelah lamaran di malam itu maka tak butuh proses yang begitu lama untuk menyatukan hubungan keduanya kejenjang yang lebih serius lagi. Bukankah mereka sudah sama-sama dewasa, umur sudah tidak lagi jadi hambatan.
Tak ada lagi penghalang diantara mereka. Keluarga hanya tinggal merestui saja. Karena memang keluarga kedua belah pihak sudah lama menantikan moment bahagia ini.
Dan kini waktu yang tepat bagi mereka.
Pesta pernikahan akan dilangsungkan 1 minggu ke depan. Diawali dengan ikatan janji pernikahan di depan Altar. Dan keesokan harinya pesta resepsi pernikahan.
Grego sudah mengatur segalanya mulai dari pakaian, gedung hotel, hingga catering.
Tiga hari sebelum hari-H mereka melakukan photo pre-wedding di salah satu studio foto terkenal di kota itu.
Mengusung konsep tradisional mereka menggunakan pakaian adat daerah. Menggunakan kebaya nusantara Eva terlihat begitu anggun dan mempesona layaknya wanita Indonesia.
Gio menambah pesona dalam konsep foto keluarga. Mereka bertiga nampak begitu serasi dan mengagumkan. Layak disebut keluarga harmonis.
__ADS_1
Setelah segalanya sudah dipersiapkan dengan sebaik mungkin agar jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Altar Gereja telah dihias begitu rupawan. Semarak bunga mawar dan lili berwarna putih menambah suasana di altar nampak lebih anggun dan elegant.
Kain-kain hias yang juga berwarna putih membuat suasana semakin sakral dan suci.
Beberapa orang sudah terlihat mengisi ruangan Gereja dengan duduk di bangku Gereja. Beberapa diantaranya adalah keluarga yang datang untuk ikut merayakan kebahagiaan dari kedua mempelai hari ini.
Tampak Imam berdiri di belakang altar yang menunggu kedua mempelai masuk dan melaksanakan pemberkatan nikah.
Terdengar alunan musik diputar mengiringi langkah pengantin memasuki Gereja menuju altar. Musik lagu " Beautiful in White " yang dinyanyikan oleh Shane Filan semakin menambah suasana romantis.
Grego memakai jas putih dasi kupu-kupu nampak begitu gagah dan mempesona. Digandengnya tangan Eva menuju ke altar. Sedangkan Gio berjalan dibelakang menggunakan tuxedo mini putih dan kotak cincin pernikahan di tangannya.
Para undangan dan tamu yang hadir saat itu begitu takjub dan terpesona melihat ketiga insan itu saat melangkah bersama menuju altar. Bagaikan sileut malaikat yang turun dari surga.
__ADS_1
Kini mereka berdiri didepan altar, saling menggenggam kedua tangan masing-masing. Lalu Imam bertanya kesediaan masing-masing mempelai apakah setuju dengan pernikahan tersebut tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun, namun murni karena saling mencintai dari hati ke hati.
Dan mereka berdua menjawab dengan yakin dan pasti
" Ya kami bersedia."
Kemudian Imam meminta mereka untuk mengucapkan janji pernikahan diatas Kitab Suci dan dihadapan Imam serta para Saksi.
" Saya Eva Christa Gretel dengan ini berjanji dihadapan Tuhan, Imam dan para saksi, saya akan menjadi istri yang mencintai suami saya seumur hidup saya dalam untung dan malang, dalam suka dan duka, waktu sehat ataupun sakit. Menghormatinya dan mengasihinya dengan sepenuh hati dan jiwa saya. Inilah janji saya." Demikian juga Grego mengucapkan janji yang sama.
Setelah mengucapkan janji kemudian memakaikan cincin di jari masing-masing mempelai.
" Terimalah cincin ini sebagai lambang cinta suciku kepadamu." ucap mereka berdua bergantian.
Dan diakhir upacara pemberkatan Imam pun mensahkan mereka berdua telah menjadi suami istri yang sah di hadapan hukum dan dihadapan Gereja.
__ADS_1
Semua tamu undangan memberikan tepuk tangan yang meriah sebagai tanda ikut bersuka cita dan berbahagia bersama kedua mempelai.
Pernikahan ini bukanlah akhir dari kebahagiaan tetapi merupakan awal yang baru untuk memulai kebahagiaan yang baru dan perjuangan dalam menempuh kehidupan yang baru.