
Semenjak pertemuan yang terakhir dengan kedua Ayah dan anak itu yakni Grego dan Gio, hampir setiap malam Evelyn memimpikan mimpi buruk. Bayang-bayang hitam dan gelap tentang kedua pria itu terlebih Grego selalu muncul dalam benaknya.
Meskipun terlihat seperti mimpi buruk karena selalu berakhir tragis, Evelyn tidak merasa takut tetapi semuanya malah membuatnya semakin penasaran. Hanya saja seiring mimpi buruk itu muncul keanehan dalam tubuh Evelyn. Kepalanya sering terasa nyeri mendadak. Dan rasa nyeri itu sangat menyiksa sekali.
Hanya saja Evelyn belum memeriksakan kondisi kesehatannya saat ini. Apakah mungkin ada sesuatu yang terjadi di dalam tubuhnya yang tidak diketahui olehnya.? Karena selama ini dia tidak pernah merasakannya sebelumnya.
Saat sedang mengkhayal, Gia yang muncul tiba-tiba ketika melihat ibunya yang sedang larut dalam khayalan berniat untuk mengerjai ibunya itu. Dengan gerak langkah kaki menjingkat, Gia menuju ke arah sang ibu dengan maksud mengejutkannya. Ibunya yang tidak menyadari kehadiran Gia, masih terfokus kepada khayalan itu. Dan dengan suara kencang sambil berteriak Gia memanggil ibunya itu,
" Ibuuuuuu..... aku masih disini loh!! Suara teriakan Gia yang hampir saja membuat telinga tuli. Dan tentu saja, Evelyn sangat terkejut. Hampir saja jantungnya mau copot sanking terlalu kencang dan kerasnya suara Gia.
" Ya ampun Gia, kamu tuh ya bikin jantung ibu mau copot saja! Evelyn mengelus dadanya melihat tingkah putrinya itu.
Gia malah tertawa puas karena sudah berhasil mengerjai ibu kesayangannya.
" Ibu khayalin apa sih. Gia datang aja ibu nggk tahu! selidik Gia.
" Ibu nggk mengkhayal kok. Ibu mungkin hanya merasa lelah aja. Jadi bawaannya malas gitu! elak Evelyn.
" Hemmm...! Gia tahu jika ibunya itu sedang mengelak. Ada sesuatu yang sedang dipikirkan oleh ibunya itu namun sepertinya dia tidak mau berbagi cerita kepada siapapun. Semuanya disimpan dalam hatinya sendiri.
Gia lalu duduk dan dengan wajah serius dia menatap ibunya itu.
" Bu.. Gia boleh omong sesuatu nggk? Harap-harap cemas Gia bertanya pada ibunya itu.
" Mau ngomong apa sayang? jawab Evelyn dengan suara lembutnya.
" Ibu..... nggk merasa kesepian selama ini? Gia memberanikan dirinya untuk menanyakan hal yang cukup sensitive dibicarakan antara ibu dan anak.
" Maksud Gia apa? Evelyn mencoba memahami maksud perkataan Gia.
" Ibuku nggk rindu punya pasangan hidup? Tanya Gia dengan sangat jujur dan terbuka.
" Kok tiba-tiba Gia tanya tentang itu sama ibu? Ditatapnya Gia dengan tatapan serius.
" Karena Gia bisa merasakannya. Kalau ibu sebenarnya sedang merindukan seseorang untuk mendampingi ibu. Seseorang yang akan menemani Ibu dimasa tua Ibu. Yang melindungi Ibu dengannya penuh cinta dan kasih sayang.! Ungkap Gia mengingatkan ibunya itu akan perasaan hatinya selama ini.
" Tapi ibu tidak merasa kesepian. Selama ini kan Gia selalu ada bersama Ibu, jadi ibu tidak pernah kesepian. Kenapa tiba-tiba kamu bilang kalau ibu kesepian? bantah Evelyn.
" Bu, ibu pasti tahu kan maksudnya Gia itu apa? Ibu tidak perlu membohongi perasaan ibu terus. Gia sudah dewasa dan sangat memahami apa yang ada dalam hati ibu.! Gia juga ingin melihat ibu bahagia dengan seseorang yang ibu cintai! Gia mencoba untuk membuka hati sang ibu agar mau jujur dengan perasaannya sendiri.
__ADS_1
" Ibu tidak membohongi perasaan ibu kok. Hanya saja Ibu tidak merasakan getaran apapun dengan siapapun itu orangnya! Evelyn berkata dengan jujur.
" Bagaimana dengan Om Savio. Selama tujuh belas tahun ini apa ibu tidak memiliki sedikitpun perasaaan kepadanya? Padahal Gia sangat yakin jika Om Savio punya perasaan yang khusus kepada Ibu! ungkapnya berterus terang.
Evelyn sedikit terkejut mendengar pengakuan putrinya itu. Meski sebenarnya dia juga bisa melihatnya walaupun dia sedikit ragu dengan itu.
" Gia, omong apa sih nak, jangan ngomong sembarangan nggak enak didengar orang-orang apalagi di dengar sama Om mu! Evelyn mengingatkan putrinya itu.
" Tapi itu benar Bu. Gia udah pernah bicara dengan Om Savio Dan Om bilang kalau sebenarnya Om Vio memendam perasaannya kepada Ibu tetapi Om Savio merasakan jika ibu seakan menutup hati untuk pria manapun. Termasuk Om Savio.! Secara tidak langsung Gia menyampaikan isi hati Savio kepada ibunya itu.
" Ahh.... ngaco kamu Gi.! Sanggah Evelyn mencoba untuk menolak setiap ucapan Gia.
" Tapi....apa ibu memang tidak ada perasaan sedikitpun sama Om Vio? selidik Gia kepo.
" Yang ibu tahu, ibu sudah menganggap Om Vio seperti saudara sendiri. Tidak lebih dari itu! ucap Evelyn dengan jujur.
" Apa karena usia Om Vio lebih muda dari ibu ya? Tanya Gia lagi.
Dan hanya ditanggapi oleh Evelyn dengan geleng kepala.
Gia pun akhirnya kehabisan pertanyaan untuk mengorek keterangan tentang perasaan ibunya itu.
" Atau Bu, jangan-jangan Om yang kemarin datang itu sebenarnya adalah jodoh ibu yang sudah lama menghilang?
" Jangan aneh-aneh deh Gi... ketemu aja baru kemarin-kemarin, jodoh apanya coba!? Evelyn tidak hanya pikir dengan jalan pikiran putrinya itu.
" Bisa saja kan bu, apalagi wajah istri om itu sangat mirip sekali dengan ibu.! Gia membayangkan foto wajah wanita yang ditunjukkan oleh Gio yang sangat persis mirip ibunya itu.
" Siapa tahu hanya kebetulan saja. Lagi pula istrinya itu kan belum meninggal hanya menghilang saja.! Evelyn mencoba menyanggah perkataan Gia barusan. Tetapi entah mengapa hati dan pikirannya memikirkan hal yang berbeda dengan apa yang diucapkannya.
Lalu entah mengapa tiba-tiba saja Gia menanyakan kepada Evelyn tentang ayah kandungnya.
" Bu, ayah kandung aku sebenarnya siapa sih. Selama ini Gia penasaran kenapa Gia tidak punya ayah. Bahkan fotonya saja kita tidak punya.! Wajah Gia berubah menjadi sendu. Bila mengingat tentang hal ini perasaan Gia berubah menjadi sedih dan galau.
Karena walau bagaimanapun dia sangat merindukan sosok seorang ayah. Di usianya yang sudah beranjak dewasa, selama 17 tahun ini tak pernah sekalipun dia merasakan kasih sayang seorang ayah. Meskipun Vio selalu memberikan perhatian dan kasih sayang kepadanya, tetap saja ada ruang kosong dihatinya yang merindukan sosok sang ayah.
Gia yang sibuk dengan pikirannya tidak memperhatikan sang ibu yang terlihat kesakitan. Mendadak kepala Evelyn berdenyut sakit. Bagai tertusuk sesuatu yang menyakitkan.
Dan dalam kesakitan itu muncul bayang-bayang hitam dan potongan-potongan adegan di masa lalu. Seperti serpihan-serpihan memori yang selama ini terkubur dalam alam bawah sadarnya. Serpihan-serpihan itu seakan ingin merangkai peristiwa-peristiwa yang telah lama dilupakan olehnya. Hanya saja kemunculan potongan-potongan memori itu memberi rasa sakit yang sangat amat perih.
__ADS_1
Gia pun menoleh ke arah sang ibu, dan betapa terkejutnya Gia ketika melihat ibunya yang kesakitan sambil kedua tangannya memegang kepalanya.
" Ibuuuuuu! teriak Gia. Kakinya segera berlari dan tangannya segera meraih tubuh ibunya yang hampir saja jatuh terjerembab. Dan seketika ibunya pingsan.
Tubuh Evelyn tergolek tak berdaya di atas bed rumah sakit. Gia duduk dengan wajah sedih disamping sang ibu tak tahan melihat keadaan ibunya yang terlihat menyedihkan. Selama 17 tahun ini ibunya tidak pernah mengalami peristiwa seperti ini. Yang Gia tahu ibunya adalah seorang wanita yang kuat dan tegar. Seorang diri berjuang demi kebahagiaan buah hatinya itu. Tidak pernah mengeluh atau pun menggerutu. Selalu ceria dan gembira, penuh harapan dan optimis. Tapi kini tubuh itu lemah tak berdaya. Pucat dan rapuh. Apakah selama ini ibunya itu menyembunyikannya sehingga ketika dia sudah tidak sanggup lagi akhirnya dia tumbang tak berdaya.
Lalu Vio muncul dengan wajah khawatir dan cemas. Beberapa jam yang lalu Gia langsung menelvonnya setelah sang ibu jatuh pingsan.
" Gi... bagaimana keadaan ibu kamu? Gia yang melihat kehadiran Vio langsung menghamburkan dirinya di pelukan pria itu.
" Om.....! Isaknya tak mampu menahan haru.
Dibelainya rambut Gia dengan lembut dan penuh kasih sayang. Memberi sedikit rasa nyaman dan aman dalam hati Gia.
Pintu kemudian terbuka seorang dokter yang ditemani oleh seorang perawat muncul.
" Selamat siang,! sapa sang dokter.
"Selamat siang Dok! balas Vio, Gia diam saja karena kesedihannya membuat tenggorokannya seakan sulit untuk berbicara.
Dokter itu langsung memeriksa keadaan Evelyn. Lalu Vio memberanikan diri untuk bertanya kepada dokter itu perihal sakit yang dialami oleh Evelyn.
" Dok, bagaimana keadaannya!? Apa yang sebenarnya terjadi? Rasa cemas dan khawatir nampak jelas dalam sorotan matanya.
" Apakah Ibu Evelyn pernah mengalami kecelakaan sebelumnya? Tanya sang dokter untuk memastikan sebelum menyampaikan diagnosanya kepada keluarga pasien.
" Pernah Dok, tapi kejadiannya sudah lama sekali, sekitar 17 tahun yang lalu! jawab Vio mengenang kejadian itu.
" Adakah terjadi sesuatu yang berakibat fatal akibat peristiwa itu? Tanya dokter lagi.
" Kata dokter yang merawatnya dulu, dia mengalami geger otak sehingga membuatnya menjadi lupa ingatan. Dia amnesia Dok! Terang Vio sesuai dengan apa yang diketahuinya.
Mendengar ucapan Om Vio, Gia sedikit penasaran. Karena selama ini dia tidak tahu dengan tepatnya jika ibunya itu selama ini ternyata lupa ingatan. Ibunya itu bahkan Om Vio tidak pernah menceritakan peristiwa apapun itu kepadanya.
" Om...jadi selama ini ibu saya tidak ingat apapun tentang masa lalunya? Bahkan ibu juga lupa siapa keluarganya, terlebih dia lupa siapa ayah kandung Gia sebenarnya?
Tanpa suara, Vio menjawab dengan anggukan.
Ternyata oh ternyata ada rahasia yang selama ini terbenam di dalam hati dan pikiran ibunya itu. Rahasia yang terkubur selama 17 tahun ini.
__ADS_1