Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Bahagia Saat Kita Bersama.


__ADS_3

Semenjak Eva dan Gia kembali ke rumah mereka, suasana di rumah itu semakin cerah dan bersinar. Auranya sangat berbeda ketika mereka belum ada disana. Tentu saja karena rumah itu sekarang lebih hidup. Suara Gia yang selalu terdengar hampir setiap waktu. Gadis manis itu memang tipe gadis ceriwis. Sangat suka mengoceh. Ada-ada saja bahan cerita yang muncul dalam otaknya.


Gio kadang sampai kewalahan menjawab setiap pertanyaan atau mengomentari apa saja yang dikatakannya. Sedangkan Grego, sangat senang dan selalu antusias. Beginilah rasanya mempunyai seorang putri. Seorang Ayah akan melakukan apa saja demi anak perempuannya. Bukankah ayah adalah cinta pertama bagi seorang anak perempuan?


Semangat hidup Grego kini bertambah berkali-kali lipat. Bagaimana tidak? Sekarang dia punya impian baru yang sangat ingin dilakukannya dalam hidupnya. Membesarkan anak perempuannya dengan segenap cinta dan kasih sayang. Menjaga dan melindunginya sampai ia akan menemukan pendamping hidupnya yang akan melindunginya sepanjang hayatnya.


Mereka berempat sedang menikmati sore di taman yang ada di belakang rumah mereka. Ada juga kolam renang disana. Angin sepoi-sepoi menambah suasana semakin syahdu.


Grego duduk berdampingan dengan Eva sedangkan Gia dan Gio duduk melantai diatas permadani dibawah kaki sang ayah dan Bundanya.


Gia asyik bercerita. Sepertinya perbendaharaan ceritanya sangat banyak di dalam otak kecilnya itu. Entah siapa yang ditiru oleh gadis ini.?


Karena Eva dan Grego bukanlah tipe orang yang suka bercerita atau berbicara panjang lebar seperti Gia. Mereka hanya bicara sekadarnya dan langsung to the point.


Lalu entah darimana Gia mendapat karakter seperti sekarang ini.


Cerita mereka kadang diselingi gelak tawa. Cerita lucu Gia bisa-bisanya mengocok perut mereka bertiga. Disela-sela tawa mereka, Gio pun menyampaikan sesuatu.


" Ayah, Bunda, Gia, Gio ada kabar gembira nih!


" Kabar apa tuh kak? Tanya Gia penasaran.


" Kakak sudah beli tiket untuk kita .....LIBURAN..... ! Gio memperlihatkan tiket liburan di tangannya.


" Asyiiiikkkk......!!! teriak Gia kegirangan.... Tingkahnya persis anak kecil yang bahagia karena mendapat mainan favoritnya.


"Memangnya kita mau liburan kemana ? Eva pun turut bersemangat.


" Kita liburan ke New Zealand.!


" New Zealand ? Di mana itu kak ? Kayak pernah dengar namanya, kek inggris-inggris gitu ya !? Tanya Gia dengan polosnya.

__ADS_1


Maklumlah, selama 17 tahun ini dia belum pernah liburan ke luar negeri. Jangankan liburan ke luar negeri, liburan dalam negeri saja jarang. Bisa dihitung dengan jari. Itupun hanya liburan antar kota saja karena diajak Om Savio.


Mendengar jawaban adiknya itu, Gio terenyuh terharu. Tak disangkanya Gia selama ini harus bekerja keras di usianya yang masih muda. Disaat dia seharusnya menikmati masa-masa kecil yang bahagia, namun kehidupan telah menempanya menjadi pribadi yang harus bekerja keras jika ingin bertahan hidup.


Dirangkulnya Gia. Sangat erat.


Gia pun terharu biru karena mendapat kasih sayang yang amat luar biasa.


Meski dulu dia bersama dengan sang Bunda harus berjuang menapaki kehidupan ini, tapi kini mereka telah dilimpahi dengan berkat yang begitu besar. Cinta, kasih sayang, perhatian dan segala bentuk cinta lainnya kini mereka nikmati.


" Kakak janji sama kamu, kakak akan memberikan apapun yang Gia minta dari kakak. Selama itu membuat kamu bahagia. Kakak akan bawa kamu liburan keliling dunia. Kita jelajahi dunia ini bersama-sama. Kamu mau kan?


" Mau....mau.... Gia sangat mau kak.! Gia dengan sikap manjanya. Yang mungkin selama ini tidak pernah ditunjukkannya kepada siapapun.


Gio pun mengacak rambut Gia dengan tersenyum.


Eva dan Grego bahagia melihat kekompakan kakak adik itu. Padahal mereka bukanlah saudara kandung. Karena mereka lahir dari rahim yang berbeda.


" Tapi Gio memang anak yang baik. Sekalipun dia hanya dibesarkan olehmu sendirian, dia tumbuh menjadi pria yang bertanggung jawab, punya hati yang suci dan tulus.! Puji Eva tentang Gio. Lanjut Eva kemudian.


" Tuhan sangat baik telah mengirim Gio untuk kita. Meski ingatanku akan masa kecil Gio hilang dari ingatanku tapi hatiku bisa merasakan jika Gio adalah anugerah terbesar dari Tuhan kepadaku.!


" Kamu benar sayang. Gio adalah anugerah yang terindah dari Tuhan. Dan sekarang Tuhan juga memberikan anugerahnya berlipat ganda untuk kita. Gia dan Gio, anugerah yang sangat berharga dan tiada bandingnya dengan harta apapun didunia ini!


Eva mengangguk mengiyakan ucapan Grego. Mengambang senyum dari bibirnya.


Tiga hari lagi, mereka akan pergi liburan keluarga ke New Zealand. Ini adalah liburan pertama bagi Gia jalan-jalan ke luar negeri. Ada rasa bangga dan sepertinya tidak sabaran untuk segera pergi. Maklumlah kali pertama pergi berlibur, ke luar negeri pula ya kan! Dan paling membahagiakan karena pergi bersama dengan keluarga lengkap.


Gia benar-benar bersyukur sekali.


Gia dan Gio sedang pergi berbelanja ke Mall, membeli beberapa perlengkapan yang dibutuhkan untuk liburan nanti. Kebetulan tempat yang akan mereka kunjungi nanti sedang bermusim dingin. Waktu yang tepat untuk liburan ke Negeri Kiwi tersebut.

__ADS_1


Bagi Gio sendiri liburan ke New Zealand sudah lama diimpikannya. Menikmati Winter Feast yaitu festival musim dingin di Tanaraki merupakan wilayah di sisi barat Pulau Utara yang terkenal dengan seninya.


Menjelajahi gletser yang terkenal di dunia yaitu Fox Glacier dan Franz Josef, gletser terbesar yang terletak di pantai barat Pulau Selatan. Karena pada musim dingin seluruh gletser berada pada ukuran terbesarnya.


Kemudian menyaksikan fenomena alam eloknya Aurora Australis yang nampak seperti lembaran hijau, kuning, ungu dan biru uang seakan-akan sedang menari melintasi langit. Atau dikenal dengan nama lain Southern Lights. Berlanjut menyaksikan Aurora di Southern Sky yang sangat memukau dengan kisah-kisah bangsa Maori lewat lagu-lagu tradisional mereka.


Tak ketinggalan pula menyaksikan berbagai jenis kawanan Ikan Paus yang akan muncul ke permukaan hanya pada saat musim dingin karena pada saat inilah kawanan ini bermigrasi dan menampakkan diri ke permukaan. Ada jenis Ikan Paus seperti Humpback Whales, Pilot Whales, Blue whales dan Southern Right Whales.


Begitu banyaknya rute perjalanan yang sudah dipersiapkan oleh Gio, maka ada beberapa keperluan yang harus dipersiapkan. Meski musim dingin di New Zealand tidak begitu ekstrim karena suhu rata-rata masih belasan derajat Celcius. Tetap saja harus dipersiapkan dengan lebih matang. Terlebih outfit musim dingin. Gia yang tidak punya tentu harus dipersiapkan. Gio pasti akan memberikan yang terbaik untuk adik kesayangannya itu.


Saat Gio dan Gia sedang asyik memilih-milih pakaian, tiba-tiba ada seseorang tanpa sengaja menyenggol tubuh Gia dan Gia hampir saja terpelanting tapi untunglah Gio dengan refleks dan kilat menangkap tubuh Gia sehingga tidak terjatuh ke lantai. Sedangkan orang yang menyenggol tubuh Gia tadi bukannya meminta maaf malah kabur dan mematikan diri. Gio yang kesal hampir saja ingin mengejarnya, tetapi Gia segera menahan lengannya Gio agar tidak pergi mengejarnya.


" Jangan dikejar lagi kak. Biarkan saja! cegah Gia.


Gio pun menuruti kata adiknya itu.


" Tapi kamu tidak apa-apa kan dek? tanya Gio memastikan.


" Aku baik-baik saja kok kak! jawab Gia menenangkan hati kakaknya itu.


Walaupun demikian Gio masih penasaran dengan sosok tadi. Dia hanya bisa melihat hoodie yang dipakai oleh orang tersebut. Hoodie berwarna Navy blue, dengan tulisan Extereme dibelakang punggungnya.


Gio lalu menuntun adiknya itu untuk beranjak dari sana dan mencari yang mereka butuhkan di tempat lain.


Sedangkan orang yang memang sengaja menyenggol tubuh Gia tadi bersembunyi di dalam toilet wanita.


"Hampir saja, dia mau mengejar aku tadi.! Ucapnya pada dirinya sendiri dengan napas ngos-ngosan karena berlari kencang tadi.


" Aku tidak percaya kalau gadis itu adalah kekasihnya.Tapi caranya memperlakukan gadis itu seperti perlakuan seorang pria kepada kekasihnya.!? Gumamnya seakan tidak menerima dengan apa yang diucapkannya sendiri.


Dia pun merubah riasan diwajahnya, mengganti pakaian yang dipakainya, lalu keluar dari toilet dan pergi dari sana.

__ADS_1


__ADS_2