
Sebelum pernikahan, Grego dan Eva telah membuat sebuah kesepakatan. Sekalipun mereka sudah menikah Eva akan tetap bekerja seperti biasanya menjadi salah satu karyawan di perusahaan itu. Dia tidak akan menerima perlakuan khusus sebagai Nyonya Presidir. Statusnya sama dengan status karyawan lainnya. Eva meminta agar tidak ada perlakuan istimewa diberikan kepadanya. Namun untuk beberapa hari ini dia masih memilih untuk cuti. Mengurus barang-barang yang harus dibawanya pindah kerumah Grego dan menemukan orang yang bisa mengurus rumah lamanya itu agar tidak kosong dan terbengkalai.
Grego telah memintanya untuk menjualnya saja atau menyewakannya kepada orang lain. Tetapi Eva seakan belum siap untuk meninggalkan rumahnya itu karena banyak kenangan indah bersama Gio Di dalam rumah itu. Grego pun hanya menurut saja apa yang dikehendaki oleh wanitanya itu. Sedangkan untuk mengurus urusan rumah tangga Grego sebelumnya sudah menyiapkan beberapa orang sebagai asisten rumah tangga. Hanya saja Eva meminta untuk urusan makanan dia yang akan bertanggung jawab. Sedangkan masalah kebersihan dan lainnya menjadi tanggung jawab para asisten rumah tangga tapi tetap akan diawasi. Sedangkan Grego sudah mulai bekerja seperti biasanya. Hanya 2 hari saja dia memilih untuk cuti dari kantor.
Sebelumnya Grego meminta pendapat Eva tentang rencana bulan madu mereka. Tapi Eva menolak untuk berbulan madu dalam waktu dekat ini karena dia belum bisa meninggalkan Gio sendirian dalam waktu yang lama. Dia pun hanya berharap Grego tidak keberatan dan bisa menerimanya. Dan tentu saja Grego menurut akan semua permintaannya Eva. Baginya adalah kebahagiaan untuk Eva dan Gio. Jika mereka bahagia maka diapun pasti bahagia.
Setelah kurang lebih satu minggu berlalu, Eva sudah mulai masuk kantor kembali. Para karyawan mencoba untuk bersikap seperti biasanya tapi tetap saja rasa sungkan dan enggan karena Eva sekarang adalah Nyonya Presidir. Tentu saja mereka merasa harus bersikap lebih sopan, tidak lagi berbincang-bincang dengan santai seperti dulu. Yang dulunya suka berseloroh atau bercanda kini harus lebih formal dan hormat.
Namun Eva tidak segan-segan meminta mereka untuk bersikap seperti biasa ketika dulu mereka bersama-sama. Karena dia sama dengan mereka, sama-sama karyawan. Namun baru saja dia meletakkan tubuhnya di atas kursi Aletta langsung datang menemuinya dan membisikkan sesuatu ditelinganya. Entah apa yang dibisikkannya di telinga Eva tetapi mampu merubah mimiknya Eva menjadi serius.
" Saat istirahat nanti kita bicara ya Va? bisiknya kepada Eva. Dan Eva membalasnya dengan sebuah anggukkan.
Saat jam istirahat, Aletta dan Eva berjalan bersama menuju kantin perusahaan. Mereka berdua selalu tersenyum saat mereka bersama-sama. Setelah berada dikantin mereka memesan makanan terlebih dahulu kemudian mencari tempat yang paling aman dan nyaman untuk dapat berbicara empat mata.
__ADS_1
"Tidak disangka-sangka ya Va, sekarang Kamu sudah jadi Nyonya besar." puji Aletta.
" Ahh, biasa aja mbak. Masih tetap seperti dulu kok. Nggk ada yang berubah." ucap Eva merendah.
" Mbak percaya kok, karena mbak yakin kamu itu orang yang baik hati berbeda dari perempuan-perempuan lainnya yang bertaburan di luar sana." ucapnya memuji Eva. Dan pada kenyataannya memang demikian.
Eva jauh dari kata materialistis. karena baginya harta, uang atau jabatan bukanlah penjamin kebahagiaan.
Mendengar nama Joe disebutkan oleh Aletta, Eva menjadi penasaran.
" Mbak tahu gimana kabarnya Joe kah? Tanya Eva dengan penasarannya.
" Aku juga tidak tahu bagaimana kabarnya Joe. Hanya saja beberapa hari yang lalu seseorang memberikanku sebuah kertas ini dan langsung kabur saja." jelas Aletta sambil menyerahkan kertas putih tersebut.
__ADS_1
Eva membacanya pelan dan mimik wajahnya pun seketika berubah.
Di dalam kertas putih polos itu tertulis beberapa kata-kata yang memberinya nada mengancam, amarah, serta kebencian.
" Aku akan mencarimu Eva. Aku akan menemukanmu untuk membayar rasa rindu dan benci di dalam hatiku karenamu. Sakit dan perih yang kurasakan saat ini kamu pun harus merasakannya. "
JOE.
Apakah ini benar-benar Joe, atau orang iseng yang mencoba untuk mengusik kehidupannya? Karena Eva tahu dan sadar ada pihak-pihak tertentu yang tidak menyukainya. Apalagi pernikahannya dengan Grego menambah deretan orang-orang yang membenci dirinya.
Tapi mengapa tiba-tiba nama Joe muncul setelah dia menghilang sekian waktu tanpa berita sama sekali.?
Dan Haruskah dia memberitahukan hal ini kepada Grego atau disimpannya sendiri, agar tidak membuat suaminya itu menjadi khawatir. Mengingat Grego punya banyak hal yang harus dipikirkannya selain dari pada pekerjaannya. Dan untuk saat ini Eva akan menyimpannya sendiri. Jika saatnya tepat dia akan memberitahukan hal ini kepada Grego.
__ADS_1