Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Sahabat dan Pujaan hati


__ADS_3

Kevin masih saja salah paham dengan kejadian tempo hari. Apakah mungkin Kevin belum bisa merasakan dan memahami isi hati dan perasaan Gia di saat mereka sedang berdua.? Padahal saat kencan di malam itu, Gia nampak jelas menunjukkan perhatiannya yang istimewa kepada Kevin. Tapi hanya karena sebuah adegan yang tidak disengaja malah membuat dirinya salah paham kepada kedua orang yang dekat dengannya itu. Dilema yang dihadapinya saat ini tentu saja membuat pikirannya menjadi kacau. Karena kedua orang yang membuat hatinya kacau balau adalah teman dan pujaan hatinya. Ingin pergi ke kampus pun rasanya jadi malas dan nggak ingin melihat kedekatan diantara keduanya.


Notification pesan di ponselnya berbunyi mengingatkan dirinya jika sebuah pesan masuk dan butuh untuk dibaca olehnya. Dengan bermalas-malasan, Kevin membacanya. Pesan dari sahabatnya itu.


" Vin, kamu ke kampus nggak? Gue mau ngomong sesuatu nih! bunyi pesannya.


Setelah membacanya, Kevin merasa agak malas. Pikirannya langsung berfikir negatif. Jangan sampai sahabatnya itu akan membicarakan tentang hubungannya dengan Gia. Mungkin saja mereka sudah jadian dan resmi pacaran.


Oh tidak! Dunia Kevin bisa runtuh karenanya. Bagaimana dia akan menghadapi keduanya jika mereka saling bertemu di kampus nanti.? Rasanya ingin membenamkan dirinya di dalam samudera yang luas agar tidak seorangpun bisa melihat kesedihan dalam hatinya itu.


Ingin rasanya tidak membalas pesan itu. Tapi bukankah itu sedikit kekanak-kanakan? Dia seharusnya harus bisa bersikap lebih dewasa.


Dengan sedikit berat hati dan juga kesal, Kevin pun menjawabnya juga.


" Iya. Sebentar lagi aku datang ke kampus.! jawab Kevin akhirnya.


"Oke, kalau gitu aku tunggu kamu di kantin ya! balas Varen.


" Oke, bye! Kevin mematikan ponselnya. Desah nafasnya menunjukkan keresahan dalam hatinya. Dengan langkah berat dia menyeret kakinya menuju kamar mandi. Sungguh, hari yang terasa menyesakkan, padahal dia sendiri belum yakin apa yang akan dihadapinya nanti.


Sesampainya di kampus, Kevin langsung menuju kantin untuk menemui Varen dan teman-teman yang lain. Di salah satu sudut kantin, Varen dan teman-teman nya sedang santai sambil menikmati minuman soda favorit masing-masing.


Melihat Kevin yang sudah muncul, Varen melambaikan tangannya sehingga Kevin bisa melihat keberadaan mereka.


Kevin segera menuju meja tempat teman-temannya berkumpul.


" Hai Vin,! sapa teman-temannya sahut-sahutan.


" Hai guys.! balas Kevin.


" Kok, tumben hari ini kamu telat Vin? tanya salah seorang dari mereka.


" Iya, aku telat bangun pagi ini! jawabnya asal. Padahal hari ini dia berencana untuk tidak ngampus.


" Tapi kamu beruntung banget, karena hari ini dosen kita nggk datang.! ucap yang lainnya.


" Iya Vin, hari ini kamu benar-benar beruntung! sahut yang lain. Kevin hanya tersenyum mendengar ucapan teman-temannya itu. Karena baginya hal itu tidak terlalu penting untuk saat ini. Yang terpenting dalam benaknya saat ini adalah pembicaraan apa yang akan dibicarakan oleh Varen sebentar lagi. Rasa penasaran dalam hatinya sungguh besar.


" Mau minum apa Vin? Tanya Varen.

__ADS_1


" Air mineral aja.! pesan Kevin. Varen mengangguk lalu beranjak dari tempat duduknya memesan minuman untuk Kevin. Tak berapa lama Varen kembali dengan sebotol air mineral ditangannya. Varen memberikannya kepada Kevin dan langsung di minum olehnya.


" Kemarin kamu kemana Ren? tanya Kevin ke Varen setelah diteguknya air minumnya itu.


" Nggak kemana-mana sepertinya! jawab Varen sambil mengingat-ingat kemana saja dia pergi kemarin sore.


" Oh.! Ucap Kevin.


" Emang kenapa? Tanya Varen


" Nggak kenapa-kenapa kok! jawab Kevin.


" Oh iya, kamu mau bicara apa tadi waktu ngomong ditelpon? tanya Kevin kemudian.


" Oh itu, Aku cuman mau kasih tahu sesuatu dengan kalian semua.! Varen terlihat serius. Tarikan nafasnya sedikit berat namun ada senyuman di bibirnya.


" Aku.....! Tiba-tiba Gia muncul menyapa mereka semua sehingga menghentikan pembicaraan Varen.


"Hai semuanya! sapa Gia


"Hai Gia! balas mereka hampir bersamaan.


" Teman-teman kamu yang lain dimana Gi? tanya Varen melihat Gia datang sendirian.


" Mereka lagi ada urusan. Biasalah urusan perempuan! canda Gia. Varen dan yang lainnya tersenyum mendengar ucapan Gia. Tapi tidak dengan Kevin. Bagaimana bisa dia tertawa ketika hatinya sedang dilanda rasa cemburu yang amat sangat menyiksa. Setelah kedatangan Gia, Varen seakan lupa jika dirinya sejak tadi ingin menyampaikan sesuatu kepada teman-temannya itu.


" Kalian hari ini formasi lengkap ya, lagi mau ada kegiatan atau apa nih? tanya Gia


" Hanya ngumpul biasa aja. Kebetulan aja semua lagi tidak ada kegiatan sehingga bisa ngumpul bareng seperti ini! terang Varen


" ouuh! Gia manggut-manggut menandakan kalau dirinya mengerti.


" Hari ini Gia ada kegiatan apa di kampus? tanya Varen.


" Hanya ada beberapa kelas doang ! jawab Gia. Sekilas pandang Gia melirik ke arah Kevin yang sejak tadi hanya diam saja. Dalam benaknya Gia bertanya ada apa gerangan dengan Kevin. Kenapa hari ini dia diam membisu.?,


" Ntar masih ada kelas lagi nggak? Varen bertanya lagi.


" Sudah selesai. Habis ini mau pulang aja! jawab Gia.

__ADS_1


" Ohh.! Varen meraih minuman di hadapannya lalu meneguknya.


" Vin, kamu masih ada kelas ya? Gia mencoba bertanya kepada Kevin yang sejak tadi diam seribu bahasa.


" Hmmm....! jawab Kevin sambil menggelengkan kepalanya.


" Kamu kok kelihatannya nggak semangat gitu sih Vin. Ada apa? tanya Gia yang begitu penasaran dengan sikap Kevin saat ini.


" aahh....Nggak kenapa kok. Biasa aja! jawabnya berpura-pura tetap santai dan tenang. Tapi Gia bisa melihat dengan jelas dari pancaran mata dan sinar wajahnya jika Kevin sedang menyimpan sesuatu yang membuat suasana hatinya tidak bersemangat seperti itu.


" Iya Vin. Dari tadi kamu kok diam aja? Biasanya kan kamu paling banyak bicara! celutuk salah satu dari teman-temannya itu.


"Ahhhhhh....biasa aja juga. Nggak ada apa-apa kok! jawab Kevin membela dirinya.


" Benaran nggak ada masalah apa-apa? selidik Gia. Meskipun Kevin mengatakan dia baik-baik saja tapi Gia bisa merasakan jika ada sesuatu yang disembunyikan olehnya yang tidak ingin diketahui oleh orang lain.


" Vin, kamu nggk ada kelas lagi kan? tanya Gia dan Kevin hanya menjawab dengan anggukan kepala.


" Kalau begitu, kamu bisa anterin aku pulang nggak? pinta Gia akhirnya.


Mendengar permintaan Gia, Kevin sedikit kaget. Mengapa Gia meminta dirinya untuk mengantarnya pulang, bukannya meminta Varen untuk mengantarnya pulang.


" Kan ada Varen yang bisa anterin kamu? jawab Kevin asal yang membuat Gia jadi bingung.


" Kan aku mintanya kamu, kenapa malah menawarkan Varen! balas Gia dengan nada sedikit jengkel. Dia tidak menyangka jika Kevin akan memberikan jawaban seperti itu kepadanya.


Mendengar perkataan Gia, Kevin, sedikit rasa sesal. Jangan sampai Gia marah dan benci kepadanya.


" Maksudku bukan seperti itu. Maaf kalau ucapan ku salah! Kevin pun meminta maaf. Dia tidak menyangka akan mendapat respon seperti itu dari Gia.


" Kamu lagi kesal ya sama aku! ucap Gia akhirnya.


"Tidak kok. Kenapa aku kesal sama kamu? Kamu tidak melakukan apapun! jawabnya.


" Kalau gitu, kamu bisa antar aku pulang kan! rayu Gia lagi. Karena tidak ingin dicurigai lagi oleh mereka.


Dan akhirnya Kevin pun mengangguk menyetujui permintaan Gia.


"

__ADS_1


__ADS_2