Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Jumpa Pertama Begitu Menggoda


__ADS_3

Gia begitu bersemangat. Pagi ini semangatnya untuk kuliah seakan berada di level 10 jika diurut dari level angka 1-10. Tentu saja ada sebabnya. Gia berharap hari ini dia akan bertemu dengan sang pujaan hati. Sejak tadi malam dia tak henti-hentinya membayangkan wajah si pria tampan.Tersenyum manis kepadanya saat pertama kali mereka berjumpa tanpa sengaja di pantai Bali. Moment yang selalu membekas dalam hati dan pikirannya.


Senyum itu mampu mengacak-acak hati dan pikirannya seperti saat ini. Membuatnya seakan tidak waras dan kehilangan kesadarannya.


Untuk pertama kalinya Gia merasakan hati yang berdebar-debar ketika melihat lawan jenis. Pertama kalinya membuat hatinya berbunga-bunga saatnya diberi senyuman oleh seorang pria. Semua serba pertama kali dalam hidupnya.


Jatuh cinta untuk yang pertama. Kata orang cinta pertama akan sangat berkesan karena saat itu kita belajar mulai dari awal mengenal apa itu cinta, bagaimana rasanya mencintai, betapa indah dan bahagianya ketika dicintai.


Sambil bersenandung lagu cinta, Gia melangkahkan kakinya dengan gembira berangkat ke kampusnya. Gio yang mengantar Gia ke kampus hari ini terus bertanya-tanya keheranan dengan sikap Gia yang sedikit menggelikan itu.


Sejak kemarin sore tingkah aneh Gia telah menarik perhatiannya. Jatuh cinta yang dialami oleh sang adik memang sedikit aneh. Tapi yang namanya jatuh cinta siapapun tidak bisa menilainya dengan akal pikir manusia. Seperti kata AgnezMo, cinta itu kadang tak ada logika.


Gio pasrah saja melihat tingkah sang adik. Mungkin beginilah caranya untuk mengekspresikan rasa cinta dalam hatinya. Sudahlah, tak apa-apa. Selama masih dalam batas kewajaran. Karena pada umumnya gejala jatuh cinta yang dirasakan oleh Gia juga normal dialami oleh sebagian orang.


Setibanya di kampus, Gia langsung pergi saja. Tanpa sapa atau salam Gio sebagaimana biasanya. Gio yang bahkan sudah melambaikan tangannya malah diabaikan oleh Gia. Gio dengan mata melotot memandang Gia melenggang kangkung masuk ke dalam kampus.


Gio pun hanya bisa geleng-geleng kepala tak habis pikir akan kelakuan Gia yang sedikit absurd.


Gia melangkah dengan melompat-lompat ringan sambil bersenandung lagu ceria seceria hatinya saat ini. Dia seakan cuek dengan dunia disekitarnya. Beberapa pasang mata yang berpapasan dengannya memandang heran kepadanya.


Namun Gia sedang berada di dunia miliknya sendiri saat ini. Sehingga orang-orang disekitarnya tak dianggapnya sama sekali. Ternyata efek dari jatuh cinta pada cinta pertama sangat luar biasa. Gio memandangi Gia masuk ke dalam gedung kampus sampai tubuhnya hilang dari pandangannya. Baru setelah itu Gio meninggalkan tempat itu. Saatnya untuk pergi ke kantor.


Dan saat mobil Gio mulai meninggalkan halaman kampus, mobilnya berpapasan dengan mobil Kevin. Hampir saja mobil mereka saling menyerempet karena Kevin yang membawa mobilnya dengan lumayan kencang. Gio yang sedikit terkejut untung masih bisa menahan emosinya. Tapi sebelum mobil itu semakin menjauh, Gio merekam dengan baik di dalam otaknya nomor seri mobil pribadi berwarna Navy itu. K 3V1 N.


Gia, berlari bergegas menuju kelasnya. Waktu belum terlambat hanya saja dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan teman-temannya. Saat menaiki tangga dan Gia kurang berhati-hati, kaki kanannya terpeleset saat akan menaiki anak tangga dan tubuhnya menjadi tidak seimbang.

__ADS_1


Gia pun berteriak...


" Aaaaaaaaaaa....!


Ada tangan kekar yang menangkap tubuhnya dari belakang. Gia yang menutup matanya karena rasa takut, merasakannya tubuhnya di topang oleh seseorang tapi dia belum tahu siapa pemilik tangan itu.


Untuk beberapa saat mereka terdiam mematung tanpa reaksi. Perlahan Gia membuka kelopak matanya dan dengan mata menyipit dia mencoba mengintip apa gerangan yang sedang terjadi dan siapa yang telah menopang tubuhnya itu.


Dan betapa terkejutnya Gia ketika melihat pemilik tangan itu. Semakin dibukanya matanya dan semakin jelaslah siapa pria itu. " Ohh.... ternyata sang pujaan hatinya.! Hati siapa yang tidak akan meleleh jika orang yang sedang kita sukai malah sedang memeluk kita saat ini.


Mimpi indah apa Gia tadi malam sehingga diberi kejutan semanis ini, sebagai hadiah pagi hari. Gia menjadi salah tingkah. Dia berusaha bangkit dan melepaskan dirinya dari pelukan sang idola. Hatinya yang berdebar-debar semakin kencang membuatnya grogi dan gugup.


" Ma...ma... maaf....! wajahnya benar-benar merah seperti kepiting rebus.


" Lain kali hati-hati ya, karena lain kali belum tentu ada aku yang akan menolong kamu! ucap pria itu dengan begitu lembutnya sambil tersenyum dengan manisnya. Suaranya terdengar begitu merdu di telinga Gia. Menusuk hingga relung hati. Senyumnya begitu manis melebihi gula dan madu ingin rasanya menciumnya sampai puas.


Melihat tingkah Gia yang lucu menggemaskan membuat pria itu tidak dapat menahan tawanya. Gadis manis itu begitu menarik perhatiannya. Lucu dan imut.


" Kamu di ruangan berapa?


" Ee... ruangan Shakespeare.! jawab Gia yang masih tergugup.


" Oh, kebetulan aku juga di ruangan itu. Yuk kita barengan aja. Nggk papa kan?


Gia mengangguk mengiyakan ajakan pria itu.

__ADS_1


Kemudian mereka berdua berjalan bersisian. Pria itu berjalan seperti biasa, santai dan nyaman-nyaman saja. Tapi tidak dengan Gia. Detak jantungnya yang tidak beraturan semakin berdetak kencang. Pipinya semakin panas dan memerah.


Ingin rasanya masuk dalam freezer membekukan dirinya yang sudah seperti mendidih. Udara hari ini mengapa tiba-tiba sangat panas dan gerah. Berharap mukzijat turun salju saat ini juga. Tapi sampai ulang tahun Raja Matahari pun salju tidak akan pernah turun di negeri tropis ini.


Saat berada di kantin, Gia diberondong pertanyaan oleh sahabat-sahabatnya.


" Kamu kok bisa berduaan sama senior tampan itu?


" Sejak kapan kamu berteman dengan salah satu pangeran kampus kita?


" Kamu diam-diam dekat sama salah satu senior idola kita ya?


Masih banyak lagi pertanyaan yang menohok dihatinya yang dilontarkan oleh sahabat-sahabat tengilnya itu.


" Kalian itu bisa nggk sih kalau bertanya itu jangan seperti kereta api, jas.. jis... jus....jas... jis.... jus....gitu! balas Gia sedikit kesel.


" Habisnya kamu, diam-diam malah dekat sama idola kampus kita. Kita juga pengen dong! sentil salah satu dari mereka.


" Siapa juga yang dekat. Kita hanya kebetulan bertemu di jalan trus kita barengan. Gitu doang kok. Nggk ada macem-macem.! ucap Gia membela dirinya dari prasangka buruk teman-teman gokilnya itu.


" Hemmm, tapi kami senang kok kalau kamu dekat sama salah satu idola kampus kita. Setidaknya kita juga bisa kecipratan untuk dekat dengan dia. Iya kan bestie? ucap yang lainnya.


Yang lain pun mengangguk mengiyakan. Sedangkan Gia hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah teman-temannya yang membagongkan itu. Tapi mereka adalah selalu menjadi teman terbaik baginya.


Tapi sebenarnya dalam hati kecil Gia tidak rela jika teman-temannya mendekati pria idamannya itu. Bagaimanapun juga pria itu adalah cinta pertamanya. Jika seandainya saja pria itu nantinya malah tergoda dengan salah satu dari teman-temannya itu, betapa sedih hatinya membayangkan hal itu.

__ADS_1


Di saat Gia dan teman-temannya asyik membicarakan sang idola kampus, di saat itu pula Kevin dari kejauhan memantau gerak-gerik Gia yang selalu menarik baginya. Sedangkan Varen yang duduk disampingnya sibuk mengingat kejadian yang terjadi tadi bersama dengan Gia. Mengingat kejadian itu membuatnya senyum-senyum sendiri. Dan anehnya mereka tak saling menyadari karena keduanya sibuk dengan pikiran merekamnya masing-masing sehingga mengabaikan keadaan disekitarnya bahkan seperti tak sadar jika mereka tidak sendirian di tempat itu.


Sungguh cinta benar-benar membuat seseorang bisa kehilangan kesadarannya.


__ADS_2