Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Bukan Yang Dulu Lagi


__ADS_3

Pikiran Eva kini masih dipenuhi berbagai pertanyaan tentang keberadaan Joe hingga saat ini. Apalagi setelah membaca pesan yang tertulis di kertas itu. Bayangan wajah Joe pun muncul dalam benaknya. Tidak bisa dipungkiri jika saat ini tiba-tiba saja dia merasa rindu. Tapi apakah salah jika kita merindukan seseorang disaat kita sudah menjadi milik orang lain? Meski rindu ini hanyalah sekedar rindu seorang teman kepada temannya yang sudah lama tidak bertemu.


Memang dulu pernah ada muncul rasa sayang dalam hatinya, akan tetapi seiring waktu yang berlalu dan semenjak kepergiannya rasa itu pun turut menghilang dari hatinya. Dan apakah itu termasuk salah?


Kepada siapa harus ditanyakan agar mendapat jawaban yang benar-benar tepat. Adakah ahli percintaan yang sungguh-sungguh dapat dipercaya keakuratannya? Sayangnya cinta bukanlah suatu ilmu logika yang bisa dipelajari. Cinta adalah soal hati dan perasaan. Yang muncul kapan saja dimana dia merasa nyaman untuknya singgah.


Eva duduk termenung di depan meja riasnya dengan pikiran yang sedang melanglang buana. Sampai-sampai Grego yang sudah berdiri disampingnya tidak dihiraukannya. Grego menyadari jika pikiran istrinya saat ini sedang tidak lagi ditempatnya. Entah apa yang sedang merasuki pikiran dan jiwanya sehingga sekalipun raganya ada ditempat ini tapi pikirannya melayang jauh. Disentuhnya bahu Eva dan di goyangnya perlahan. Lalu seketika Eva tersentak dari khayalannya.


" Eh, sayang. kamu sudah pulang." diraihnya tangan kekar dan lembut itu dan digenggamnya.


" Kamu lagi mengkhayalkan apa sih sayang? Sampai kamu tidak sadar jika aku sudah berdiri sejak tadi disini.! ucapnya dengan suara gagahnya. Diraihnya tubuh Eva dan dirangkulnya mesra.


" Tidak lagi memikirkan apa-apa kok. Hanya lagi menunggu kamu saja." jawabnya dengan ragu. Karena dia belum yakin apakah harus berkata jujur atau untuk sementara disimpannya dulu sendiri.

__ADS_1


"Hemmm. Baiklah. Aku mandi dulu ya rasanya gerah sekali. Supaya nanti aku bisa peluk kamu lama-lama.! rayunya menggoda istri kesayangannya itu. Dan hanya dibalas dengan senyuman oleh Eva. Hatinya selalu berbunga-bunga jika diperlakukan dengan manja seperti sekarang ini. Rasanya seperti remaja yang sedang dimabuk cinta. Dan memang sudah sewajarnya karena mungkin selama ini dia tidak merasakannya untuk waktu yang cukup lama. Ketika sekarang dia mengalami jatuh cinta lagi bagaikan jatuh cinta untuk yang pertama kalinya.


Eva sedang menyiapkan hidangan makan malam diatas meja. Gio sudah duduk manis disana sudah tidak sabar untuk menikmati hidangan lezat dari Sang Bunda. Tinggal menunggu ayah yang Sedang membersihkan diri didalam kamar. Tak lama kemudian Grego sudah muncul dengan pakaian rapinya, wajah tampannya semakin terlihat cerah sehabis mandi.


" Ayah, hari ini duduk di samping Gio ya! panggil Gio setelah melihat Ayahnya itu muncul. Grego mendekati kursi Gio, diciumnya kening bocah manis itu dan kemudian duduk disampingnya. Biasanya memang Grego duduk disamping Eva. Sedangkan Gio duduk didepan mereka berdua. Dan itu adalah atas permintaan Gio sendiri. Dia sendiri yang bilang jika dia bukan lagi bayi kecil yang harus didampingi. Dia sudah besar dan mandiri. Dia tidak ingin nanti teman-temannya disekolah menyebutnya si anak manja karena selalu dekat-dekat dengan Ayah atau ibunya.


Tumben malam ini dia ingin duduk disamping Ayahnya itu. Eva segera melayani kedua pria kesayangannya itu. Dan mereka pun menikmati makan malam yang penuh cinta dan kehangatan. Canda dan tawa menyelingi suasana malam malam ini.


Setelah makan malam berakhir mereka mencuci piring bersama-sama. Bundanya menyabuni, Ayahnya membilas dan Gio bertugas mengeringkannya dengan kain dan menyimpannya. Pemandangan yang sejuk dan harmonis dipandang mata.


Saat sedang asyik menonton bersama, sebuah pesan masuk di telvon genggamnya Eva. Tidak hanya satu atau dua pesan. Tapi sepertinya ada beberapa pesan. Eva pun mengambil handphonenya itu dan memeriksa pesan yang masuk. Ada lima pesan dari nomor yang tidak dikenal. Dan saat membacanya Eva terkejut.


" Malam Eva. Apa kabarmu? bunyi pesan pertama.

__ADS_1


" Apa kamu sedang bahagia saat ini? bunyi pesan kedua.


" Kamu bisa berbahagia diatas penderitaan orang lain." bunyi pesan ketiga.


" Terbuat dari apakah hatimu? bunyi pesan keempat.


" Atau kamu bukanlah Eva yang aku kenal dulu? Kamu siapa sebenarnya? bunyi pesan kelima.


Eva tidak tahu harus menjawab atau berkata apa-apa.


Grego yang melihat wajah Eva kebingungan seperti orang linglung langsung mengambil handphone ditangannya Eva dan membaca isi dari pesan tersebut.


Pikirannya pun kini penuh tanda tanya. Siapa gerangan orang yang mengirimkan pesan aneh ini kepada istrinya itu. Mengingat hal ini bukanlah hal yang sepele, Grego pun bermaksud membicarakannya dengan Eva.

__ADS_1


" Malam ini nontonnya cukup ya sayang. Kita istirahat aja ya, Ayah rasanya ngantuk sekali. " bisiknya kepada Gio yang sedari tadi masih asyik menonton. Dan Gio termasuk type anak yang penurut sehingga dia selalu menurut apa yang dikatakan oleh Ayah dan Bundanya.


" Oke Yah." jawabnya dengan senyuman terbaiknya. Hal inilah juga yang membuat Grego semakin sayang kepada Gio. Kemudian Gio beranjak dari sana setelah mencium pipi Ayah dan Bundanya. Menuju ke kamarnya dan sebelumnya tidak lupa menggosok giginya sendiri tanpa harus diperintahkan oleh Bundanya lagi.


__ADS_2