Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Terbongkarnya Rahasia


__ADS_3

Eva pun masuk ke dalam mobil dan duduk dengan manis dibelakang kursi sopir.


Setelah Eva masuk, sang sopir juga masuk dan segera melajukan kendaraannya.


Joe menyaksikan kepergian Eva dari balik jendela rumahnya. Hatinya cukup bahagia karena bisa bertemu dan berbicara berdua dengan Eva walau tidak begitu lama. Itu sudah cukup memuaskan hatinya.


Sedang Eva yang ada di dalam mobil dengan orang asing yang baru saja dikenalnya, merasa tidak nyaman dan sedikit was-was.


" Mengapa mas Grego mengirim orang baru untuk menjemputku ya? Tanya Eva pada dirinya sendiri.


Biasanya memang Grego akan meminta asisten kepercayaannya untuk menjemput ataupun mengantar Eva kemana saja jika dia sedang sibuk dan tidak punya waktu untuk menemani Eva. Tapi Eva mencoba menepis kecurigaannya itu dari dalam pikirannya.


Namun hal itu tidak berlangsung lama. Karena mendadak sopir itu mengubah arah haluan kemudi. Arah laju mobil itu tidak mengarah ke jalur arah rumah mereka. Tetapi melaju ke arah yang berbeda.


Eva semakin memperhatikan suasana di sepanjang jalan yang mereka lalui. Arah yang Sangat-sangat asing baginya. Dia tidak pernah melewati lokasi itu.


" Pak sopir, kita mau kemana. Jalan menuju rumah kan bukan lewat sini!? Tanya Eva penasaran.


Tapi yang ditanya malah terdiam tidak menjawab.


" Pak, kita mau kemana? Harusnya kan kita langsung pulang ke rumah. Kok kita lewat daerah ini? Eva terus bertanya.


Tetap saja sopir itu diam tidak menjawab pertanyaan Eva.


Eva yang mulai khawatir, mengambil ponselnya dan mulai menghubungi nomor Grego. Tapi ternyata nomor itu belum juga aktif.


" Kemana sih mas Grego. Kok nomornya tidak aktif dari tadi! gumam Eva pelan agar tidak kedengaran sopir itu.


Mobil itu semakin jauh melaju menuju luar kota. Jalanan semakin sepi dari kendaraan yang berlalu lalang, yang artinya jalur ini semakin jarang dilewati oleh kendaraan.


Eva yang sendirian mulai merasa takut. Entah apa yang akan terjadi pada dirinya.?


" Apakah mungkin saat ini dirinya telah menjadi korban penculikan? Apa yang harus dilakukannya? Bagaimana jika sopir ini akan berbuat sesuatu yang buruk kepadanya?


Dalam kekalutan, Eva berdoa kepada Tuhannya. Memohon rahmat perlindungan. Jika memang pria itu bermaksud jahat, Eva akan mencoba melawannya.


Sopir itupun pun menyeringai dengan licik ke arah Eva dari balik kaca spion.


Mobil itu terus melaju menuju lokasi yang semakin sepi, jauh dari keramaian. Eva yang ketakutan namun masih berusaha bersikap tegar dan berani. Dia tidak boleh memperlihatkan kalau dirinya sangat ketakutan saat ini.


Eva sadar jika ada yang tidak beres dengan sopir itu. Eva mencoba menghubungi seseorang tapi sayangnya di tempat itu tidak ada sinyal sama sekali. Sama sekali tidak ada yang akan bisa menolongnya saat ini.


Dia hanya bisa mengandalkan dirinya sendiri.

__ADS_1


Hampir 2 jam lebih Eva berada dalam mobil. Entah kemana sopir itu akan membawanya. Apakah hari ini akan menjadi akhir dari hidupnya?


" Ya Tuhan jangan biarkan orang itu melukai aku, kasihan anak dalam rahimku. lindungi kami ya Tuhan! doanya kepada Sang Khalik.


Eva mengingat jika dia belum memberitahukan Grego tentang kehamilannya. Seandainya terjadi sesuatu kepada dia dan janin dalam rahimnya dan Grego tahu akan hal itu, maka tak dapat dibayangkan betapa hancurnya hati suaminya itu kelak. Jangan sampai hal itu terjadi, akan tetapi sekarang saja Eva sudah mulai merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi.


Ada rasa penyesalan dalam hatinya. Kenapa dia tidak memberitahukan suaminya itu tentang berita bahagia itu? Mengapa dia harus menunggu waktu yang tepat dahulu untuk memberikan kejutan kepada Grego.?


Penyesalan memang selalu datang terlambat.


Mobil itu pun melintasi jalan sempit menuju hutan, yang ditumbuhi pepohonan liar. Gelap gulita tanpa ada penerangan, seakan mereka sedang memasuki sebuah gua di zaman batu.


Hanya cahaya lampu mobil yang menerangi perjalanan mereka. Tak berselang lama kemudian mobil berhenti. Lalu si sopir berbalik badan ke arah Eva dan mengatakan sesuatu.


" Berikan ponselmu? perintahnya memaksa.


Eva tidak menuruti perintah orang itu.


" Cepat berikan, atau kamu mau dihajar? ucap pria itu dengan kasar.


Dengan terpaksa Eva memberikan ponselnya. Senjata satu-satunya pun kini harus lenyap. Sepertinya dia tidak akan mendapat pertolongan lagi. Hanya bisa berpasrah pada pertolongan Tuhan semata.


Setelah benda pipih itu berpindah alamat ke tangan sang sopir, lalu pria itu membuka jendela mobil dan ponsel itu langsung dilemparnya jauh. Sontak Eva terkejut tak menyangka akan hal itu. Mulutnya ternganga, biji matanya melebar. Sungguh akhir dari hidupnya hanya sampai di tempat ini.


Eva lalu memikirkan sesuatu untuk bisa menyelamatkan dirinya. Dirabanya perutnya yang sudah berisi janin itu.


" Pak, sebenarnya saya sedang hamil dan ini adalah anak pertama saya. Tolong kasihani saya Pak, saya ingin anak ini tetap hidup.! ucap Eva dengan wajah memelas. Awalnya sopir itu sedikit terkejut. Bagaimanapun juga dia adalah seorang ayah yang memiliki seorang anak.


Tapi tugas adalah tugas. Jika dia tidak melakukannya maka anak istrinya yang mungkin tidak akan selamat.


Akhirnya laki-laki itu pun tidak mempedulikan perkataan Eva. Sopir itu kemudian keluar dengan seutas tali di tangannya. Dibukanya pintu belakang dan menyeret Eva keluar dari mobil. Eva mencoba memberontak tetapi tenaganya yang lemah tidak cukup kuat untuk melawan kekuatan laki-laki itu yang lebih besar darinya.


Tangan dan kaki Eva diikatnya dengan kuat. Diambilnya satu buah kantong plastik dari dalam mobil. Kepala Eva dimasukkan ke dalam kantong tersebut sehingga Eva tidak bisa melihat lagi. Eva berteriak sambil meronta-ronta tapi siapa yang bisa mendengarnya di hutan belantara ini. Sekeras apapun dia berusaha berteriak hanya sia-sia belaka. Mungkin hanya penghuni di hutan ini yang mendengar suaranya yang memilukan itu. Serangga-serangga hutan, pohon-pohon yang menjulang tinggi atau hewan-hewan hutan lainnya. Dan apa yang bisa mereka perbuat?


Hanya menjadi pendengar yang setia.


Pasrah! Hanya itu yang dapat dilakukannya saat ini. Pasrah pada kehendak Tuhannya.


Eva pun berbicara dalam hatinya. Merutuki nasibnya yang malang itu.


" Ahhh.....malangnya nasibku. Aku harus mati sia-sia seperti ini.! Maafkan mama sayang harus membawamu seperti ini. Ya Tuhan, saya belum pamit dengan anak dan suamiku, mereka pasti mencemaskan diriku. Kasihan mereka!


Di saat seperti ini dia masih memikirkan anak dan suaminya. Padahal hidupnya juga sudah dalam keadaan sekarat. Mungkin sisa waktunya hanya tinggal beberapa menit lagi. Setelah itu.. Wushhhh.... Dia akan lenyap dari muka bumi ini.

__ADS_1


Laki-laki itu kemudian mengangkat tubuh Eva yang sudah terikat dan tidak bisa bergerak lagi.


Tubuh itu diletakkan di dalam bagasi mobil.


Eva tak lagi meronta karena hanya akan menyakiti dirinya sendiri. Toh dia juga akan mati jadi biarlah dia mati dengan tenang. Tanpa meninggalkan bekas luka di tubuh mulusnya itu.


Tak berapa lama kemudian Eva merasakan goncangan di seluruh tubuhnya. Ternyata mobil itu melaju kembali. Dan kemanapun tujuannya hanya Tuhan dan laki-laki itu yang tahu.


Dalam dingin, gelap dan kesakitan Eva masih berusaha dengan berdoa kepada Tuhannya.


Agar dalam kehidupan berikutnya dia dipertemukan kembali dengan anak dan suaminya. Karena dia masih belum melakukan apapun kepada kedua orang yang dikasihinya itu. Bahkan salam perpisahanpun tidak ada.


" Aku mencintai kalian! bisiknya kepada angin. Berharap sang pawana dapat menyampaikannya kepada mereka.


Hingganya pada akhirnya Eva tertidur dan tak sadarkan diri.


Mobil itu terus melaju dengan kencang membelah jalanan yang sepi dan gelap. Mobil itu menuju tepi sebuah bukit buntu dan terjal.


Mobil itu berhenti tepat di ujung tebing. Lalu laki-laki itu keluar dari mobil dengan mesin mobil yang masih menyala.


Sesaat dia menatap ke arah bagasi mobil tempat dimana dia meletakkan tubuh Eva. Sesaat muncul rasa kasihan mengingat wanita itu sedang hamil. Tapi iblis dalam dirinya lebih kuat dari pada malaikat kecil yang ada dihatinya.


Dia melangkah ke arah bagasi mobil itu lalu mendorong mobil itu dengan sekuat tenaganya dengan kedua tangannya. Dan tak perlu menunggu lama akhirnya mobil itu pun terjun dari atas bukit menuju lembah curam yang dalamnya mungkin beratus-ratus meter.


Ketika mobil itu mendarat di bawah sana sudah pasti akan hancur berkeping-keping dan menjadi rongsokan yang tak berbentuk lagi.


Dan pastinya takkan ada nyawa yang selamat jika berada didalamnya.


Akhirnya selesai sudah tugasnya. Hari ini sisi jahat manusianya telah melahirkannya sebagai seorang pembunuh berdarah dingin.


Malam yang mencekam itu kini berlalu. Matahari pagi bersinar cerah. Kejadian mengerikan yang terjadi tadi malam seakan-akan tidak pernah terjadi. Alam semesta seakan diam membisu, membiarkan kisah pilu itu merenggut nyawa dua insan manusia.


Burung-burung berkicau bernyanyi merdu. Apakah itu nyanyian duka atau nyanyian suka hanya mahluk-mahluk mungil itu yang mengerti.


Tapi di belahan bumi lainnya, ada jiwa-jiwa yang sedang gelisah, khawatir dan cemas karena kehilangan belahan jiwanya. Hati dan pikiran mereka diliputi kecemasan. Sakit dan perih karena kehilangan separuh dari hidupnya.


Duka dan air mata terasa perih dan menyakitkan. Seakan jiwa dan raga mereka telah kehilangan sumber kehidupan yang memberi mereka semangat hidup selama ini.


Flashback off.....


Savio menghela napas panjang. Beban di hatinya terasa sangat berat. Karena harus mengungkapkan semua rahasia ini.


Aletta tak mampu menahan rasa haru Di hatinya. Tak terbayangkan olehnya penderitaan yang dialami oleh sahabatnya itu.

__ADS_1


__ADS_2