Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Jebakan


__ADS_3

Setelah berhasil meraih kepercayaan Via, Joe pun semakin yakin bahwa rencananya pasti akan berhasil, mengingat Via yang memang sangat mencintai dirinya. Orang bilang cinta mati, cinta yang rela melakukan apa saja untuk orang yang dicintainya. Mungkin Joe akan bertindak sebagai figure jahat yang hanya memanfaatkan cinta Via saja demi mencapai tujuannya untuk menemukan pelaku penyebab kecelakaan Eva.


Joe pun harus bersandiwara jika dia sudah membuka hatinya untuk Via. Berpura-pura telah mulai jatuh hati kepadanya. Joe harus bisa berakting sebagaimana katanya seorang pria yang benar-benar sedang jatuh cinta. Memberikan perhatian, kasih sayang, peduli ataupun menjaga dan melindunginya setiap saat.


Meski hanya sebuah sandiwara tetapi Joe harus tampil dengan sempurna. Agar Via tidak curiga kepadanya. Meski sejujurnya Joe sangat berat hati untuk melakukannya. Tetapi demi seorang Eva, dia akan melakukannya.


Dalam sehari Joe pasti mengirim pesan kepada Via, minimal 3 sehari seperti layaknya Minum obat. Hampir setiap hari diajak makan siang berdua. Dan malam minggu waktunya kencan sambil nonton film romantis di bioskop.


Seperti siang ini Joe sedang menunggu Via di depan perusahaan milik Ayah Via. Joe ingin memberikan kejutan kasih sayang. Karena sebelumnya Joe sudah menghubungi Via dan memberitahukannya jika siang ini dia ada pekerjaan yang tidak bisa ditunda sehingga tidak bisa menemaninya untuk makan siang. Padahal sebenarnya itu hanya pura-pura saja.


Saat sedang bosan menunggu di dalam mobil, dari balik kaca mobil dengan jelas Joe dapat melihat Via keluar dari kantornya. Tapi dia tidak sendiri. Seorang pria berotot berpakaian serba hitam memakai topi dan masker berjalan disamping Via. Gerak-geriknya begitu mencurigakan. Hal itu terlihat jelas dari gerakannya yang tidak wajar. Matanya seakan mencari-cari sesuatu atau sepertinya berusaha untuk menghindar dari orang lain.


Joe yang secara tidak sengaja menyaksikannya membuatnya menjadi penasaran. Dilihat dari tingkah Via yang juga tidak biasanya. Wajahnya terlihat takut dan khawatir. Pikiran Joe segera mengarah kepada laporan anak buahnya. Tanpa diduganya sasarannya datang sendiri kehadapannya. Joe mengawasi dengan tajam. Takkan dibiarkannya orang itu lolos dari pengawasan matanya.


Rencana Joe yang ingin memberikan kejutan pura-pura, berubah menjadi rencana memata-matai Via dan orang suruhannya itu. Diikutinya Via yang pergi dengan menaiki mobil pria itu.


Mobil itu meluncur membelah jalanan ibu kota. Dan Joe mengikutinya dari jarak jauh tapi masih bisa diawasi. Joe berpikir kemana kedua orang itu akan pergi? Mobil itu ternyata meluncur menuju luar kota. Kurang lebih 35 menit mobil itu tiba di sebuah tempat yang sepi. Tempat itu terlihat kumuh, masuk lewat gang sempit yang ditumbuhi ilalang dan rumput-rumput liar. Yang ternyata di antara tumbuhan-tumbuhan liar itu tersembunyi sebuah bangunan yang lebih mirip dengan gudang. Dinding catnya kusam dan sebagian sudah terkelupas.

__ADS_1


Setelah kedua orang itu turun dari dalam mobil, mereka pun segera masuk ke dalam bangunan reyot itu. Wajah Via terlihat jijik dan jengkel ketika memasuki tempat itu. Joe tetap mengikuti sambil berhati-hati jangan sampai ketahuan. Atau dia dalam bahaya jika sampai mereka memergokinya.


Di dalam bangunan itu telah menunggu 3 orang pria bertubuh kekar dan sangar. Mereka adalah satu komplotan penjahat bayaran. Mereka suka melakukan tindakan kriminal Apalagi jika hal tersebut masih dikasih bayaran tinggi.


" Halo bos,! Sapa si pria yang datang bersama-sama dengan Via.


" Hemmm! jawab si pria bertubuh tambun hitam dan botak yang disebut dengan panggilan Boss.


" Kenapa aku harus di bawa ketempat kotor seperti ini. Menjijikkan! Wajah Via kelihatan jengkel dan jijik.


Via semakin jijik melihatnya. Dia menyesal kenapa harus menuruti pria tadi untuk ikut bersamanya.


" Uang apalagi? Aku sudah membayar kalian lunas. Perjanjian antara kita sudah berakhir. Kenapa sekarang kalian meminta bayaran lagi. Kalian ingin memeras uangku hah? Via emosi ketika mendengar pria itu meminta uang bayaran lagi.


" Hey nona jahat, kami tidak butuh banyak bacotmu. Yang kami butuh itu uang. Kamu bayar atau kami akan membongkar kejahatanmu? ancam pria itu dengan garang.


Dalam hati Via sebenarnya merasa takut dan ciut. Namun dia berusaha pura-pura tidak takut dan berani.

__ADS_1


" Kalau aku tidak kasih emang kamu berani hah? balas Via sok berani.


" Ya, kalau kamu tidak sayang hidupmu. Kamusnya bisa menikmati hidup dalam bui seumur hidupmu! ucap pria itu dengan santainya.


Via mulai terlihat ciut. Bagaimana jika pria-pria jahat itu nekat melaporkannya? Dia pasti akan kehilangan Joe selamanya.


" Okey.. Okey... Aku akan kasih uangnya. Tapi tidak sekarang. Aku tidak punya uang cash. Nanti aku transfer.! Akhirnya Via mengalah.


Pria itu tersenyum tapi senyum yang menyeramkan.


" Awas, kalau kamu mencoba untuk menipu kami. Kami bisa datang ke rumahmu atau bila perlu ke kantor kamu. Dan kamu pasti tahu apa yang akan terjadi kemudian.! Ucap pria itu dengan lembut dan tenang tetapi maknanya mematikan.


Via hanya mendesah pelan hampir tidak terdengar.


" Ya. Baiklah.! pasrah Via.


Si pria itu bermain mata kepada anak buahnya yang membawa Via ke tempat itu. Kemudian si pria itu membawa Via keluar dari sana dan mengantarnya kembali ke kantornya.

__ADS_1


__ADS_2