Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Salah Paham


__ADS_3

Setelah pertemuan malam itu, Gio nampaknya sedang memikirkan sesuatu tentang adiknya itu. Gio mengetuk pintu kamar Gia, dia ingin membicarakan sesuatu dengan adiknya itu. Gia yang berada di kamar mandi tentu saja tidak mendengar suara ketukan Gio. Gio pun membuka pintu dan masuk meski dia tidak mendengar Gia mempersilahkannya untuk masuk. Kamar terlihat sepi, tapi suara recikan air kran dari kamar mandi menggema sampai ke dalam kamar. Gio pun menunggu adiknya itu keluar dari kamar mandi sambil asyik memainkan ponselnya.


" Kak Gio,! sapa Gia melihat kakaknya itu tiba-tiba sudah ada di dalam kamarnya.


" Hy Gi! balas Gio.


" Ada apa kak, tumben jam segini sudah ada di kamar Gia? tanya Gia.


"Kakak hanya ingin menanyakan sesuatu sama kamu! ucap Gio. Gia pun duduk di samping Gio untuk mendengarkan perkataan kakaknya itu.


" Gi, hubungan kamu dengan Kevin beneran serius ya? Tanya Gio.


'"Maksud kakak? Gia balik bertanya.


" Apa kalian pacaran? tanya Gio to the point.


" Pacaran? Dengan Kevin? Kenapa tiba-tiba kakak bertanya tentang itu.?


" Yaa, kakak pengen tahu aja. Kakak kan bisa melakukan sesuatu untuk melindungi adik kakak yang cantik ini dari laki-laki jahat.! ucap Gio dengan semangat.


" Iya kakak ku yang hebat. Kau memang kakak yang terbaik.! Puji Gia.

__ADS_1


"Iya dong. Kakak siapa dulu! puji Gio pada dirinya sendiri. Dan tentu saja Gia mengakui akan hal itu.


" Tapi kakak nanya serius deh, kalian lagi pacaran ya? lanjut Gio yang masih penasaran.


" Menurut kakak Kevin itu tipe pria seperti apa? Pandangan kakak sebagai sesama pria menilai sesama pria lainnya? Gia balik bertanya.


" Kalau menurut penilaian kakak, Kevin itu sepertinya pria baik-baik, bukan tipe pria yang suka berpetualang dengan lawan jenisnya. sejauh yang kakak perhatikan setiap kali bertemu dengannya." jawab Gio dengan jujur.


"Tapi....! lanjutnya kemudian.


" Tapi kenapa nih. Rasa-rasanya endingnya kurang mengenakkan.! ucap Gia.


" Nggak kok, bukan itu maksudnya. Maksud kakak itu, hanya sedikit problem tentang latar belakang keluarganya.! terang Gio.


" Iya sih. Itu urusan orang tua kita dulu. Lagi pula Bunda juga pernah bilang tidak baik menyimpan dendam dalam hati kita karena hanya akan menyakiti diri kita sendiri.! balas Gio dengan bijak juga.


" Artinya nih, nggak papa dong kalau misalnya ya, misalnya loh, kalau Gia pacaran dengan Kevin! ucap Gia dengan lirikan mata melihat reaksi Gio.


"Gimana ya, kakak sih biasa aja. Ya cuman nggk tahu Ayah dan Bunda reaksinya gimana! jawab Gio.


"Kalau Bunda pastinya enjoy aja tuh. Bunda aja udah ijinin Gia dan Kevin ngedate kemarin malam.! balas Gia. " Tapi kalau Ayah, tidak bisa diprediksikan.!

__ADS_1


" Tapi menurut kakak, Ayah pasti kurang setuju. Tahu sendiri kan Ayah itu sedikit keras dan tegas. Apalagi Ayah punya pengalaman kurang menyenangkan dengan keluarganya Kevin.! ujar Gio mengingatkan Gia tentang kisah masa lalu keluarga mereka dengan keluarga Kevin.


" Gia memang kurang tahu tentang masa lalu keluarga kita dengan keluarga Kevin, tapi Gia hanya berharap semua baik-baik saja.! ucap Gia penuh harapan akan kebahagiaan dimasa depan.


" Kakak juga berharap demikian. Kakak tidak ingin lagi kembali seperti dulu. Kakak sudah mengalami banyak penderitaan di masa lalu dan tidak ingin terulang lagi.! ucap Gio sendu mengenang masa lalunya yang pernah merasakan penderitaan.


Spontan Gia memeluk kakaknya itu dengan penuh kasih sayang. Dia bisa merasakan kesedihan yang dialami oleh kakaknya itu di masa lalu. Dia juga pernah merasakan kesedihan yang sama tapi mungkin tak sepahit yang dirasakan sang kakak. Sekalipun masa kecilnya dia tidak merasakan kehadiran sosok sang Ayah tapi dia tidak kehilangan kasih sayang seorang ayah karena dia menemukannya dari orang lain yang menyayangi dirinya seperti layaknya seorang ayah. Sedangkan kakaknya itu, telah banyak kehilangan. Tidak hanya kasih sayang seorang ayah tapi juga kasih sayang dari sang Bunda. Meski kini semuanya sudah terbayarkan, keluarganya telah lengkap bahkan sangat lengkap. Sehingga derita di masa lalu tidaklah sia-sia.


Percakapan kali ini semakin mengeratkan hubungan batin diantara keduanya. Mungkin darah mereka bukanlah darah yang sama karena memang mereka tidak memiliki hubungan darah sama sekali. Tapi bukan jadi penghalang bagi mereka untuk saling mencintai dan menyayangi layaknya kakak dan adik kandung.


Gia sedang duduk manis di dalam kelas karena pagi ini ada kelas dari dosen favoritnya. Terlihat dari wajah serius Gia mendengarkan kuliah sang dosen. Memang aura-auranya terasa berbeda jika kita melihat seseorang yang kita sukai atau kagumi. Mata kuliah yang berdurasi 2 jam tersebut rasanya begitu singkat bagi Gia. Berbeda dengan beberapa teman sekelasnya yang terlihat mulai bosan dan sedikit mengantuk. Setelah kelas selesai, Gia langsung menemui teman-temannya yang sudah menunggunya di kantin kampus.


Saat berjalan di koridor kampus, Gia yang berjalan seorang diri dan asyik membalas pesan chat dari teman-temannya itu sehingga kurang fokus memperhatikan langkahnya. Varen yang juga sedang berjalan dari arah berlawanan terlihat sedang bercanda dengan teman-temannya. Mereka begitu asyiknya bahkan tidak menyadari langkah kaki mereka yang berjalan diantara mahasiswa-mahasiswi lainnya yang juga sedang berlalu lalang. Ada yang baru datang, ada yang sudah selesai kuliah. Begitulah suasana kampus yang riuh dan beragam aksi dari para civitasnya.


Gia dan Varen yang berjalan tanpa menyadari keadaan disekitar mereka terus melangkahkan kakinya. Dan pada saat ketika Varen yang membalikkan tubuhnya karena sedang berbicaralah dengan salah satu teman kelasnya tanpa sengaja menubruk Gia dari depan. Gia yang tidak bisa menahan keseimbangan badannya hendak terjatuh ke lantai. Namun Varen dengan sigapnya memegang pergelangan tangan kanan Gia. Namun tangan kiri Gia malah menarik tubuh Varen sehingga keduanya terjatuh. Varen mencoba melindungi Gia agar tidak terbentur ke lantai sehingga dia menjatuhkan dirinya terlebih dahulu dan memeluk tubuh Gia agar jatuh di atas tubuhnya sendiri. Namun yang terjadi adalah suatu kejadian yang sedikit menghebohkan. Karena benturan diantara tubuh mereka yang cukup keras membuat Gia tidak bisa menahan tubuhnya agar tidak menempel dia atas tubuh Varen. Maka terjadilah adegan yang tidak disangkakan, Bibir keduanya malah bertemu dan terjadilah accident kiss. Yang disaksikan oleh hampir semua mahasiswa yang kebetulan berada di tempat itu. Dan pada waktu bersamaan Kevin muncul karena baru juga keluar dari kelas turut terkejut dan tidak menyangka akan melihat adegan yang tidak mengenakkan itu.


5 detik yang sebenarnya adalah waktu yang singkat. Namun bagi seorang Kevin itu adalah waktu yang cukup panjang dan sungguh tidak menyenangkan. Cemburu pasti. Bagaimana mungkin dirinya kalah cepat dari seorang Varen. Selama ini dia selalu menahan dirinya, bersabar dan bersabar agar bisa mendekati Gia dan mengisi ruang hatinya. Tapi apa yang telah dilihat oleh mata kepalanya sendiri, sungguh memberikan seiris luka dihatinya.


Bagi Varen sendiri itu adalah keberuntungan untuk dirinya yang tidak menyangka akan mengalami peristiwa yang membahagiakan ini. Lihatlah mimik wajahnya yang merona karena bahagia sekali. Tidak harus menunggu menjadi kekasih Gia agar bisa mencium bibir gadis itu.


Sedangkan Gia señdiri sudah pasti hatinya sedikit merasa malu.

__ADS_1


Varen bangkit lebih dahulu, kemudian membantu Gia untuk bangun dari tempatnya. Melihat reaksi keduanya yang nampak bahagia membuat hati Kevin menjadi menciut. Apakah mungkin kalau Gia dan Varen sama-sama saling menyukai? Kevin pun memutuskan pergi dari tempat itu tanpa menemui Gia dan Varen lagi. Dia tidak ingin keduanya melihat dirinya ada diantara mereka. Meski saat ini dalam pikirannya ada perasaan cemburu, sakit hati, sedih dan kecewa. Tapi apa boleh buat. Saat ini itulah yang dirasakan olehnya. Pada akhirnya Kevin menjadi sedikit salah paham dengan hubungan keduanya.


Dengan langkah lemah dan malas Kevin meninggalkan tempat itu. Beberapa temannya yang melihat sikapnya yang terlihat aneh tidak tahu apa yang sedang terjadi dan sama sekali tidak mengerti dengan situasi yang terjadi baru saja.


__ADS_2