Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Pengakuan Hati


__ADS_3

Kevin melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Gia dan Kevin saling terdiam membisu. Kevin fokus menyetir sedangkan Gia ingin mengatakan sesuatu tetapi tidak tahu harus memulai dari mana. Melihat sikap Kevin yang sejak tadi tidak mengeluarkan suara sedikitpun membuatnya Gia ikut bingung, tidak tahu harus berbicara apa. Tapi jika Gia tidak segera memulai pembicaraan maka mereka hanya akan terdiam dan rasanya pasti aneh sekali. Seolah-olah mereka berdua adalah orang asing yang tidak saling mengenal.


" Kok hari ini kamu seperti tidak bersemangat. Ada apa Vin? tanya Gia akhirnya memecahkan kesunyian diantara mereka.


"Haa... kenapa? tanya Kevin yang sepertinya tidak mendengarkan perkataan Gia barusan.


" Kamu lagi ada problem ya. Kamu terlihat tidak bersemangat hari ini? korek Gia yang bisa melihat raut wajah Kevin yang sepertinya mendung dan tak bersemangat.


"Nggak kok, nggk ada masalah apa-apa. Aku biasa aja.! jawab Kevin.


" Kamu yakin tidak punya masalah! ulang Gia bertanya lagi.


" iya, aku baik-baik saja. tidak perlu khawatir! ucapnya menenangkan hati Gia.


"Baiklah, aku juga berharap kamu baik-baik saja. Hanya saja wajahmu tidak terlihat baik-baik saja. Karena itu aku bertanya apa kamu sedang ada masalah. Tapi karna kamu bilang nggak ada masalah apa-apa, ya, it's okay.! Ujar Gia.


Kevin menghela nafasnya panjang, mulutnya terasa berat sekali untuk mengungkapkan apa yang tersimpan di dalam hatinya saat ini. Keberaniannya seakan terkubur dalam-dalam di dasar lubuk hatinya yang tak terungkapkan. Melihat gelagat Kevin yang tidak biasanya tak begitu sulit bagi Gia untuk menilai perasaan apa yang sedang dialami oleh Kevin. Hanya saja Gia tidak mau mendahuluinya.


" Kalau kamu ingin menceritakan apa yang sedang kamu pikirkan saat ini, aku siap mendengarkannya Vin! Ujar Gia.


Kevin menghentikan mobilnya dan memarkirkan kendaraannya di tepi jalan. Kemudian Kevin memandang lekat wajah Gia. Gadis manis itu, terlihat lebih cantik hari ini. Membuat hati dan pikiran Kevin semakin mengaguminya. Kevin bertanya pada dirinya sendiri, apakah dia mengutarakan saja secara langsung perasaannya selama ini kepada Gia? Tapi bagaimana jika Gia malah menolaknya? Yang ada hubungan diantara mereka bisa saja menjadi renggang. Dan Kevin sangat tidak bisa menerima hal itu. Akan tetapi jika dia hanya memendam saja perasaannya kepada Gia, tentunya dirinya yang akan tersiksa menahan rasa yang begitu mendalam di hatinya. Dilema, dan sungguh tak menyenangkan sama sekali.


Gia menatap Kevin tajam dengan wajahnya yang serius, karena mimik wajah Kevin yang mengkhayal entah kemana.

__ADS_1


" Ada apa Vin? Apa yang kamu pikirkan? Sepertinya kamu sedang menyimpan sesuatu dalam hatimu? Tebak Gia dengan tepat.


" Ahhhh.....nggak ada apa-apa kok.! jawab Kevin- sedikit terbata.


" Kamu yakin tidak ada apa-apa? Ucap Gia seperti mulai mendesak Kevin untuk berkata jujur.


Kevin menarik napas panjang. lalu tiba-tiba dia menyelutuk dengan suara pelan hampir tidak kedengaran, " Aku sayang Kamu Gi!


Mendengar pengakuan Kevin yang begitu mendadak, tak heran jika Gia sedikit terkejut.


Gia bertanya-tanya dalam hatinya apakah dia yang salah dengar atau memang kata-kata itu benar-benar keluar dari mulut Kevin atau memang faktor usia sehingga membuat pendengarannya sama sekali berkurang. Tapi Gia kan belum tua-tua amat.


" Tadi kamu bilang apa Vin, aku kurang jelas mendengarnya.! Ujar Gia.


" Kamu barusan itu ngomong apa? Aku seperti mendengar ada kata-kata pengakuan gitu! ucap Gia memancing kejujuran dari Kevin.


Kevin tarik napas panjang lalu membuangnya dengan sedikit berat. Sepertinya tidak perlu lagi disembunyikan. Kalau terus disembunyikan yang ada Gia akan direbut orang lain. Meski sebenarnya Gia sudah bisa merasakannya lewat sikap dan perhatian Kevin selama ini. Namun tentunya itu saja tidak cukup. Butuh suatu pengakuan verbal. Bagi seorang perempuan pengakuan itu sangat penting agar dirinya semakin yakin dan percaya jika laki-laki itu benar-benar menyayangi dan mencintainya.


Kevin meraih kedua tangan Gia dan menggenggamnya dengan hangat dan lembut. Mereka berdua saling bertemu pandang. Tatapan mata Kevin nampak berbinar penuh cinta, detak jantungnya seakan memacu lebih cepat dari biasanya.


" Gi, aku ingin menyampaikan suatu hal kepadamu. Yang selama ini aku terus pendam dalam hati. Dan semakin lama terasa semakin sesak apalagi ketika melihat kamu bersama dengan pria lain! Ucap Kevin dengan sepenuh hatinya.


Gia tetap berusaha tenang mendengarkan apa yang ingin disampaikan oleh Kevin. Meski hati Gia mencoba menebak sepintas apa yang hendak disampaikan oleh Kevin kepadanya. Tapi Gia tetap saja penasaran dan sangat antusias untuk mendengarnya dengan lebih jelas dari bibir Kevin.

__ADS_1


" Selama ini aku sudah menyimpan perasaan suka dan sayang sama kamu. Sejak pertemuan pertama aku merasa jika hatiku tertarik melihat kamu meski aku tidak begitu meyakininya. Namun karena beberapa hal yang seakan menghalangi perasaan ini membuat diriku ragu untuk sesaat dan seakan-akan ingin menyembunyikannya." lanjut Kevin. Terlihat binar bahagia di wajah Gia mendengar ucapan Kevin.


" Gi, kamu mau kan jadi kekasihku? Ucap Kevin akhirnya karena sudah tidak sabar lagi untuk mengutarakan isi hatinya. Gia yang sudah bisa menebaknya sama sekali tidak merasa kaget mendengarkan pengakuan Kevin, tapi hatinya tidak bisa berbohong kalau dia begitu bahagia setelah mendengarkan pengakuan cinta Kevin.


Sebelum menjawab dan membalas pengakuan Kevin, Gia tersenyum manis. Nampak jelas dari rona kebahagiaan memancar dari wajah cantiknya.


" Aku senang, karena kamu mau jujur dan berani untuk mengungkapkan isi hatimu Vin. Tapi.....! Gia menggantungkan perkataannya membuat Kevin penasaran apalagi dengan kata tapi. Apa mungkin Gia akan menolak cintanya dan tidak bersedia untuk menjadi kekasih hatinya. Kevin menatap Gia was-was dan khawatir. Takut jikalau jawaban Gia tidak sesuai dengan harapannya. Keheningan yang sesaat itu ternyata seakan mau membunuh Kevin yang tidak sabar mendengarkan jawaban Gia sekaligus takut jika jawabannya tidak sesuai dengan keinginan hatinya.


"Tapi...! Lanjut Gia. " Kenapa harus menunggu lama sih untuk mengutarakan isi hatimu kepadaku. Apa kamu tidak takut jika hatiku berpaling kepada pria lain?


Mendengar jawaban Gia Kevin tentu saja merasa bahagia. Untuk sesaat tadi dia merasa takut dan khawatir dengan jawaban Gia, namun ternyata jawaban Gia adalah jawaban yang sangat diharapkannya sejak tadi. Ekspresi wajah Kevin berubah bersinar bahagia. Bahkan sangat bahagia. Dengan refleks Kevin langsung memeluk Gia, mendekapnya penuh cinta dan kehangatan. Hatinya yang sangat bahagia kehabisan kata-kata untuk diungkapkan. Gia bisa merasakan jutaan kebahagiaan menyelimuti hati Kevin saat ini. Hatinya bisa merasakan getaran-getaran cinta dan kasih sayang Kevin dalam dirinya saat ini.


" I love you Gi, I love you so much! Ungkap Kevin dengan berjuta kehangatan dan kebahagiaan.


" I love you too Vin! Balas Gia. Akhirnya keduanya saling mengungkapkan isi hati mereka masing-masing. Perasaan yang selama ini dipendam dalam hati, terungkap sudah dan saling berbalas satu sama lain. Meski agak sedikit terlambat tapi akhirnya kebahagiaan itu tersampaikan sudah. Keduanya saling mencintai dan menyayangi. Tentunya kebahagiaan untuk keduanya. Keduanya saling mendekap erat dan hangat menyalurkan hasrat dan perasaan mereka yang selama ini mereka sembunyikan di dasar lubuk hati yang terdalam.


" Gi, aku berharap kita akan selalu bersama, apapun yang terjadi aku ingin tetap menyayangi dan mencintaimu selamanya.! Janji Kevin.


" Aku juga berharap demikian Vin. Aku ingin menikmati kebahagiaan ini bersama kamu untuk selamanya.! Gia menegaskan perkataan Kevin. Mereka berdua saling memberikan senyuman satu sama lain.


" Gi, boleh nggak? Tanya Kevin dengan tatapan penuh harapan jika dia ingin mencium bibir ranum milik Gia. Dan Gia yang mengerti maksud Kevin menjawab dengan tersenyum lalu mengangguk perlahan.


Dan akhirnya keduanya saling menyatukan diri lewat ciuman manis dan penuh cinta itu. Begitu indah, romantis dan mesra.

__ADS_1


"


__ADS_2