
Joe kembali ke rumahnya setelah bertemu dengan Via. Tidak banyak yang mereka bicarakan tetapi setidaknya Joe bisa, mengeluarkan curahan hatinya. Meski Joe tidak tahu apakah tindakan nya itu benar atau salah. Mengingat hubungannya dengan Via juga cukup rumit. Mengingat hubungan mereka di masa lalu yang kurang baik. Tapi bukankah mereka sudah saling memaafkan jadi tidak ada lagi dendam.
Baru saja Joe membuka pintu kamarnya, Xhena langsung menyambutnya dengan tuduhan yang penuh amarah.
" Ouh, jadi sekarang sudah punya wanita lain yang bisa diajak curhat-curhatan. Teman ngobrol kalau habis bertengkar di rumah. Teman untuk diajak jalan-jalan!
Joe yang awalnya kaget langsung mengerti. Istrinya itu pasti melihat keberadaan Via bersamanya di cafe itu. Atau kemungkinan lain dia menyuruh mata-mata untuk mengawasinya.
" Via itu teman lama. Kami baru saja bertemu setelah sekian lama tidak bertemu! ucap Joe sedikit berbohong. Jangan sampai Xhena merasa sakit hati karena salah paham atas dirinya.
" Oh yaa!? Hanya kamu yang tahu kebenarannya! ujar Xhena yang masih kurang mempercayainya.
" Aku berkata jujur sayang. Kami hanya berbicara tentang kenangan di masa sekolah dulu.! yakinkan Joe.
" Kenangan terindah tentunya. Iya kan! Atau dia mantan pacar kamu dulu! Sepertinya, karena kalian terlihat saling merindukan! ucap Xhena seperti sedang mengejek Joe.
" Tidak sayang. Kami hanya sebatas berteman. Kami tidak pernah pacaran! Joe berusaha meyakinkan.
" Mas kira aku tidak tahu, kalau wanita itu pernah jadi mantan tunangannya kamu? Mas tidak perlu menyembunyikannya. Mas kira aku lupa waktu mas bercerita semua tentang masa lalu mas.! Kata-kata Xhena mengingatkan Joe akan peristiwa kala itu.
" Maafkan mas sayang. Tapi sejak dulu mas memang tidak ada perasaan untuk Via! Iya memang benar dia pernah jadi mantan tunangan mas. Tapi bukan berarti kami saling mencintai.! Ucap Joe tetap berusaha meyakinkan istrinya itu.
" Sekarang ini, mas hanya menyayangi dan mencintai kamu. Mas tidak ada maksud atau tujuan untuk mencari wanita lain. Mas sudah berjanji pada diri mas sendiri hanya akan menghabiskan sisa hidup mas dengan kamu. Hanya kamu sayang! Joe meraih tangan Xhena lalu menggenggamnya dengan hangat dan mesra.
Xhena sempat merasa tersentuh dan hatinya terharu. Namun egonya membuat hatinya mengabaikan rasa itu.
" Apa aku harus terharu dengan kata-kata kamu itu? ucap Xhena begitu menusuk.
__ADS_1
" Mengapa kamu tidak bisa melihat ketulusan dan kejujuran dariku? Apakah dimatamu aku begitu buruk.? Hati Joe menjadi sedih. Dia tidak menyangka jika Xhena setega itu kepadanya. Kenapa hati wanita ini begitu sulit untuk di mengerti olehnya. Padahal dulu awal mereka bertemu Joe sangat yakin jika Xhena adalah pasangan hidupnya kelak. Namun sekarang rasanya sangat jauh berbeda. Apakah hati wanita memang mudah berubah-ubah?
Melihat kesedihan di mata Joe, mampu menggugah sedikit hati Xhena. Sekalipun dia mencoba bertegar hati, melihat ketulusan Joe hatinya luluh juga seketika.
" Aku minta maaf. Aku terlalu egois. Aku hanya merasa sakit hati dan cemburu karena mas seakan memperlakukan diriku seperti orang kedua. Mereka selalu menjadi prioritas bagi mas Joe padahal aku adalah istri mas Joe.! ucap Xhena mencurahkan isi hatinya.
Joe yang sudah menyadari kesalahannya sangat memahami dan tentunya merasakan apa yang dirasakan oleh istrinya itu. Joe lalu merangkul Xhena dengan erat dan penuh cinta sambil membisikkan kata-kata maaf di telinga istrinya itu.
" Maafkan aku karena sudah menyakiti hatimu. Namun aku tidak pernah bermaksud untuk itu. Aku janji, aku akan selalu menjadikan kamu yang pertama di hidupku mulai saat ini.!
Xhena pun membalas pelukan Joe. Hatinya yang saat ini luluh hanya ingin memeluk suaminya itu dengan erat dan hangat.
"Aku harap mas memegang janji mas! bisik Xhena.
Pelukan Joe semakin erat dan hangat. Perkataan istrinya akan selalu diingatnya dalam hati dan benaknya. Dia tidak ingin menyakiti istrinya lagi. Untuk saat ini dia hanya akan menjaga cintanya. Karena seumur hidupnya dia ingin menghabiskan sisa waktunya bersama Xhena. Sebagai suami isteri, Joe ingin menikmati masa tuanya bersama pasangan hidupnya itu.
" Kedepannya saat bersama Joe dan Xhena kita harus lebih peka dan perhatian. Jangan sampai membuat Xhena merasa terasing dan dinomorduakan.! nasehat Grego kepada mereka.
" Iya, Ayah. Gio dan Gia pasti akan mendukung yang terbaik untuk Om Joe.! ucap Gio.
" Selama ini Om Joe sudah melakukan yang terbaik untuk keluarga kita, sudah menjadi kewajiban kita untuk mendukung Joe dan Xhena! sambung Eva.
" Iya sayang, kita pasti akan melakukan yang terbaik demi kebahagiaan keluarga Joe.! balas Grego kemudian.
Mereka berempat saling memberi senyuman sebagai bentuk dukungan dan semangat satu sama lain.
Sedangkan Via, setelah mendengarkan curhatan Joe sebenarnya seakan memberikan sedikit harapan dihatinya jika seandainya Joe gagal dalam rumah tangganya. Bukan bermaksud mendoakan mereka untuk berpisah, namun sisi egonya sedikit menginginkan hal itu terjadi. Namun setelah mendengar cerita baik dari Joe beberapa saat yang lalu, menghapuskan keinginan hatinya yang sempat tumbuh bertunas.
__ADS_1
Menjelang sore, Via sedang berbelanja isi kulkas yang sudah mulai menipis. Kevin yang biasanya dimintai tolong olehnya untuk membantunya berbelanja, kali ini tidak diajaknya serta. Selain untuk berbelanja, Via memang ingin menikmati kesendiriannya. Saat berbelanja Via sebenarnya tidak terlalu fokus dengan belanjaannya. Pikirannya mengembara entah ke negeri antah berantah dimana.
Karena khayalannya itu membuatnya tidak memperhatikan langkah kakinya. Dan tanpa sengaja tubuh Via menabrak tubuh Xhena yang ternyata sedang berbelanja juga disana.
Xhena nampak seorang diri karena Joe tak kelihatan ada disana.
" Maaf, saya tidak sengaja! ucap Via meminta maaf terlebih dahulu.
" Saya juga minta maaf tadi kurang perhatian saat berjalan! balas Via juga meminta maaf.
" Kamu Via ya! ucap Xhena setelah mengenali wajah Via.
" Ahh...ya. Saya Via! jawab Via.
" Saya Xhena! balasnya memperkenalkan diri. Yang tentu saja Via sudah mengenal wanita didepannya itu.
" Ohh iya, saya ingat. Kamu istrinya Joe kan! sahut Via. Xhena mengulurkan tangannya sembari menganggukkan kepalanya.
" Iya, saya istrinya Mas Joe.! jawab Xhena dengan senyuman manisnya seakan mempertegas ikatan diantara mereka.
"Senang bertemu dengan kamu. Sepertinya ini pertemuan pertama kita secara langsung.! ucap Via.
" Iya. Ini pertemuan kita yang pertama kalinya. Selama ini aku hanya lihat kamu lewat photo saja. Sekarang aku bisa melihat kamu langsung.! ucap Xhena.
" Iya, kita memang sama. Aku melihat kamu pertama kalinya lewat photo di kartu undangan pernikahan kalian dulu.! sambung Via.
Mereka saling memberi senyuman. Nampak senyuman yang tulus dari keduanya. Tentu saja tak ada dendam atau kebencian diantara mereka. Mereka berdua pun seakan bersepakat untuk jalan bersama. Bercerita sambil menikmati keriuhan di supermarket di sore yang jingga dan indah itu.
__ADS_1