Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Biarkan Kenangan Itu Hadir Kembali


__ADS_3

Evelyn tersadar dari tidur panjangnya. Setelah hampir 2 hari penuh dia tidak sadarkan diri.


Kelopak matanya terbuka perlahan-lahan, sinar lampu yang cahayanya sedikit menyilaukan membuat netranya harus beradaptasi dengan sinar silau, sebelum kelopak netranya itu benar-benar terbuka lebar.


Ditelusurinya ruangan tempatnya berada kini dengan kedua netranya, semua berwarna putih dan tercium aroma obat-obatan. Dia bertanya dalam hatinya dimana dia berada saat ini?


Lalu netranya menangkap tubuh Gia yang berbaring di atas sofa panjang. Evelyn berusaha untuk bangkit dari pembaringannya. Namun tubuhnya seakan sulit dan berat untuk digerakkan. Terdengar keluhan sakit dari bibirnya ketika dia hendak bergerak. Gia yang masih tertidur ternyata mendengar rintihan sakit sang ibu. Membuatnya terjaga dari tidurnya. Raganya langsung bangkit ketika dilihatnya sang ibu yang berusaha bangkit.


" Ibu!! panggilnya lirih. Dibantunya ibunya itu untuk duduk diatas bednya.


" Ibu sudah bangun. Gia senang ibu akhirnya bangun juga. Gia sangat khawatir terjadi sesuatu kepada Ibu. Kalau ibu kenapa-kenapa Gia tidak tahu harus mengadu kepada siapa. Gia hanyalah punya ibu saja di dunia ini!


Netra Gia nampak berkaca-kaca, nada bicaranya terbata-bata menahan isak tangis. Sungguh miris. Disaat seperti ini adalah masa dimana butuh dukungan dan perhatian dari keluarga, dari orang-orang yang terkasih, teman ataupun sahabat.


Sedangkan Gia dan Evelyn hanyalah sebatang kara di dunia ini. Semenjak mereka memutuskan pindah ke kota ini, tidak ada keluarga, tidak teman ataupun sahabat dekat. Hanya ada Om Savio satu-satunya orang yang dekat dengan mereka.


Dulu saat di kota lama, Gia hanya punya beberapa teman yang bisa dihitung dengan jari. Hidup bersama dengan para tetangga juga tidak berjalan dengan baik. Mereka sering kali menggunjing keberadaan ibunya yang tidak punya suami tetapi bisa hamil dan melahirkan seorang putri. Ibu selalu menjadi topik perbincangan para ibu-ibu kompleks mengalahkan gosip dalam lambe turah.


Bahkan Om Vio harus kena imbas pergunjingan mereka. Karena ketidaknyamanan inilah cukup sudah 17 tahun lamanya mereka mengalaminya. Dan akhirnya memutuskan untuk pindah ke kota ini.


Semua memang terlihat baik-baik saja. Tidak lagi terdengar gosip atau gunjingan para tetangga. Namun itu semua tidak menjamin kebahagiaan. Saat ini ibunya Evelyn mengalami kesakitan dan membutuhkan perawatan dan perhatian. Kasih sayang dan perhatian dari Gia memang tidak kurang sepeserpun. Ibunya itu tidak pernah mengeluh kesepian meski harus menjadi single mother.


Tapi Gia sangat tahu persis apa yang tersembunyi di dalam hati ibunya itu. Meski tidak diungkapkan dengan kata-kata.

__ADS_1


Ibunya itu butuh kasih sayang, perhatian, belaian dan cinta dari seseorang kaum adam . Tapi ibunya itu seakan menutup semua celah di hatinya bagi para kaum adam. Baginya yang terpenting adalah kebahagiaan bagi putri tersayangnya itu. Sehingga mengabaikan kebahagiaannya sendiri.


Evelyn membelai lembut rambut hitam panjang putrinya itu dengan kasih sayang.


" Gia sayang, ibu baik-baik saja. Ibu tidak akan kenapa-kenapa. Ibu akan selalu bersama kamu. Menjaga dan merawat kamu sampai ibu tua bahkan sampai akhir hayat ibu. Ibu tidak akan pernah meninggalkan putri yang ibu sayangi.!


Dibawanya putrinya itu kedalaman pelukannya. Dia berusaha untuk kuat dan tegar, tapi hatinya ternyata rapuh dan lemah. Air mata tak terbendung lagi. Mengalir membasahi pelupuk netranya dan tumpah ruah sebagai ungkapan terdalam dari hatinya.


Selama ini dia berusaha untuk menutupi kesedihan dan kerinduan di hatinya akan hadirnya sosok pria yang mampu memberinya kenyamanan dan kasih sayang serta cinta dan perhatian, karena dia berusaha fokus merawat dan melindungi Gia. Tidak persoalan baginya harus mengorbankan keinginan hatinya demi kebahagiaan putrinya itu.


Disaat mereka sedang hanyut dalam perasaan mereka, Vio muncul dari balik pintu. Melihat adegan haru, hati Vio tersentuh dan mewek. Sebagai lelaki sejati tidak menjamin hatinya tidak akan mewek melihat adegan mengharukan seperti saat ini.


Vio pun menggabungkan diri. Tanpa tedeng alih-alih Vio memeluk kedua wanita istimewa dihatinya itu. Meski sedikit terkejut, keduanya tak melarangnya. Mereka bertiga larut dalam suasana yang mengharu biru. Seandainya situasi seperti ini dapat berlangsung lama, sungguh bahagia rasanya.


Pelukan hangat yang penuh cinta itu berlangsung cukup lama. Ketika mereka saling melepaskan diri lalu saling memandang satu sama lain, tiba-tiba tawa mereka meledak memenuhi ruangan itu.


Mereka mengusap sisa air mata di wajah mereka masing-masing. Hidup ini memang seperti sebuah drama. Di dalamnya terdapat berbagai adegan, dari adegan yang mengharu biru, adegan percintaan, adegan menyakitkan, juga adegan menggelitik mengundang tawa.


Vio pun membuka pembicaraan diantara mereka bertiga.


" Tadi aku sudah berkonsultasi dengan dokter, dan dokter menyampaikan keadaan kamu baik-baik saja. Sakit nyeri yang kamu alami adalah efek kecelakaan yang terjadi belasan tahun silam yang selama ini tersimpan dalam memori ingatan kamu. Dokter menyarankan untuk sementara jangan terlalu memikirkan tentang ingatan masa lalu karena jika pikiran kamu tidak sanggup menerimanya akibatnya bisa fatal. Kelak kita akan menghadapinya bersama-sama. Kita akan mencoba perlahan-lahan untuk mengingat kembali memori masa silam kamu.!


Mendengar penuturan dari Vio memberi sedikit kelegaan di hati kedua wanita itu. Untuk saat ini mereka tidak akan terlalu memikirkan hal-hal berat. Jalani saja apa adanya. Biarlah waktu yang akan membantu mereka melewati hari-hari bersama dengan lebih baik lagi.

__ADS_1


Kemudian Vio permisi untuk mengurus biaya administrasi karena Evelyn sudah diijinkan pulang oleh dokter. Hanya butuh kontrol ke dokter saja.


Setelah keluar dari ruangan itu, Savio masih berdiri di balik pintu. Terdengar desah nafas yang begitu menyesakkan baginya. Ada suatu rahasia yang tersimpan dalam hatinya. Rahasia yang hanya diketahui olehnya. Sebuah rahasia besar yang telah disembunyikannya selama 17 tahun ini.


Selama ini dia dia mampu menutup rahasia itu rapat-rapat. Setelah 17 tahun berlalu dia mengira rahasia itu tidak akan pernah lagi terungkit. Hingga pada saat dia menyaksikan perjumpaan Grego dan Evelyn di toko roti. Lambat laun rahasia itu suatu saat akan terbongkar hanya tinggal menunggu sang waktu yang akan menjawabnya.


Savio pun melangkahkan kakinya dengan langkah berat dan gontai. Usahanya selama 17 tahun untuk mendapatkan hati dan cinta Evelyn tidak membuahkan hasil sama sekali. Ternyata hati itu tidak akan pernah menjadi miliknya. Sekeras apapun dia berusaha, Evelyn tidak pernah goyah. Bahkan disaat dia sedang kehilangan ingatannya, ternyata hatinya tidak serta merta lupa akan cinta sejatinya. Buktinya Evelyn tidak pernah membiarkan hatinya dimasuki dan dihuni oleh pria lain.


Hati itu telah terkunci hanya untuk satu hati saja. Cinta sejatinya. Sejauh apapun jarak memisahkan, selama apapun waktu telah berlalu pada akhirnya hati itu akan kembali kepada pemiliknya.


Savio sudah selesai mengurus biaya administrasi, Gia sudah selesai membereskan pakaian ibunya. Waktunya untuk pulang ke rumah. Meski hanya terbaring selama dua hari saja tapi Evelyn sangat merindukan rumahnya.


Mereka bertiga berjalan beriringan meninggalkan ruang serba putih itu. Gia dan Vio berada di samping kanan dan kiri Evelyn, menuntun langkahnya yang masih lemah. Savio sudah menawarkan Evelyn untuk menggunakan kursi roda tapi dia menolaknya.


Saat mereka sedang berjalan di loby rumah sakit dan hendak keluar dari pintu jalur kanan, sepasang mata memandang ke arah mereka dengan netra terkejut. Terlebih melihat sosok Evelyn diantara dua orang asing itu.


" Eva?! bisiknya pada dirinya sendiri.


Diawasinya mereka tanpa mengalihkan perhatian sedikitpun. Sampai akhirnya mereka masuk ke dalam mobil yang terparkir di luar loby rumah sakit.


Antara ragu dengan penglihatannya sendiri tapi jelas sekali jika wanita itu sangat mirip dengan Eva.


Benarkah dia adalah Eva yang telah menghilang selama 17 tahun? Atau seseorang yang hanya memiliki wajah yang mirip dengan Eva? Jika itu adalah Eva dan dia ada di kota ini, pastinya dia akan bersama dengan Grego. Tapi orang yang bersama dengan Eva tadi terasa asing baginya.

__ADS_1


Maka untuk memastikannya dia akan menghubungi Joe.


Dari pada hati dan pikirannya diliputi tanda tanya.


__ADS_2