Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Ungkapan Hati.


__ADS_3

Selama seminggu penuh Grego dengan keluarga kecilnya menikmati hari-hari liburan yang sangat menyenangkan. Kesempatan liburan kali ini semakin menyatukan hati mereka masing-masing. Untuk lebih saling memahami, lebih terbuka.


Hari terakhir liburan mereka sekeluarga menikmati makan malam bersama. Tidak hanya sekedar makan malam biasa. Tapi makan malam yang spesial dan istimewa.


Grego sebagai kepala keluarga memulai makan malam dengan curahan hati yang begitu mendalam.


Dihadapan istri dan anak-anaknya serta dihadapan Joe, Grego menyampaikan isi hatinya yang terdalam.


" Malam ini mungkin adalah makan malam terakhir kita liburan disini tapi bukan malam terakhir kita makan bersama. Karena aku yakin kita akan memiliki malam-malam yang lain yang lebih istimewa đi dalam rumah kita.!


" Untuk istriku yang sangat aku sayangi. Aku mencintaimu sayang!


Eva tersenyum malu-malu. Meski dihadapannya sekarang adalah anak-anak mereka tetap saja dia masih merasa malu.


" Terima kasih sayang, aku juga mencintaimu! balas Eva.


Lalu kemudian Grego menatap ke arah Gio.


" Gio, sebelumnya ayah minta maaf. Selama ini ayah telah mengabaikan kamu. Membiarkan kamu sendirian menghadapi segala duka yang terjadi selama 17 tahun ini.! Grego tertunduk sedih tidak kuat menatap wajah Gio. Ada rasa sesal terlukis disana.


" Ayah tahu kamu adalah anak yang kuat dan berani tetapi kamu juga pasti merindukan kehadiran dan perlindungan dari ayah. Tapi Ayah malah larut dalam kesedihan ayah sendiri. Tidak mempedulikan kamu disaat kamu sangat membutuhkan ayah.! ungkap Grego dari lubuk hatinya yang terdalam.


Dan siapa yang mendengarkannya pasti akan merasa terharu. Gio sendiri tak dapat menyembunyikan kesedihannya. Netranya nampak berkaca-kaca, tak sanggup lagi membendung bening air mata yang akhirnya jatuh membasahi wajahnya.


Suasana malam itu, menjadi semakin


menyentuh hati. Bahkan Gia tak dapat menahan rasa haru dihatinya. Dia ikut menangis melihat sang kakak yang meneteskan air mata.


Joe yang berusaha untuk tegar dan kuat juga tak mampu menahan keharuan di hatinya. Dengan sekuat hati dia menahan agar air matanya tidak tumpah.

__ADS_1


Grego kemudian melanjutkan curahan hatinya.


" Gia, putri ayah yang paling cantik. Ayah sangat -sangat menyesal. Karena ayah tidak bisa menjadi ayah untukmu selama 17 tahun ini. Ayah tidak pernah ada sejak kamu lahir hingga kamu dewasa. Kamu harus menderita dan hidup tanpa kasih sayang dari ayah. Itulah penyesalan ayah yang paling besar dalam hidup ayah. Ayah tidak bisa jadi ayah yang baik untuk kamu, menemani tumbuh kembangmu, mengantar kamu ke sekolah. Ayah sangat menyesal.!


Grego tak dapat lagi menahan sesak di dadanya. Air matanya tertumpah. Tangisnya tersedu-sedu mencurahkan segala luka dan sesal yang tersembunyi dalam hatinya. Dia tak sanggup lagi untuk menahan deritanya yang dipendamnya selama 17 tahun berlalu.


Tangis pun pecah di tengah suasana makan malam yang seharusnya berakhir gembira dan menyenangkan.


Gia bangkit dari tempat duduknya. Didekatinya sang Ayah kemudian dirangkulnya dengan erat. Sangat erat. Bersama derai air mata yang tertumpah mengucur deras.


" Ayah, jangan bersedih lagi. Itu bukan kesalahan ayah. Ayah tidak perlu meminta maaf. Bagi Gia ayah adalah yang terbaik. Ayah yang terhebat. Ayah adalah segala-galanya. Gia bangga punya ayah.! ucap Gia sambil menahan isak tangisnya.


Gio pun tak tahan lagi hanya menahan diri melihat tetesan air mata dari orang-orang yang disayanginya itu. Gio pun juga bangkit dari tempat duduknya. Mendekati Gia dan ayahnya yang masih saling berpelukan mengungkapkan rasa kasih sayang diantara mereka. Dengan lengannya yang kekar itu dirangkulnya kedua insan yang dicintainya itu.


Dipeluknya dengan sangat erat. Segala hasrat dan rasa yang terpendam di dalam hatinya dicurahkannya lewat pelukan cinta kepada Grego dan Gia.


Joe pun tak kalah dari mereka berempat. Air matanya tertumpah ruah. Mungkin lebih deras dari tangisan mereka yang lain.


Tubuh yang kekar dan perkasa ternyata tak mampu menyimpan rasa kesedihan yang tercurah dari dalam hatinya.


Kenapa malam ini berubah menjadi malam yang sendu. Tangisan air mata menjadi menu utama yang disuguhkan di tengah hidangan yang terbilang sangat lezat itu.


Tapi rasa air mata telah membuat hidangan dihadapan mereka itu menjadi hambar.


Kenapa menu air mata tidak disajikan saja sebagai menu penutup makan malam. Supaya makan malam ini dapat dinikmati dengan nikmatnya.


Tapi bagaimana lagi, sudah terlanjur. Tak dapat lagi di putar ulang. Bagaimanapun akhir ceritanya tak bisa lagi mengubah awal dari kisahnya.


Entah berapa lama mereka larut dalam pelukan kasih sayang itu. Tak peduli waktu yang telah berlalu. Yang penting saat ini adalah saling mengungkapkan dan merasakan cinta, kasih sayang dan perhatian lewat pelukan sayang.

__ADS_1


Malam yang bertabur bintang seakan ikut merasakannya. Langit yang terlihat cerah tetapi terasa mendung.


Bulan bersembunyi dibalik awan menyembunyikan sinar sukacitanya.


Semesta ikut berbagi perasaan dengan keluarga kecil Grego. Semesta seakan ikut menyatu dengan keharuan yang sedang melingkupi mereka.


Tuhan sayang.


Setelah moment malam itu berakhir, dan setelah puas menikmati hari-hari liburan yang sangat mengesankan, saatnya untuk kembali ke rutinitas seperti biasanya. Keluarga kecil Grego kembali ke istana surga mereka. Rumah yang tidak hanya sekedar rumah. Tapi rumah tempat mereka mewartakan cinta dan kasih sayang, tempat mereka berbagi suka duka kehidupan yang akan mereka lewati seumur hidup mereka.


Saat mereka memasuki rumah itu, mereka seakan disambut dengan lebih hangat dari biasanya. Rumah itu seolah menjadi lebih hidup lagi. Auranya memancarkan energi kehidupan yang sangat besar dan positive. Siapapun yang memasuki rumah itu seperti menerima kekuatan semangat positive yang baru.


Ternyata memang benar kata tetua jaman dulu. Jika dalam rumah dihuni oleh orang-orang yang selalu memancarkan cinta, kasih sayang, berjiwa lemah lembut, dan selalu berpikir positive, maka rumah itu akan menjadi rumah yang memancarkan aura positive bagi mereka yang memasukinya. Memberi suasana yang nyaman dan tenang, damai dan bahagia.


Dan bagi siapa saja yang akan memasukkanny rumah itu akan disambut dengan suka cita.


" Welcome to Our Home . House of Love! Kira-kira demikianlah bunyinya seandainya rumah itu bisa berbicara dan menyambut mereka yang akan masuk ke dalamnya.


Grego dan Eva segera masuk ke dalam kamar mereka. Demikian juga Gio dan Gia yang masuk ke kamar mereka masing-masing


Tak ada rasa lelah yang mereka rasakan dalam perjalanan kali ini. Karena mereka sangat menikmati perjalanan kali ini. Yang mereka rasakan saat ini hanyalah bahagia, senang dan suka cita.


Ingin rasanya mereka berbagi kepada orang-orang kebahagiaan yang mereka rasakan saat ini. Supaya kebahagiaan ini tidak hanya dirasakan olehku mereka sendiri. Tetapi juga di rasakan oleh mereka yang mungkin tidak merasa bahagia sekarang ini.


Kini di wajah mereka terlukis pesona kebahagiaan. Ada cinta, kasih sayang dan kegembiraan.


Hari pun bergulir, berganti waktu ke waktu. Hari kemarin adalah sejarah. Hari esok adalah misteri dan hari ini adalah hadiah. Karena itu hidup adalah sebuah pemberian. Maka sudah selayaknya untuk disyukuri.


Tuhan sayang.

__ADS_1


__ADS_2