Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Belum Berakhir.


__ADS_3

" Ting...nong...ting...nong...! bunyi bel pintu rumah keluarga Grego. Pagi-pagi Joe sudah bertamu saja.


Eva yang membukakan pintu kaget melihat kedatangan Joe pagi sekali.


" Kenapa Joe, pagi begini sudah berkunjung? tanya Eva setelah mempersilahkan Joe masuk ke dalam.


" Gue mau bilang sesuatu.! jawab Joe membuat penasaran.


" Seperti rahasia sekali. Emangnya mau bilang apa? tanya Eva.


" Grego dan anak-anak dimana? Bukannya menjawab dia malah balik bertanya.


" Lagi bersih-bersih aja. Pada baru bangun tidur soalnya! ucap Eva.


" Ohh. Kalau gitu aku ikut sarapan disini ya.! ucap Joe dengan santainya.


" Okey. Aku juga sudah selesai siapkan sarapan. Tunggu mereka turun aja! ujar Eva.


" Oke.! balas Joe langsung menuju ruang makan.


Melihat Joe yang sudah duduk manis di meja makan, Grego yang baru muncul langsung memprotes Joe.


" Hei, pengantin baru! Malam pertama baru saja lewat tapi pengantin pria sudah melarikan diri dari pengantin wanita. Ada apa gerangan yang terjadi?


" Hei bro. Aku tidak melarikan diri ya. Tapi aku hanya datang berkunjung! ucap Joe membela dirinya sendiri.


" Pengantin mana yang datang berkunjung ke rumah orang lain di hari pertama pernikahannya? sindir Grego lagi.


" Kalian kan bukan orang lain yo. Kalian adalah keluarga ku. Ingat itu brother. Apakah karena aku sudah menikah jadi aku bukan lagi anggota keluarga ini? balas Joe tak mau kalah.


" Kalian berdua pagi-pagi sudah ribut saja. Sepertinya kalian berdua tidak butuh sarapan pagi karena tanpa sarapan saja tenaga kalian masih begitu banyak untuk berdebat. Kalau tidak keberatan silahkan tinggalkan meja makan ini dan silahkan lanjutkan perdebatan kalian di tempat lain! ancam Eva yang membuat keduanya diam seketika.


Kemudian Gio dan Gia muncul juga di meja makan.


" Pagi Ayah, pagi Om Joe! sapa mereka berdua kompak.


" Om Joe kok pagi-pagi sudah bertandang aja? Malam pertamanya kurang seru ya sehingga butuh diskusi dengan Ayah pagi-pagi begini? tanya Gia ceplas-ceplos membuat Joe menjadi terdiam tak tahu harus berkata apa. Diliriknya Grego seakan meminta pertolongan.

__ADS_1


Gio yang mendengar nya hanya geleng-geleng kepala. Eva pun tersenyum lucu mendengar pertanyaan Gia yang sedikit absurd itu.


" Gia, kamu memang putri ayahmu. Diantara kalian berdua tidak ada yang berbeda. Bahkan pemikiran kalian berdua pun sangat mirip. Mengagumkan sekali.!! ujar Joe. Entah kah itu pujian atau sindiran.


" Nggak mungkin dong putri Om Joe.? canda Gia.


" Tapi jujur, Om malah senang kalau kamu jadi putri Om saja. Daripada jadi putri ayahmu ini! sindir Joe yang sangat senang sekali mencari gara-gara terhadap Grego.


" Belum terlambat untuk di adopsi kan Om? pancing Gia. Spontan mereka semua tertawa lepas.


Suasana meja makan pagi ini ternyata cukup rame karena kehadiran Joe. Sedikit membagongkan memang mengingat Joe yang baru saja menikah. Bukannya menikmati sarapan pagi pertama dengan istri barunya malah datang ke rumah Grego sehingga membuat kegaduhan. Mungkinkah karena sudah terlalu lama menjomblo dan seringkali menghabiskan waktunya bersama keluarga Grego dan hampir setiap hari hadir di rumah Grego. Sampai-sampai dia lebih ingin menikmati sarapan pagi bersama keluarga Grego.


" Om Joe, kok tega banget sih meninggalkan Tante Xhena sendirian di rumah.? Gimana coba perasaan Tante Xhena bangun pagi-pagi berharap suaminya ada disampingnya tapi yang terjadi suaminya malah menghilang di hari pertama pernikahan.! ujar Gia mengutarakan apa yang ada dalam benaknya.


" Dengar tuh. Anak kecil aja mengerti. Masa kamu sudah setua itu masih juga tidak mengerti apa-apa! sindir Grego.


" Bisa nggak sih ayah dan putrinya tidak bekerja sama menyerang diriku!? ucap Joe membela dirinya.


" Tenang Om Joe ada Gio yang akan selalu mendukung Om! ucap Gio memberi dukungan kepada Joe.


" Gio memang putra Om yang terbaik.! ucap Joe sambil mengacungkan jempolnya.


Grego, Eva dan Joe menjadi tertawa mendengarkan perkataan Gia.


" Sebenarnya aku tuh mau mengajak kalian semua liburan bersama dengan Aku dan Xhena. Liburan sekaligus bulan madu. Dan aku sudah booking tiket jauh-jauh hari.! ucap Joe dengan mode serius kali ini.


" Masa sih Om kita pergi liburan ke tempat bulan madunya Om? Nanti Om Joe dan Tante Xhena jadi terganggu bulan madunya.! balas Gio mengomentari perkataan Joe.


" Justru sebaliknya. Om malah senang kalau kalian juga ikut. Jadinya kan rame dan suasananya pasti lebih meriah.! ujarnya meyakinkan Gio.


" Tapi bagaimana dengan Xhena Joe? Apa dia juga setuju? tanya Eva kemudian.


" Dia pasti maulah. Yang penting kalian harus ikut. Baru kami juga pergi berbulan madu! ucap Joe lagi berusaha untuk meyakinkan mereka semua.


Meski bagi Grego, bagi Eva dan anak-anak hal ini termasuk hal yang sedikit mengganggu. Tapi bagi Joe malah menyenangkan.


" Apa kamu yakin Joe pergi bulan madu harus bersama dengan kami? tanya ulang Grego untuk memastikan.

__ADS_1


" Yakinlah. Lagi pula aku sudah beli tiketnya kok. Jadi kalian tidak akan bisa menolaknya! ujarnya dengan penuh kebanggaan.


Tak tahu harus menjawab apa lagi. Joe memang aneh-aneh saja. Bagaimana mungkin pergi berbulan madu ditemani banyak orang.?


Di dalam kamarnya Joe.


Xhena yang baru saja membuka kedua matanya melihat ke sekeliling ruangan. Menyapu setiap sudut di ruangan itu. Sepi. Tak ada tanda-tanda keberadaan suaminya itu.


" Kemana mas Joe? Apa dia sedang mandi? Atau mungkinkah sedang menyiapkan sarapan untuk kami? tanya Xhena dalam benaknya.


Xhena bangkit dari tempat tidur dengan hanya mengenakan pakaian dalam. Seharian menjadi pengantin memang cukup melelahkan. Sehingga tidurnya begitu nyenyak malam tadi. Hingga sampai pagi pun tidak terasa telah tiba.


Xhena yang sudah selesai mandi dan sudah berpakaian sopan dan rapi turun dari kamar mencari Joe di setiap sudut ruangan rumah itu. Tapi Joe tak juga terlihat. Pria itu hilang ditelan bumi. Apakah mungkin tadi malam saat mereka tertidur, Joe malah diculik alien dan membawanya pergi.? Perasaan Xhena tidak begitu khawatir tetapi hanya merasa penasaran saja. Kemana gerangan suami barunya itu menyembunyikan diri? Meninggalkan dirinya seperti ini!


" Kemana sih mas Joe pergi? Masih pagi-pagi juga sudah lenyap aja dari peredaran! protes bathin Xhena. Di bukanya ponselnya kemudian dihubunginya nomor Joe. Namun tak ada jawaban sama sekali. Perasaannya mulai tak nyaman. " Mungkinkah terjadi sesuatu yang tidak diketahuinya ketika dirinya terlelap tadi malam? Xhena mengingat-ingat siapa yang bisa dihubunginya. Nama Eva muncul di otaknya. Xhena pun menghubungi Eva. Baru dering pertama Eva langsung mengangkatnya.


" Halo! sapa Eva dari seberang.


" Halo Eva! balas Xhena.


" Selamat pagi Xhen, bagaimana kabarmu? tanya Eva sedikit berbasa-basi.


" Selamat pagi Va. Va, kamu tahu Joe ada dimana? tanya Xhena to the point.


" Maaf ya Xhen, Joe nggak beritahu kamu ya kalau dia datang ke sini? tanya Eva balik.


" Oh, Joe ada di rumah kamu ya. Nggak papa kalau begitu. Aku pikir terjadi sesuatu. Aku sempat khawatir tadi soalnya! ucap Xhena.


" Halo sayang, ini aku! ucap Joe setelah Eva menyerahkan ponselnya untuk Joe.


" Ya Mas. Mas Joe baik-baik saja kan? Xhena tadi cemas karena tiba-tiba mas menghilang! balas Xhena.


" Aku baik-baik saja kok. Aku hanya lagi makan bersama Mereka! ujarnya dengan santai tanpa merasa bersalah sedikitpun.


"Ya baguslah Mas. Mas baik-baik saja. Aku tidak perlu cemas lagi.! ucapnya seakan tidak terjadi apa-apa di dalam hatinya.


" Kalau gitu aku tutup ya Mas. Bye! Xhena langsung saja mematikan ponselnya tanpa menunggu jawaban dari suaminya. Meski nada bicaranya terdengar lembut, tapi sebenarnya hatinya mendongkol.

__ADS_1


Dengan tatapan matanya yang terlihat marah dan benci Xhena berkata " Ternyata belum berakhir!


Rahasia apa yang dimiliki oleh Xhena?


__ADS_2