
Aletta tak tahu harus berkata apa. Bibirnya terasa kelu, pahit dan perih. Tak percaya jika adik sepupunya sendiri telah memyembunyikan rahasia besar tentang sahabatnya Eva. Selama 17 tahun Savio menyimpan rahasia ini tanpa sepengetahuan siapapun juga. Hanya saja, memang Savio terkadang bersikap aneh dan mencurigakan karena sering bepergian seorang diri dan lebih banyak menyendiri menghindari banyak orang.
" Tapi, bagaimana Eva masih hidup dan bisa bersama mu? Tanya Aletta yang masih belum mengerti sepenuhnya peristiwa ini.
" Mobil yang jatuh ke jurang itu tersangkut di atas pohon besar sehingga tidak sampai jatuh ke dasar jurang. Namun karena goncangan yang sangat kuat mungkin membuat kepala Eva terbentur berkali-kali sehingga membuatnya gegar otak dan kehilangan ingatannya.! Savio masih ingat jelas peristiwa itu yang membuat hatinya sakit dan terluka. Bagaimana tidak, melihat wanita yang pernah sempat disukainya itu mendapat siksaan yang begitu keji.
Flashback on...
Pada saat peristiwa naas itu, Savio dan teman-temannya dari komunitas "Pecinta dan Peduli Hutan" atau disebut dengan komunitas "Pelitan", sedang melakukan konservasi di hutan dekat bukit. Kegiatan itu biasanya mereka lakukan sekali dalam tiga bulan. Selama 3-hari mereka akan mengawasi dan memeriksa pohon-pohon yang ada dihutan untuk di konservasi agar tetap terlindungi dan terjaga. Melihat begitu banyaknya pemalak-pemalak liar yang merusak hutan.
Dan pada hari terakhir konservasi Savio dan timnya melintas di lokasi tersebut. Awalnya mereka curiga melihat sebuah benda asing yang menggantung di atas sebuah pohon besar. Ranting-ranting kokoh pohon besar itu sangat keras dan tidak mudah patah, mungkin itu sebabnya mobil itu tersangkut dan tidak jatuh ke bawah.
Beberapa teman yang ahli memanjat memutuskan untuk memeriksa benda berbentuk mobil itu. Karena daerah itu bukan daerah perlintasan kendaraan jadi tidak mungkin ada mobil yang kecelakaan dan nyangkut di pohon. Kecuali mobil itu sengaja dibawa ke atas bukit dan dijatuhkan dari sana.
Saat teman-temannya tim Pelitan memeriksa mobil nyangkut itu betapa terkejutnya mereka ketika melihat ada jasad wanita di dalam bagasi mobil itu. Dengan kerja keras dan usaha yang sulit mereka menurunkan jasad wanita itu dari dalam bagasi mobil.
Dan yang sangat paling terkejut bahkan hampir saja tidak percaya jika jasad wanita itu adalah orang yang dikenalnya yakni Savio. Savio tidak dapat menahan rasa sesak didadanya ketika melihat jasad wanita itu.
" Eva! sebutnya lirih dan perih.
Teman-temannya yang lain pun terkaget ketika tahu jika Savio ternyata mengenal wanita itu.
" Kamu kenal dia Vio? Tanya salah seorang dari mereka. Vio hanya mengangguk mengiyakan temannya itu. Savio pun mendekati jasad Eva. Hatinya yang sakit dan perih melihat kondisi jasad Eva yang mengenaskan. Dengan berani Savio meraih pergelangan tangan Eva. Menyentuhnya untuk memeriksa apakah nadinya masih berdetak atau memang sudah tak bernyawa lagi. Karena melihat kondisi tubuhnya yang penuh luka benturan dan darah. Sebab dalam hatinya, Savio berharap jika Eva masih hidup.
Dan betapa senang jarinya ketika jemarinya masih merasakan detak nadi dari tubuh itu. Meski detak nadi itu terasa sangat lemah sekali. Bahkan jika tidak diperhatikan dengan jelas dan baik bisa saja orang akan beranggapan jika jasad itu sudah meninggal.
Savio pun berteriak kepada teman-temannya itu.
__ADS_1
" Dia masih hidup, nadinya masih berdetak. Dia masih hidup!!!
Dengan segera temannya yang lain bergegas berlari ke arahnya. Dalam pikiran mereka sekarang adalah membawa wanita itu ke rumah sakit secepatnya untuk mendapatkan pertolongan. Savio langsung mengangkat tubuh Eva dibantu temannya yang lain. Yang lain dengan sigap membuat tandu darurat agar dapat membawa tubuh yang sedang sekarat itu keluar dari tengah hutan belantara ini.
Melakukan pertolongan pertama tidaklah sulit bagi pecinta alam seperti mereka yang sudah terbiasa bertarung dengan alam liar yang terkadang tidak bersahabat dan kapan saja bisa mengancam nyawa mereka.
Sebagai anak pecinta hutan yang sudah terbiasa masuk keluar hutan, tidaklah sulit bagi mereka untuk menemukan jalan pintas agar dapat secepatnya keluar dari hutan dan menemukan jalan besar agar dapat mencapai kendaraan dan membawa raga Eva ke rumah sakit terdekat sebelum semuanya terlambat dan Eva tidak tergolong lagi.
Rumah sakit terdekat adalah rumah sakit umum desa, masih sederhana tetapi dokter jaga selalu siap sedia 24 jam. Dan peralatan untuk pasien UGD lumayan bagus. Kebetulan rumah sakit itu adalah rumah sakit swasta milik seorang konglomerat yang mendedikasikan sebagian dari hartanya untuk membantu masyarakat pinggiran yang jauh dari jangkauan layanan kesehatan. Karena itu selalu ada dokter siaga ditempatkan di rumah sakit itu.
Mungkin Tuhan masih berkehendak Eva untuk tetap hidup bersama dengan janin dalam rahimnya. Savio baru tahu jika Eva dalam keadaan hamil ketika dokter jaga memeriksanya dan memberitahukan mereka.
Dalam kekalutan dan kecemasan Savio sampai melupakan untuk menghubungi orang-orang yang memang harus dihubunginya. Siapa lagi kalau bukan Grego suami Eva, atau setidaknya menghubungi Aletta kakak sepupunya itu sekaligus sahabat Eva.
Savio hanya fokus pada keselematan Eva untuk saat ini. Ditambah lagi Savio merasa heran dan tidak percaya jika seorang Eva istri dari seorang pengusaha terkenal dan sangat berpengaruh bahkan ditakuti oleh musuh bisnisnya dan disegani rekan kerjanya mengalami hal yang mengerikan seperti ini.
Kemana pria berkuasa itu sehingga tidak mampu menjaga dan melindungi istrinya dengan baik. Bodyguardnya tak terbilang banyaknya. Bahkan polisi mampu diaturnya.
Flashback off.....
Aletta pun hanya bisa terdiam terpaku. Tidak menyangka jika Eva mengalami peristiwa yang begitu menyedihkan. Tapi Aletta juga tahu bahwa Grego, Gio dan Joe juga menderita karena kehilangan Eva. Mereka telah berusaha dengannya berbagai cara untuk menemukan Eva. Ya, memang mereka bersalah karena tidak bisa menjaga dan melindungi Eva sehingga harus mengalami penderitaan ini.
" Lalu Eva ada dimana sekarang? Kamu sembunyikan dia dimana? Tanya Aletta ingin mengetahui keberadaan Eva.
" Aku tidak menyembunyikan Eva Mbak. Dia ada di kota ini. Bahkan Eva sudah bertemu dengan mereka, dengan keluarganya. Hanya saja Eva tidak bisa mengingat mereka sama sekali.! ucap Savio dengan ekspresi datar.
" Maksud kamu? Aletta terlihat bingung.
__ADS_1
" Beberapa hari yang lalu, Eva berjumpa dengan Grego, Gio dan Joe. Awalnya mereka mengira jika Eva masih hidup, namun Eva yang tidak ingat sama sekali siapa dirinya menolak mereka. Karena sekarang Eva sudah berganti nama menjadikannya Evelyn.! jawab Savio.
" Kamu yang mengubah nama Eva kan? tebak Aletta tapi seakan sedang menyalahkan Savio.
Savio mengangguk membenarkan ucapan kakaknya itu.
Lanjut Aletta kemudian.
"Tapi kamu salah besar Vio. Selama 17 tahun kamu menyembunyikan keberadaan Eva dan anaknya. Kamu tidak memikirkan keluarganya yang juga ikut menderita. Mereka seperti orang gila mencari dan mencari keberadaan Eva. Kamu tidak tahu bagaimana keadaan mereka karena kehilangan Eva. Sangat buruk Vio.! Aletta mengingatkan sepupunya itu akan kesalahan yang telah dilakukannya.
Savio tertunduk diam. Apakah dia menyesali perbuatannya atau tidak, hanya dia yang tahu.
" Apa rencanamu kali ini ? Kenapa baru sekarang kamu bersedia menceritakannya pada Mbak?
" Awalnya aku mengira aku bisa memiliki Eva Mbak dan hidup bersamanya selamanya. Namun selama 17 tahun ini, aku sama sekali tidak bisa mengisi hatinya. Hati itu sangat tertutup rapat Mbak. Karena sudah ada pemiliknya disana! Savio terlihat putus asa. Merasa semua perjuangannya 17 tahun ini hanyalah sia-sia.
" Setelah pertemuan mereka tempo hari, aku sebenarnya sudah mulai merasa jika seharusnya mereka tetap bersama. Karena cinta mereka ternyata cinta yang sejati.!
Savio seakan telah mengikhlaskan semuanya. Dia menyadari jika tidak ada dirinya dalam skenario cerita cinta Eva. Bahkan dia yang telah mencoba mengubah jalan ceritanya tetap saja, dia tidak mampu mengubah perasaan cinta dalam hatinya Eva.
Aletta dan Savio terdiam dalam pikiran mereka masing-masing. Sungguh jalan cerita hidup yang sangat pelik. Tanpa mereka sadari, jika sejak tadi Gia telah berada disana. Mendengarkan semua pembicaraan antara Aletta dan Savio.
Shock, terkejut, atau mungkin hampir saja terkena serangan jantung. Tak terasa pelupuk netranya telah berurai air mata.
Hatinya tak mampu mengurai dengan baik setiap perkataan yang diucapkan oleh Savio, Om tersayangnya itu. Seluruh raganya seakan tak berdaya, tulang-tulangnya terasa ngilu tak dapat berdiri tegak lagi. Ternyata dia masih punya ayah. Ayah yang sangat dirindukannya selama ini.
Takdir telah memisahkan mereka selama 17 tahun ini, namun takdir juga yang telah mempertemukan mereka. Haruskah dia menyampaikan kebenaran ini kepada ibunya? Mengingat keadaan ibunya yang masih butuh perawatan saat ini. Tapi jika harus disembunyikan lagi, sampai kapan?
__ADS_1
Selama tujuh belas tahun ini dia sudah cukup lelah menanti dalam kerinduan.
Dan lagi pula keluarganya itu bukankah sangat merindukan mereka? Gia mendengar sendiri bagaimana perkataan perempuan tadi tentang keadaan keluarganya yang selalu mencari keberadaan ibunya itu.