Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Cinta Sampai Mati.


__ADS_3

Gio pun akhirnya menyetujui saran sang adik untuk sementara waktu menghindar dari wanita itu. Mungkin dengan demikian dia bisa melihat kedalaman hatinya. Apakah ada rindu disana? Adakah keinginan untuk melihat wajahnya setiap waktu? Ataukah hatinya merasa sepi dan sedih jika tak bertemu dengannya? Untuk membuktikannya inilah jalan satu-satunya. Gia seakan bahagia sekali karena sang Kakak mau juga mendengarkan sarannya.


Misi pun dimulai. Mulai hari ini Gio berusaha untuk jauh dari Zara. Setiap kali dilihatnya gadis itu dia selalu berusaha untuk sembunyi darinya. Dengan berbagai daya dan upaya Gio begitu bersemangat untuk melakukan aksinya. Begitu wajah Zara muncul, Gio akan langsung menghilang, jangan sampai terlihat olehnya. Zara pun menjadi bingung. Kenapa Gio tiba-tiba menghilang. Bahkan di kantor pun wujudnya tidak terlihat. Gio begitu pintarnya menyembunyikan dirinya.


Zara pun tak mengerti, apa sebenarnya yang sedang dilakukan oleh Gio. Kenapa waktu itu Gio memperlihatkan seolah-olah dia sudah menerima keberadaannya Zara. Dan kini dia malah menghilang tanpa jejak. Membuat hati Zara seperti dipermainkan. Apakah semua laki-laki itu memang suka mempermainkan perasaan wanita? Padahal waktu itu ketika Gio menolaknya untuk yang kesekian kali di kantornya, Zara sudah berpikir untuk menyerah saja. Hatinya sudah mencoba untuk merelakan Gio pergi dari hidupnya.


Namun disaat dia sedang ingin mencobanya, Gio malah seakan memberinya harapan. Dan sebaliknya kini Gio menghilang kembali, menghindarinya seperti dulu. Sebenarnya apa mau pria itu? Kalau memang dari awal dia tidak punya hati dan perasaan kepada Zara, kenapa dia memberi harapan kosong. Lebih baik jika dia tidak pernah memberi harapan palsu. Setelah beberapa hari ini Zara merasa dipermainkan oleh Gio, dia pun memutuskan untuk melepaskannya saja.


Dan ajaibnya, setelah kejadian di kantor Gio ketika itu, sikap Zara sudah lebih tenang, emosinya stabil tak lagi meledak-ledak seperti biasanya. Entah mantra apa yang telah Gio berikan kepadanya sehingga membuatnya bisa berubah. Namun kesimpulannya, Zara telah berubah. Menjadi wanita yang lebih tenang dan lembut. Ternyata cinta memang benar-benar mampu mengasah seseorang. Tergantung perubahannya seperti apa, ada yang ke arah positive, ada juga yang ke arah negative.


Hampir seminggu lewat, Zara tak pernah muncul lagi. Gio tak lagi melihat batang hidung Zara muncul untuk mencarinya. Gio yang mengawasinya diam-diam dari kejauhan tak perlu lagi bersembunyi. Awalnya Gio merasa bebas. Tak perlu lagi menghindar setiap Zara mencari dirinya. Tapi baru satu hari Zara tak muncul, hati Gio merasa tak tenang. Perasaannya mulai merindukan kehadirannya. Gio berusaha untuk mengabaikan perasaan hatinya. Namun semakin diabaikan perasaan itu semakin tumbuh.


Gio mulai bertanya-tanya, kenapa Zara tak pernah muncul lagi? Apakah dirinya sudah mulai bosan dan tak lagi ingin menemuinya? Apakah terjadi sesuatu kepadanya? Berbagai pertanyaan menggerayangi pikirannya saat ini. Membuatnya tak bisa berpikir dengan baik. Bayangan wajah Zara menari-nari dalam otaknya. Apa yang sedang terjadi dengan dirinya? Apakah takdir sudah membalik keadaan? Setiap kali Gio melewati tempat-tempat yang dulunya dilalui oleh Zara, Gio berharap Zara tiba-tiba muncul saat itu juga.


Namun harapan tinggal harapan. Wujud Zara tak kan pernah muncul lagi. Apakah kini rasa penyesalan telah mengetuk hati Gio, sehingga membuat hatinya seakan sedih dan tak bersemangat. Lalu Gio pun menemui Gia adik kesayangannya itu. Rasa-rasanya untuk situasi seperti sekarang ini, Gia sangat dibutuhkannya. Setelah pulang kerja, Gio bukannya masuk ke kamarnya terlebih dulu, tapi langsung mencari sang adik di kamarnya.


Tanpa mengetuk pintu, Gio langsung masuk begitu saja. " Giaa!" panggilnya dengan suara cukup keras. Membuat Gia yang sedang duduk di atas tempat tidurnya sambil membaca buku novel favoritnya, sedikit kaget dan terkejut. " Aduhh kakak.... bisa nggk sih nggk bikin kaget gitu. Jantung mau copot tahu!" teriak Gia kesal karena kaget.


" Kakak mau curhat!" sahut Gio tak menggubris ocehan Gia.

__ADS_1


" Curhat sih curhat kakak sayang, tapi jangan bikin kaget gitu dong. Gimana kalau tadi aku kena serangan jantung dan mati mendadak?" ujarnya dengan wajah galak. Tapi meski sudah digalak-galakkan, wajah imut Gia tetap terlihat lucu.


" Adik kakak memang yang paling imut dan cantik! "puji Gio sambil mencubit gemes pipi Gia.


" Aduhhhh, Kakak. Sakiiiit!!! wajah unyu-unyu Gia semakin menggemaskan.


" Gi, Kakak mau curhat beneran deh! " ucap Gio kini dengan mimik yang serius. Didudukkannya tubuhnya di atas tepi tempat tidur Gia. Gia pun memasang tampang serius. Karena wajah kakaknya itu kelihatan sangat serius sekali.


"Kakak mau cerita apa. Gia siap mendengarnya!" ucap Gia dengan wajah tersenyum.


" Kakak sepertinya merindukannya!" ucap Gio to the point.


" Kok malah tanya rindu siapa? Kan kemarin kamu yang kasih ide untuk Kakak! ujar Gio dengan wajah kasihan.


Gia ingin tertawa saja melihat wajah kakaknya itu. Untuk pertama kalinya Gio de Mello Pratama memasang ekspresi menggemaskan seperti itu.


" Emang Kakak ngerasain apa selama beberapa hari ini? tanya Gia serius.


" Awalnya Kakak senang dan merasa bebas karena tidak lagi diganggu oleh kehadirannya. Tapi baru dua hari saja Kakak tidak melihatnya, Kakak malah ingin melihatnya. Hati Kakak sangat ingin bertemu dengan dirinya.!" nampak wajah merindu dalam sorot matanya.

__ADS_1


" Kakak benar-benar rindu ya?" Tanya Gia memastikan. Gio manggut-manggut mengiyakan. Gia malah bertepuk tangan dengan senangnya. " Wahhh, Kakak. Perempuan itu memang hebat. Gia salut dan bangga kepadanya. Sepertinya Gia harus bertemu dengannya dan mengucapkan selamat untuknya.!" ucap Gia memuji wanita yang belum pernah dilihatnya.


" Kakak harus gimana Gi?" Tanya Gio meminta pendapat sang adik.


" Saran Gia, kakak harus temui dia. Bicara terus terang. Gia yakin dia punya perasaan khusus untuk Kakak. Dan Kakak tidak boleh menyia-nyiakannya. Karena menurut suara hati Gia, wanita itu tulus mencintai Kakak. Jaman sekarang susah loh Kak menemukan pasangan yang benar-benar tulus mencintai kita!" Gia memberikan peneguhan kepada kakaknya itu.


Gio tersenyum senang. Gia memberikan solusi yang tepat sesuai dengan suasana hatinya. Dipeluknya Gia dengan erat dan hangat. " Trima kasih adikku yang manis dan cantik. Kamu memang yang terbaik.! Setelah berkata demikian, Gio beranjak dari kamar Gia dan kembali ke kamarnya. Gia hanya mematung melepaskan kepergian kakaknya itu. Tak disangkanya kakak satu-satunya itu mengalami moment jatuh cinta disaat seperti ini. Dan dirinya adalah orang pertama yang mengetahuinya.


Keesokan harinya, Gio pagi-pagi sekali sudah berangkat ke kantor. Tapi tidak langsung menuju kantornya. Gio ingin menemui Zara di tempat yang sering dilalui oleh Zara ketika dulu masih suka mengintai dirinya. Gio berharap kali ini Zara ada di sana. Sebenarnya Gio ingin menghubungi Zara secara langsung tetapi sayangnya Gio tidak menyimpan nomor kontak Zara sehingga tidak dapat dihubungi sama sekali.


Mencari di media sosial, Gio tidak tahu nama akunnya. Hanya ini harapan satu-satunya. Gio tak henti-hentinya berharap dalam hatinya agar Tuhan merestui keinginannya tersebut. Dan doa orang yang berharap memang tak akan diabaikan oleh Tuhan. Semesta seakan turut merestui. Zara terlihat sedang duduk sendiri. Sepertinya sedang menunggu seseorang, terlihat dari gerak tubuhnya yang melirik ke arah jam di tangan kirinya.


Gio segera menghentikan mobilnya, dan segera turun dari dalam. Hatinya merasa bahagia karena melihat Zara ada disana. Namun hatinya juga merasa gugup karena untuk pertama kalinya hatinya merasakan perasaan seperti ini. Namun Gio adalah pria sejati. Dia tak ingin menyembunyikan perasaannya. Jika dia memang suka dia akan mengutarakannya dengan terus terang.


Dengan langkah yang gagah dan percaya diri, Gio mendekat ke arah Zara. Zara yang tak menyadari kehadiran Gio, masih sibuk dengan dirinya sendiri. Berjarak beberapa langkah, Gio pun memberanikan diri memanggil nama Zara.


" Hai, Zara! "


Zara yang merasa mendengar seseorang memanggil namanya, segera menoleh ke arah sumber suara. Dan ketika dilihatnya siapa yang ada disana, Zara begitu kaget dan terkejut.

__ADS_1


" Gio? sahutnya dengan rasa tak percaya. Sungguh tak percaya jika yang ada dihadapannya sekarang ini adalah Gio.


__ADS_2