Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Hampir Saja Kehilangan Nyawa


__ADS_3

Joe yang masih mengintai dari tempat persembunyiannya mendengar dengan jelas pembicaraan mereka. Meski mereka tidak membicarakan secara detail untuk apa uang bayaran yang diminta oleh para penjahat itu, Joe bisa menebak arah pembicaraan tersebut. Tapi Joe tetap bersabar agar tidak bertindak gegabah. Karena hanya dengan pembicaraan itu belum memberikan bukti yang akurat. Apalagi mereka tidak menyebut nama dan peristiwa secara konkrit. Bisa saja Via mengelak dan mencari-cari alasan untuk menghindar dari tuduhan.


Joe berjalan pelan-pelan diatas kayu lapuk sebagai penopang tubuhnya. Dilihat dari kondisinya bisa saja kayu itu patah dan Joe pasti jatuh. Hari ini adalah hari keberuntungannya, kayu itu tetap bertahan untuk menopang tubuhnya yang berat.


Joe segera menghindar dari tempat itu setelah Via dan pria tadi berlalu dari sana. Joe segera masuk ke dalam mobil dan beranjak dari tempat itu. Hatinya bersyukur dia bisa terhindar dari bahaya dan malapetaka yang mungkin saja mengintai dirinya di tempat tadi.


Dalam perjalanan kembali ke kota, Joe berusaha memikirkan suatu ide untuk bisa menjebak Via sehingga dia sendiri yang akan berbicara dengan jujur atas perbuatannya. Saat sedang sibuk dengan pikirannya, tiba-tiba sesuatu melintas di hadapan mobilnya dan membuat Joe terkejut sehingga setir mobilnya tidak terkendali dan Joe kehilangan kontrol. Hanya karena menghindari sesuatu yang tidak kelihatan Joe akhirnya melajukan mobilnya dengan ugal-ugalan, bahkan rem mobil pun menjadi tidak terkendali.


Malang tidak dapat dihindari, mobil Joe yang hilang kendali akhirnya berakhir dengan beradu sebatang pohon. Tabrakan yang cukup kerasnya membuat kap depan mobil remuk, kaca depan retak dan hampir hancur berkeping-keping. Dan karena benturan yang cukup keras, tubuh Joe sedikit terpental ke depan dan dadanya menyentuh setir mobil. Hantaman yang cukup keras itu membuat dadanya sedikit sakit.


Salah sedikit lagi mobil Joe bisa saja masuk ke dalam jurang. Dan nyawanya pasti sudah tidak lagi tertolong.


Dengan merintih kesakitan Joe keluar dari mobil. Nyawanya hampir saja melayang. !!!


Entah suatu kebetulan atau ada unsur kesengajaan, Joe bersyukur masih diberi kehidupan. Memang hal ini cukup mengherankan. Kok tiba-tiba rem mobilnya tidak berfungsi. Dan entah apa gerangan yang menghalangi mobilnya tadi sehingga dia kehilangan kendali. Nampak seperti sebuah bayangan benda atau hewan besar.


Joe merasa seluruh tulangnya seperti remuk redam. Benturan yang cukup keras itu membuat otot-otot tubuhnya nyeri dan lebam. Jalanan ini juga terlihat sangat sepi. Kendaraan jarang berlalu lalang. Bagaimana caranya Joe bisa meminta pertolongan dari orang lain.


Joe teringat untuk menghubungi orang lain di ponsel pintarnya. Dirabanya kantongnya. Ponselnya tertinggal di mobil. Dia ingat jika dia tadi meletakkan ponselnya di jok depan mobilnya. Joe kembali ke dalam mobil dan mencari ponselnya yang sudah tidak ada lagi ditempatnya. Ternyata ponselnya jatuh dibawah jok, mungkin terlempar saat benturan tadi.


Joe segera mencari nomor orang yang dapat dihubungi. Terlintas nomor Eva saat dia mencari nomor yang dapat dihubunginya. Tidak mungkin dia menghubungi Eva, bukan karena Eva tidak akan membantunya tetapi pasti tidak akan diijinkan oleh Grego suaminya itu. Secara Grego sangat antipati terhadap Joe mengingat Joe adalah rivalnya. Pilihan yang terbaik adalah menghubungi sopir pribadinya.

__ADS_1


Tanda tanya yang besar mengapa tiba-tiba saja Joe mengalami peristiwa itu.?


Ternyata waktu Joe bersembunyi, para penjahat itu sudah mengetahui kalau ada orang lain ditempat itu. Hanya saja mereka tidak menemukan sosok Joe.


"Boss, di luar ujung jalan ada mobil asing yang sedang parkir. Tapi pengemudinya tidak ada.! bisik salah seorang penjahat di telinga pria yang dipanggil dengan sebutan boss itu.


" Mungkin itu teman si wanita tengil itu boss! bisiknya lagi.


Pria botak itu mengangguk pelan-pelan, kemudian dia membisikkan sesuatu kepada anak buahnya itu. Dan yang terjadi berikutnya, rem mobil Joe dirusak oleh penjahat tersebut, sehingga kecelakaan tak dapat dihindari. Joe masih beruntung selamat dari kecelakaan itu. Seandainya tidak mungkin sekarang arwahnya sudah berada di alam baka bergentayangan karena meninggal dengan tidak wajar. Dan arwahnya akan menjadi roh penasaran.


Sedangkan Via setelah kembali ke kantornya, dia langsung segera mengirim uang bayaran kepada para penjahat sewaannya itu. Dari pada urusannya semakin panjang dan rahasianya bisa terbongkar. Dia takut jika sampai hal itu terjadi dan Joe mengetahui segalanya maka yang akan terjadi ialah Joe pasti akan meninggalkannya lagi dan kali ini untuk selamanya.


Impiannya selama ini untuk menjadi kekasih Joe akhirnya mulai terwujud. Dan Via tidak akan melepaskannya apapun yang terjadi.


Hanya saja dia tidak sadar jikalau perbuatannya sebenarnya sudah diketahui oleh Joe. Hanya menunggu waktu yang tepat saja untuk membongkar kejahatannya.


Di rumahnya Eva.


Saat Eva sedang membersihkan kamar mereka, tiba-tiba cermin kecil yang ada di atas meja tersenggol olehnya dan jatuh ke lantai hingga hancur. Perasaannya menjadi sedikit tidak tenang. Ada rasa khawatir. Eva bisa merasakan jika sesuatu yang buruk sedang terjadi saat ini. Tapi apakah itu dia tidak bisa menebaknya.


Eva langsung teringat kepada Gio yang masih berada di sekolah dan Grego yang juga masih berada di kantor. Eva hanya bisa berdoa di dalam hati agar orang-orang yang disayanginya itu selalu dalam perlindungan yang Maha Kuasa. Meski sudah banyak penderitaan dan kebahagiaan yang menghampiri kebersamaan mereka, Eva selalu tetap berusaha untuk berpasrah kepada kehendak Sang Khalik yang memberinya kehidupan ini.

__ADS_1


Baru saja Eva memikirkan Grego dan Gio, kedua insan Tuhan tersebut ternyata sudah muncul dihadapannya.


" Bundaaaa..! panggil mereka berdua serempak.


Eva yang lagi merenung menjadi terkejut mendengar suara Grego dan Gio.


Grego dan Gio langsung memeluk Eva satu dari belakang dan yang satunya dari depan.


Evan sangat bahagia sekali jika kedua cintanya itu selalu berusaha mesra dan manja kepadanya. Hal itu adalah hal yang membahagiakan baginya.


" Kok hari ini pulangnya cepat? tanya Eva dalam pelukan kedua pria itu.


" Karena kami rindu dengan Bunda! jawab mereka berdua dengan kompaknya.


Eva tersenyum bangga dan bahagia. Kedua pria idamannya itu memang paling bisa untuk meluluhkan hatinya.


" Ganti baju dulu gih, truss kita makan siang bersama. Hari ini Bunda masak enak loh! ucap Eva memuji dirinya sendiri.


" Tiap hari kan Bunda selalu masak yang enak. Iya kan Yah? puji Gio kepada Bundanya itu sambil meminta persetujuan Ayahnya.


" Iya benar tuh. Masakan Bunda kan selalu lezat. Tidak kalah dari masakan chef terkenal.! Grego semakin memuji Eva. Mereka masih saling berpelukan melepaskan rasa sayang dan kerinduan dalam hati mereka. Afeksi yang selalu mereka tunjukkan membuat mereka semakin lebih dekat, lebih mengenal, lebih menyayangi. Cinta dan perasaan mereka semakin lebih dalam.

__ADS_1


__ADS_2